
Arin terus berjalan meskipun banyak karyawan yang membicarakannya hingga Arin sampai di ruangannya dan langsung duduk ditempatnya.
"Gimana Ra? udah ketemu Omnya belum? terus ngucapin makasih ya Om bunga mawarnya bagus terus Omnya bilang iya sama-sama jangan lupa ya bayarannya nanti malam di hotel," ucap Gabby.
"Siap Om, berapapun ronde nya bakal saya lakukan," ucap Vira.
"Aku gak pernah ngurusin kalian selama ini karena aku merasa malas menghadapi orang kayak kalian, tapi menurutku kalian saat ini udah keterlaluan kalau emang kalian ngerasa aku ganggu hidup kalian langsung bilang ke aku gak usah nyindir gak jelas gitu," ucap Arin yang sudah mulai emosi dengan perkataan Gabby dan Vira.
"Ya, gue emang keganggu sama lo disini dan gue udah bilang kan sekarang, jadi lo harus pergi dari kantor ini secepatnya gue gak mau mata gue ternodai oleh orang kayak lo," ucap Gabby dan mendorong bahu Arin.
"Kalian bisa gak sih gak usah pakai fisik gitu, emangnya kurang kalau hanya pakai mulut kotor kalian," ucap Adel.
"Eh Ra, sih temennya belain tuh," ucap Gabby.
"Iya Bu, takut gue jadinya kalau mereka berdua marah-marah," ejek Vira dan tertawa.
"Iya bener Ra, takut banget," ucap Gabby dan ikut tertawa.
"Kayaknya kalian harus cek mental kalian karena menurutku hanya orang dengan otak melemah yang bisa ngejekin orang lain," ucap Arin.
"Ah apa lo bilang, dasar jal*ng berani-beraninya lo ngomong kayak gitu," ucap Gabby dan menarik rambut Arin.
"Awsh sakit," rintih Arin dan Adel pun dengan sigap membantu lalu mendorong Gabby hingga menjauh dari Arin.
"Rin, kamu gapapa?" tanya Adel.
"Iya Del, aku gapapa kok," ucap Arin.
"Kalian nih apa-apaan sih suara kalian sampai ke ruangan saya dan kenapa penampilan kalian berdua acak-acakan gini kayak gak tau aturan aja dan satu lagi nanti jam 2 kita akan ada rapat semua anggota harus hadir paham," ucap Bu Mika.
"Iya Bu," ucap mereka.
Setelah itu, Bu Mika menuju ke ruangannya, sedangkan Arin dan Gabby membenarkan pakaian mereka.
Vira dan Gabby memutuskan keluar dari ruangan tersebut agar tidak terjadi perkelahian yang akan merusak nama baik mereka.
"Lo gak usah khawatir By, kita bakal cari cara buat bales si Arin itu," ucap Vira.
"Tapi gimana caranya?" tanya Gabby.
Lalu cari Vira pun membisikkan sesuatu pada Gabby, "Lo yakin cara itu berhasil?" tanya Gabby.
"Ya, lo gak usah khawatir By pasti berhasil dan Arin pasti bakal di keluarin dari kantor terus hidup kita jadi tenang deh," ucap Vira.
"Oke yuk kita nyusun rencananya," ucap Gabby.
"Lo gapapa Rin?" tanya Adel.
"Iya gapapa kok Del," ucap Arin lalu kembali ke mejanya begitupun dengan Adel.
"Rin, gak usah didengerin omongan mereka tadi ya," ucap Adel.
"Iya Del, tadi aku cuma pengen gertak mereka aja kamu gak usah takut kok," ucap Arin.
"Syukurlah, oh iya mending lo kerjain berkas lo kan katanya Pak Zehan minta ada yang diubah kan daripada nanti pas rapat lo di marahi," ucap Adel.
"Iya Del, yaudah aku kerjain dulu ya," ucap Arin.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Arin menyelesaikan berkasnya, "Ah akhirnya selesai juga," ucap Arin.
"Udah Rin?" tanya Tristan.
"Iya Tan, udah kok," ucap Arin.
"Karena lo udah selesai kita gimana kalau kita ke kantin sekarang?" tanya Adel.
"Yaudah yuk," ucap Tristan.
"Sorry ya gue ngajaknya Arin bukan lo," ucap Adel.
"Yaelah Del," ucap Tristan.
"Yuk Rin, wleh," ajak Adel dengan mengejek Tristan.
"Udah gak usah berantem yuk," ucap Arin.
Sesampainya di kantin mereka langsung kena semprot Kinan, "Gimana sih kalian lama banget," ucap Kinan.
