Married With Mantan

Married With Mantan
Syarat?


__ADS_3

"Maksud kamu apa? kenapa kamu gak mau ketemu sama aku?" tanya Tara yang memaksa masuk ke ruang kerja Zehan.


"Maaf Pak, Bu Tara memaksa masuk," ucap Bella sekretaris Zehan.


"Huh, kamu boleh pergi," ucap Zehan pada Bella dan setelah itu Bella pun pergi dari ruang kerja Zehan.


"Han, sekarang kamu jawab pertanyaanku kenapa kamu gak mau ketemu sama aku emang salahku apa?" tanya Tara.


"Sekarang gue tanya ke lo emangnya lo ada urusan apa kesini? atau lo pegawai disini sampai bebas keluar masuk begitu saja dan juga gue harap lo sadar akan posisi lo Ra, lo disini itu bukan siapa-siapa dan gue rasa lo disini pun gak ada urusan yang begitu penting bukan," ucap Zehan.


"Han maksud kamu apa? aku kesini itu untuk membahas masalah Chika, dia mau masuk sekolah dan kamu kan walinya apa itu bukan hal penting Han?" tanya Tara.


"Sejak kapan gue jadi walinya Chika? apa lo yang jadiin gue walinya?" tanya Zehan.


"Iya Han, lagian kan Chika udah anggap kamu sebagai Ayahnya, jadi gak salah dong," ucap Tara.


"Ra, lo tetep aja gak berubah dari dulu dan apa lo bilang tadi, Chika udah nganggep gue sebagai Ayahnya, tapi sayangnya gue gak pernah nganggep Chika sebagai anak gue, gue hanya nganggep Chika sebagai anak kecil biasa yang butuh perhatian udah itu aja dan gue juga perhatian sama Chika karena gue kasihan sama dia sebab Ibunya yang memisahkan Chika sama Ayah kandungnya," ucap Zehan.


"Han, kamu kok ngomong kayak gitu sih," ucap Tara.


"Asal lo tau Ra, gue gak peduli sama lo dan Chika karena sekarang prioritas gue adalah Arin dan gue harap lo gak seenaknya keluar masuk ke kantor gue, gue bisa laporin lo karena lo itu ganggu banget Ra, oh iya dan satu lagi Ra berhenti berharap karena gue gak akan pernah memberikan kesempatan itu, gue harap lo ngerti bahasa manusia," ucap Zehan dan Tara meninggalkan ruangan Zehan dengan emosi.


.


Arin yang sedang bekerja pun terkejut karena Kinan tiba-tiba menepuk bahunya, "Astaga Nan, kamu ini bikin orang jantungan aja," ucap Arin.


"Hehehe maaf Rin, refleks sih," ucap Kinan.


"Udah nganterin Tante Juwita nya?" tanya Arin.


"Udah kok, oh iya Rin, Zehan udah ngomong ke lo gak?" tanya Kinan.


"Ngomong apa?" tanya Arin.


"Ngomong itu loh balik kerja lagi," ucap Kinan.


"Oh itu udah, kenapa emangnya?" tanya Arin.


"Terus gimana? lo balik apa gak?" tanya Kinan.


"Gak tau Nan, aku juga bingung mau balik apa gak," ucap Arin.


"Balik aja deh Rin," bujuk Kinan.


"Kamu kalau mau balik, balik aja Nan," ucap Arin.


"Gak lah gue nunggu lo kalau lo balik ya juga gue balik, tapi kalau lo gak balik ya gue juga gak balik kerja," ucap Kinan.


"Aku tuh takut kalau balik kerja," ucap Arin.


"Takut kenapa?" tanya Kinan.


"Kalau mereka tau aku istrinya Zehan," ucap Arin.


"Ya enak dong Rin, lo bakal di hormati gitu," ucap Kinan.


"Tapi aku gak mau Nan, aku mau kayak kerja dulu," ucap Arin.


"Yaudah kalau gitu lo balik kerja aja, tapi lo gak usah kasih tau status lo jadi lo sama Zehan itu kayak backstreet gitu," ucap Kinan.

__ADS_1


"Maksud kamu aku sembunyiin hubunganku sama Zehan gitu," ucap Arin dan diangguki Kinan.


"Hem aku pikirin lagi aja Nan, bingung aku," ucap Arin.


Setelah itu, Arin pun bekerja hingga sore harinya Arin bersiap untuk pulang dan menunggu Zehan di depan toko, "Lama ya," ucap Zehan yang berada di hadapan Arin.


"Ya lumayan sih," ucap Arin.


"Maaf ya tadi ada rapat kirain cuma bentar eh lama ternyata," ucap Zehan.


"Iya gapapa yuk kita pulang," ajak Arin lalu mereka pun pulang menuju kediaman keluarga Gulzar.


Zehan sebenarnya bisa membeli rumah untuk ia tempati dengan Arin, namun ia tidak ingin meninggalkan Mama Naura, Papa Rendra dan Chesa meskipun ia sudah menikah dan juga dengan tinggal dikediaman keluarga Gulzar, Arin dapat lebih dekat dengan keluarga Zehan lainnya.


