Married With Mantan

Married With Mantan
Biar Surprise


__ADS_3

Zehan pun membawa bunga tersebut ke rumahnya, "Apa itu Han?" tanya Mama Naura saat melihat Zehan membawa bunga mawar ke kamarnya.


Zehan sendiri tidak menjawab pertanyaan Mama Naura dan ia terus berjalan menuju kamarnya.


"Astaga Zehan ini ya tau aja kesukaan wanita, aduh seng Mama liatnya kalau Zehan makin romantis dan tau apa kesalahannya ke menantu Mama," gumam Mama Naura.


Setelah menaruh bunganya di kamar, Zehan segera kembali ke kantor, Zehan masuk kedalam kantor dengan wajah yang terlihat menyeramkan karena tidak ada keramahan bahkan Zehan tidak melihat ke arah karyawannya sama sekali.


Sesampainya di ruangannya, Zehan melemparkan benda apa saja yang berada di sampingnya hingga semuanya berserakan.


"Arin, aku bisa kalau kamu kayak gini tau gak," ucap Zehan.


Lalu Zehan pun keluar dari ruangannya, "batalkan semua jadwal saya, saya hari ini tidak ingin ada yang mengganggu saya paham," ucap Zehan pada Bella yang berada di mejanya.


"Baik Pak," ucap Bella.


"Oh iya kecuali jika Arin kesini biarkan saja dia masuk dan saya minta sama kamu panggilkan Pak Arman untuk membersihkan ruangan saya," perintah Zehan.


"Baik Pak, akan saya panggilkan," ucap Bella lalu Zehan oun masuk kedalam ruangannya dan menuju ke kamar pribadinya yang ada di sana.


.


Disisi lain, Arin akhirnya selesai mengerjakan pekerjaannya, "Gimana Rin udah?" tanya Adel.


"Iya Del, ini udah selesai aku ke ruang Pak Zehan dulu ya takut telat udah mau jam 10 soalnya," ucap Arin.


"Yaudah ati-ati ya Rin," ucap Adel dan diacungi jempol oleh Arin.


Saat menuju ke ruangan Zehan, Arin terus saja ditatap oleh beberapa karyawan dengan tatapan sinis bahkan benci, namun Arin menghiraukan itu semua dan sesampainya di depan ruangan Zehan ia melihat Bella tersenyum kearahnya.


"Pak Zehan didalam Rin, kamu langsung masuk aja," ucap Bella dan diangguki Arin lalu ia pun masuk kedalam ruangannya Zehan, namun ia tidak melihat keberadaan Zehan.


Sekitar 20 menit, Arin menunggu Zehan di sana, namun tetap saja tidak ada tanda-tanda keberadaan Zehan hingga suara pintu kamar terbuka dan terlihatlah Zehan yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya dan terlihat sangat tampan.


'Fokus Rin, kamu lagi kerja,' ucap Arin dalam hati.


"kenapa telat ngasih saya berkasnya saya kan minta jam 10 ini sudah lebih 15 menit?" tanya Zehan dan mulai meninggikan suaranya.


"Maaf Pak, tapi saya dari tadi disini dan menunggu Pak Zehan," ucap Arin.


"Sekarang kamu keluar saya malas debat sama kamu," ucap Zehan yang tanpa menyentuh bahkan melihat isi dari berkas tersebut.


"Tapi Pak ini berkasnya..." ucapan Arin terhenti lantaran Zehan yang tiba-tiba bersuara.


"Saya sudah tidak mau liat berkas itu karena kamu telat, jadi kamu buat lagi," ucap Zehan.


"tapi Pak...," Belum sempat Arin melanjutkan ucapannya lagi-lagi Zehan langsung berbicara.


"Kenapa? kamu gak suka? sekarang kamu keluar dari ruangan saya," usir Zehan.


"Baik Pak," ucap Arin lalu keluar dari ruangan Zehan.

__ADS_1


"Gimana Rin?" tanya Adel saat melihat Arin datang.


"Ya gitu ca aku suruh ubah lagi," ucap Arin.


"Yaudah, kalau gitu kamu gak usah khawatir biar aku bantuin aja," ucap Adel.


"Gak usah Del, aku bisa sendiri kok lagian kamu juga banyak kerjaannya," ucap Arin.


"Tapi kan lo lagi hamil Rin nanti kalau lo kecapean gimana," ucap Adel.


"Gak usah Del, beneran aku gapapa kok lagian kan aku cuma ubah beberapa aja kan gak semuanya," ucap Arin.


"Yaudah deh kalau gitu, tapi lo harus bilang ke gue kalau lo butuh bantuan oke," ucap Adel.


"Iya Adel, aku bakal bilang kok ke kamu," ucap Arin.


Saat istirahat, Arin, Kinan dan Adel berada di kantin perusahaan, "Oh iya aku ke kamar mandi dulu ya," ucap Arin.


"Yaudah kalau gitu gue temenin," ucap Kinan.


"Gak usah Nan, lagian kamar mandi deket juga," ucap Arin.


