Married With Mantan

Married With Mantan
Foto


__ADS_3

"Akhirnya, ya Rin. Kita sampai juga di alun-alun," ucap Kinan.


Ya, setelah mereka menikmati sunrise tadi padi dan juga berkeliling daerah perbukitan, saat ini mereka sudah berada di alun-alun yang ada di daerah tersebut.


Arin dan Kinan saat ini sedang berada di alun-alun setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, suasana malam di alun-alun menambah kesan mendalam dengan melihat orang yang berlalu lalang.


Mereka berdua sedang mengelilingi alun-alun untuk mencoba beberapa wahana, makanan dan juga membeli oleh-oleh bagi keluarga mereka di rumah dan tak lupa mereka mengabadikan setiap momen yang mereka lalui bersama hari ini, meskipun masih belum bisa berpose, tapi Arin tetap berpose seadanya agar Kinan tidak marah.


"Rin bagus gak ini?" tanya Kinan pada Arin saat ia menemukan baju yang sesuai dengan seleranya.


"Bagus Nan, kamu ambil aja," ucap Arin.


"Oke gue ambil ini, lo udah Rin?" tanya Kinan.


"Iya Nan, aku udah kok," ucap Arin.


"Lo beli apa?" tanya Kinan.


"Oh aku cuma beli baju sama beberapa makanan khas daerah sini sih buat Bibi sama Mbak Susan, Nan," ucap Arin.


"Lo pilih lagi aja Rin, lo gak usah takut biar gue yang bayarin," ucap Kinan.


"Udah kok Nan, ini aja udah cukup lagian aku cuma sama Bibi doang gak usah banyak-banyak nanti malah gak ke makan lagi," ucap Arin.


"Rin, gue kan udah pernah bilang kalau Bibi Ika dan lo itu juga keluarga gue jadi gue juga berhak dong beliin kalian, udah mending sekarang lo juga beli deh buat lo sama buat Bibi Ika yang banyak, inget buat lo juga jangan buat Bibi Ika doang," ucap Kinan karena ia tau jika sahabatnya ini akan lebih mementingkan barang untuk Bibi Ika di bandingkan dirinya sendiri.


"Iya Nan, makasih ya," ucap Arin lalu memilih apa yang akan ia beli.


"Rin kita samaan baju yuk," ajak Kinan.


"Ayok Nan," ucap Arin.


"Rin, yang ini gimana?" tanya Kinan dengan menunjukkan bajunya pada Arin.


"Hem bagus sih Nam, tapi warnanya terlalu mencolok," ucap Arin bagaimana tidak pakaian yang di pilih Kinan berwarna kuning.


"Terus yang mana dong?" tanya Kinan dan meletakkan tangannya di dagunya seolah sedang berpikir.


"Gimana kalau ini aja Nan?" tanya Arin sambil menunjukkan pakaian yang ia pilih.


"Bagus Rin, pinter lo milihnya emang ya mentang-mentang lo suka warna cokelat jadi milihnya warna cokelat juga," ucap Kinan.

__ADS_1


"Hehehe tau aja," ucap Arin.


"Yaudah deh yang ini aja," ucap Kinan dan diangguki oleh Arin lalu Arin berniat untuk membayar baju tersebut.


Tapi, sekali lagi sebelum Arin membayar Kinan terlebih dahulu membayar baju tersebut alhasil baju tersebut di bayar menggunakan uang Kinan.


Arin yang melihat itu langsung melotot ke arah Kinan, ia tidak suka dengan sahabatnya ini yang selalu saja seperti ini padahal ia ada uang untuk membayar baju tersebut.


Setelah membayar, Arin sudah berulangkali memberi uang pada Kinan untuk mengganti uang yang tadi Kinan gunakan, tapi tetap saja Kinan menolaknya.


Sampai di mobil, Arin tetap berusaha namun Kinan justru semakin menolaknya, "Rin, lo kan tau lo sama Bibi Ika itu juga keluarga gue jadi gue gak mau ada kayak gini lagi oke," ucap Kinan dengan nada sedikit tinggi Arin yang mendengarnya pun langsung diam karena itu artinya Kinan tengah marah dengannya.


Selama perjalanan menuju hotel tidak ada pembicaraan sampai mereka ke kamar pun tetap yang terjadi hanya keheningan bahkan saat ini mereka sudah bersih-bersih dan bersiap untuk tidur tidak ada yang berbicara.


