Married With Mantan

Married With Mantan
Aneh Gimana?


__ADS_3

Arin, mungkin ini kesekian kalinya kamu dapat bunga mawar putih dari aku, aku gak akan pernah bosan untuk menunjukkan ketulusanku ke kamu, aku sebenarnya suka sama kamu sejak pertama kali kita bertemu menurutku kamu orang yang sangat perhatian dan baik mungkin karena alasan itu aku mulai tertarik sama kamu sampai aku meyakinkan diriku bahwa aku memang menyukai kamu Rin, aku sempat takut untuk mengatakan perasaanku, tapi aku memberanikan diri dan menyatakan perasaanku ke kamu Rin.


"Siapa sih? dia udah suka sama aku sejak pertama kali bertemu?" tanya Arin pada dirinya sendiri.


"Astaga udah jam 2 aja, telat aku ke toko nya," ucap Arin.


Beberapa saat kemudian, Arin pun sampai di toko bunga dan saat disana Arin melihat Gita dan Mario yang tengah melayani pembeli.


"Maaf ya aku telat," ucap arin setelah melihat Gita dan Mario kembali ke meja kasir.


"Gak kok, Mbak. Dari tadi masih belum ada pembeli dan ini tadi baru ada pembeli," ucap Gita dan diangguki Arin.


"Kamu kok tumben jam segini baru datang, Rin?" tanya Mario.


"Oh itu, aku tadi ada urusan makanya gak bisa ke sini tadi," ucap Arin.


"Lagian tadi Mbak Kinan udah bilang kok, Mbak," ucap Gita.


Setelah merek saling berbincang akhirnya mereka kembali bekerja karena ada beberapa pembeli di toko tersebut.


"Ada yang bisa di bantu Bu?" tanya Arin.


"Ehm, saya mau cari bunga mawar merah, ada tidak?" tanya seorang wanita paruh baya dan membalikkan badannya menghadap Arin.


"Bu Ani," panggil Arin.


"Kok kamu disini?" tanya Bu Arin.


"Eh i-itu Bu, saya kerja disini," ucap Arin.


"Saya denger kalau Bibi kamu meninggal, saya turut berdukacita dan maaf saya tidak ada saat Bibi kamu meninggal karena saya kan lagi liburan sama keluarga saya" ucap Bu Ani.


"Iya Bu, tidak apa-apa. Saya tau Bu Ani sekeluarga tidak ada di rumah jadi saya memakluminya," ucap Arin.


Saat Bibi Ika meninggal, Bu Ani dan keluarganya pergi liburan ke kota C sehingga tidak bisa hadir saat pemakaman Bibi Ika.


"Oh iya, Bu Ani mau cari mawar kan, mari saya antar ke tempat bunganya," ucap Arin.


Arin pun mengantarkan Bu Ani ke tempat mawar merah, "Silahkan Bu, Ibu memilihnya," ucap Arin.


Beberapa saat kemudian, Bu Ani pun mengambil bunga mawar merah yang sesuai dengan keinginannya, "Saya ambil ini aja deh," ucap Bu Ani.


Setelah itu, Arin pun mengambil dan membungkus bunga tersebut sesuai dengan permintaan Bu Ani.


"Ini Bu bunganya dan untuk pembayarannya Ibu silahkan menuju kasir," ucap Arin dengan sopan dan ramah.


"Saya denger kamu udah nikah," ucap Bu Ani.


"Ah itu, Bu iya," ucap Arin.


"Selamat ya akhirnya kamu udah nikah juga," ucap Bu Ani lalu menuju ke kasir setelah itu pergi meninggalkan toko.

__ADS_1


Saat di luar toko, Bu Ani terus saja membahas mengenai Arin yang sudah menikah, "Heh pasti suaminya kasihan liat Arin terus di nikahin deh dan juga pasti suaminya tuh orang gak punya kok Arin masih aja kerja di sini, dasar gak pinter cari suami gak kayak Siska," ucap Bu Ani.


"Siapa Rin?" tanya Mario.


"Oh itu, tetanggaku," ucap Arin.


"Aku pergi dulu ya," lanjut Arin lalu meninggalkan Mario.


"Lucu," ucap Mario sambil tersenyum.


.


Zehan sendiri segera pergi menuju kantor, sesampainya di kantor Zehan tidak langsung ke ruangannya melainkan ruang rapat karena semua orang sudah hadir di sana, ya hari ini Zehan memang mengadakan rapat untuk membahas mengenai perincian harga untuk proyek Hara grup di kota B.


"Mungkin kalian tau kenapa saya mengumpulkan kalian," ucap Zehan.


Brak!


Zehan membanting semua berkas mengenai proyek tersebut yang membuat semua orang yang ada di ruang rapat terkejut sekaligus takut.


"Sekarang saya mau penjelasan mengenai perincian ini kenapa tidak sesuai," ucap Zehan.


"Begini Pak kemarin saya kurang teliti dalam melakukan perincian, saya minta maaf Pak atas kecerobohan saya," ucap Adel.


