Married With Mantan

Married With Mantan
Mimpi


__ADS_3

"Jadi gini rencana gue pengen ngasih tau kalau Zehan itu hilang ingatan ini ke Kinan dan lo Ndis kabari Kinan soal ini, dia pasti bakal mau bantuin kita buat pertemuin Arin sama Zehan," ucap Abrar.


"Aw sakit bego," rintihnya yang mendapatkan pukulan di kepalanya dari Andis.


"Ya lo si Brar bikin gue emosi," ucap Andis.


"Lah kenapa gue? kan itu cuma rencana gue," tanya Abrar.


"Lo lupa apa gue kan pernah bilang ke lo kalau nomor Kinan itu udah gak aktif lagi jadi gue gak bisa chat sama Kinan lagi gimana sih lo Brar," ucap Andis.


"Oh iya ya, gue lupa berarti rencana gue gagal," ucap Abrar.


"Udah kita pikirin lagi nanti deh gue juga pusing sama masalah Zehan sama Arin, eh sekarang Zehan hilang ingatan pula makin ribet semuanya," ucap Okha.


Disisi lain, Zehan mulai merasa bosan di rumah sakit, "Ma, Zehan pulang aja deh, Zehan udah gak betah disini," ucap Zehan.


"Kamu nih ya, kamu itu masih sakit, belum sembuh sepenuhnya dan satu lagi kamu itu baru beberapa hari dirawat kalau kamu mau pulang tunggu seminggu atau dua Minggu," ucap Mama Naura.


"Ma kan Zehan bisa dirawat di rumah, Zehan udah gak betah disini lama-lama," ucap Zehan.


"Yaudah Mama tanya ke Dokter dulu," ucap Mama Naura.


Beberapa menit kemudian, Mama Naura pun datang "Gimana Ma kata Dokter boleh kan Zehan pulang?" tanya Zehan.


"Kata Dokter kalau kamu mau pulang nanti di cek dulu kondisi kamu kalau memang udah mendingan kamu boleh pulang," ucap Mama Naura.


Keesokan harinya, Zehan pun di perbolehkan pulang dan saat ia memasuk kediaman keluarga Gulzar, ia melihat semua orang menyambutnya, "Selamat datang tuan muda," ucap mereka.


"Zehan kamu ke kamar sana istirahat jangan sampai kamu kecapean biar kondisi kamu cepet pulih," ucap Mama Naura lalu Zehan pun menuju kamarnya.


Saat masuk kedalam kamarnya ia melihat sekeliling kamarnya "Gue kayak udah lima tahun gak ke kamar gue deh," ucap Aska.


Namun, saat sedang melihat-lihat kamarnya ia melihat foto seorang perempuan yang tertawa dan terlihat sangat cantik, "Ini siapa kok ada disini? cantik," ucap Zehan tanpa sadar sambil tersenyum.


"Apa-apaan sih lo Han, ini ngapain juga sih taruh foto orang lain di kamar gue pasti Mama yang sengaja taruh disini," ucap Zehan lalu mengambil foto tersebut dan menaruhnya di laci paling bawah.


Zehan pun merebahkan tubuhnya di ranjang king sizenya, "Ini kok kayaknya bukan bau gue ya huh baunya kok kayak gini lembut banget udahlah capek gue gantinya biarin aja ngantuk banget gue," ucap Zehan, namun tetap mencoba untuk menutup matanya dan mulai terlelap.


Baru saja terlelap tidur Zehan bermimpi ia berada di suatu pegunungan.


"Zehan," ucap seorang perempuan.


"Siapa?" tanya Zehan.


Lalu perempuan tersebut memeluk Zehan dan menangis, "Aku mohon jangan lupain aku Han, aku masih sayang sama kamu hiks hiks," ucap perempuan itu.


"Siapa sih lo?" tanya Zehan lagi dan mendorong tubuh perempuan itu.


"Kamu pasti tau siapa nama aku," ucapnya.

__ADS_1


"Gak tuh gue gak tau," ucap Zehan.


Perkataan Zehan tentunya membuat perempuan tersebut kembali meneteskan air mata dan berlari menjauh dari Zehan, namun entah apa yang membuat Zehan merasa menyesal dan menarik perempuan itu kedalam pelukannya lalu mencium lembut bibir perempuan tersebut.


"Aku juga minta maaf," ucap Zehan dan memeluk perempuan tersebut.


Seketika Zehan pun bangun dari tidurnya "Astaga Han, lo mimpi apaan kok kayak gimana gitu sih mimpi lo," gumam Zehan.


Saat tengah menarik napas untuk kembali tidur tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu,


"Zehan cepet keluar kamu harus makan, mau Mama bawain ke kamar kamu makanannya?" tanya Mama Naura.


"Gak usah Ma, biar Zehan ke bawah aja ini Zehan masih bersih-bersih," ucap Zehan.


"Yaudah kalau gitu cepetan loh ya," ucap Mama Naura.


Zehan pun menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, "Ini apaan lagi kenapa ada sabung perempuan disini? ini handuk juga Mama ini keterlaluan banget, ngapain sih sampai segitunya pengen punya menantu?" tanya Zehan pada dirinya sendiri.


Beberapa saat kemudian, Zehan pun selesai membersihkan dirinya dan menuju ke meja makan, "Kamu udah bisa jalan Han?" tanya Papa Rendra.


"Udah kok Pa, ya walaupun pelan-pelan tapi Zehan bisa sendiri kok," ucap Zehan.