"Tapi kalau lo kenapa-napa gimana?" tanya Adel.


"Aku gapapa kok, jadi kalian gak usah khawatir," ucap Arin lalu menuju ke kamar mandi.


Saat berada di kamar mandi, Arin merasa ada seseorang yang mengikutinya hingga seseorang mendorongnya hingga menabrak tembok.


"Percuma juga lo ngomong sama orang kayak gitu Ka, gak ada gunanya," ucap Yura.


"Tau gue aja sempet nyesel kenal sama nih orang," ucap Gabby.


"Maksud kalian apa sih, aku selama ini diem karena aku pikir kalian bakal berhenti, tapi apa ini kalian malah semakin parah," ucap Arin.


"Eh muka dua, gue bilangin lagi ya sama lo kalau muka lo yang sok melas gitu gak mempan, lagian gue bingung kenapa Pak Zehan mau sih sama orang yang gak ada apa-apanya kayak lo," ucap Gabby.


Mereka semakin mendekat ke arah Arin, "Eh pergi cuy ada Kinan," ucap Vira yang sedari tadi melihat kondisi di luar kamar mandi.


"Gue peringatin lagi ya kalau urusan kita sama lo belum selesai liat aja nanti," ucap Alika lalu mereka pun pergi.


Beberapa saat kemudian, Kinan pun menghampiri Arin yang didalam toilet, "Rin, lo kok lama banget sih ya akhirnya gue samperin loh deh," Kinan.


"Masa lama Nan, aku tadi juga agak mual gitu makanya lama," bohong Arin.


"Terus sekarang gimana?" tanya Kinan.


"Sekarang udah mendingan kok, yuk kita ke Adel kasihan dia sendirian," ajak Arin lalu mereka pun menuju kembali ke tempat mereka tadi.


"Lama banget kalian berdua," ucap Adel.


"Yaelah gak sampai 1 jam juga Del," ucap Kinan lalu mereka pun melanjutkan kembali makannya.

__ADS_1


Sore harinya, Arin pulang dengan Kinan karena Kinan yang memaksanya sehingga mau tidak mau Arin pun diantar Kinan.


"Rin, lo gak pengen apa gitu?" tanya Kinan, yang saat ini mengendarai mobilnya menuju kediaman keluarga Gulzar.


"Gak Nan, aku lagi gak pengen sesuatu," ucap Arin.


"Yaudah kalau gitu kita pulang beneran loh," ucap Kinan.


"Iya Kinan," ucap Arin.


"Oh iya btw Rin, lo udah bilang ke Zehan belum soal si baby?" tanya Kinan.


"Belum Nan, aku mau bilang ke Zehan, tapi dia selalu sibuk," ucap Arin.


"Mau gue aja yang bilang?" tanya Kinan.


"Gak usah Nan, lagian aku bisa sendiri bilang ke Zehan ya paling sampai dia gak sibuk aja biar surprise," ucap Arin.


'Maaf Nan, aku gak bisa jujur sama kamu, aku mau nyelesain masalahku sendiri, kalau nanti aku udah gak bisa nyelesain semuanya aku bakal minta bantuan kamu Nan,' ucap Arin dalam hati.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di kediaman keluarga Gulzar, "Makasih ya Nan, kamu udah baik sama aku kalau gitu aku masuk dulu ya," pamit Arin.


"Oke Arin, hati-hati ya kalau lo mau sesuatu atau mau curhat gitu lo tinggal hubungin gue aja," ucap Kinan dan diangguki Arin lalu ia masuk kedalam rumah tersebut.


"Loh sayang udah dateng kamu," ucap Mama Naura.


"Iya Ma sini Arin bantuin Mama," ucap Arin.


"Gak usah sayang Mama bisa sendiri kok mending kamu mandi dulu," ucap Mama Naura.


"Yaudah, Arin mandi dulu Ma, oh iya Ma, Zehan udah pulang belum?" tanya Arin.


"Kayaknya belum deh sayang, kenapa emangnya?" tanya Mama Naura.


"Eh gapapa sih Ma, Arin cuma nanya aja kok," ucap Arin.


'Kayaknya aku tadi liat Zehan masuk kedalam mobilnya deh, tapi kenapa sampai sekarang dia belum pulang? apa Zehan ketemuan sama tara ya?' tanya Arin dalam hati.


Arin selesai mandi dan ia pun menuju ke meja makan, namun ia tetap tidak melihat Zehan hingga jam 11 malam Arin menunggu Zehan sendirian di ruang tamu karena Mama Naura, Papa Rendra dan Chesa sudah berada di kamar mereka masing-masing.


Arin pun menoleh ke arah pintu dan melihat Zehan yang baru masuk kedalam rumah, "Kamu kemana aja Han? ini udah malam tapi kok kamu baru pulang?" tanya Arin dan menghampiri Zehan, namun Zehan menghindari Arin dan menuju ke kamarnya.


Ini adalah pertama kalinya Zehan masuk kedalam kamarnya setelah beberapa hari Zehan selalu tidur di ruang kerjanya.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2