Married With Mantan

Married With Mantan
Siapa Perempuan Itu?


__ADS_3

"Ya gue sih gimana ya, gue tuh masih suka sama dia dan pengen bareng lagi tapi dia tuh selalu menghindar dari gue, kan gue jadi bingung sendiri," ucap Zehan.


"Jujur nih ya Han, lo tuh coba deh inget-inget siapa tau lo sebenernya punya salah sama dia, tapi lo nya gak inget," ucap Abrar.


"Gak punya Brar, gue inget banget," ucap Zehan.


"Ya kalau gitu sih nasib lo, dah lah gue mau balik dulu males kalau gue disini nemenin lo galau mending gue pulang aja," ucap Abrar pergi dari ruangan Zehan.


Abrar sedang menunggu lift untuk turun ke lantai bawah saat lift terbuka Abrar segera masuk ke lift, namun ia terkejut lantaran di dalam lift sudah ada Kinan yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat Arin.


Selain itu, mereka juga satu sekolah saat SMA sehingga sudah pasti Kinan tahu siapa Abrar yang merupakan sahabat Zehan dan termasuk kedalam gengnya Zehan pasti.


Abrar yang melihat Kinan melotot ke arahnya sontak nyalinya ciut karena saat SMA dulu Kinan terkenal dengan cerewetnya yang menggelegar.


Saat Abrar berada di lift, ia dapat merasakan suasana mencekam lantaran di lift hanya ada Abrar, Kinan, dan 2 karyawan lainnya yang hanya diam.


Saat suasana masih mencekam tiba-tiba pintu lift terbuka dan menampakkan Arin yang sedang fokus dengan berkas di tangannya lalu masuk ke dalam lift., setelah masuk Kinan akhirnya membuka suara.


"Lo mau kemana Rin? kan sekarang waktunya istirahat, lo mau makan? kalau mau makan bareng yuk," tanya Kinan.


Suara Kinan tentunya memecahkan kecanggungan yang ada di dalam lift yang sekarang hanya ada Abrar, Kinan, dan Arin karena 2 karyawan tadi sudah keluar lift saat Arin masuk ke dalam lift.


"Maaf banget ya Nan, aku harus ke Hotel Five mau presentasi anggaran yang bakal di pake buat proyek restoran, maaf banget ya, tapi lain kali pasti deh aku bakal ngeluangin waktu buay makan bareng kamu ya," ucap Arin.


"Yaudah gapapa kok, untung gue sahabat yang pengertian," ucap Kinan dengan tersenyum dan pintu lift terbuka lalu Arin dan Kinan pun keluar lift sedangkan Abrar masih di dalam lift yang kebingungan.


"Tunggu tadi itu si Arin gak liat gue apa ya," tanya Abrar pada dirinya sendiri.


Arin saat ini sedang berada di Hotel Five untuk mempersiapkan presentasinya ya proyek restoran di kota C bekerjasama dengan Hotel Five dan proyek ini merupakan tugas sepenuhnya dari divisinya.


"Rin, gimana udah ambil berkasnya?" tanya Adel.


"Udah Del, untung tadi aku langsung inget. Kamu sih kan aku udah bilang jangan lupa bawa eh kamu malah lupa," ucap Arin.


Seharusnya berkas untuk presentasi hari ini di pegang Adel, namun karena keasikan main handphone jadinya Adel lupa untuk membawa berkas pentingnya dan untungnya lagi saat itu Arin masih berada di kantor dan rencananya akan berangkat ke Hotel Five.

__ADS_1


Skip


Setelah pulang dari Hotel Five, Arin dan Adel segera menuju ke kantor karena belum jam pulang, sebenarnya Adel sudah berulang kali mengatakan ke Arin bahwa ia ingin pulang dan Arin pun memperbolehkannya, namun karena Arin akan kembali ke kantor akhirnya Adel pun memutuskan untuk ikut kembali ke kantor.


"Yaudah gue bakal kerja udah ayo balik," ucap Adel dengan wajah cemberutnya dan Arin hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya yang kelewat aneh ini.


Arin dan Adel berjalan menuju ruangannya dan betapa kagetnya saat mereka melihat Zehan keluar dari lift dengan wajah dingin dan cueknya yang semakin menambah kesan wibawanya sampai pandangan mereka berhenti saat tiba-tiba terdapat anak kecil yang datang ke arahnya dan memeluk kakinya sontak hal itu menjadi bahan perbincangan karyawan lain dan banyak karyawan yang mempertanyakan siapa anak kecil itu.


Yang lebih mengejutkannya lagi adalah suara perempuan yang usianya hampir sama dengan Arin yang memanggil nama anak perempuan itu.


'Siapa Perempuan itu?' tanya Arin dalam hati.