"Kamu tau, saya tidak perlu karyawan yang tidak becus di perusahaan saya dan kamu salah satunya," ucap Zehan.


"Tapi, Pak. Saya minta maaf saya salah, saya sudah membenarkan perinciannya, tapi saya takut untuk memberikannya ke Bapak," ucap Adel.


"Huh oke coba saya lihat perinciannya nanti akan saya pertimbangan untuk memecat kamu atau tidak," ucap Zehan.


"Saya akan pertimbangkan dan ini peringatan bagi semuanya karena saya tidak mau ada kesalahan seperti ini selanjutnya paham," ucap Zehan.


"Baik Pak," ucap para karyawan di sana.


Setelah itu, Zehan keluar dari ruang rapat dan membanting pintu yang membuat semua orang di dalam ruangan semakin takut dengan emosi Zehan.


"Wah Pak Zehan nakutin ya kalau marah sampai gemetaran tangan gue," ucap Vira.


"Lo mah mending lah gue kayak mau mati tau gak," ucap Adel.


"Kamu juga sih Del, kok bisa ceroboh gitu sih," ucap Bu Mika.


"Iya Bu, Adel kurang fokus ngerjainnya jadi kayak gini deh, maaf ya Bu Mika sama yang lainnya juga yang kena imbasnya," ucap Adel.


"Gapapa Del, namanya juga manusia pasti pernah ngelakuin kesalahan lah, udah gak usah dipikirin mending jadiin pembelajaran aja untuk kedepannya," ucap Gabby dan diangguki Adel.


Saat mereka sudah berada di ruangan mereka tiba-tiba Vira memberikan kabar terbaru pada rekan kerjanya, "Eh lo pada tau gak, gue denger-denger nih ya katanya Pak Zehan tuh udah nikah," ucap Vira.


"Beneran lo, Vir. Pak Zehan udah nikah, ya hilang sudah kesempatan gue," ucap Gabby.


"Iya Bu, gue beneran. Gosip ini tuh udah heboh tau gak di karyawan lain," ucap Vira.

__ADS_1


"Kok lo bisa tau sih Ra, kalau Pak Zehan itu udah nikah?" tanya Gabby.


"Pak Zehan tuh pakai cincin di jari manisnya By, terus apalagi kalau dia gak nikah dan gue denger juga katanya dia udah mendingan dari dulu," ucap Vira.


"Mendingan apanya orang tadi aja gue di marahin gitu," ucap Adel.


"Yeh, tapi kata bagian sekretaris itu Pak Zehan udah lumayan gak giat kerja kayak duku gitu dan kata mereka Pak Panji tuh pernah bilang masalah istri gitu," ucap Panji.


Adel yang mengetahui hal tersebut hanya tertawa di dalam hatinya, 'Siap-siap aja lo Rin, kalau si Vira tau lo yang nikah sama Pak Zehan, bisa di teror habis-habisan lo apalagi kalau seluruh kantor tau wah,' ucap Adel dalam hati.


"Kenapa lo Del, kok bengong gitu? mikirin apa sih?" tanya Gabby yang menyadarkan lamunan Adel.


"Eh enggak kok," ucap Adel.


"Kalian jangan bahas Pak Zehan terus deh mendingan kalian kerjain tugas kalian," ucap Tristan lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut.


"Mau kemana lo Tan?" tanya Adel.


"Tan Tan, setan kali gue," ucap Tristan.


"Hehehe, mau kemana lo?" tanya Adel lagi.


"Gue ada urusan bentar, nanti gue balik lagi kok," ucap Tristan lalu meninggalkan ruangan tersebut.


"Tuh anak tadi nyuruh kerja eh sekarang dia nya yang keluar dasar," ucap Adel.


"Tau tuh Tristan, tapi nih kalian ngerasa ada yang aneh gak sih dari Tristan?" tanya Vira.


"Aneh gimana?" tanya Adel.


"Ya gimana ya, si Tristan tuh akhir-akhir ini sering banget keluar terus juga kalau pulang cepet gak kayak biasanya apa dia ada masalah ya," ucap Vira.


"Perasaan lo aja kali Ra, menurut gue sih biasa aja deh gak ada yang aneh," ucap Adel.


"He'em bener kata Adel gak ada yang aneh kok," ucap Gabby.


"Iya juga sih mungkin perasaan gue aja kali ya," ucap Vira lalu mereka pun melanjutkan kembali pekerjaannya.


Disisi lain, Zehan yang selesai rapat langsung menuju ke ruangannya dengan emosi, saat Zehan baru duduk tiba-tiba handphone nya bergetar dan ternyata Okha menelponnya.


"Kenapa Kha?" tanya Zehan.


"Gapapa Han, gue cuma mau bilang aja kalau Dian udah pulang jadi nanti biar lo gak kesini," ucap Okha.


"Gue emang gak ke sana, kan kemarin udah ngapain ke sana lagi," ucap Zehan.


"Huh iya deh terserah soalnya kemarin katanya Arin mau kesini jadi gue bilang ke lo oke bye," ucap Okha lalu mematikan sambungan teleponnya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2