Married With Mantan

Married With Mantan
Kenapa Diganti?


__ADS_3

"Bi, Bibi udah minum obat?" tanya Arin dengan menyiapkan segala keperluannya.


"Iya, Bibi nunggu kamu aja baru Bibi minum obat, obatnya juga udah kamu taruh di atas meja kan," ucap Bibi Ika dan diangguki Arin.


Pagi hari ini Arin memang tengah di sibukkan dengan persiapannya untuk pergi ke makam kedua orangtuanya yang tentunya tidak dibantu dengan Bibi Ika.


Sebenarnya Bibi Ika tadi sempat ingin membantu Arin mengemasi barang-barangnya, tapi lagi-lagi Arin menolaknya dan akhirnya Bibi Ika hanya menunggu di meja makan karena Arin sudah menyiapkan sarapannya sebelum mempersiapkan barang bawaannya tadi.


Padahal Arin menyuruh Bibi Ika untuk memakan sarapannya terlebih dahulu, namun Bibi Ika menolak dan lebih memilih menunggu Arin.


"Bibi belum makan, Arin kan udah bilang Bibi makan dulu aja tadi," ucap Arin berjalan menuju meja makan.


"Bibi maunya makan bareng sama kamu, Rin," ucap Bibi Ika.


"Yaudah kalau gitu," ucap Arin.


Selesai makan, Arin segera mencuci piring tersebut, "Bi, Arin udah bilang ke Mbak Susan tadi dan Mbak Susan juga gak keberatan karena ia libur kerjanya terus untuk makanan juga udah Arin siapin semua sama obat juga dan Bibi jangan sampai lupa minum obat terus kalau ada apa-apa Bibi harus segera kabari Arin ingat ya, Bi," ucap Arin.


"Iya Arin, Bibi juga bukan anak kecil yang gak tau semua ini," ucap Bibi Ika.


"Hehehe...," ucap Arin lalu ia melihat Kinan yang sudah ada di depan pintu rumahnya yang terbuka.


"Ayo, Rin," ajak Kinan.


"Iya, sabar," ucap Arin.


"Bi, Arin sama Kinan berangkat dulu ya inget loh pesen Arin tadi," pamit Arin.


"Iya, Bibi ingat kok," ucap Bibi Ika.


"Bi Kinan sama Arin jalan dulu ya," pamit Kinan.


"Hati-hati ya kalian, semoga selamat sampai tujuan," ucap Bi Ika.


"Amin," ucap keduanya.


Arin dan Kinan saat ini sedang berada di mobil dan menuju ke kota L yaitu makam Ayah dan Bunda Arin.


"Rin, lo udah izin kan?" tanya Kinan.


"Udah kok Nan, kan kamu udah aku kasih tau kemarin," ucap Arin.


"Oh yaudah, gue kirain belum, terus gimana kata Bu Mika?" tanya Kinan.


"Yahhhh kamu tau sendiri lah gimana?" ucap Arin.


"Lembur?" tanya Kinan dan diangguki Arin.

__ADS_1


"Kenapa tanya gitu? apa jangan-jangan kamu sendiri yang belum izin Nan? kamu nih gimana sih ngingetin aku buat izin, tapi kamu sendiri belum izin," tanya Arin.


"Gue udah izin ya, gue cuma tanya gak lebih itu doang," ucap Kinan.


"Oalah gitu toh," ucap Arin.


.


Disisi lain, Zehan tengah sarapan bersama keluarganya, ya kebiasaan Zehan selalu sarapan bersama keluarganya jika ia sedang bersama keluarganya karena jika tidak Mama Naura akan marah dan jika marah itu akan menyusahkan seluruh orang rumah.


Padahal Zehan adalah tipe orang yang tidak terlalu suka sarapan, tapi demi Mama Naura maka ia rela sarapan.


"Kak kamu hari ini ke Hotel Five kan buat bahas kerjasama yang kemarin?" tanya Papa Rendra.


"Iya Pa, rencananya sih gitu tadi Panji juga udah bilang kalau bakal bahas proyek itu," ucap Zehan.


"Papa denger katanya itu salah satu proyek yang susah," ucap Papa Rendra.


"Susahnya gak nya sih tergantung gimana perencanaannya dari perusahaan dan itikad baik dari satu sama yang lain aja sih Pa menurut Zehan," ucap Zehan dengan santai.


"Papa makin yakin kalau Papa gak salah pilih kamu jadi pengganti Papa Han," ucap Papa Rendra dan Zehan hanya senyum.


"Zehan denger Papa sekarang milih jalanin cabang restoran daripada perusahaan Papa lainnya?" tanya Zehan.


