
"Awww..." Lina meringis saat tidak sengaja menabrak seseorang.
"Maaf maaf, nggak sengaja." ucap Lina dan berlalu begitu saja tanpa melihat orang yang telah di tabrak nya tersebut. Dia sudah tidak tahan untuk ke kamar mandi.
"Aneh." ucap pria tersebut sambil tertawa melihat pakaian Lina.
"Lega." ucap Lina setelah keluar dari kamar mandi.
Dengan percaya diri dia berjalan kembali menuju tempat Rena. Dia tidak peduli pada orang yang memandang dirinya
"Lina." panggil seseorang.
"Dokter Angga." sambut Lina dengan senyum.
Angga melihat pakaian Lina dari atas hingga bawah. Lina pun hanya memamerkan deretan giginya.
"Terburu-buru dok." ujarnya.
"Dasar." Angga mengacak pelan rambut Lina.
"Kenapa?" tanya Angga.
"Mbak Rena melahirkan dok, tapi tadi sih belum. Masih di ruangan bersalin. Entah kalau sekarang." jelas Lina.
"Siapa dia, kenapa seperti akrab sekali dengan dokter Angga." gumam seseorang yang tadi di tabrak oleh Lina.
"Ya sudah, kita ke sana." ajak Angga.
Bagas keluar dari ruangan dengan tampilan yang sudah acak-acakan.
"Bagaiman Gas?" tanya bu Anis.
"Alkhamdulillah. Semuanya sehat bu. Rena sudah melahirkan." ucap Bagas.
"Alkhamdulillah." ucap semuanya terasa lega.
"Kok nggak kedengeran suara tangisan bayinya." tanya mak Irah.
"Ruangannya kedap suara mak." jawab Bagas sambil duduk.
"Mas Bagas." teriak Lina berlari mendekat saat melihat Bagas sudah duduk di luar ruangan.
Lina diam dan mengamati penampilan kakaknya yang kacau. Angga pun yang mengetahui apa yang terjadi dengan Bagas mencoba untuk menahan senyumnya.
Ada beberapa cakaran di pergelangan tangan Bagas. Rambut acak-acakan dan juga kancing baju bagian atas terlepas satu.
"Lebih baik kamu ke kamar mandi sana." ucap pak Ramli.
"Nggak usah nahan senyum. Elo juga akan merasakan saat Dona melahirkan." sarkas Bagas didekat Angga.
Seketika raut wajah Angga berubah mendengar perkataan Bagas.
"Benar juga." gumam Angga.
Seorang perawat keluar dari ruangan.
"Sus, bagaimana keadaan menantu dan cucu saya. Saya sudah boleh masukkan?" tanya bu Anis dengan tidak sabar.
"Keadaan keduanya baik dan sehat bu. Untuk sekarang keluarga belum bisa melihat. Setelah di pindahkan ke ruang rawat. Baru bisa di jenguk." jelas suster.
__ADS_1
"Selamat ya pak bu." ucap Angga lada pak Ramli dan bu Anis.
"Terimakasih Dok." jawab keduanya.
"Lin, kamu sudah memberi tahu Sera apa belum?" tanya bu Anis.
Lina hanya mengangkat kedua tangannya dan mengarahkan kedua jempolnya pada bu Anis.
"Jawab pakai mulut. Nggak sopan." tegur bu Anis.
"Sampun bu." ucap Lina dengan nada dan raut wajah di buat-buat.
''Lebih baik kamu pulang sana. Nggak malu apa di lihatin banyak orang." ucap bu Anis.
Lina melihat penampilannya sendiri.
"Sebentar bu, Lina pengen lihat ponakan unyu Lina." rengek Lina.
"Kamu pulang dulu. Mandi sana. Nanti ke sini lagi." ucap bu Anis.
Angga tampak tersenyum melihat tingkah adik ipar Rena tersebut.
"Iya bu iya." jawab Lina.
"Kalau begitu saya permisi dulu bu, pak." pamit Angga.
"Serius kamu belum mandi?" tanya Angga yang berjalan di samping Lina.
Lina hanya menggeleng menjawab pertanyaan dari Angga.
"Memang kelihatan ya." tanya Lina sambil berhenti dan memandang ke arah Angga.
