Married With Mantan

Married With Mantan
Salah Paham


__ADS_3

"Tuan ini," panggil dan memberikan berkasnya pada Zehan.


"Saya kan sudah pernah bilang panggil Pak saja," ucap Zehan.


"Saya masih belum terbiasa Tuan," ucap Panji.


"Terserah yang penting saya sudah menyuruh kamu untuk memanggil saya pakai," ucap Zehan lalu menuju ke ruang rapat yang disana sudah ada anggota lainnya.


Setelah rapat, Zehan langsung menuju ke ruangannya dan mengerjakan berkas lainnya. Saat ia tengah memeriksa berkas lain tiba-tiba ia mendengar suara keributan di luar setelah itu masuklah seorang perempuan yang menjadi alasan hubungannya dan Arin hancur.


"Maaf Pak saya sudah menyuruh Bu Tara untuk menunggu, tapi dia tetap memaksa masuk," ucap sekretaris baru Zehan yang bernama Viola.


"Baiklah kamu boleh keluar," ucap Zehan dan setelah itu biola pun keluar.


"Zehan, kenapa kamu harus ngelakuin semua ini ke aku sama Chika? kamu gak kasihan apa sama aku? setelah ini aku harus gimana lagi Han?" tanya Tara dan menangis.


"Aku udah gak peduli lagi dan satu lagi aku udah ngasih uang buat keperluan Chika bukan, aku rasa itu udah cukup," ucap Zehan lalu berdiri menghampiri Tara.


"Tapi Han," ucap Tara.


"Kamu salah Ra kalau nganggep bantuan ku itu karena aku suka sama kamu, aku mau bantuin kamu sama Chika karena aku kasihan sama kamu yang udah ditinggal Roby, lebih tepatnya kamu yang ninggalin Roby demi aku padahal aku gak pernah ada rasa sedikitpun sama kamu Ra," ucap Zehan.


"Tapi, Han. Aku sayang sama kamu, aku rela berkorban untuk kamu bahkan aku udah melakukan apapun yang kamu mau asal aku bisa sama kamu Han," ucap Tara.


"Ra, udah saatnya kamu sadar yang berkorban itu Arin, dia udah rela ninggalin aku demi kamu dan Chika padahal Arin gak harus ninggalin aku karena aku bukan Ayah dari Chika," ucap Zehan.


"Han," panggil Tara.


"Aki kasihan sama kamu yang udah ngorbanin semuanya untuk orang yang menyukai orang lain dan aku berharap kamu gak ngerusak hubungan aku sama Arin lagi, Ra," ucap Zehan lalu balik badan menuju mejanya.


Namun, langkah Zehan terhenti lantaran Tara memeluknya dari belakang, "Aku sayang sama kamu Han," ucap Tara.


"Tapi aku gak Ra," ucap Zehan mencoba melepaskan pelukan Tara, namun Tara justru semakin memeluknya erat.


"Aku gak peduli kamu suka atau gak sama aku, tapi asal kamu tau aku sayang sama kamu dan aku juga yakin kalau kamu sayang sama aku kamu hanya pura-pura menyukai Arin iyakan, kamu hanya merasa bersalah ke Arin makanya kamu bilang kalau kamu menyukai Arin dan sebenarnya kamu hanya ingin buat aku cemburu," ucap Tara.


Prang...


Zehan yang mendengar suara tersebut pun terkejut dan langsung balik badan, ia kembali terkejut saat melihat Arin yang berada di depan pintu dan Arin melihat Tara memeluk Zehan pun perlahan mundur.


Zehan pun refleks melepaskan pelukan Tara dan mendorong Tara agar menjauh darinya lalu ia mendekati Arin, namun Arin justru berlari keluar dari ruangan Zehan.


"Sampai kamu ngerusak hubunganku dan Arin lagi, aku pastiin kamu dan Chika bakal sengsara," ancam Zehan pada Tara.


Ancaman Zehan tentunya mengejutkan Tara karena selama ini ia tidak pernah mendengar Zehan berkata kasar padanya, selain itu perkataan Zehan juga membuat Tara takut jika hidupnya dan Chika akan hancur karena yang ia tahu jika Zehan tidak pernah main-main dengan apa yang sudah ia ucapkan.


Zehan terus mencari Arin, mulai dari tepat kerja bahkan rumahnya, namun tidak ada, ia juga terus menghubungi Arin, namun tetap tidak ada jawaban.


Zehan pun akhirnya menghubungi Kinan, untuk menanyakan keberadaan Arin.


^^^Halo Nan, sorry nih gue mau tanya lo tau gak Arin dimana?^^^


Arin? bukannya dia ke kantor lo ya mau bahas soal pamannya yang udah setuju buat jadi wali nikah.


^^^Itu dia Nan, Arin udah salah paham.^^^


Gue gak tau Han, gue belum ketemu sama Arin hari ini.


^^^Okeh, thanks ya Nan.^^^


Setelah itu, Zehan pun memutuskan sambungan teleponnya.


"Dimana kamu Rin?" gumam Zehan.


.