"Sabar napa Nan," ucap Adel.
"Sabar kata lo, gue lama tau gak nungguin kalian," ucap Kinan.
"Iya maaf ya Kinan ku sayang," ucap Arin.
"Untung gue baik jadi gue maafin lo semua," ucap Kinan.
Mereka pun memesan makanan selama mereka di kantin, Arin selalu mendapat perkataan yang kurang baik, namun Arin pura-pura tidak mendengarkannya sementara itu Kinan dan Adel sudah merasa emosi, tapi di tahan oleh Arin.
Beberapa saat kemudian, seseorang menghampiri Arin, "Maaf dengan Mbak Arin?" tanya orang tersebut.
"Ini Mbak ada kiriman buat Mbak Arin," ucapnya.
"Dari siapa ya Pak?" tanya Arin.
"Wah kalau itu saya juga kurang tau Mbak saya cuma ngirim aja," ucapnya.
"Yaudah kalau gitu terimakasih ya Pak," ucap Arin.
"Iya mbak kalau begitu saya permisi," ucap orang tersebut lalu pergi.
"Mawar putih lagi, siapa sih Rin yang selalu ngasih lo mawar putih?" tanya Kinan.
"Aku juga gak tau Nan, kayaknya dia ini udah keterlaluan deh selalu ngirim kayak gini," ucap Arin.
"Kalau sampai gue ketemu sama orangnya gue bejek-bejek tuh orang," ucap Adel.
"Bener Del, gue bantu lo," ucap Kinan.
"Ada suratnya gak Rin?" tanya Adel.
"Gak ada Del," ucap Arin.
"Tuh liat Ka, si j*l*ng dapet bunga lagi dari Om-omnya," ucap Gabby.
"Oh jadi dia By yang tadi jambak rambut lo," ucap Alika.
__ADS_1
"Iya Ka, dia orangnya yang tadi nyerang Gabby sok polos, tapi ternyata ahli," ucap Vira.
Arin melanjutkan makannya tanpa memperdulikan Alika dan yang lain, "Heh budeg ya, lo denger gak gue ngomong, dasar!" ucap Alika.
"Lo bilang Arin budeg, ya berarti gak denger lah gimana sih lo," ucap Kinan.
"Wah Ka ada bala tentaranya tuh," ucap Vira.
"Heh lo juga mikir dong, kalau lo itu juga bala tentaranya si Alika tau gak," ucap Kinan.
"Lo bilang apa?" tanya Vira yang mulai emosi dan menuju ke arah Kinan.
"Kenapa? masalah emangnya?" tanya Kinan yang juga mulai berdiri.
"Nan, udah gak usah di ladenin bikin pusing aja," ucap Arin dengan menahan tangan Kinan lalu Kinan pun duduk.
"Untung ada Arin," ucap Kinan.
"Yuk kita pergi aja males gue lama-lama disini, gatel aja soalnya bareng ceweknya Om-om," ucap Alika lalu mereka pun pergi.
"Huh dasar Tante-tante gatel," ucap Adel.
Setelah Alika pergi Arin pun melanjutkan makannya dan setelah itu keluar dari kantornya, "Mau kemana lo Rin?" tanya Adel.
"Aku mau keluar sebentar Del, mau buang ini," ucap Arin.
"Gak usah dibuang Rin, sini buat gue aja bunganya, bagus soalnya," ucap Kinan.
"Nih Nan," ucap Arin dan memberikan bunga tersebut pada Kinan.
"Arin," panggil Bella.
"Iya Bel, kenapa?" tanya Arin.
"Aku cuma mau ngobrol aja sih bisa?" tanya Bella.
"Bisa kok kapan emangnya?" tanya Arin.
"Kalau sekarang gimana?" tanya Bella.
"Bisa kok ini masih jam setengah 1 juga," ucap Arin.
"Yaudah kalau gitu ke taman aja yuk," ajak Bella.
"Oh iya kalian duluan aja gapapa aku mau ngobrol dulu sama Bella," ucap Arin pada Kinan dan Adel.
"Oke Rin, hati-hati ya nanti kalau ada apa-apa kabarin ke gue," ucap Kinan dan diangguki Arin.
Sesampainya di taman, Bella dan Arin pun duduk di salah satu kursi yang ada disana, "Mau ngobrol apa emangnya Bel?" tanya Arin.
"Gak sih Rin, aku cuma mau tanya aja kamu kenapa kok gak jelasin ke yang lain kalau kamu itu sebenarnya istri sah nya Pak Zehan bukan selingkuhannya dan Bu Tara itu bukan siapa-siapa nya Pak Zehan?" tanya Bella.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.