Sesampainya di rumah, Zehan membersihkan dirinya dan setelah itu menuju ruang kerjanya, sedangkan Arin memilih membersihkan dirinya dan setelah itu, ia membantu Mama Naura memasak untuk makan malam.


"Kamu panggil Zehan sayang untuk makan," ucap Mama Naura dan diangguki Arin.


"Yang, makan yuk kerjanya dilanjut nanti," ucap Arin yang membuka pintu kerja Zehan.


Zehan pun melihat ke arah Arin, "Iya aku ke sana," ucap Zehan lalu menuju ke meja makan yang disana sudah ada Mama Naura, Papa Rendra, Chesa dan Arin tentunya.


Setelah makan malam, Zehan kembali ke ruang kerjanya dan Arin membantu Mama Naura membersihkan piring dan juga meja makan, setelah selesai Arin pun menuju ke ruang kerja Zehan dan tak lupa ia juga mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Masuk," ucap Zehan, Arin pun masuk dan duduk di sofa ruang kerja Zehan.


"Kenapa? kamu mau tidur? kalau kamu mau tidur kamu tidur aja dulu nanti aku nyusul kok," ucap Zehan yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Bukan itu, aku cuma mau bahas masalah aku balik kerja lagi apa gak," ucap Arin, Zehan pun duduk di samping Arin.


"Kamu mau?" tanya Zehan.


"Balik kemana?" goda Zehan.


"Kamu mah," ucap Arin.


"Ya kan aku tanya kamu mau balik kemana emang?" tanya Zehan.


"Kan aku tadi udah bilang di awal kalau aku mau balik kerja gimana sih," ucap Arin yang mulai kesal.


"Aku seneng dengernya Yang," ucap Zehan.


"Tapi aku ada satu syarat Yang," ucap Arin dan Zehan pun mengernyitkan keningnya.


"Syarat? syarat apa emangnya?" tanya Zehan.


"Aku pengen kita sembunyiin hubungan kita," ucap Arin.


"Maksud kamu apa Yang? aku gak paham deh?" tanya Zehan.


"Jadi aku pengen sembunyiin hubungan kita dari semua karyawan," ucap Arin.


"Tapi, kenapa Yang?" tanya Zehan.


"Aku gak mau nanti mereka malah gak nyaman sama aku Yang, aku pengen kerja kayak dulu, gimana kamu terima syaratnya?" tanya Arin.


"Yaudah aku terima, tapi kalau ada yang bersikap kurang ajar sama kamu, kamu langsung lapor ke aku paham," ucap Zehan.


"Iya Zehan aku paham," ucap Arin.

__ADS_1


"Kalau gitu kamu bisa kerja mulai besok," ucap Zehan.


"Hah besok, gak terlalu cepet Yang," ucap Arin.


"Gak Yang, besok kamu bisa kerja kok biar aku yang bilang ke HRD," ucap Zehan.


"Kinan juga Yang," ucap Arin.


"Iya Kinan juga," ucap Zehan.


"Oke deh, kalau gitu aku kabari Kinan dulu, dah semangat kerjanya," ucap Arin lalu mengecup pipi Zehan dan keluar dari ruangan tersebut.


Sesampainya di dalam kamar, Arin segera menghubungi Kinan.


^^^Halo, Nan.^^^


Hem, kenapa Rin?


^^^Nan, besok kita balik kerja lagi.^^^


Beneran lo, Rin?


^^^Iya, tadi aku bilang ke Zehan dan dia bilang kita mulai kerja besok.^^^


Aaaa! gue seneng banget akhirnya gue gak jadi kena omel nyokap gue.


^^^Tapi, kalau aku sama kamu kerja lagi terus toko gimana, Nan?^^^


Masalah itu lo gak perlu khawatir, kan emang Gita sama Mario itu udah dari dulu sebelum kita berdua kerja di sana dan gue juga sempet bicarain ini ke mereka kok atau gak nanti gue bisa cari pegawai.


^^^Nanti aku juga bakal cari orang deh buat gantiin aku.^^^


Gampang kalau itu, btw besok lo berangkat bareng Zehan atau gimana?


^^^Gak tau, kayaknya sih aku berangkat sendiri aja, takutnya nanti ada yang ngelihat kalau aku berangkat sama Zehan.^^^


Sama gue aja kalau gitu.


^^^Gapapa?^^^


Gapapa lah lagian kan dulu juga gitu.


^^^Oke deh, kalau gitu aku besok berangkatnya sama kamu aja.^^^


Besok gue jemput lo di rumahnya Zehan?


^^^Jangan Nan, besok jemput agak jauhan aja.^^^


Yaudah, besok gue kabarin lagi ya.


^^^Iya, Nan.^^^


Setelah itu, Kinan pun memutuskan sambungan telepon tersebut.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2