Disisi lain, Arin saat ini bersama dengan Kinan karena memang ia tadi sempat bertemu dengan Kinan.


Dimana saat Arin berlari tadi, ia tidak sengaja bertemu Kinan dan Andis, "Arin," panggil Andis.


"Lo kenapa Rin? ada masalah?" tanya Kinan yang khawatir dengan keadaan Arin.


"Nan, bawa aku pergi, aku gak mau disini," ucap Arin.

__ADS_1


"Kita ke rumah lo, Rin?" tanya Kinan.


"Jangan, Nan. Nanti Zehan pasti nyariin aku di rumah," ucap Arin dan diangguki Kinan.


"Terus kemana?" tanya Andis.


"Kita ke rumah lo aja Ndis, Zehan pasti gak bakal tau," ucap Kinan dan diangguki Andis.


"Sekarang lo ceritain ke gue semuanya," ucap Kinan saat mereka sudah berada di rumah Andis.


"Zehan, Nan. Hiks hiks...," Arin tidak dapat melanjutkan perkataannya karena ia terlalu sedih.


"Zehan kenapa? emangnya dia apain lo sampai lo kayak gini? bilang ke gue biar gue kasih pelajaran si Zehan itu?" tanya Kinan.


"Zehan selingkuh sama Tara, Nan," ucap Arin.


Kinan dan Andis pun terkejut mendengar perkataan Arin, mereka langsung berhadapan seolah menanyakan kebenarannya.


"Lo pasti salah deh Rin, gue kenal gimana Zehan itu gimana dan kayaknya Zehan gak mungkin ngelakuin hal bodoh kayak gitu," ucap Andis.


"Kamu tuh emang temennya Zehan, Ndis. Makanya kamu belain Zehan, aku yang ngeliat dengan mataku sendiri mereka lagi pelukan hiks hiks, kamu gak tau gimana jadi aku, pernikahan aku sama Zehan sebentar lagi dan sekarang kayak gini terus apa yang terjadi," teriak Arin.


"Udah Ndis, Arin lagi emosi jadi maklumin aja deh," ucap Kinan.


"Sabar, Ndis sabar," gumam Andis.


"Oke sekarang lo ceritain ke gue gimana bisa lo simpulan kalau Zehan selingkuh sama Tara?" tanya Kinan.


Arin pun menceritakan semuanya pada Kinan dan Andis, Kinan dan Andis pun terkejut mendengarnya bagaimana bisa Zehan melakukan hal seperti itu.


Brak!


"Brengs*k si Zehan itu, lo tenang aja Rin, biar gue samperin dia dan hajar dia. Gimana bisa dia ngelakuin tindakan bodoh itu," ucap Andis.


"Marah si marah, tapi jangan gebrak meja juga kali sakit nih kuping gue," ucap Kinan.


"Hehehe maaf Nan, kelepasan," ucap Andis lalu berdiri dan mengambil jaketnya yang ada di sofa.


"Mau kemana Ndis?" tanya Kinan.


"Jangan Ndis, nanti Zehan tau lagi kalau aku di rumah kamu sama Kinan," ucap Arin.


"Iya bener Ndis, gue setuju sama Arin. Mending lo jangan ketemu Zehan deh," ucap Kinan.


Andre pun mengembalikan jaketnya ke tempat semula, "Terus sekarang gimana?" tanya Andis.


"Gini aja Rin, lo tinggal di rumahnya Andis aja untuk sementara waktu," ucap Kinan.


"Iya bener kata Kinan, lo bisa tinggal disini dulu aja sampai masalah lo sama Zehan selesai dan gue gak masalah kok," ucap Andis.


"Tapi, Nan. Masa aku sama Andis sih, kamu juga ikut tinggal disini ya," ucap Arin.


"Gimana ya masa gue juga tinggal disini nanti Mama gue gimana?" tanya Kinan.


"Tenang aja Nan, kan ada aku nanti biar aku yang bilang ke Om sama Tante kalau kamu nginep di rumah saudaraku gimana?" tanya Arin.


"Iye iye gue juga tinggal disini, gapapa kan Ndis, gue sama Arin untuk sementara waktu tinggal disini?" tanya Kinan.


"Ya gak lah Nan, gue malah seneng kalau rumah gue banyak orangnya, jadi gak kesepian deh gue," ucap Andis.


"Oke, kalau gitu gue bakal tinggal disini nemenin Arin," ucap Kinan.


"Kalau gitu sekarang kalian istirahat aja disana ada kamar tamu kalian tidur di situ aja," ucap Andis dengan menunjukkan letak kamar tersebut.


"Makasih ya Ndis," ucap Arin.


"Iya sama-sama Rin, gue masih mau ke kantor nanti kalau ada sesuatu kalian tinggal bilang ke gue aja," ucap Andis.


"Okey Bos," ucap Kinan.


"Gue serasa punya istri 2 tau gak, istri pertama Kinan dan istri kedua Arin, lengkap sudah hidup gue," ucap Andis yang mendapatkan jeweran dari Kinan.


"Aw aw, sakit Nan," lanjut Andis saat telinganya di jewer oleh Kinan.