Arin sempat tidak percaya dengan apa yang ia lihat, Arin menepis semua pikirannya dan meninggalkan area lobby dengan perasaan kacau lalu menuju ke ruangannya dan meninggalkan Adel yang masih berada disana.


Disisi lain, Zehan baru akan pergi ke pembangunan Hotel barunya dan saat di lobby ia dikagetkan lantaran terdapat anak kecil yang berlari memeluk kakinya ia melihat anak itu dan tersenyum, "Kenapa Chika ada disini? mana Mama?" tanya Zehan sambil menggendong anak perempuan tersebut.


Lalu Zehan mengedarkan pandangannya dan melihat Arin yang sedang menatapnya dan bergantian menatap anak perempuan yang berada di gendongannya.


Zehan dapat melihat bahwa Arin menatapnya seolah butuh penjelasan, Zehan baru akan melangkah, namun terhenti karena suara perempuan yang memanggil anak kecil tersebut.


"Kenapa kamu kesini uncle lagi banyak kerjaan loh?" tanya perempuan tersebut dengan menggambil Chika dari gendongan Zehan.


"Gapapa kok, Ra," ucap Zehan dengan mengelus kepala Chika yang sekarang ada di gendongan Tara, ya Tara adalah perempuan itu.


Arin sendiri sekarang berada di ruangannya saat ia sedang melamun tiba-tiba Adel datang dan mengomelinya, "Lo nih gimana sih Rin, gue tuh masih ada di bawah tadi masih melihat drama eh pas gue liat ke arah lo, lo nya gak ada kalau mau pergi tuh ya mbok ngabarin dulu gitu loh biar gue gak jadi anak cengok gitu untung gue baik hati mau maafin lo kalau gak udah gak temenan kita," ucap Adel kesal.


Arin yang terlanjur kesal pada pemandangan di depannya pun merasa tidak enak dan meminta maaf pada Adel, "Ya maaf Del, aku gak bermaksud ninggalin kamu tadi, cuma kan aku capek berdiri dari tadi yaudah aku pergi aja, maaf ya," ucap Arin dengan nada sedih.


"Hem ya udah gue maafin kok," ucap Adel sambil tersenyum.


"Emang drama apaan Del?" tanya Gabby.


"Eh iya lo tau gak tadi tuh ada anak perempuan yang datang terus meluk kaki Pak Zehan dan yang lebih hebohnya lagi setelah anak itu terus dateng lagi cewek ya B aja sih, tapi banyak yang bilang dia itu istrinya soalnya anak perempuan itu digendong Pak Zehan dan Pak Zehan manggil si cewek itu Mama," ucap Adel.


"Lo tahu yang lebih hebohnya Pak Zehan senyum ke cewek itu, astaga hilang sudah kesempatan gue" ucap Adel heboh.

__ADS_1


"Sumpah lo Del! udah deh kalau gini gue gak ada harapan lagi," ucap Vira.


"Tapi nih ya kok gue gak pernah tau kalau Pak Rendra udah punya mantu," ucap Gabby.


"Itu artinya main loh kurang By," ucap Vira.


"Lo bener Ra, gue harus main lebih jauh biar gue tau siapa tuh cewek enak aja ngerebut Pak Zehan dari Arin," ucap Gabby.


"Kok gue?" tanya Arin.


"Iya, pokoknya Pak Zehan itu cocoknya sama lo tahu, Rin," ucap Gabby.


"Iya, bener. Kalau lo gak mau sama Pak Zehan, gue juga mau kok," ucap Vira.


"Huh, itu mah emang mau-maunya lo!" teriak Gabby dan Adel.


Tanpa mereka sadari sedari tadi Arin menahan diri agar air matanya tidak jatuh dan saat tidak kuat lagi Arin pergi ke toilet untuk menumpahkan kekecewaannya terhadap Zehan.


Saat ini Arin berada di dalam toilet dan menutup pintu agar tidak ada yang curiga, saat Arin sudah merasa lebih baik dan akan keluar dari toilet tiba-tiba ada yang masuk dan menyebut nama Zehan sontak saja Arin tidak jadi keluar dan hanya mendengarkan pembicaraan mereka.


"Lo tau gak sih kalau cewek tadi tuh yang di lobby itu istrinya Pak Zehan," ucap salah satu karyawan wanita.


"Sumpah lo, tapi gue denger Pak Zehan tuh masih jomblo," ucap karyawan wanita lainnya.


"Gini loh, ya kali cowok kayak Pak Zehan masih jomblo, kan aneh," ucapnya.


"Iya juga ya," ucap lainnya dan mereka pun keluar dari toilet.


Setelah dirasa karyawan tersebut keluar dari toilet, Arin segera keluar dan merapikan make up-nya agar tidak ada yang tau jika Arin baru saja menangis.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2