Married With Mantan

Married With Mantan
Sekalian Liburan


__ADS_3

"Jadi orang itu yang punya arah diri dikit dong," bisik Kinan.


"Maksud kamu apa hah?" tanya Tante Asni marah.


"Masa Tante gak ngerti bahasa saya sih, oh atau Tante ini gak lulus ujian. Dari tampang Tante sih kayaknya belum bisa baca tulis deh, hahaha," ucap Kinan.


"Berani-beraninya kamu ngehina saya, lebih baik kalian berdua pergi dari sini, saya gak punya uang buat kasih ke kalian," ucap Tante Asni.


"Maaf ya Tante, Arin kesini itu cuma mau ketemu kalian karena Arin nganggep kailan itu keluarganya, tapi kalian malah nuduh Arin yang enggak-enggak, kalian tuh harusnya malu kalian bisa sukses juga karena orangtuanya Arin, tapi apa saat Arin butuh kalian, kalian gak mau nolong bahkan kalian tega bilang kalau Arin bukan keluarga kalian, otak kalian semua tuh dimana sih," ucap Kinan marah melihat sahabatnya di hina oleh keluarga Om Haris.


"Nan, udah aku gapapa kok, malu di liatin orang banyak," ucap Arin dan menarik Kinan untuk mundur karena Arin menyadari bahwa ia dan Kinan jadi tontonan oleh tetangga Om Haris.


"Biarin aja Rin, biar semua orang tau kalau mereka bisa sukses karena bantuan dari keluarga lo dan biar semua orang juga tau kalau yang jual rumah lo tuh mereka dan mereka juga yang ngambil uang lo semuanya!" teriak Kinan.


"Maksud kalian apa heh, gila kalian nuduh orang," ucap Tante Asni.


"Gila ya, lebih baik dianggap gila daripada orang yang gak tahu malu kayak keluarga kalian!" teriak Kinan.


"Kalian mending pergi dari sini sekarang," ucap Tante Asni.


"Tapi Tan...," ucapan Arin terhenti lantaran Kinan yang menyelanya.


"Udahlah Rin, mendingan kita pergi lagian gak ada gunanya juga ngomong sama orang yang gak punya perasaan, orang yang kaya karena harta orang lain," ucap Kinan dan menarik Arin untuk menuju mobilnya.


Malu, itulah yang dirasakan Tante Asni saat ini karena banyak yang melihat tidak suka ke arah Tante Asni, Tante Asni langsung masuk kedalam rumah karena menjadi bahan gunjingan oleh tetangganya.


"Awas aja ya kamu Arin, Tante bakal balas dendam, Tante gak terima di giniin," ucap Tante Asni.


Arin saat ini sedang berada di taman dekat rumah keluarga Om Haris, ia sedang menenangkan Kinan yang masih emosi, "Makasih ya Nan, kamu udah belain aku," ucap Arin.


"Pastilah Rin, tuh Tante udah keterlaluan tau gak sama lo," ucap Kinan dan Arin pun tersenyum mendengar sahabatnya ini lalu Arin memeluk Kinan erat.


"Hem sekali lagi makasih Kinan," ucap Arin dan sekarang giliran Kinan yang tersenyum melihat tingkah laku sahabatnya ini.


"Udah kali Rin, gue sesek napas nih," ucap Kinan.


"Hehehe." Arin pun melepaskan pelukannya.


"Rin, kemana nih selanjutnya?" tanya Kinan.


"Aku juga gak tau Nan, apa kita pulang aja ya kasihan Bibi sendirian," ucap Arin.


"Lo gimana sih Rin, kan udah bilang ke Bibi kalau kita disini 3 hari, gimana kalau kita ke kota L yang sebelah barat aja, di sana kan banyak pantai," ucap Kinan.


"Tapi, bukannya itu lumayan jauh, Nan," ucap Arin.

__ADS_1


"Udah deh, Rin. Lo ikut aja oke," ucap Kinan dan Arin hanya pasrah dengan apa yang dilakukan sahabatnya itu.


.


Zehan saat ini sedang berada di rumah keluarga Gulzar, "Ma, Pa besok Zehan mau ke kota L," ucap Zehan.


"Ngapain kamu ke kota L?" tanya Papa Rendra.


"Sama siapa aja Kak?" tanya Mama Naura.


"Abrar, Okha, Andis sama Riko," ucap Zehan.


"Pertanyaan Papa kok belum di jawab sih Kak," ucap Papa Rendra.


"Emang apa tadi pertanyaan Papa?" tanya Zehan.


"Huh, ngapain kamu di kota L?" tanya Papa Rendra lagi.


