
Arin yang mendengar perkataan Zehan pun meneteskan air matanya, 'Apa aku separah itu Han?' tanya Arin dalam hati.
Arin lalu merapikan pakaiannya dan pergi mengambil obat setelah itu pergi ke kamarnya.
"Nan, kamu minum dulu," ucap Arin.
Setelah Kinan meminum obatnya, Arin pun ikut berbaring di samping Kinan hingga sore menjelang mereka bangun, "Kalian udah bangun," ucap Adel.
"Udah jam berapa Del?" tanya Arin.
"Udah jam 5," ucap Adel.
"Hah lama banget dong berarti gue sama Arin tidurnya," ucap Kinan.
"Iya lama banget gue kirain kalian mati tau gak," ucap Adel.
"Enak aja," ucap Kinan.
"Kamu udah baikan Nan? apa masih ada yang sakit?" tanya Arin.
"Gue udah baikan kok Rin," ucap Kinan.
"Loh, Kinan sakit?" tanya Adel.
"Iya, tadinya. Tapi, sekarang kayaknya Kinan udah mendingan deh," ucap Arin.
"Yaudah yuk kita siap-siap, lo bisa gak Nan kalau masih sakit gak usah di paksain," ucap Adel.
"Gue bisa kok Del," ucap Kinan.
Setelah itu mereka pun membersihkan tubuhnya dan menuju ke area ballroom karena akan diadakan pesta kecil-kecilan untuk menutup liburan kali ini.
Saat Arin memasuki area ballroom, ia merasa sakit di dadanya karena melihat Tara berada di atas panggung bersama keluarga Gulzar.
"Rin," panggil Kinan.
"Aku gapapa kok Nan," ucap Arin dengan menahan air matanya.
Setelah melakukan sambutan kepada karyawan lainnya keluarga gila pun turun dari panggung dan mendapat tepukan dari karyawan lainnya.
"Wah ternyata bener ya Pak Zehan sama Bu Tara itu serasi banget," ucap salah satu karyawan.
'Mampus lo Rin, lo gak bakal bisa ngerusak hubungan antara Bu Tara sama Pak Zehan,' ucap Alik dalam hati.
Sebenarnya, Alika lah yang memberitahukan Tara jika di perusahaan akan mengadakan liburan dan Tara ikut sejak kemarin, namun ia bersembunyi sampai akhirnya ia tahu jika Zehan dan Arin tengah ada masalah, Tara pun tidak ingin membuang kesempatan emas ini dan muncul bersama keluarga Gulzar agar para karyawan berpikir jika ia memiliki hubungan dengan Zehan.
Arin yang mendengar pujian dari karyawan lain untuk Zehan dan Tara yang terlihat serasi pun semakin sakit hati dan memutuskan untuk meninggalkan area ballroom, "Nan, aku pergi dulu ya, aku gak kuat kalau lama-lama disini," ucap Arin.
"Ayo gue temenin," ucap Kinan.
"Gak usah Nan, aku bisa sendiri kok," ucap Arin.
"Gak ada penolakan gue bakal temenin l kemanapun sekarang paham," ucap Kinan lalu mereka pun pergi meninggalkan are ballroom.
Arin dan Kinan berada di atas kapal dan berada di dekat kolam renang yang disana tidak ada orang sama sekali, "Rin, lo beneran gapapa?" tanya Kinan untuk memastikan keadaan Arin.
"Aku gapapa kok Nan," ucap Arin.
"Beneran?" tanya Kinan lagi.
__ADS_1
"Iya beneran aku gapapa," ucap Arin.
Suasana menjadi hening setelah Arin mengatakan hal tersebut hingga suara tangis Arin terdengar.
"Sa-sakit banget ya Nan, aku gak kuat hiks hiks," lirih Arin.
Kinan pun memeluk Arin yang mulai menangis, "Rin, gue tau lo tuh kuat, lo pasti bisa ngehadapin semuanya," ucap Kinan.
Saat Kinan tengah memeluk Arin tiba-tiba Mama Naura datang dan memeluk Arin juga, "Sayang jangan nangis dong Mama gak bisa ngeliat kamu nangis kayak gini, kamu gapapa kan sayang?" tanya Mama Naura yang membuat Arin semakin menangis.
"Hiks hiks, Arin gapapa kok Ma, ini Arin kemarin jatuh dan sakitnya sampai sekarang malah semakin sakit Ma," ucap Arin.
"Sayang, kalau kamu ada apa-apa kamu harus cerita ke Mama ya, kamu sama Zehan gak ada masalah kan, kalau iya kamu bisa jujur ke Mama?" tanya Mama Naura.
"Ma, Arin sama Zehan gak ada masalah apa-apa, Arin nangis juga bukan karena Zehan, tapi karena Arin habis jatuh aja," ucap Arin.
"Kamu yakin?" tanya Mama Naura dan diangguki Arin.
"Yaudah kalau, gitu kita ke dalam yuk," ajak Mama Naura.
Saat akan pergi tiba-tiba Tara menghampiri Arin dan menceburkan dirinya ke kolam renang dan setelah itu Zehan dan beberapa orang pun datang.
Zehan menceburkan dirinya dan menolong Tara, "Mau kamu gapapa?" tanya Zehan dengan menepuk-nepuk pipi Tara.
Tara pun bangun dan langsung memeluk Zehan, "Han, aku takut," ucap Tara.