"Benarkan. Pasti nggak kelihatan." ujar Lina sambil membenarkan cepolan rambutnya.
"Ya sudah, saya duluan ya dok. Da da." ucap Lina meninggalkaan Angga yang masih melihat dirinya pergi.
Angga pun tertawa setelah Lina tidak ada di depannya.
Rena dan bayinya di pindahkan ke ruang rawat.
"Gantengnya cucu ibu." bayi Rena sudah berada di gendongan bu Anis.
Rena masih berbaring dan tersenyum melihat anaknya di gendongan ibu mertuanya. Sementara Bagas duduk di samping Rena dan memegang tangan Rena.
"Sakit ya mas. Maaf." Rena melihat bekas cakaran di pergelangan tangan Bagas.
"Nggak. Nggak apa-apa sayang." ujar Bagas.
Rena dan bayinya di rawat di rumah sakit selama 2 hari. Karena keadaan keduanya baik-baik saja, mereka di izinkan untuk pulang ke rumah.
Di rumah Rena, tampak keluarga tengah berkumpul dan berbincang dengan raut wajah bahagia.
"Ibu menginap di sini lagikan?" tanya Rena pada bu Yanti.
"Iya. Ibu akan menginap beberapa hari lagi. Tapi bapakmu dan Sera pulang." jelas bu Yanti.
"Iya nggak apa-apa." ucap Rena.
"Siapa namanya nak Bagas?" tanya pak Abdul.
__ADS_1
"BAREN AGA ASNAWI." jawab Bagas sambil melihat ke arah Rena yang sedang menggendong bayi mungil tersebut.
"Nama yang bagus." ucap pak Abdul.
"Mbak, aku boleh gendong nggak." rengek Lina.
Sementara Sera terus di samping Rena untuk melihat ponakannya. Sera sebenarnya juga ingin menggendong. Tapi dia masih takut.
"Jangan Ren. Lina itu ceroboh." ucap bu Anis sambil mendekat ke arah mereka.
Lina cemberut mendengar ucapan ibunya. Sementara yang lain tertawa.
Hari ini tepat satu bulan usia AGA. Rena sekarang bertambah sibuk dengan kehadiran Aga. Tapi Rena tampak menjalani dengan senang. Karena inilah yang di harapkan dari dulu.
Bagas juga semakin perhatian pada Rena dan Aga.
"Aga sudah tidur?" tanya Bagas.
"Sudah." jawab Rena.
"Pasti kamu sekarang tambah capek ya sayang." ucap Bagas.
"Aku senang mas. Bukankah ini yang kita tunggu selama bertahun-tahun. Aku tidak menyangka, Alloh begitu baik dengan kita. Memberikan kita malaikat kecil yang sangat tampan." ucap Rena.
"Terimakasih sayang. Terimakasih." ucap Bagas.
"Semoga kita selalu bersama selamanya sayang. Hingga maut yang memisahkan." imbuh Bagas memeluk erat tubuh Rena.
"Dan kita akan memberikan adik-adik yang lucu untuk Aga." bisik Bagas.
Rena tersenyum dan mencubit pinggang Bagas.
TAMAT.
Setiap rumah tangga pasti menghadapi cobaan yang berbeda. Ada kalanya kita di hadapkan pada sebuah pilihan yang sangat sulit.
BERTAHAN atau MELEPASKAN.
Jangan pernah menyerah untuk sesuatu yang kau yakini. Sabar dan ikhlas dalam menjalani sesuatu.
Dan selalu ingatlah satu hal. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Dimana kita berjanji, bukan hanya dengan pasangan. Melainkan dengan Sang Pencipta.
*****
PENGUMUMAN
Halo semuanya, apa kabar. Semoga kita semua selalu dalam keadaan baik dan pastinya sehat ya.
Author mau ngucapin terimakasih sudah mendukung dan membaca karya author. Dan terimakasih untuk kalian semua yang selalu setia membaca hingga novel ini selesai.
Selanjutnya author akan berkarya lagi dengan novel berjudul
...… DUNIA MELLANIE …...
Jangan lupa mampir ya gaessss...
Novel ini tidak ada kaitannya dengan novel KHI.
Tapi tenang saja, author pasti akan membuat sekuel dari novel KHI. Mohon di tunggu.
__ADS_1
TERIMAKASIH... 😘😘😘