Keteguhan Hati Istri

Keteguhan Hati Istri
KHI 11


__ADS_3

Kedua orang tua Bagas datang ke rumah sakit dengan membawa makanan untuk sarapan. Bagas sudah memberi tahu mereka bahwa orang tua Rena berasa di rumah sakit.


"Bu Anis apa kabar, bagaimana keadaan di desa?" sapa bu Yanti.


"Alkhamdulillah baik bu?"


"Sera tidak ikut pak?" tanya pak Ramli


"Tidak pak."


Mereka kini berada di rumah sakit tempat ruangan Rena berada sambil berbincang-bincang.


"Mas, kapan Rena bisa pulang." tanya Rena pada suaminya.


"Nanti mas tanyakan ke dokter dulu."


"Apa kamu sudah merasa sehat nak, jika belum disini saja dulu." saran bu Yanti.


"Rena sudah merasa lebih baik. Rena nggak betah di sini." rengek Rena.


Dokter yang memeriksa Rena datang ke kamar Rena.


Bagas menanyakan tentang kondisi Rena.


"Kondisi pasien sudah jauh lebih baik. Pasien bisa pulang jika air infus yang dipasang ini sudah habis." tutur Dokter.


Bagas memberi tahu mak Irah bahwa Rena akan pulang hari ini. Dia juga memberi tahu orang tua Rena akan menginap di rumahnya.


Di rumah mak Irah tengah membersihkan kamar tamu dan memasak lebih banyak dari biasanya.


Sore hari Rena sudah di perbolehkan pulang.


"Mas sudah bilang pada Dona kalau kita sudah pulang."


"Belum, mas sudah telpon tapi tidak di angkat." jelas Bagas.


Tidak lama setelahnya hp Bagas berbunyi. Ternyata dari Dona.


"Halo Gas, ada apa. Maaf tadi sedang di belakang. nggak dengar hp berbunyi." tanya Dona


"Hari ini Rena sudah diperbolehkan pulang, aku hanya memberitahu. Takutnya nanti kamu ke sini."


"Iya, aku sudah tahu."


"Kamu tahu dari mana?"


"Eh,,, sudah ya, aku masih banyak pekerjaan."


Dona menutup teleponnya dengan terburu-buru. Bagas memandangi hpnya.

__ADS_1


"Apa katanya mas?"


"Dona sudah tahu kalau kamu sudah di perbolehkan pulang."


"Dari mana dia tahu."


Bagas menggelengkan kepalanya.Bagas dan Rena saling memandang, mereka merasa heran. Dari mana Dona mendapat kabar tentang Rena.


Sore hari Rena sudah meninggalkan rumah sakit. Ia beserta keluarganya kini sudah berada di rumahnya.


"Alkhamdulillah akhirnya bisa tidur di sini lagi." kata Rena sambil bersender di ranjang miliknya.


"Bapak dan ibu akan menginap di sini kan."


"Iya, tapi besok pagi kami akan pulang ke desa."


"Kenapa pak."


"Bapak nggak enak sama tetangga. Soalnya bapak titipin kambing."


Mereka tertawa bersama-sama.


"Bapak ada-ada saja, titip itu barang pak. Kambing kok di titipkan." kata Rena


"Ibu juga ikut bapak pulang."


"Bukan cari ibu, tapi cari dagangan ibu." bantah Rena


Pagi hari rumah Bagas tampak ramai. Orang tua Rena sudah bersiap pulang ke desa. Sementara Bagas bersiap pergi ke kantor.


"Kamu tidak apa-apa aku tinggal kerja."


"Mas tenang saja, ada mak Irah, lagi pula Rena sudah merasa lebih baik."


"Kamu jangan mengerjakan pekerjaan rumah, istirahat saja. Sudah ada mak Irah. Jangan sampai nanti malah sakit lagi."


"Iya mas."


"Nanti ibu katanya mau ke sini."


"Mas jangan ngerepotin ibu, mas yang suruh ibu ke sini."


"Nggak, ibu sendiri yang bilang."


"Maaf ya mas, jadi nyiapin baju sendiri."


"Nggak apa-apa, makanya cepat sembuh. Mas berangkat kerja dulu." Bagas mencium dahi Rena.


Di ruang tamu.

__ADS_1


"Maaf pak bu, Bagas tidak bisa antar kalian."


"Tidak apa-apa, kamu kan harus kerja."


"Soalnya Bagas belum punya mobil." ucap Bagas.


"Bapak doakan semoga cepat punya mobil. Jadi kalau bapak sama ibu mau ke sini gampang. Ada sopir pribadinya."


Mereka tertawa bersama. Bagas pamit pada mertuanya untuk berangkat kerja. Sebelum berangkat Bagas sudah mewanti-wanti mak Irah untuk menjaga Rena.


"Ibu beneran mau pulang sekarang." tanya Rena.


"Di sini sudah ada mak Irah, lagi pula kamu tahu sendiri kalau ibu takut bepergian sendiri."


"Ya sudah nggak apa-apa. Bapak sama ibu hati-hati di jalan ya. Kalau sudah sampai kabari Rena."


"Kamu jaga diri baik-baik di sini. Jangan buat kami cemas. Maaf, ibu nggak bisa lama-lama di sini."


Rena berpelukan pada ibunya.


"Mak Irah, titip anak saya ya, tolong jaga dia." ucap bu Yanti.


"Baik bu, ibu tenang saja." jawab mak Irah.


"Bapak sama ibu sudah pamit ke orang tua mas Bagas."


"Sudah, tadi bapak sudah telepon mereka."


Kedua orang tua Rena kembali ke desa. Di rumah Rena berdua bersama dengan mak Irah.


Setelah hampir siang Bu Anis datang ke rumahnya.


"Ibu ke sini sama siapa?"


"Di antar sama pak ojek."


Rena di temani bu Anis selama sehari penuh. Sore hari bu Anis pulang.


"Mak Irah nggak pulang." Rena bertanya sambil melihat jam dinding.


"Saya pulang nanti saja, setelah pak Bagas pulang."


"Mak sudah kabari orang rumah."


"Sudah mbak."


Sore hari sekitar jam 5 Bagas baru sampai di rumah. Mak Irah pun pamit untuk pulang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2