Married With Mantan

Married With Mantan
Anak Ketiga?


__ADS_3

9 tahun kemudian.


"Nyari apa sih sayang?" tanya Arin pada anak keduanya yang sedang sibuk mencari sesuatu di dalam laci ruang tamu.


"Zelin lagi nyari dasi Zelin Ma," ucap Zelin anak kedua Arin dan Zehan yang saat ini kelas 6 sekolah dasar sedangkan Zayden saat ini kelas 1 SMA.


Arin dan Zehan sepakat menyekolahkan Zelin di sekolah akselerasi berbeda dengan Zayden yang sekolah seperti murid lainnya.


"Mungkin ada di kamar Kakak kamu sayang, kan kamu biasanya kalau pulang langsung ke kamar Kakak kamu," ucap Arin.


"Kak Zay mana dasinya Zelin?" tanya Zelin.


"Mana Kakak tau kan itu dasi kamu bukan punya Kakak," ucap Zayden.


"Ma," rengek Zelin.


"Iya ini Mama cariin dulu dasi kamu," ucap Arin.


"Ini kenapa princess Papa cemberut sih?" tanya Zehan yang rapi dengan pakaian kerjanya.


"Kak Zay, Pa," ucap Zelin.


"Lah kenapa jadi Kakak orang kamu yang lupa taruh dasinya," ucap Zayden.


"Udah gak usah berantem ini, sayang dasi kamu ada di belakang pintu kamar kamu," ucap Arin dan memberikan dasi tersebut pada Zelin.


"Hah kok bisa ada disana sih Ma?" tanya Zelin.


"Mama juga gak tau, tapi tadi Mama nyari ada disana," ucap Arin.


"Perasaan tadi Zelin udah nyari disana gak ada," ucap Zelin.


"Makanya kalau nyari itu pakai mata jangan pake mulut Dek," ucap Zayden.


"Udah mulai deh," bisik Zehan pada Arin.


"Kamu nih bukannya di pisahin kalau mereka lagi berantem," bisik Arin.


"Yaudah ayo kita makan Mama udah siapin sarapan yang enak banget," ajak Arin lalu mereka pun menikmati makanan tersebut.


"Oh iya Ma, nanti kita ke rumah baby Boy yuk, Zelin udah kangen loh," ucap Zelin.


"Kan kamu dua hari yang lalu baru aja kesana Dek, masa udah kangen aja," ucap Zayden.


"Ya namanya juga kangen Kak, lagian Zelin juga mau ketemu sama Nenek kan rumah Nenek disebelahnya rumah aunty Del," ucap Zelin.


Chesa sendiri saat ini memiliki 2 anak yang pertama Defa yang berumur 5 tahun dan yang kedua Boy yang usianya baru menginjak 1 tahun.


"Yaudah deh nanti bareng sama Mama oh iya Kakak mau ikut juga gak?" tanya Arin.


"Gak deh Ma soalnya nanti aunty Nan janjiin mau ngajak zay beli peralatan game," ucap Zayden.


"Game terus," ucap Zelin.


"Yeh biarin aja sih," ucap Zayden.


"Tapi, jangan lupa besok kita bakal ke makam Bibi ya," ucap Arin.

__ADS_1


"Iya Ma, Zay gak lupa kok," ucap Zayden.


Setelah itu mereka pun berangkat dan hanya tersisa Arin yang berada di rumah lalu ia pun mulai membereskan rumah karena Arin sengaja tidak mempekerjakan orang, Arin ingin sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga itulah alasan Arin selalu mengurus pekerjaan rumah sendiri.


Selesai beres-beres seseorang menekan bel rumah lalu Kaila pun membukanya dan melihat sahabatnya yaitu Kinan, Adel, Gabby dan Vira datang, "Halo Arin, apa kabar lo? lama banget gak ketemu sama lo?" tanya Gabby.


"Ya kayak gini By gak ada yang berubah semakin hari semakin banyak aja pekerjaan di rumah," ucap Arin.


"Lo mending cari pembantu deh Rin, lagian kan uangnya Zehan banyak masa dia gak sanggup buat gaji pembantu," ucap Kinan.


"Gak Nan, bukannya Zehan gak mampu tapi menurutku itu gak perlu soalnya aku juga masih sanggup ngerjain pekerjaan rumah lain lagi kalau aku udah gak sanggup," ucap Arin.


"Terserah Lo Kai kalo kayak gitu," ucap Vivi.


"Oh iya gimana kabar anak kamu Del?" tanya Arin.


"Duh pusing gue Rin, dia mau satu sekolah sama anak lo Zelin," ucap Adel.


"Hah kok bisa bukannya dia itu sekolah di negara B ya," ucap Arin.


"Iya Rin, tapi dia mau kalau SMP ini satu sekolah sama Zelin kan gue bingung Bapaknya mau gak," ucap Adel.


"Lo juga sih Del, ngapain nikah sama bule si kan jadinya kayak gini," ucap Kinan.