"Iya, Papa lebih nyaman jalanin restoran daripada perusahaan, pusing Papa harus mikir masalah perusahaan, tapi restorannya pun dibantu Mama kamu," ucap Papa Rendra.


"Apa huh," ucap Mama Naura pada Papa Rendra karena merasa Papa tender sedang membicarakannya meskipun tidak mengetahui pembicaraan yang sebenarnya.


Zehan yang mendengar penuturan dari Papa Rendra hanya tertawa, "Ngapain kamu ketawa? emang ada yang lucu?" tanya Mama Naura yang membuat tawa Zehan terhenti dan setelah itu Zehan tersenyum pada Mama Naura.


"Zehan berangkat dulu ya Ma," pamit Zehan.


"Hati-hati ya," ucap Mama Naura.


Zehan saat kmi berada di dalam mobil menuju kantor, saat Zehan sampai di kantor ia pun segera keluar dan banyak pasang mata yang memandang kagum padanya.


"Nanti kita ada rapat kan?" tanya Zehan pada Panji saat mereka sudah berada di dalam lift.


"Iya Tuan, nanti Tuan ada rapat di Hotel Five dengan tim keuangan," ucap Panji dengan sopan dan diangguki Zehan.


"Oh iya siapa aja perwakilan dari tim keuangan?" tanya Zehan lagi kepada Panji.


"Untuk perwakilan nanti ada Bu Mika, Pak Tristan, dan Bu Nara, Tuan," ucap Panji dan membuat Zehan mengangkat alis kanannya.


"Bukannya biasanya yang mengurus proyek ini Arin, kenapa diganti?" tanya Zehan.


"Saya juga kurang tau Tuan, tapi tadi Bu Mika sudah mengkonfirmasi ke saya untuk perwakilannya hari ini," ucap Panji.

__ADS_1


Sebenarnya Panji penasaran, kenapa Zehan begitu peduli tentang hal ini biasanya Zehan sangat cuek dan tidak memperhatikan hal tersebut.


Namun, Panji tidak mau ambil pusing mengenai hal ini mungkin saja Tuan Zehan sudah mulai berubah menjadi Bos yang hangat kepada para pegawainya.


Zehan sudah sampai di ruangannya dan untuk Panji, ia juga berada di ruangannya tersendiri yang ada di depan ruangan Zehan.


Saat Zehan tengah memeriksa berkas-berkasnya yang ada di atas meja tiba-tiba handphone Zehan bergetar dan saat dilihatnya siapa yang menelponnya dan ternyata orang itu adalah Abrar.


^^^Kenapa? gue sekarang lagi sibuk!^^^


Tanpa basa basi, Zehan langsung memutuskan sambungan telepon tersebut lalu ia meletakkan handphonenya di atas meja.


Namun, handphonenya kembali bergetar ternyata Abrar menelponnya lagi akhirnya dengan berat hati asal mengangkatnya.


^^^Kenapa sih? gue tuh lagi sibuk tau gak!^^^


Sabar Pak Bos, gue cuma mau ngajak lo liburan.


^^^Gue gak bisa, gue sibuk.^^^


Besok kan lo gak sibuk sih, gue juga udah tanya Om Rendra dan bilang kalau besok lo itu gak sibuk. Ayo dong biar pernah gitu kita jalan-jalan bareng, kita nih udah lama banget gak liburan pas di negara A gimana? mau ya?


^^^Kemana emang?^^^


Rencananya sih ke kota L, gimana menurut lo?atau lo pengen ke tempat lain?


^^^Gue ngikut lo aja.^^^


Oke, besok juga si Riko, Andis sama Okha sama mau ikut katanya.


Zehan, Abrar, Riko, Andis dan Okha merupakan sahabat sejak kecil, namun setelah lulus SMA, Riko memilih kuliah di negara C tempat lahirnya, Andis di kota B karena orang tuanya dipindah tugaskan jadi mereka berpisah lalu Okha yang memutuskan untuk berkuliah di kota A dan untuk Abrar ya gitulah ia mengikuti Zehan terus dan saat sekarang mereka ada di kota A mereka pun rencanain untuk liburan bersama.


^^^Gue sih terserah.^^^


Oke kalau gitu gue juga udah siapin semuanya.


Setelah Abrar mengatakannya, Zehan pun mematikan panggilan teleponnya karena dirasa sudah cukup untuk membuat Zehan pusing mendengar suara Abrar.


Sedangkan, Abrar hanya menyumpahi sahabatnya ini yang kelewatan dengannya padahal ia masih berbicara, tapi Zehan mematikan teleponnya secara sepihak, untung saja Abrar sabar menghadapi sahabatnya ini kalau tidak maka dapat di pastikan saat ini Zehan hanya tinggal nama saja.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2