
Assalamu'alaikum semuaaa...
Alhamdulillah hari ini Kayenna triple up🤩.
Jangan lupa buat like disetiap bab, dan komen minimal dengan kata 'next' ya kak?
Supaya Kayenna lebih semangat buat up lagi😁.
Sontak Larina yang melihat hal tersebut pun berhenti di tempatnya. Albirru menatap dalam netra Jazira yang sedang menatapnya.
"Aku pergi sebentar ya, Mas. Kalau kamu mau berangkat ke kantor sebelum aku pulang, maka kau berangkat saja. Dan ya, kalau kau akan makan siang kau bisa mengirimkan pesan padaku agar aku pergi ke kantormu. Oke?" Ujar Jazira panjang lebar yang membuat Albirru terkejut dengan panggilan Jazira kepadanya.
Tanpa aba-aba, Jazira pun sedikit berjinjit untuk mendekati wajah tampan Albirru. Seketika wajah Albirru memerah karena perlakuan Jazira.
Cupp...
Jazira mencium rahang tegas sang suami karena pada awalnya dia ingin mencium pipi milik sang suami, namun apa dayanya yang terlalu pendek untuk menjangkaunya.
"Aku pergi dulu ya, Mas." Ujar Jazira sambil berjalan menjauhi Albirru dan Larina yang masih berdiri mematung. Perlahan tapi pasti, Larina berjalan mendekati sang kekasih dan memegang bahunya.
"Kamu kenapa diem aja sih, sayang? Tadi dia cium pipi kamu. Nggak ada yang boleh cium kamu selain aku, kamu cuma milik aku!" Rajuk Larina sambil menggoyangkan lengan sang kekasih.
Albirru menyunggingkan sedikit senyumnya mendapatkan perilaku tersebut dari sang istri. Pada awalnya dia bertekad untuk menjauhi Jazira setelah kabar yang semalam dia dengar dari Johan. Tapi entah mengapa tiba-tiba hatinya berubah.
Larina yang kesal karena Albirru tak menghiraukannya pun mendorong bahu Albirru pelan dengan rengekkan manjanya.
"Kamu kenapa sih, sayang?! Kamu terbawa perasaan karena Jazira tadi menciummu?! Aku bahkan bisa menciummu lebih dari itu! Kau juga bisa memintaku untuk melayanimu sekarang juga, tapi kamu nggak hirauin aku gara-gara Jazira?! Cuih, dasar selera murahan!" Bentak Larina sambil menatap tajam netra Albiru.
Albirru yang baru kali ini dibentak oleh wanita yang tak membawa pengaruh walau hanya sedikit dihidupnya pun tak dapat menahan amarahnya.
__ADS_1
"Apakah kau sedang membentakku, hah?! Kau hanya seorang perempuan yang menumpang hidup padaku! Akulah yang selalu mengirimkan uang kepadamu! Kau meminta ini itu yang jelas harganya tak main-main. Tapi aku tetap menurutinya. Kenapa? Karena aku suka padamu! Tapi bukan berarti jika aku suka padamu, kau bisa memperlakukanku seenaknya!" Bentak Albirru yang membuat Larina terkejut.
"Mbok Sum!" Panggil Albirru dengan teriakannya yang membuat Mbok Sum berjalan cepat mendekati Albirru dengan tergopoh-gopoh.
"Iya, Den. Ada apa?" Ujar Mbok Sum sambil menundukkan kepalanya.
"Bawa perempuan jal*ng ini keluar dari rumahku, Mbok! Aku tak sudi menatap muka menjijikannya!" Ucap Albirru dengan nada tinggi yang membuat Larina bertambah terkejut.
"Sayang! Apa yang kau lakukan? Aku tidak ingin jauh darimu. Aku sangat menyayangimu! Aku tarik kembali kata-kataku tadi, maafkan aku Sayang!" Ucap Larina memelas sambil menatap Albirru yang sedang menahan amarahnya.
"Apakah Mbok Sum mendengarkan Albi?" Ujar Albirru dengan nada rendahnya sambil menatap Mbok Sum. Wanita paruh baya tersebut pun segera mendongakkan kepalanya dan segera menyeret Larina agar keluar dari rumah tuan mudanya.
"Jangan pegang-pegang Gue wanita tua! Jangan sentuh tangan Gue dengan tangan kotor Lo itu!" Bentak Larina sambil mengibaskan tangan Mbok Dum dengan keras.
"Lo berani bentak Ibu Gue hah?! Gue nggak pernah bentak sedikitpun atau nyakitin hati Mbok Sum, tapi Lo?! Dasar wanita murahan nggak tahu malu!" Bentak Albirru marah lalu menyeret Larina dengan kasar keluar rumah.
"Jangan pernah tunjukin muka Lo didepan Gue! Gue muak sama sifat Lo!" Ucap Albirru sambil mendorong tubuh Larina hingga terjatuh di lantai terasnya. Setelah itu, Albirru pun membanting pintu dengan keras yang membuat Larina tersentak kaget.