"Yaudah kalau gitu ini makan yang banyak biar kamu cepet sembuh dan bisa lari," ucap Mama Naura.


"Makasih Ma," ucap Zehan lalu mereka pun menyantap makanannya.


Selesai makan, Zehan pun bertanya pada Mama Naura mengenai barang-barang perempuan yang ada di dalam kamarnya, "Ma," panggil Zehan.


"Hem, Mama ya yang udah taruh barang-barang cewek ke kamar Zehan?" tanya Zehan.


"Han kamu nih ya, itu bukan Mama yang taruh, tapi itu barang-barangnya Arin dan dia itu kan istri kamu jadi wajar dong kalau semua barang-barangnya ada di kamar kamu," ucap Mama Naura.


"Mama nih ya Zehan itu belum nikah dan Zehan juga gak kenal sama Arin jadi tolonglah Ma gak usah bawa-bawa nama dia lagi oke," ucap Zehan lalu menuju taman belakang kediaman keluarga Gulzar.


'Semoga kamu cepet sembuh Han dan kamu inget lagi sama Arin menantu perempuan satu-satunya Mama,' ucap Mama Naura dalam hati.


"Kenapa Kakak disini sendirian?" tanya Chesa lalu duduk di samping Zehan.


"Gapapa, Kakak pengen aja duduk disini kenapa emangnya gak boleh?" tanya Zehan.


"Ya boleh lah lagian ngapain juga Chesa larang-larang Kak Zehan buat duduk di sini," ucap Chesa.


"Chesa, gimana sih Arin itu?' tanya Zehan.


"Kok Kak Zehan tanya itu kenapa emangnya?" tanya Chesa.


"Gak sih Kakak cuma pengen tau aja gimana Arin itu yang mereka bilang kalau dia istri Kakak," ucap Zehan.


"Kak Arin itu... hemm gimana ya Chesa jelasin soal Kak Arin, ini menurut Chesa loh ya Kak jadi Kak Arin itu kayak bidadari tau gak, cantik, baik, lembut dan perhatian kalau ada yang minta bantuan pasti Kak Arin bantu pokoknya Kak Arin itu terbaiklah," ucap Chesa dengan memberikan jempolnya ke arah Zehan.

__ADS_1


"Terus Arin dimana sekarang? kalau dia istri Kakak seharusnya kan dia ada di samping Kakak pas Kakak sakit kayak gini?" tanya Zehan.


"Huhh jadi Kak Arin itu pergi...," ucapan Chesa terhenti lantaran Zehan yang menyelanya.


"Pergi kemana?" tanya Zehan.


"Kak Zehan kalau mau tau ceritanya jangan potong omongan Chesa paham," ucap Chesa.


"Iya Dek, coba ceritain lagi," ucap Zehan.


"Jadi semua ini salah Kak Zehan sampai Kak Arin pergi...," ucapan Chesa lagi-lagi terhenti karena Zehan.


"Gara-gara Kakak, kok bisa," ucap Zehan.


"Ya bisalah buktinya sekarang Kak Arin gak pernah balik lagi kan, udah ah Chesa ke kamar aja males kalau cerita ke Kak Zehan pasti di potong terus dah," ucap Chesa lalu masuk kedalam rumah.


"Hah masa gara-gara gue sih sampai dia pergi dari rumah ah gak pasti si Arin itu orang yang sensitif dan ngambekan gitu aja pergi dari rumah," gumam Zehan.


"Tunggu, apa jangan-jangan perempuan yang ada di mimpi gue tadi itu Arin? tapi kalau iya itu dia, gue juga gak tau gimana wajah Arin kan atau gak gue malah nikah sama orang yang gak sesuai keinginan gue, mampus," gumam Zehan.


"Jangan mikirin hal-hal yang gak seharusnya kamu pikirkan," ucap Kakek Dion.


"Kakek! kok Kakek ada disini? Kakek dari tadi disini?" tanya Zehan.


"Emang kenapa kalau Kakek disini? gak boleh ya Kakek di sini?" tanya Kakek Dion.


"Ya gapapa lah Kek, Zehan gak ngelarang juga," ucap Zehan.


Kakek Dion pun duduk di samping Zehan dan terus melihat ke arah Zehan dengan tersenyum, "Kakek, kenapa kok ngeliat Zehan gitu banget?" tanya Zehan.


"Gapapa, Kakek cuma pengen liat muka cucu Kakek, gak boleh," ucap Kakek Dion.


"Ya boleh lah Kek," ucap Zehan.


"Kamu pasti bingung ya sama semua orang sekarang, kamu gak usah khawatir kamu pulihin tubuh kamu baru kamu dan cerna semua omongan orang," ucap Kakek Dion.


"Iya Kek," ucap Zehan.


"Tapi asal kamu tau Han, Kakek bisa melihat semuanya walaupun di otak kamu Arin sudah tidak ada, tapi di lubuk hati terdalam kamu selalu menyimpan nama Arin disana dan gak ada siapapun bisa mengeluarkan nama itu," ucap Kakek Dion.


"Kakek itu sok tau, Zehan gak nyimpen nama siapapun di hati Zehan," ucap Zehan.


"Wajar kalau kamu bilang tidak saat kamu lupa siapa itu Arin, Kakek berharap kamu bertemu dengan Arin dan Kakek yakin hanya Arin yang bisa buat kamu menyukainya kembali meskipun di otak kamu melupakan Arin," ucap Kakek Dion.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2