
"Ma, sebenarnya kita mau kemana sih kok gak sampai-sampai?" tanya Zehan.
"Sebentar lagi sampai kok," ucap Mama Naura.
"Huh, tapi udah hampir 30 menit dan kita belum sampai," ucap Zehan.
"Kamu diem aja biar Mama yang urus semuanya oke, kamu tinggal nunggu sampai tempatnya aja," ucap Mama Naura dan mau tidak mau Zehan lun menyetujuinya.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Zehan dan Mama Naura pun sudah sampai di toko roti yang di maksud Mama Naura dan mereka masuk ke dalam.
Saat Mama Naura masuk ke dalam toko roti tersebut ia merasa ada yang berbeda karena biasanya ia akan disambut oleh pegawai perempuan yang sangat ia sukai, namun kali ini orang lain yang menyambutnya.
"Silahkan Bu, Pak ini menu toko roti kami," ucap seorang pegawai perempuan.
"Iya makasih," ucap Zehan.
Setelah beberapa saat, Zehan pun menentukan pilihannya dan mengatakannya pada pegawai tersebut, "Mama mau makan apa?" tanya Zehan pada Mama Naura yang sedari tadi seperti tengah mencari sesuatu.
"Eh Mama gak laper Kak," ucap Mama Naura yang masih melihat ke seluruh penjuru arah di toko roti tersebut.
"Mama kenapa sih kok kayak nyari sesuatu gitu?" tanya Zehan pada Mama Naura.
"Eh gapapa kok Kak," ucap Mama Naura.
"Yaudah kalau gitu Zehan ke toilet dulu ya Ma," ucap Zehan lalu bangkit dari tempat duduknya.
Setelah Zehan pergi, Mama Naura pun akhirnya bertanya pada pegawai yang ada di sana.
"Maaf Mbak saya mau tanya," ucap Mama Naura.
"Iya Bu silahkan," ucap pegawai tersebut.
"Hem pegawai yang biasanya berdiri dekat kasir itu, hari ini kok gak ada ya Mbak?" tanya Mama Naura.
"Maaf Bu, biasanya saya yang berdiri di situ," ucap pegawai tersebut.
"Maksud saya perempuan yang biasanya itu malam hari Mbak soalnya beberapa hari yang lalu dia bilang kalau dia bakal non shift di sini," ucap Mama Naura.
"Oh maaf Bu pegawai tersebut memang biasanya shift malam, tapi dia sudah keluar Bu," ucap pegawai tersebut.
"Apa keluar? kenapa?" tanya Mama Naura.
"Saya juga kurang tau Bu karena saya shift nya pagi, tapi yang saya denger dia di suruh berhenti sama suami pemilik toko roti ini karena dia menolak suami dari pemilik toko roti ini, Bu," ucap pegawai tersebut.
"Maksud kamu suami pemilik toko roti ini suka sama calon mantu saya?" tanya Mama Naura.
"Eh saya juga kurang tau Bu, tapi hanya itu yang saya dengar," ucap pegawai tersebut.
"Yaudah kalau gitu terima kasih ya," ucap Mama Naura dan setelah itu pegawai tersebut pun pergi.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, Zehan datang dan saat ia datang ternyata roti yang ia pesan sudah datang juga, Zehan pun segera memakannya.
"Mama kenapa kok cemberut gitu perasaan tadi semangat banget mau ke sini?" tanya Zehan yang melihat Mama Naura yang cemberut sejak Zehan dari toilet.
"Tau gak sih Kak, Mama tuh ke sini tadi rencananya mau ngenalin kamu sama calon mantu Mama," ucap Mama Naura.
"Calon mantu? wah Chesa cepet juga udah mau nikah aja," ucap Zehan.
"Nikah nikah, Chesa itu masih kecil gak boleh nikah dulu," ucap Mama Naura.
"Tadi kata Mama calon mantu, gimana sih," ucap Zehan.
"Ya, itu calon istri kamu," ucap Mama Naura.
Zehan yang sedang minum pun langsung tersedak mendengar ucapan Mama Naura, "Kamu gapapa Kak?" tanya Mama Naura yang khawatir melihat Zehan tersedak.
"Mama sih ngomongnya aneh gitu," ucap Zehan.
"Aneh gimana?" tanya Mama Naura.
"Ya, tadi masa calon istrinya Zehan, Zehan aja gak ngerasa punya pasangan," ucap Zehan.