"Gimana sih Papa nih kalau Zehan mau ke kota L ya liburan dong tadi kan Aska bilang dia ke sana aja bareng Abrar, Okha, Andis sama Riko ya otomatis Zehan itu mau liburan, iya kan Kak?" tanya Mama Naura.


"Bener Ma, gimana sih Papa ini gitu aja gak tau." Bukan Zehan melainkan Chesa yang menjawabnya dengan memeluk Papa Rendra.


"Ngapain peluk-peluk," ucap Papa Rendra.


"Emang gak boleh anaknya peluk-peluk gitu heh," ucap Mama Naura sewot.


"Iya gapapa peluk gini aja," ucap Papa Rendra


.


"Oh iya Kak, emang besok jam berapa?" tanya Mama Naura.


"Kayaknya jam 7 an deh Ma," ucap Zehan.


"Yaudah kalau gitu besok Mama bawan bekel yang banyak buat kalian," ucap Mama Naura.


"Gak usah Ma, kan bisa beli pas di kota L," ucap Zehan.


"Gak mau, Mama tetep bikinin bekal buta kalian, Mama itu juga udah lama banget gak ketemu Riko, Okha sama Andis, sekalian sebelum berangkat besok suruh makan disini aja," ucap Mama Naura.


"Jadi Mama mau bikin soalnya ada Okha, Andis sama Riko?" tanya Zehan.


"Eh ya enggak gitu dong yang pasti buat anak kesayangan Mama lah," ucap Mama Naura.


"Iya Ma, nanti Zehan bilangin ke mereka buat makan disini aja," ucap Zehan dan diangguki Mama Naura.

__ADS_1


"Berarti kamu besok gak kerja?" tanya Papa Rendra.


"Gak Pa, kata Panji besok gak ada hal penting yang mengharuskan aku ke kantor, ya makanya Zehan sekalian liburan aja, berangkat besok terus balik Minggu," ucap Zehan.


"Iya juga sih baguslah kalau gitu berarti kamu gak memforsir diri kamu buat kerja terus," ucap Papa Rendra.


"Iya Pa, yaudah ya Pa, Ma. Zehan ke kamar dulu mau siapin barang bawaan," ucap pamit Zehan dan beranjak pergi ke kamarnya.


"Aku gak nih Kak, masih ada aku loh disini masa pamitnya cuma ke Mama sama Papa aja, bukannya di tawari minta oleh-oleh apa kek dari tadi di diemin aja," ucap Chesa dengan kesal.


"Astaga Kakak lupa kalau disini ada satu manusia lagi," ucap Zehan yang gemas dengan tingkah adiknya ini lalu mencubit hidung mancung Chesa dan segera berlari ke kamarnya sebelum teriakan menggema dari sang Adik.


"Ish, Kak Zehan nyebelin banget sih!" teriak Chesa dan Zehan hanya tertawa di dalam kamar.


"Adik astaga suara kamu kayak lagi teriakin maling sekompleks, belajar darimana sih suara kayak gitu?" tanya Mama Naura.


"Mama, Kak Zehan yang mulai duluan kalau hidungnya Chesa pesek gimana dong?" ucap Chesa.


"Ya nanti Papa bawa Chesa ke dokter buat operasi plastik," ucap Papa Rendra dengan santai yang membuat Mama Naura tertawa terbahak-bahak mendengarnya.


"Haha! Papa ini ada-ada aja sih bercandanya," ucap Mama Naura yang masih tertawa.


"Mama sama Papa sama aja kayak Kak Zehan, udah ah Chesa ke kamar aja kalau gitu," ucap Chesa lalu pergi ke kamarnya.


"Ya kan Papa sih," ucap Mama Naura


"Loh kok Papa sih kan, mama yang ketawa dari tadi," ucap Papa Rendra.


"Udah ah kalau gitu Mama juga mau ke kamar aja, Papa tidur disini aja malam ini," ucap Mama Naura lalu berjalan menuju kamarnya.


"Yahhhhh," ucap Papa Rendra pasrah karena istrinya sedang ngambek, ia tau kalau istrinya ngambek biasanya akan memerlukan beberapa saat untuk proses pemulihannya.


"Papa tidur di kamar atau gak? kalau sampai hitungan kelima Papa masih di situ kamar Mama kunci ya!" teriak Mama Naura.


Papa Rendra yang mendengar hal itu langsung berlari ke arah kamarnya sebelum sang istri berubah pikiran bisa gawat kalau istrinya berubah pikiran maka Papa Rendra benar-benar akan tidur di sofa ruang tamu malam ini.


"Iya Ma, Papa datang!" teriak Papa Rendra dengan tersenyum karena istrinya masih memperbolehkannya tidur dikamar setelah acara ngambeknya tadi.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2