Married With Mantan

Married With Mantan
Aku Jahat Ya!


__ADS_3

saat Zehan tengah fokus pada berkas-berkasnya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruangannya.


Zehan pun memperbolehkan orang tersebut masuk dan ternyata Panji, "Apa apa?" tanya Zehan.


"Maaf Pak, sekarang waktunya untuk rapat," ucap Panji dan diangguki Zehan.


"Saya siapkan mobil terlebih dahulu Pak," ucap Panji lalu keluar dari ruangan Zehan.


Setelah Panji keluar barulah Zehan membereskan berkasnya dan keluar menggunakan lift untuk menghadiri rapat kerjasama ini.


Tak lama kemudian, Zehan dan Panji pun sampai di Hotel Five dan mereka pun berjalan menuju ruang rapat, saat sampai di ruang rapat Zehan dapat melihat semua orang sudah berada di posisinya masing-masing dan Zehan segera memulai rapat tersebut.


Skip.


Zehan sangat puas karena kerjasama dengan C3 grup berhasil sukses, perusahaan tersebut mau bekerjasama dalam menyediakan beberapa peralatan untuk restoran yang akan di bangun oleh Hara grup.


Setelah rapat selesai, Zehan memilih untuk kembali ke kantor tepatnya di ruang rapat untuk membahas dan mengevaluasi kerja dari departemen keuangan.


Meskipun kerjasama tersebut berjalan lancar, namun Aska tidak mau ada kesalahan dalam hal apapun ia harus tetap memastikan bahwa tidak ada kesalahan sedikitpun.


Sekarang ini semua departemen keuangan ada di dalam ruangan kecuali Arin karena ia sudah izin terlebih dahulu.


"Ini siapa yang merekap hasil proyeknya?" tanya Zehan.


"Untuk yang proyek ini dikerjakan Arin, Pak," ucap Bu Mika.


Zehan yang mendengar nama tersebut langsung berpikir kemana Arin apa ia menghindarinya dan karena itu dia tidak masuk.


"Kemana dia bukankah seharusnya dia ada disini untuk membahas mengenai proyek ini?" tanya Zehan karena penasaran dengan keberadaan Arin saat ini.


"Iya Pak, tadi Arin sudah izin ke saya untuk tidak bekerja hari ini," ucap Bu Mika.


"Kenapa?" tanya Zehan karena ia sangat penasaran apa alasan Arin tidak masuk hari ini.


"Arin hanya mengatakan ia akan ke luar kota untuk menemui seseorang Pak," ucap Bu Mika.

__ADS_1


"Apa dia bolos hanya untuk pacaran. Ck, dasar! saya tidak mau tau lagi pokoknya saat dia sudah masuk suruh dia ke ruangan saya untuk membahas mengenai proyek ini, enak aja dia bisa bolos karena pacaran," ucap Zehan lalu keluar dari ruang rapat tersebut.


Yang lainnya sangat bingung dengan sikap Zehan, "Kenapa si Pak Bos?" tanya Vira.


"Gak tau, kok aneh banget sikapnya, emang kemana Arin?" tanya Tristan.


"Arin ke makam orangtuanya katanya sama Kinan, saya juga kaget karena Arin dadakan ngabarin saya, tapi dia bilang dia kangen sama orangtuanya terus dia izin soalnya kan dia belum pernah izin ya jadi saya izinin aja," ucap Bu Mika dan yang lain hanya menganggukkan kepala mereka pertanda bahwa mereka setuju dengan ucapan Bu Mika.


.


Arin dan Kinan saat ini berada di area pemakaman kedua orangtua Arin, "Itu, Nan," ucap Arin.


Tak lupa Arin juga membawa rangkaian bunga untuk kedua orangtuanya, saat sampai di pemakaman kedua orangtuanya terlihat jelas raut sedih bercampur bahagia di wajah Arin.


"Ayah, Bunda, Arin kangen," ucap Arin dengan meletakkan rangkaian bunga tersebut ke makam Ayah dan Bundanya yang bersebelahan.


Kinan yang melihat itu ikut sedih dan menahan air matanya agar tidak keluar.


"Ayah, Arin sekarang sudah kerja loh, Ayah kan pernah bilang kalau nanti gaji pertama Arin harus Arin beliin baju buat Bunda, tapi karena saat gaji pertama Arin, Bunda udah pergi jadi Arin beliin buat Bibi Ika gapapa kan Ayah?" tanya Arin dengan tersenyum lalu ia meneteskan air matanya.


