
Beberapa saat setelah Arin menelpon Kinan, Zehan pun masuk kedalam kamar, "Kok belum tidur, cepet tidur besok kan kamu kerja," ucap Zehan dan merebahkan tubuhnya di samping sang istri.
"Oh iya Yang, besok aku berangkatnya sama Kinan ya," ucap Arin.
"Kenapa harus sama Kinan? kamu kan bisa berangkat sama aku?" tanya Zehan.
"Kalau aku berangkatnya sama kamu pasti banyak yang curiga Yang, kalau sama Kinan kan gak ada yang curiga lagian dari dulu aku kalau berangkat kerja biasanya bareng sama Kinan kok, ya anggap aja mengenang masa lalu gitu" ucap Arin.
"Yaudah deh terserah kamu kalau kamu mau berangkatnya sama Kinan," ucap Zehan.
Pagi harinya, Arin sudah siap untuk berangkat kerja, tapi sebelum itu ia sempat membantu Bi Laras untuk menyiapkan sarapan dan membantu Zehan untuk bersiap juga bagaimanapun ia saat ini adalah seorang istri jadi ia juga harus melayani Zehan meskipun saat ini ia sudah bekerja di kantor.
Setelah semuanya siap, Arin pun keluar rumah untuk berjalan kaki dimana Kinan menunggu di halte dekat rumah.
"Ayo aku antar," ucap Zehan.
"Aku jalan kaki aja," ucap Arin.
"Sayang masuk ya, aku cuma anterin kamu sampai halte kok gak sampai kantor," ucap Zehan.
Mau tidak mau, akhirnya Arin pun masuk ke dalam mobil dan gak lama setelah itu, mereka pun sampai di halte tempat Arin menunggu Kinan.
"Mana Kinan?" tanya Zehan.
"Gak tau, mungkin sebentar lagi dia datang kok," ucap Arin.
Benar saja, mobil Kinan berhenti di dekat halte dan Kinan keluar untuk menjemput Arin, "Yuk Rin," ajak Kinan.
"Yang, aku pergi dulu ya dah," pamit Arin.
"Yang," panggil Zehan yang membuat Arin berhenti dan berbalik menatap Zehan.
"Kenapa?" tanya Arin.
Beberapa saat kemudian, Zehan pun mengecup bibir Arin dan membuat Arin menjadi salah tingkah pasalnya Zehan melakukannya di depan orang banyak termasuk Kinan.
"Ya-yaudah aku pergi dulu ya," ucap Arin lalu masuk kedalam mobil Kinan.
"Enak banget lo Rin mau berangkat aja sempet kayak gitu sama Pak Bos," ucap Kinan.
"Apaan sih udah deh agak usah bahas itu malu tau gak mending kita berangkat aja," ucap Arin.
"Malu segala lo Rin, lagian nih ya Zehan juga suami lo sendiri udah gapapa kali Rin kalau kayak gitu bahkan lebih dari itu," ucap Kinan sambil melakukan mobilnya menuju kantor.
"Udah gak usah di bahas lagi," ucap Arin yang sudah salah tingkah dengan ucapan absurd Kinan.
"Aduh kok aku jadi deg-degan gini ya, aku takut kalau nanti banyak yang gak suka sama aku," ucap Arin.
"Gak usah takut Rin, gue aja santai padahal banyakan yang gak suka sama gue daripada sama lo," ucap Kinan lalu mereka pun masuk ke dalam.
Saat Arin dan Kinan berada di lobby tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara seseorang, "Arin, Kinan!" panggil Adel dengan teriakan kencangnya.
"Astaga Del telinga gue," ucap Kinan.
"Hehehe kalian beneran kerja lagi disini?" tanya Adel.
"Iya Del kita kerja lagi disini," ucap Arin.
"Emang ya Nyonya Zehan ini," bisik Adel.
"Oh iya Del, aku minta kamu sembunyiin hubungan aku sama Zehan ya," bisik Arin.
"Loh kenapa emangnya Rin?" tanya Adel.
"Aku gak pengen aja karyawan lain tau, kamu bisa jaga rahasia kan," ucap Arin.
"Bisa dong, gue tuh orangnya gak gampang ember kok Rin, jadi lo gak usah khawatir buktinya selama ini gak ada yang tau rahasia lo," ucap Adel dan diangguki Arin.
__ADS_1
Setelah itu, Arin dan Adel pun menuju ke ruangan mereka, sedangkan Kinan menuju ke tim pemasaran.
Saat memasuk ruangannya, Arin disambut oleh rekan kerjanya, mereka memberikan selamat ke Arin karena kembali bekerja.
"Aron selamat ya, gue seneng banget loh dengernya, akhirnya tim keuangan kembali utuh kayak dulu," ucap Vira.
"Lo bener Ra, gue kira lo gak bakal bisa ketemu lo lagi Rin, tapi btw kok lo bisa kerja disini lagi sih?" tanya Gabby.
"Hem itu karena aku emang belum ngajuin surat pengunduran diri secara resmi sih dan juga belum dia setujui sama Pak Zehan, ya jadinya kayak gini deh," ucap Arin.
"Hahaha, aduh maaf kelepasan," ucap Adel dengan menahan tawanya.
Adel sendiri rasanya ingin tertawa saat Arin memanggil Zehan dengan sebutan Pak, 'Astaga Rin, masa sama suami sendiri manggil Pak sih,' ucap Adel dalam hati.
"Hai Rin selamat ya," ucap Tristan.
"Makasih ya," ucap Arin.
