
"Ini Ma, Chesa minta bantuan Kak Zehan buat ke toko perhiasan ngecek stok barang soalnya Chesa mau pakai perhiasan itu buat prewedding," ucap Chesa.
"Oh Mama kirain ada apa oh iya Han, Mama denger dari Papa kamu kalau jadi donatur di salah satu sekolah ya?" tanya Mama Naura.
"Iya Ma, Zehan jadi donaturnya kenapa emangnya?" tanya Zehan.
"Itu SD, SMP atau SMA, Han?" tanya Mama Naura.
"Oh itu Taman kanak-kanak sama SD Ma yang Zehan bantu," ucap Zehan.
"Wah Mama jadi pengen ketemu mereka deh kapan kamu bakal kesana Han?" tanya Mama Naura.
"Ya kira-kira besok Ma, soalnya Zehan udah dari bulan kemarin jadi donatur tetap di sana dan baru seminggu yang lalu di iyakan makanya kalau gak besok ya besok lusa," ucap Zehan.
"Mama ikut ya, pokoknya Mama mau ikut! Mama penasaran gimana mereka pasti lucu-lucu deh," ucap Mama Naura.
"Ya terserah Mama aja nanti biar sekretaris Zehan yang kabarin Mama," ucap Zehan.
"Okey, Chesa kamu mau ikut apa gak sayang?" tanya Mama Naura.
"Chesa ikut aja apa kata Mama lagian jadwal Chesa udah gak terlalu sibuk kok jadi bisa diatur kalau emang Chesa ikut," ucap Chesa.
"Yaudah Han, Mama sama Chesa ikut," ucap Mama Naura.
"Ma, Kak, Chesa udah makannya kalau gitu Chesa pergi dulu ya," pamit Chesa.
"Bryan udah nyampe Dek?" tanya Mama Naura.
"Udah kok, Ma. Dia udah ada di depan," ucap Chesa.
"Kenapa gak suruh Bryan masuk aja kita sarapan bareng?" tanya Mama Naura.
"Gak bisa Ma, Bryan sama Chesa lagi buru-buru soalnya mau ketemuan sama vendor jam setengah 9 dah," pamit Chesa.
"Adek kamu udah mau nikah, kamu kapan?" tanya Mama Naura.
"Udah deh Mama gak usah mulai lagi," ucap Zehan.
"Tau gak Han, Mama malah seneng banget kamu belum nikah itu artinya kamu masih nunggu...," ucapan Mama Naura terhenti saat Zehan tiba-tiba bersuara.
"Arin...," sahut Zehan.
"Hehehe itu kamu dah tau Han," ucap Mama Naura.
"Ya taulah Ma, udah bosen juga telinga Zehan dengernya, Zehan pamit dulu ya Ma biar Chesa gak ganggu Zehan terus," ucap Zehan.
"Yaudah kalau gitu kamu hati-hati ya Han," ucap Mama Naura.
Zehan pun mengendarai mobilnya menuju tempat perhiasan yang ditunjukkan Chesa tadi, "Ini tempatnya bagus juga," gumam Zehan lalu masuk kedalam toko perhiasan tersebut.
Saat Zehan baru saja masuk ia pun bertanya ke salah satu karyawan yang ada disana, "Maaf saya mau cari perhiasan ini apa ada?" tanya Zehan dengan menunjukkan foto sepasang cincin pernikahan yang disebutkan Chesa.
__ADS_1
"Mbak, saya bicara dengan anda loh," ucap Zehan yang melihat Arin melamun ya pegawai itu adalah Arin.
"Oh iya maaf Mas, kalau begitu saya cek dulu untuk model perhiasannya," ucap Arin lalu mengeceknya.
"Maaf Mas, untuk model perhiasan tersebut sudah habis dan akan ada 3 bulan lagi," ucap Arin dengan mata yang mulai berkaca-kaca dan Zehan sendiri menyadari hal itu.
"Yaudah saya hanya tanya kalau begitu saya pergi," ucap Zehan lalu pergi.
'Kenapa dia kayak mau nangis gitu? ah apa cuma menurutku aja kali,' ucap Zehan dalam hati lalu melajukan mobilnya ke kantor.
Saat lampu merah handphonenya berdering dan Zehan pun mengangkat sambungan telepon tersebut.
^^^Kenapa?^^^
Gimana Kak? ada gak?
^^^Kakak baru aja dari sana, tapi katanya stoknya habis dan bakal ada 3 bulanan lagi kalau gak salah.^^^
Oke deh Kak, kalau gitu Chesa mau cari perhiasan yang lain aja.
^^^Yaudah, sekarang jangan ganggu Kakak ya.^^^
Okey Kak Zehan, makasih ya udah mau bantuin Chesa.
^^^Hem.^^^
Setelah itu, Zehan pun memutuskan sambungan telepon tersebut.
.
"Arin," panggil Gabby.
"Oh ka-kalian, Vira, Gabby. Ekhm aku pergi dulu ya," ucap Arin lalu ia segera pergi dari Gabby dan Vira.
