
Hari ini, Arin, Adel dan Zayden tengah menikmati udara pagi di taman. Arin sendiri duduk di taman sedangkan Adel dan Zayden tengah bermain entah dimana.
Beberapa saat kemudian, Adel menghampiri Arin yang sedang menunggunya, "Maaf Rin, tadi gue nyariin Zay di pergi kejauhan," ucap Adel.
"Iya Del, gapapa kok," ucap Arin.
"Rin, tadi Zay ketemu sama Zehan," ucap Adel.
"Iya Del aku tau, tadi aku lihat kok," ucap Arin.
# Flashback On #
Arin pun pergi ke toilet karena merasa perutnya sakit, setelah dari toilet Arin pun melangkah pergi dan ia bertemu dengan seorang anak perempuan, "Maaf Tante Lia gak sengaja," ucap anak tersebut yang bernama Lia.
"Iya gapapa kok sayang lain kali hati-hati ya," ucap Arin
Arin pun kembali ke tempatnya tadi, namun saat ia melihat sekeliling taman, netranya melihat Zayden yang tengah bersama seorang laki-laki.
"Zayden sama siapa itu ya kok aku gak kenal? apa jangan-jangan Zayden mau di culik?" tanya Arin lalu beranjak dari tempatnya dan berlari menghampiri Zayden, namun langkah kakinya terhenti saat pria tersebut memperlihatkan wajahnya.
"Hah Zehan! kenapa dia bisa ada disini dan kenapa dia sama Zayden? apa dia udah tau kalau Zayden itu anaknya? terus Zehan mau ambil Zayden? gak boleh dibiarin, aku harus pertahanin Zayden," gumam Arin lalu ia melihat Adel menuju ke arah Zayden dan Zayden membawa pergi menjauh dari Zehan.
"Syukurlah Zayden gak jadi dibawa pergi sama Zehan kalau sampai itu terjadi, aku bakal ngelakuin segala cara buat Zayden kembali ke aku, enak aja Zehan ngambil anakku," lanjut Arin.
# Flashback Off #
"Tapi, nih ya Rin, kayak ada yang aneh dari Zehan," ucap Adel.
"Aneh? maksud kamu aneh apanya, Del? menurutku gak ada yang aneh deh dari Zehan?" tanya Arin.
"Ya aneh aja gitu masa nih ya Zehan gak tau siapa gue dan dia juga tanya ke gue kayak gini, apa kita pernah bertemu sebelumnya? kayak gitu Rin kan aneh banget," ucap Adel.
"Berarti sikap Zehan ke kamu juga sama kayak ke aku, waktu aku ketemu sama dia di tempat kerjaku, dia juga kayak gak inget sama aku," ucap Arin.
"Apa jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi sama Zehan, Rin?" tanya Adel.
"Masa sih Del, tapi gak mungkin deh Del kalau itu terjadi," ucap Adler.
"Iya juga sih ya, gak mungkin aja," ucap Adel.
Saat mereka tengah mengobrol tiba-tiba Kinan datang dengan membawa banyak makanan, "Halo Ibu-ibu yang cantik ditambah satu anak ganteng ini," ucap kanji.
"Halo aunty," ucap Zayden dengan tersenyum.
"Loh Kinan, kamu bukannya hari ini gak bisa ikut ya kan katanya kamu ada urusan," ucap Arin.
"Iya Nan, lo bohongin gue sama Arin ya jahat banget lo Nan," ucap Adel.
"Astaga kalian berdua ini ya, biarin gue jelasin dulu kenapa gue bisa kesini kek," ucap Kinan.
"Hehehe yaudah kalau gitu sekarang lo jelasin kok lo bisa kesini," ucap Adel.
"Ya bisalah ngapain gak bisa kan ada mobil jadi gampang kesininya," ucap Kinan.
"Gue lagi gak bercanda Kinan," ucap Adel.
__ADS_1
"Tadi lo tanya kok gue kesini ya gue jawab dong emang ada yang salah sama jawaban gue, gak kan ya," ucap Kinan.
"Hem sabar Del, gini loh Nan maksud gue itu lo kan ada urusan kok lo bisa disini sekarang gitu loh Kinan," ucap Adel.
"Oh itu, gak jadi ternyata nyokap sama bokap gue ngatur kencan buat buat gue ya gue gak mau lah," ucap Kinan.
"Hah! Om sama Tante ngatur kencan buta buat kamu terus kalau kamu gak dateng cowoknya gimana?" tanya Arin.
"Ya gue gak peduli," ucap Kinan.
"Wah gawat lo Nan, anak orang lo tinggal emang lo gak takut dimarahin nyokap sama bokap lo," ucap Adel.
"Kalau masalah itu mah gampang," ucap Kinan.
"Mama, Zay mau pipis," ucap Zayden.
"Zay mau pipis yaudah ayok, aku ke toilet bentar ya," ucap Arin lalu menuju toilet.
"Del, lo jangan bilang ke Arin ya," ucap Kinan.
"Bilang apa emangnya?" tanya Adel.
"Sekarang kan ulang tahunnya Arin, jadi sebenarnya gue udah siapin hadiah buat dia di rumah kalian, makanya gue tinggalin cowok yang mau dikenalin ke gue," ucap Kinan.
"Astaga Arin, gue lupa kalau hari ini Arin ulang tahun terus apaan hadiah lo emangnya Nan?" tanya Adel.