Arin yang merasa tidak enak dengan situasi saat ini dan segera meminta maaf ke Kinan agar suasananya tidak begitu canggung.


"Nan, maafin aku ya," ucap Arin pada Kinan yang memunggunginya.


"Jangan diemin aku dong Nan, gak enak tau katanya kita keluarga, tapi kok kamu diemin aku sih, aku tuh jadi ngerasa sendiri lagi tau gak Nan, kalau kamu kayak gini hiks hiks," ucap Arin yang mulai terdengar suara isak tangisannya.


Kinan yang mendengar suara tangis Arin pun terkejut padahal sebenarnya ia hanya pura-pura marah agar Arin tidak perlu lagi untuk mengembalikan uangnya.


Kinan segera berbalik dan melihat Arin yang duduk dengan menangis, "Hei ngapain nangis, gue cuma pura-pura marah sama lo lagian juga gue gak bisa marah sama lo," ucap Kinan yang merasa tidak enak lalu memeluk Arin dan mengusap punggung Arin agar Arin berhenti menangis.


"Be-beneran hiks hiks cuma pu-pura-pura?" tanya Arin.


"Iya Arin sayang," ucap Kinan lalu Arin pun memeluk Kinan erat.


"Udah jangan nangis lagi besok kita mau ke pantai nanti mata lo ketauan lagi kalau habis nangis," ucap Kinan dan Arin menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.


Setelah itu mereka berdua menuju alam mimpi setelah drama cukup panjang tadi.


.


Kelima pemuda yang saat ini sedang berada di perjalanan menuju kota L sebelah barat pun berhenti di salah satu rest area.


"Fotoin gue dong," minta Andis pada Abrar.


"Mana?" tanya Abrar dan memfoto kan Andis


Ya, setelah perbincangan yang mereka lakukan, akhirnya mereka memutuskan untuk menuju bagian barat yang terkenal akan keindahan pantainya bahkan saat ini mereka juga berada di rest area dengan pemandangan pepohonan di sekelilingnya yang begitu indah.

__ADS_1


"Guys kita foto bareng yuk!" ajak Okha.


"Siapa yang fotoin Kha?" tanya Abrar.


"Kan lo ada Brar," ucap Andis.


"Awsh sakit bego," ucap Andis lantaran kepalanya di pukul Abrar.


"Ya lo kalau ngomong gak mikir dulu, gue juga mau foto bareng tau, masa gue suruh fotoin terus," ucap Abrar.


Zehan dan Riko yang melihat mereka berdua pun hanya menggelengkan kepala, mereka sudah tau pasti jika Abrar dan Andis di satukan akan terjadi perang, tapi karena Zehan, Riko dan Okha sudah lama kenal mereka jadi mereka memakluminya.


"Udah deh gak usah berantem terus kan kita bisa minta bantuan sama orang gitu aja repot," ucap Okha.


"Temen lo Kha," ucap Zehan dan berjalan menuju depan rest area.


"Lo sih," ucap Andis.


"Kok gue sih, ya o lah," ucap Abrar.


"Udah deh kalian diem aja gak usah banyak omong bisa sakit lama-lama telinga gue ngedengerin ocehan gak jelas kalian," ucap Okha lalu meninggalkan Andre dan Bayu dan segera menyusul Zehan.


Saat sampai di depan rest area, Zehan begitu kesal karena sahabat-sahabatnya yang begitu lelet.


"Lama amat sih kalian, kalau mau ngerumpi mending kalian pulang aja deh," ucap Zehan kesal.


"Hehehe ya maaf Han, tadi ada masalah dikit sama dua kurcaci nih," ucap Okha menunjuk Abrar dan Andis.


"Kok gue sih," ucap Andis dan Abrar secara bersamaan.


"Udah kalian diem aja, kalian berdua itu sama aja gak ada yang bener dan gak ada yang salah," ucap Riko dan akhirnya berhasil membuat Abrar dan Andis diam.


"Lo udah minta bantuan orang?" tanya Zehan.


"Udah kok Han, tuh orangnya," ucap Okha.


Mereka pun berfoto di depan rest area tersebut dengan beberapa pose tentunya dan tentunya dengan orang lain yang memfoto kan mereka.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2