"Mbok, jangan dipikirin perkataan wanita gila tadi ya Mbok. Maafin Albi." Ucap Albirru sambil mendekap tubuh wanita yang sangat dia sayangi ini. Mbok Sum pun hanya menggelengkan kepalanya dan mengelus punggung anak majikan yang dia rawat sejak masih bayi.
"Yaudah Mbok Albi mau berangkat ke kantor dulu ya? Simbok hati-hati dirumah. Kalau ada apa-apa telepon Albi aja." Ucapnya sambil berjalan keluar rumahnya.
Johan yang sedari tadi berada dalam mobil pun mengetahui apa yang terjadi antara atasannya dan Larina. Setelah Albirru memasuki mobil, Johan pun segera memakai sabuk pengamannya dan menatap sang atasan dari kaca spion yang ada didepannya.
"Apakah Tuan sudah mengakhirinya?" Tanya Johan yang membuat Albirru menatap sang asistennya.
"Hmm, tapi aku ingin menarik ulur dahulu. Tidak lucu bukan jika dia belum mengetahui semuanya?" Ujarnya menjawab pertanyaan sang bawahan.
Sedangkan Jazira yang sedang berada di deretan penjual kaki lima pun mulai menatap para pedagang dengan tatapan antusias. Ya, Jazira hanya berjalan kaki untuk sampai di foodstreet itu.
__ADS_1
Tatapan Jazira terhenti karena tepukan dari seseorang yang berada disebelahnya. Sontak Jazira pun menolehkan kepalanya dan terkejut melihat Zakia, sahabatnya.
"Kia! Astaga, aku sangat merinduknmu!" Pekik Jazira senang sambil memeluk sahabatnya.
"Ah, aku tidak ingin tahu! Kita harus mengobrol banyak sekarang!" Ucap Zakia sambil berjalan membawa Jazira entah kemana.
"Eh iya, rumah kamu dimana? Biar kita enak bicaranya." Akhirnya pertanyaan yang sedari tadi muncul dibenak Jazira, ditanyakan oleh Zakia.
"Ada, di kompleks depan. Kamu bawa motor atau mobil nggak?" Ucapnya yang membuat Zakia memukul kepalanya.
Lantas Zakia pun membawa Jazira menuju tempat di mana dia memarkirkan mobilnya, dan mulai menjalankan mobilnya untuk kembali ke rumah Albirru.
Sesampainya mereka di depan rumah Albirru, Zakia pun terkejut bukan main. Bukankah Jazira tidak tinggal di kompleks perumahan? Melainkan di apartemen? Tak tanggung-tanggung, rumah ini adalah rumah terbaik yang dia lihat di kompleks ini.
Karena tak ingin menyinggung perasaan Jazira, mereka berdua pun berjalan memasuki rumah Albirru dan bertemu dengan Mbok Sum.
"Eh Mbok Sum, maaf ya Mbok. Jazira belum beli makanannya. Karena tadi ketemu sama Zakia. Kenalin Mbok, ini Zakia. Sahabatnya Jazira." Ucap Jazira minta maaf sambil mengenalkan sahabatnya kepada Mbok Sum.
"Selamat pagi Mbok. Kenalin nama saya Zakia. Sahabatnya Jazira." Ujar Zakia sambil menyalami tangan Mbok Sum. Mbok Sum pun merasa tertegun dengan sifat kedua wanita di depannya.
"Iya, Non Zakia. Kenalin nama saya Mbok Sum. Oh ya udah, Simbok buatin makan sekalian ya? Mbok Sum yakin, pasti Non Maira sama Non Zakia belum sarapan kan?" Ucap Mbok Sum yang diangguki oleh Jazira dan Zakia.
Akhirnya mereka pun berjalan menuju ruang tamu dan mulai membicarakan hal-hal yang mereka tak lalui bersama selama kurang lebih 5 tahun. Jazira pun terkejut karena ternyata sahabatnya tersebut telah menikah.
Zakia yang merasa heran dengan perubahan Jazira pun mulai mendesak, apa yang sebenarnya terjadi pada Jazira. Jazira sudah berusaha untuk menutupi semuanya dan agar sahabatnya tidak mengetahui semuanya, tapi apa? Mungkin karena efek telah bersahabat terlalu lama, membuat semua lolos dari bibir Jazira.
Jazira tak menyangka bahwa dirinya akan membuka semuanya dihadapan sahabatnya. Mulai dari apa yang menimpa keluarganya, sampai tawaran dari Albirru yang menjadikannya bagi istri kontrak dari Tuan Muda Albirru Geano Alexander tersebut.
Saking asyiknya bercerita kepada sahabatnya, Jazilah sampai terkejut menatap seorang laki-laki yang datang dari arah depan dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Jangan lupa buat dukung Kayenna ya Kak.
Dengan like, komen, gift, atau vote mungkin😅. Terimakasih semuaa❤