"Lo gak tau aja Nan, bule itu memperbaiki keturunan liat dong anak gue cakep nya gak ketulungan kan," ucap Adel.


"Huh iyain deh," ucap Kinan.


"Lo pada gimana anak lo ga rewel apa?" tanya Adel.


"Lo Ra gimana sama Pak Dokter?" tanya Kinan.


"Ya gak gimana-gimana gini ya diantara kita cuma gue yang baru nikah dan gue udah ditinggal dia dong," ucap Vira.


"Beneran Ra, lo udah ditinggal perasaan belum sebulan deh lo nikahnya terus kapan lo ke pengadilannya?" tanya Adel.


"Lo gila ya Del, ngapain ke pengadilan?" tanya Vira.


"Tadi katanya lo udah ditinggal sama suami lo," ucap Adel.


"Huh maksud gue itu ditinggal kerja bukan cerai," ucap Vira.


"Oh gitu dong yang jelas," ucap Adel.


"Kalau kamu sendiri gimana Nan?" tanya Arin.


"Hem ya gapapa Andis bisa libur kerja, kan dia bosnya," ucap Kinan.


"Lo tau Nan dulu gue pikir lo gak bakal jodoh sama si Andis eh tiba-tiba pas kita liburan lo dilamar aja sama Andis," ucap Adel.


"Iya sama Del, pikirku dulu juga kayak gitu," ucap Arin.


"Tapi kan sekarang gue sama Andis udah nikah bahkan sekarang lagi nungguin anak ketiga," ucap Kinan yang membuat semua orang disana terkejut.


"Maksud kamu apa Nan? anak ketiga? kamu hamil?" tanya Arin.


"Iya gue hamil," ucap Kinan.

__ADS_1


"Wah seneng banget udah berapa bulan?" tanya Gabby.


"Ini udah 10 Minggu," ucap Kinan.


"Andis udah tau Nan kalau lo hamil?" tanya Vira.


"Udah, kemarin gue kasih tau ke Andis dan dia sampai nangis gitu," ucap Kinan.


"Wah tokcer juga lo sama Andis ya Nan," ucap Adel.


"Iya, dong," ucap Kinan bangga.


Setelah itu mereka pun mengobrol hingga siang harinya Kinan, Adel, Vira dan Gabby memutuskan untuk pulang dan Arin pun merebahkan dirinya di ranjang king sizenya.


"Ayah, Bunda, Bibi. Sekarang Arin bahagia banget dulu Arin selalu susah terutama sejak Ayah sama Bunda ninggalin Arin, tapi Arin sadar kalau Arin hampir nyia-nyiain hidup Arin, seandainya Arin waktu itu memutuskan untuk nyusul kalian mungkin sekarang Arin gak bakal bisa ketemu jagoan dan princess Arin," gumam Arin dan tanpa terasa ia meneteskan air mata.


Sore harinya saat Arin akan bersiap ke rumah Mama Naura, Zehan pun pulang, "Kok kamu disini bukannya kamu ke rumah Mama?" tanya Zehan.


"Iya ini aku mau kesana kok," ucap Arin.


"Zelin sama Zayden udah disana," ucap Zehan.


"Loh Zayden bukannya keluar sama Kinan?" tanya Arin.


"Gak jadi tadi Zayden bilang ke aku kalau dia mau ke rumah Nenek aja," ucap Zehan.


"Oh yaudah kalau gitu aku siapin air dulu buat kamu," ucap Arin.


"Gimana kalau kita mandi bareng," goda Zehan yang memeluk Arin dari belakang.


"Mulai deh kamu," ucap Arin.


"Andis sama Kinan aja udah mau punya anak ketiga, kamu gak mau apa?" tanya Zehan.


"Ya mau tapi kan...," ucapan Arin terhenti karena Zehan menc*um bibir Arin dengan sedikit l*matan.


"Sekarang kita buat yang ketiga ya," ucap Zehan lalu menggendong Arin menuju kamar tanpa melepaskan c*uman mereka dan mereka pun menghabiskan waktu yang panjang hanya mereka berdua.


"Yang, kamu tau aku punya kata yang buat aku yakin terhadap perasaanku sama kamu," ucap Zehan.


"Apa itu?" tanya Arin.


"Kata-katanya kayak gini. Ketika aku telah menemukan cinta sejati, aku tidak akan berniat untuk menemukannya lagi, tapi aku akan peluk dan genggam dia selama aku masih memilikinya. Karena kata-kata ini aku yakin kalau kamu itu cinta sejati ku makanya aku tidak akan menggenggam tangan wanita lain meskipun kamu pergi dariku dulu karena aku menganggap kamu masih milikku," ucap Zehan.


"Ahh so sweet kamu kok romantis sih Yang," ucap Arin dengan wajah yang merah.


"Aku hanya bisa kayak gini cuma sama kamu Yang karena kamu adalah akhir dari penantian ku, Arin I Love You," ucap Zehan.


"I Love You too," ucap Arin.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2