"Ayah Bunda, Arin kangen," ucap Arin lagi dan masih menangis.


"Rin, lo harus kuat ya Ayah sama Bunda lo pasti udah bahagia di atas sana," ucap Kinan lalu memeluk Arin yang masih menangis.


"Nan, aku jahat ya!" ucap Arin.


Kinan yang mendengar perkataan Arin pun segera menggelengkan kepala, "Lo gak jahat, lo itu orang yang baik banget, gue aja bangga bisa kenal sama lo," ucap Kinan.


"Ta-pi Nan, hiks hiks gara-gara aku Ayah sama Bunda meninggal seandainya aku ga-gak hiks hiks memutuskan kuliah di negara B pasti sampai saat ini aku masih bisa lihat hiks hiks mereka kan," ucap Arin.


"Hust, itu semua udah takdir Rin, gak ada yang tau kapan takdir itu terjadi, sekarang lo harus percaya bahwa Ayah sama Bunda lo itu lagi bahagia di surga paham," ucap Kinan untuk menyemangati Arin yang selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kematian kedua orangtuanya.


Setelah 2 jam berada di makam kedua orangtua Arin, Arin dan Kinan akan pergi ke keluarga Arin dan setelah itu mereka akan keliling kota L karena mereka sudah izin dan tidak ingin menyia-nyiakan izin mereka kata Kinan.


"Ayah Bunda, Arin pamit ya, nanti Arin bakal kesini lagi kok janji," ucap Arin lalu pergi meninggalkan makam kedua orangtuanya.

__ADS_1


Saat di mobil, Kinan yang melihat wajah Arin uang merasa kasihan karena Arin selalu merasa bersalah, "Lo gapapa Rin? apa perlu kita ke rumah sakit dulu?" tanya Kinan yang khawatir dengan keadaan Arin.


"Aku gapapa kok Nan, cuma pusing aja habis nangis," ucap Arin.


"Oalah yaudah kalau lo butuh sesuatu lo bilang biar nanti gue berhenti," ucap Kinan dan diangguki Arin.


"Ini kita sekarang ke rumah Om Haris apa gimana?" tanya Kinan.


"Kita langsung ke rumah Om Haris aja Nan," ucap Arin dan diangguki Kinan.


Setelah kurang lebih 40 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Om Haris, Om Haris sendiri adalah Kakak dari Bundanya Arin.


"Lo yakin kali mereka mau nerima lo, mereka aja selama ini gak nganggep lo sebagai keluarga mereka?" tanya Kinan sebelum masuk ke rumah tersebut.


"Gapapa Nan, kita coba aja dulu," ucap Arin.


Arin pun mengetuk pintu rumah Om Haris, tak lama pintu pun terbuka dan menampakkan perempuan cantik yang umurnya hampir sama dengan Arin dia adalah Mbak Lili anak dari Om Haris dan Tante Asni.


Om Haris sendiri sebenarnya punya 3 anak yang pertama Mbak Lili yang sudah menikah dan memiliki anak bernama Caca yang kedua Mbak Liska juga sudah menikah dan memiliki anak bernama Boy dan yang terakhir Oki yang saat ini masih duduk di kelas 1 SMA dan mereka semua tidak menyukai Arin.


"Ngapain lo kesini? mau minta bantuan ya, sorry nih ya keluarga gue gak punya uang jadi mending lo pergi deh," ucap Mbak Lili.


"Gak kok mbak saya hanya ingin ketemu aja soalnya sudah lama gak ketemu Om Haris sekeluarga Mbak, mumpung tadi saya ke makam Ayah sama Bunda makanya saya sempatin kesini dulu Mbak," ucap Arin.


"Mau lo sempetin apa gak gue juga gak peduli kali," ucap Mbak Lili.


"Kenapa sih Li kok rame gitu?" tanya Tante Asni yang keluar dari rumahnya dan ia juga terkejut melihat Arin yang sedang ada di depan rumahnya.


"Ngapain kamu kesini? mau ngutang ya? saya gak punya uang mending kamu pulang gih, Li lebih baik kamu masuk aja kasihan Caca dari tadi nangis," ucap Tante Asni.


Kinan yang melihat semua ini tidak dapat menahan emosinya lalu maju ke arah Tante Asni.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2