__ADS_1


"Makanya kalau ngomong tuh di filter dulu, gue ogah ya di madu apalagi sama sahabat gue sendiri," ucap Kinan.


"Oh jadi ini ceritanya gak mau di madu gitu, tenang aja Nan, aku setia kok gak bakal ngeduain kamu bahkan kalau kamu udah gak seksi lagi aku bakal setia," ucap Andis yang mendapat pukulan dari Kinan.


"Aduh istri pertama marah-marah muluh pergi dulu ya, dadah istri pertama sama istri kedua," ucap Andis.


"Ih Andre nyebelin!" teriak Kinan saat Andis menghilang di balik pintu.


"Kamu tau gak Nan, aku kayak jadi orang ketiga lo ngeliat kamu sama Andis," ucap Arin.


"Apaan sih lo Rin, udah deh gak usah ketularan gak jelasnya Andis deh mending sekarang kita istirahat aja gue capek," ucap Kinan.


"Tapi Nan, ini masih jam 1 siang loh," ucap Arin.


"Terus kenapa? gue bisa kok tidur jam 1 siang," tanya Kinan lalu membaringkan tubuhnya ke ranjang king size kamar tamu Andis.


"Dasar Kinan," ucap Arin lalu ikut membaringkan tubuhnya ke ranjang tersebut.


Malam harinya, Arin sudah bangun dan bersih-bersih lalu sekarang ia berada di balkon rumah Andis yang sangat menyejukkan.


Saat sedang berada di balkon tiba-tiba Kinan datang dan duduk di kursi yang ada di balkon, "Lo denger penjelasan dari Zehan?" tanya Kinan dengan tiba-tiba dan Arin menggelengkan kepalanya.


"Tuh Rin, lo aja belum dengerin penjelasan Zehan, gimana bisa lo nyimpulin semuanya sendiri. Kalau Zehan tuh selingkuh sama Tara, gimana? bukannya gue sok nasehati atau apa ya, tapi menurut gue Zehan itu gak mungkin ngelakuin ini, gue tau Zehan tuh sayang banget sama lo mending lo minta penjelasannya sama Zehan, inget Rin bentar lagi pernikahan lo sama Zehan," lanjut Kinan.


"Tolong Nan, jangan bahas ini lagi kamu gak bakal bilang gini ke aku kalau kamu yang liat sendiri gimana kejadiannya dan keputusan aku udah bulat Nan. Kayaknya aku bakal batalin pernikahan aku sama Zehan," ucap Arin.


"Rin, lo gila ya kurang satu Minggu loh," ucap Kinan.


"Gak Nan, aku udah putusin ini dan aku gak bisa harus ngejalanin hubungan sama orang yang gak suka sama aku," ucap Arin.


"Sejujurnya gue gak setuju sama keputusan bodoh lo itu Rin, tapi kalau itu lo ya gue cuma bisa doain aja yang terbaik buat lo," Kinan Eri.


"Makasih ya Nan," ucap Arin.


.


Zehan yang sudah mencari Arin kemana-mana pun akhirnya menuju ke rumahnya saat melewati rumah tamu Mama Naura menghampirinya, "Han, makan dulu yuk kamu kayak capek gitu," ajak Mama Naura.


"Zehan lagi gak laper Ma," ucap Zehan lalu menuju ke kamarnya.


"Kakak kenapa Ma kok tumben banget sikapnya aneh gitu?" tanya Chesa.


"Mama juga gak tau," ucap Mama Naura.


"Astaga Ma!" teriak Chesa.


"Ya ampun Adek jangan teriak-teriak gitu telinga Mama masih normal," ucap Mama Naura.


"Ini beneran Ma, apa jangan-jangan Kak Zehan sama Kak Arin lagi berantem terus Kak Arin mutusin Kak Zehan makanya Kak Zehan tadi gak semangat gitu?" tanya Chesa.


"Aduh kamu yang bener dong Dek kalau ngomong, Mama kok jadi khawatir gini ya kalau bener kata kamu gimana dong?" tanya Mama Naura.


"Chesa juga gak tau Ma yang jelas Kak Zehan bakal ngejomblo lagi," ucap Chesa santai.


"Kamu nih semoga omongan kamu salah, Tuhan tolong jaga hubungan Zehan dan Arin. Hamba hanya ingin segera punya menantu Tuhan biar waktu arisan ada yang hamba pamerkan," ucap Mama Naura.


"Mama kok doanya gitu sih," ucap Papa Rendra yang baru datang dan duduk di kursi ruang tamu.


"Hehehe bercanda Pa," ucap Mama Naura.


"Kenapa emangnya Zehan sama Arin?" tanya Papa Rendra.


Chesa dan Mama Naura pun saling menatap satu sama lain lalu Chesa memilih pergi dari ruang tamu.


"Udahlah Papa gak akan paham juga kalau Mama jelasin, Mama ke kamar dulu ya," ucap Mama Naura dan meninggalkan Papa Rendra sendirian.


"Nasib nasib," ucap Papa Rendra.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2