"Ada lah pokoknya rahasia, tapi lo jangan bilang ke Arin loh ya, terus usahain jangan buat Arin pulang sampe jam 12 siang nanti," ucap Kinan.
"Iya gue jaga rahasia lo," ucap Adel.
"Udah aunty," ucap Zayden lalu kembali bermain dengan mainannya.
"Gue balik dulu ya," pamit Kinan.
"Loh ko kamu pulang Nan," ucap Arin.
"Iya, gue harus ke toko makanya gue balik dulu, gapapa kan," ucap Kinan.
"Ya gapapa lah," ucap Arin.
Setelah itu, Kinan pun pergi meninggalkan Arin, Adel dan Zayden di taman.
"Kita pulang yuk ini udah jam setengah 11 loh mulai panas juga disini," ucap Arin.
"Jangan pulang dulu deh Rin, kita jalan-jalan aja dulu gimana?" tanya Adel.
"Kemana emangnya?" tanya Arin.
"Mama kita ke tempat bermain yang di sebelah sekolahnya Zay yuk," ajak Zayden.
"Iya bener kata Zay kita kesana aja yuk," ucap Adel lalu menggendong Zayden.
Mereka pun menuju ke tempat bermain hingga pukul 1 siang, "Udah kita pulang ini jam berapa ayok," ajak Arin lalu mereka pun pulang.
Sesampainya di rumah, Arin membuka pintu dan melihat rumahnya yang penuh dengan balon dan juga tulisan selamat ulang tahun, "Kejutan! selamat ulangtahun Arinni!" teriak Kinan.
__ADS_1
Arin tentunya terkejut dengan apa yang terjadi, ia tidak langsung merespon ucapan Kinan justru ia menangis.
"Kok Mama nangis," ucap Zayden yang berada di gendongan Adel.
"Mama gapapa kok sayang, terima kasih ya buat kalian udah buat aku bahagia dan ngelupain semua masalah yang aku hadapi hiks hiks," ucap Arin lalu memeluk Kinan dan Adel
"Sama-sama Rin, lo itu orangnya kuat dan gue yakin lo pasti bisa kok menghadapi semuanya sama satu lagi, ini ada hadiah buat lo," ucap Kinan yang melepaskan pelukan Arin lalu memberikan sebuah kotak.
Arin pun menerima kotak tersebut dan membukanya, "Kinan, makasih ya kok kamu tau kalau aku butuh banget ini," ucap Arin sambil mengeluarkan hadiah yang diberikan Kinan.
"Gue pernah liat lo lagi benerin jam tangan lo makanya gue beliin ini persis banget sama punya lo," ucap Kinan.
"Makasih ya Nan," ucap Arin.
"Maaf ya Rin, gue masih belum bisa ngasih lo apa-apa," ucap Adel sedih.
"Gapapa Del, aku malah seneng banget kamu ada disini selalu nemenin aku dan selalu ngebelain aku itu aja hadiah yang gak bisa aku balas Del," ucap Arin.
Hari menjelang malam, Zayden pun sudah tertidur. Sedangkan Arin, Adel dan Kinan saat ini berada di ruang tamu, "Nan, tadi gue ketemu Zehan," ucap Adel.
"Hah! lo ketemu Zehan terus gimana dia nanyain Arin gak?" tanya Kinan.
"Gak, malah Zehan kayak gak inget sama gue," ucap Adel.
"Maksud lo apa? Zehan gak inget lo siapa? kok bisa?" tanya Kinan.
"Gue juga gak tau, tapi tadi Zehan bilang ke gue malah apa kita pernah bertemu kayak gitu kan gue juga bingung jadinya," ucap Adel.
"Kok Zehan kayak gitu ya? apa jangan-jangan Zehan cuma pura-pura biar lo nganggep kalau Zehan udah bisa ngelupain Arin," ucap Kinan.
"Bisa jadi Nan, soalnya Arin juga kan udah pernah ketemu sama Zehan dan sikap Zehan pun sama kayak gak kenal," ucap Adel.
"Lo juga pernah ketemu Zehan dan Zehan gak kenal sama lo, kalau itu sih gue yakin Zehan pura-pura, dia itu aku nunjukin kalau dia udah bisa move on," ucap Kinan.
"Kamu bener Nan, Zehan itu udah move on dari aku kok," ucap Arin.
"Maksud lo?" tanya Kinan.
"Jadi gini, aku itu pernah ketemu sama Zehan waktu dia ke toko nyari cincin pernikahan gitu karena stok di toko habis, Zehan gak jadi beli. Terus fakta baru lagi ternyata Zehan itu pemilik tempat aku kerja," ucap Arin.
"Tunggu maksud lo Zehan nyari cincin pernikahan artinya dia udah punya pacar dong salah maksud gue calon istri dan tadi lo bilang apa, Zehan pemilik tempat lo kerja berarti Zehan Bos lo dong Rin?" tanya Kinan.
"Ya, bisa dibilang begitu," ucap Arin.
"Terus lo gimana Arin? kan lo belum cerai sama Zehan?" tanya Kinan.
"Ya, aku anggap aku mantan istrinya Zehan, Nan. Lagian Zehan juga gak inget aku, kalau nanti ada yang nanyain ke aku ya aku tinggal jawab kalau Zehan udah talak aku, tapi belum dimasukin ke pengadilan itu aja," ucap Arin.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1