"Ya, makanya itu Mama nyariin kamu calon istri Kak, asal kamu tahu ya dia tuh baik dan juga cantik loh Kak, dia juga yang pernah bantu Mama waktu itu loh dan kemarin Mama ketemu dia di sini nah rencananya Mama tuh mau ngenalin dia ke kamu, eh tapi kata pegawai yang ada di sini dia udah keluar, kamu tau gak Kak kenapa dia keluar?" tanya Mama Naura.
"Ya, gak tau lah Ma, masa Zehan harus tau masalah gak penting kayak gitu," ucap Zehan.
"Ih kamu itu ya, Mama belum selesai ngomong, dengerin dulu dong. Jadi katanya dia keluar tuh gara-gara dia nolak suami pemilik toko roti ini terus orang itu dendam dan nyuruh calon mantu Mama buat keluar gitu katanya," ucap Mama Naura.
"Kamu tuh ya Kak," ucap Mama Naura.
"Hehehe udah yuk Ma, lama-lama ini gak ke kantor Zehan, mana udah mau jam 10 lagi," ucap Zehan dan diangguki Mama Naura.
Pak Tio pun melajukan mobilnya menuju kantor Zehan dan setelah itu kembali ke kediaman keluarga Gulzar.
Saat sampai di kantornya, Zehan langsung menuju ke ruangannya dan saat sampai di ruangannya ternyata Okha sudah ada di dalam ruangan tersebut.
"Lama banget lo, Han," ucap Okha yang duduk di sofa lalu Zehan pun duduk di hadapan Okha.
"Ya lo, sih gak bilang kalau mau kesini ya mana gue tau kan," ucap Zehan.
"Lo kemana aja sih?" tanya Okha.
"Tadi gue sarapan dulu ke toko roti yang nyokap gue pengen," ucap Zehan.
"Wah anak berbakti banget lo Han," ucap Okha.
"Berbakti, iya lah orang gue di tarik paksa sama nyokap gue, tapi lo tau gak kenapa nyokap gue ngajak gue makan ke toko roti itu?" tanya Zehan.
"Gak tau kenapa emangnya?" tanya Okha.
__ADS_1
"Nyokap gue mau ngenalin gue sama cewek pilihannya dan yang lebih parah lagi cewek itu pegawai disana," ucap Zehan.
"Lo seriusan Han, Tante Naura kok ngenalin lo sama pegawai toko roti sih Han? terus gimana dia cantik gak?" tanya Okha.
"Mana gue tau," ucap Zehan.
"Tadi katanya lo dikenalin gimana sih masa gak tau," ucap Okha.
"Iya, tapi ternyata tuh cewek udah gak kerja lagi di sana, jadinya gue gak tahu gimana dia kan gue gak ketemu sama tuh cewek," ucap Zehan.
"Han, kayaknya Tante Naura udah gak sabar banget deh lo punya istri," ucap Okha.
"Gue bingung Kha sama keinginan nyokap gue yang satu itu," ucap Zehan.
"Lo kan bisa terus deketin Arin biar dia mau sama lo lagi," ucap Okha.
"Gak bisa Kha," ucap Zehan.
"Kok lo udah nyerah aja sih Han," ucap Okha.
"Gue bukannya mau nyerah, tapi emang susah gue deketin Arin," ucap Zehan.
"Susah gimana sih, kan lo satu kantor ya tinggal deketin aja," ucap Okha.
"Rencana gue juga gitu Kha, tapi sekarang Arin udah berhenti kerja," ucap Zehan.
"Apa? kok bisa?" tanya Okha yang terkejut mendengar perkataan Zehan.
"Biasa aja dong woy," ucap Zehan.
"Lo beneran Han? kapan emang Arin berhentinya?" tanya Okha.
"Dia berhenti kemarin lusa katanya terus waktu rapat kemarin dia gak hadir padahal gue udah suruh anggota tim buat hadir semuanya biar gue bisa ketemu Arin eh tapi nyatanya nihil," ucap Zehan.
"Sabar Han, mungkin lo harus berjuang lagi," ucap Okha.
"Tapi sampai kapan Kha?"tanya Zehan.
"Gue juga gak tau Han, tapi kalau lo mau nyerah lo boleh kok nyerah terus cari cewek lain," ucap Okha.
'Gue tau Kha, lo pasti bakal terus perjuangin Arin dan gak akan nyerah gitu aja,' ucap Okha dalam hatinya.
"Ya gak lah, gila kali lo, gue nyerah buat Arin," ucap Zehan dan Okha pun tersenyum mendengar perkataan Zehan.
Benar bukan apa kata Okha jika Zehan tidak mungkin menyerah untuk mendapatkan Arin kembali.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.