Disisi lain, selesai membayar Gabby dan Vira mencari keberadaan Arin, tapi mereka tidak menemukannya, "Aduh, kenapa ya si Arin kok gak ada? gue bener-bener ngerasa bersalah banget sama Arin, gue kayak orang yang gak tau diri, masih hidup enak di atas penderitaan orang lain," ucap Gabby.
"Sama By, gue juga ngerasa gak enak banget sama Arin, dia yang udah bantuin gue dari dulu, tapi gue malah jahat banget ke dia gara-gara gue percaya sama omongannya di Yura," ucap Vira.
"Kalau gitu kapan-kapan kita pasti ketemu lagi sama Arin, mending kita balik lagi aja takut telat," ucap Gabby lalu mereka pun pergi.
Sedangkan, Arin masih memperhatikan Vira gabby yang berada disana pun mulai mengingat bagaimana sikap Vira dan gabby dulu, "Aku gak tau kenapa aku harus ngehindar dari kalian, tapi aku masih belum pengen ketemu sama kalian semuanya sama seperti Zehan, aku berharap kalian bersikap seperti Zehan yang tidak tau siapa aku," gumam Arin.
"Udah, aku harus cepet pulang sebelum mereka ketemu aku lagi," ucap Arin lalu ia pun berjalan menuju kontrakan.
"Mama!" panggil Zayden saat melihat Arin pulang.
"Aduh jagoannya Mama, gimana tadi jalan-jalan sama aunty Nan nya?" tanya Arin.
"Seru Ma, Kek Nan sama Nek Nan juga baik," ucap Zayden
"Kek Nan, Nek Nan?" tanya Arin.
__ADS_1
"Iya Rin, nyokap sama bokap gue maunya dipanggil Kek Nan sama Nek Nan," ucap Kinan.
"Apa itu Kek Nan sama Nek Nan?" tanya Arin.
"Masa lo gak tahu sih, Rin. Jadi Kek Nan itu artinya Kakek Kinan terus Nek Nan itu artinya Nenek Kinan, gitu loh ya biasa nyokap bokap gue pengen punya cucu akhirnya anak lo Hadi cucu dadakannya mereka," ucap Kinan dan diangguki Arin.
"Oh makasih banget ya Nan, kamu sama keluarga kamu baik banget sama aku, aku jadi gak tau lagi gimana cara balas kebaikan keluarga kamu Nan," ucap Arin.
"Santai aja kali Rin, lo itu juga keluarga gue jadi lo gak usah ngelakuin apa-apa buat gue pun gue udah seneng yang penting lo sama Zay itu harus bahagia," ucap Kinan.
"Adel mana? ini aku udah bawain cemilan yang dia pesen?" tanya Arin.
"Adel lagi mandi, ya lo tau sendiri lah Rin gimana lamanya Adel kalau lagi mandi," ucap Kinan.
"Gue denger loh Nan," ucap Adel yang keluar dari kamar mandi.
"Eh dianya udah keluar Rin, gue lo Lo pingsan didalam Del sumpah lama banget loh," ucap Kinan.
"Halah lebay banget lo, Nan," ucap Adel.
Hari menjelang malam mereka bertiga pun berkumpul di sofa ruang tamu dan Zayden sendiri sudah tidur, "Kalian tau tadi aku ketemu siapa?" tanya Arin.
"Lah mana kita tau lo ketemu siapa," ucap Kinan.
"Tau nih Arin masa tanya yang kita gak tau sih," ucap Adel.
"Aku tadi ketemu sama Zehan," ucap Arin yang membuat Kinan dan Adel terkejut.
"Apa! maksud lo apa? lo ketemu sama Zehan? terus gimana? dia lo Lo pulang atau dia nyariin Zayden gak?" tanya Kinan.
"Huh jangankan nyariin Zayden, nyapa aku aja gak," ucap Arin.
"Maksud lo apa Rin? lo ketemu dia, tapi dia gak ngeliat lo gitu?" tanya Adel.
"Bukan gitu, jadi tadi Zehan itu ke toko kayak ngecek ada model perhiasan yang dia cari atau gak gitu, tapi dia cuma nanya itu doang bahkan dia manggil aku Mbak," ucap Arin.
"Perhiasan? emangnya apa yang Zehan cari Rin?" tanya Kinan.
"Kayaknya sepasang cincin deh mungkin Zehan sekarang udah punya pasangan yang baru dan akan menjalani hidup baru soalnya yang aku liat itu cincin pernikahan," ucap Arin.
"Sabar ya Rin, gue tau lo pasti kuat kok," ucap Adel.
"Aku gapapa kok Del, lagian aku udah nguatin diri aku sendiri dari dulu banget pas aku pergi," ucap Arin.
"Keren Rin, gue salut banget sama lo ini baru Mamanya Zayden," ucap Kinan.
"Kamu nih Nan, oh iya aku tadi juga ketemu Vira sama Gabby," ucap Arin yang kembali membuat Kinan dan Adel terkejut.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.