"Kamu gak usah takut, kamu gapapa sekarang," ucap Zehan lalu membantu Tara berdiri.
"Rin, kamu kenapa ngelakuin ini?" tanya Tara.
"Ngelakuin apa Ra? aku gak ngelakuin apa-apa," tanya Arin.
"Kamu yang udah dorong aku Rin, tadi waktu aku mau bicara sama kamu," ucap Tara.
"Iya bener kata Kinan, Arin gak ngelakuin apa-apa juga," ucap Mama Naura.
"Jadi kamu Rin, yang udah ngelakuin semua ini, aku bener-bener kecewa sama kamu Arin dan juga aku tau kalau Mama juga gak pernah suka sama Tara, jadi kalian nuduh Tara yang enggak-enggak kan," ucap Zehan lalu membantu Tara berjalan dan pergi dari sana.
Sedangkan, karyawan lain hanya menatap Arin sinis, "Jadi Arin yang nyeburin Bu Tara, keliatannya aja polos ternyata jahat juga," ucap para karyawan.
"Ngapain lo pada disini udah sana pergi lo," usir Kinan.
"Sayang," panggil Mama Naura.
"Iya Ma, Arin gapapa kok, Arin tau Zehan cuma salah paham aja nanti akan Arin jelasin ke Zehan," ucap Arin.
"Kamu beneran gapapa?" tanya Mama Naura.
"Iya gapapa kok Ma, liat Arin baik-baik aja kan," ucap Arin dan tersenyum.
"Kak Arin semangat ya," ucap Chesa.
.
Sampai di kamar Tara, Zehan langsung melepaskan tangannya dari tangan Tara yang membuat Tara jatuh ke lantai.
"Zehan," panggil Tara.
"Lo bisa sendiri kan karena gue masih ada urusan," ucap Zehan lalu pergi meninggalkan Tara yang masih duduk di lantai.
__ADS_1
"Gue bakal buat lo jatuh sejatuhnya sama gue Han, sampai lo memohon cinta gue," gumam Tara.
Setelah mengantar Tara, Zehan pergi menuju kamarnya dan membanting barang-barangnya, "Astaga Han, kamar lo kayak kapal pecah gini," ucap Abrar saat Masuk ke kamar Zehan.
"Keluar!" usir Zehan.
"Astaga Han, cuma masalah gitu aja lo sampai ngusir kita," ucap Andis.
"Gue bilang keluar ya keluar," ucap Zehan.
Mereka pun keluar dari kamar Zehan dan saat mereka keluar mereka melihat Arin, Mama Naura dan Kinan menuju ke arah mereka.
"Zehan lagi gak mau diganggu katanya," ucap Andis lalu pergi.
"Kenapa tuh Andis?" tanya Abrar dan Okha hanya mengangkat bahunya lalu mengikuti Andis begitu juga dengan Abrar.
"Rin, semangat kamu jelasin ke Zehan pelan-pelan," ucap Mama Naura.
"Iya Ma, Arin akan usahain," ucap Arin.
"Arin, semangat!" ucap Kinan dan diangguki Arin.
Arin pun masuk kedalam kamar Zehan dan melihat barang-barang yang berserakan bahkan hancur.
"Astaga Yang, kamu kenapa? kok kayak gini sih kamar kamu?" tanya Arin dengan mengambil barang-barang yang ada di lantai.
Zehan yang melihat Arin pun langsung emosi ia menyeret Arin keluar dari kamarnya, namun Arin menahannya, "Aku bisa jelasin semuanya Yang," ucap Arin.
"Gue gak butuh penjelasan dari lo dan sekarang lo pergi karena gue gak pengen ketemu sama lo," ucap Zehan lalu menarik Arin hingga keluar dari kamarnya dan membanting pintu kamarnya dengan kencang.
Kinan dan Mama Naura sendiri memilih pergi dan menunggu Arin di atas kapal, namun baru saja mereka duduk, mereka melihat Arin yang berjalan ke arah mereka.
"Gimana Rin?" tanya Kinan.
"Kalian gak usah khawatir Zehan udah gak salah paham lagi kok," ucap Arin.
"Beneran sayang? Zehan udah gak salah paham lagi dia udah minta maaf?" tanya Mama Naura untuk memastikannya.
"Iya Ma," ucap Arin.
"Syukurlah," ucap Mama Naura.
"Yaudah Mama balik ke kamar ya takut nanti Papa nyariin sama nanti ada yang curiga kalau Mama disini lama-lama," ucap Mama Naura dan diangguki Arin lalu Mama Naura pun pergi.
"Yuk Rin," ucap Kinan.
"Kamu duluan deh Nan, aku mau ke ngambil minum dulu," ucap Arin.
"Yaudah gue duluan ya," ucap Kinan lalu pergi.
Arin pun pergi untuk mengambil minuman saat ia melewati lorong tiba-tiba seseorang menabraknya hingga minuman yang Arin bawa tumpah, "Eh sorry gak tau kalau ada orang, ups salah maksudnya selingkuhan," ucap Alika lalu pergi.
"Sabar Rin, dia gak salah. Kamu aja yang jalan gak hati-hati," ucap Arin lalu pergi menuju kamarnya.
"Rasain lo makanya jangan macem-macem, lo bakal ngerasain lebih dari ini Rin" gumam Alika.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.