"Mending kita kerja lagi deh dan ini berkas buat proyek yang ada di kota E gue serahin lagi ke pemilik aslinya," ucap Adel dan menaruh berkas di atas meja Arin.
"Oh iya Del, aku denger katanya kamu dimarahin Zehan ya," ucap Arin.
"Rin, Pak Zehan kok lo manggilnya Zehan sih kalau sampai orangnya tau bisa-bisa lo langsung dipecat beneran loh," ucap Vira.
"Hehehe, iya lupa Ra soalnya udah lama gak kerja," ucap Arin.
"Kok lo bisa tau Rin, kalau Adel dimarahin sama Pak Zehan?" tanya Gabby.
"Oh itu aku denger dari Kinan sih, tapi gak tau dia dari siapa," ucap Arin.
"Oh dari Kinan," ucap Gabby dan diangguki Arin.
'Untung aja tadi Kinan bilang kayak gitu,' ucap Arin dalam hati.
Setelah itu, Arin pun mulai mengerjakan tugasnya dan saat memasuki jam istirahat Arin pun memutuskan akan ke kantin dengan Kinan.
^^^Kenapa?^^^
Kamu ke ruangan ku.
^^^Tapi kan aku mau ke kantin sekarang.^^^
Kamu makan siang sama aku.
^^^Tapi, aku udah sama Kinan, Yang.^^^
"Gapapa Rin, lo sama sayang lo aja gue bareng Alika aja tadi dia mau ke kantin juga soalnya," ucap Kinan
"Beneran gapapa Nan?" tanya Arin.
"Iya Arin, gue gapapa kok. Itu Alika, gue ke Alika ya. Lo sama ayang lo aja, gue beneran gapapa kok," ucap Kinan
^^^Ini aku mau ke ruangan kamu.^^^
Setelah itu, Arin pun memutuskan sambungan telepon tersebut.
Selama perjalanan menuju ruangan Zehan, Arin terus berhati-hati agar tidak ada yang curiga dengannya dan Arin pun sampai di lantai ruangan Zehan.
"Akhirnya sampai juga semoga gak ada yang curiga," gumam Arin.
Dengan santainya Arin berjalan menuju ruangan Zehan, "Disini cuma ada ruangannya Zehan sama Pak Panji aja kan ya setauku jadi aku bisa santai jalannya," gumam Arin.
"Arin," panggil Bella.
Arin pun menoleh pada Bella, 'Astaga aku lupa kalau ada Bella, aku harus alasan apa ini,' ucap Arin dalam hati.
"Ha-halo Bel," balas Arin gugup.
__ADS_1
"Pak Zehan udah nunggu kamu di dalam," ucap Bella.
"Bel, kamu tau aku sama Zehan?" tanya Arin ragu
"Tau dong Rin, eh ralat maksudnya nyonya Zehan," ucap Bella.
"Darimana kamu taunya?" tanya Arin.
"Kamu lupa ya aku tuh juga hadir di pernikahan kamu loh, tapi bentar doang sih soalnya ada urusan mendadak," ucap Bella.
"Kamu bisa jaga rahasia kan Bel?" tanya Arin.
"Bisa dong," ucap Bella.
"Aku nyuruh kamu kesini bukan untuk ngobrol sama Bella," ucap Zehan yang berada di pintu ruangannya lalu masuk kedalam ruangannya.
"Hehehe Bel, aku duluan ya dah," ucap Arin lalu menuju ke ruangan Zehan.
Saat masuk kedalam ruangan Zehan, Arin terkejut lantaran di sana terdapat berbagai macam makanan di atas meja, "Ini buat siapa Yang banyak banget?" tanya Arin.
"Buat kamu lah Yang, kamu pilih aja mau makan yang mana, semuanya juga gapapa," ucap Zehan.
"Aku gak bisa kalau habisin segini banyaknya," ucap Arin.
"Yaudah kamu pilih yang mana yang mau kamu makan terus yang lain aku kasih ke Panji buat di kasih ke siapa gitu," ucap Zehan.
"Yang, lain kali kamu gak usah nyiapin kayak gini," ucap Arin.
"Kenapa kamu malu ya?" tanya Zehan dengan nada sedih.
"Bukannya gitu, tapi aku kesini nya tuh kayak maling harus sembunyi-sembunyi gitu," ucap Arin.
"Kalau gitu biar aku yang ke kamu aja," ucap Zehan.
"Gak boleh, inget syarat aku," ucap Arin.
"Iya deh Yang, kalau gitu kamu makan dulu," ucap Zehan lalu mereka menikmati makan siang bersama.
Setelah makan siang, Arin segera menuju ke ruangannya sebelum ada yang curiga.
"Rin, kok kamu tadi gak makan sama kita sih?" tanya Gabby.
"Oh itu By, aku tadi ada urusan mendadak jadi gak bisa makan sama kalian deh," ucap Arin.
"Alah Rin bilang aja kalau kamu habis sama suami tercinta," bisik Adel.
"Apaan sih Del," ucap Arin.
"Eh btw kalian tau gak kalau perusahaan bakal ngadain liburan di kapal pesiar," ucap Vira.
"Beneran lo Ra? kata siapa?" tanya Adek.
"Beneran Del kata Pak Dimo, orang timnya udah nyiapin semuanya," ucap Vira.
"Wah akhirnya bisa ketemu Boy anggota timnya Pak Dimo," ucap Gabby.
"Kok Zehan gak bilang ke aku ya," gumam Arin.
"Bilang apa Rin?" tanya Vira.
"Eh gak kok Ra," ucap Arin.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.