Married With Mantan

Married With Mantan
Dasar Ratu Drama


__ADS_3

"Semoga aja Arin udah sadar," gumam Kinan dan masuk ke dalam kamar inap Arin.


Namun, sayang harapannya harus pupus karena saat Kinan masuk ke dalam kamar inap Arin ternyata Arin masih belum sadar.


Ya, hari ini Kinan kembali ke rumah sakit untuk melihat keadaan Arin sebelum ia bekerja.


"Lama banget sih lo tidurnya bangun napa, lo mau gue maafin apa gak sih kalau mau ya lo bangun," ucap Kinan.


Bibi Ika sendiri pergi untuk membeli makanan, tadi Kinan sempat menawarkan diri agar ia saja yang membelikannya, namun Bibi Ika menolak dan menyuruh Kinan untuk menjaga Arin sebentar.


Saat Kinan sedang fokus pada berkas-berkasnya tiba-tiba ia mendengar suara "Eungh, haus," lirih Arin.


Kinan yang melihatnya pun langsung menghampiri Arin dan mengambilkan minuman untuk Arin.


"Ini Rin," ucap Kinan dengan memberikan minumannya pada Arin.


"Gimana ada yang sakit gak? atau lo ngerasa apa gitu sekarang?" Tanya Kinan.


Arin hanya tersenyum saat melihat Kinan yang nampak khawatir dengannya lalu Arin hanya menggeleng dan mencoba untuk bersandar yang dibantu oleh Kinan.


"Kenapa? ada yang sakit?" Tanya Kinan saat Arin memegang perutnya.


"Hehe, gak kok Nan, aku cuma laper aja," ucap Arin.


"Huh, gue kirain ada yang sakit, bentar ya tadi suster udah ngasih lo makanan kok," ucap Kinan yang berjalan mengambil makanannya di atas meja.


"Nan, aku gak suka makanan rumah sakit," ucap Arin.


"Siapa juga suruh lo sakit, ya salah lo lah pokoknya lo harus makan sampai habis awas aja kalau gak habis, lo tau kan kalau gue marah kayak gimana, lo mau gue marah lagi?" tanya Kinan.


Arin hanya tersenyum mendengar penuturan Kinan, "Kenapa? ada yang aneh apa sama gue? gue tau kok kalau gue itu cantik, udah gak usah ngeliat gue sambil senyum-senyum gak jelas kayak gitu," lanjut Kinan.


"Jadi kamu gak marah lagi sama aku?" Tanya Arin.


"Lo mau gue marah lagi?" Tanya Kinan dan Arin pun langsung menggelengkan kepalanya.


"Ya udah, lebih baik nurut aja deh," lanjutnya dan diangguki Arin.


Setelah dari rumah sakit Kinan langsung menuju ke kantor karena sebentar lagi jam kerja.


Saat Kinan sedang melakukan pekerjaannya tiba-tiba Pak Aldo memanggil Kinan dan mengatakan jika Presdir mencarinya yang artinya Zehan ingin bertemu dengannya.


'Ngapai si Zehan nyari gue? kayaknya gue gak buat kesalahan deh?' tanya Kinan dalam hati.


Setelah itu, Kinan pun pergi ke ruangan Aska. Sebelum masuk ke dalam ruang kerja Zehan, Kinan terlebih dahulu mengetik pintu tersebut dan setelah dipersilahkan masuk barulah Kinan masuk ke dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Betapa terkejutnya Kinan saat melihat Tara dan Chika yang juga ada di dalam ruang kerja Zehan.


Kinan yang melihatnya pun berusaha untuk mengontrol keterkejutannya, namun melihat mereka bertiga di ruangan membuat Kinan semakin membenci Zehan dan ia menyesal pernah mengatakan pada Arin untuk menerima kembali Zehan.


"Kinan," panggil Tara lalu memeluk Kinan.


Sedangkan, Kinan tidak membalas pelukan tersebut dan hanya pura-pura tersenyum, ia ingin sekali mendorong Tara untuk menjauh darinya, namun di ruangan tersebut masih ada Zehan dan juga Chika, takutnya nanti ia di laporkan karena melakukan kekerasan pada Tara.


Setelah Tara melepaskan pelukannya, Kinan pun segera bertanya alasan Zehan memanggilnya.


"Maaf Pak, kalau saya boleh tau ada apa Pak Zehan memanggil saya ke sini?" Tanya Kinan sopan.


"Santai aja Nan, kalau lagi bareng kayak gini," ucap Zehan santai.


"Gue cuma mau tanya kemarin gue denger katanya Arin lagi di rumah sakit, emangnya Arin sakit apa atau ada keluarganya yang lagi sakit?" tanya Zehan.


"Arin sakit? Sakit apa Nan?" tanya Tara dengan wajah terkejutnya.


"Pak Zehan tidak perlu khawatir karena Arin baik-baik saja, kalau tidak ada yang di bicarakan lagi, saya permisi," pamit Kinan lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Namun, langkahnya terhenti saat Zehan tiba-tiba berada di depan Kinan, "Gak bisa ya kalian berdua bilang apa kesalahan yang udah gue lakuin? Arin gak mau ngomong sama gue, dia bahkan ngehindar dari gue sampe-sampe keluar dari kantor, apa sebenarnya kesalahan gue? cuma itu yang mau gue tanyain ke Arin sama ke lo Nan?" tanya Zehan.


"Maaf Pak, saya rasa itu bukan hak saya untuk menjawabnya karena yang lebih berhak adalah Pak Zehan sendiri karena nyatanya Pak Zehan lah yang membuat masalah antara Pak Zehan dan juga Arin semakin rumit," ucap Kinan lalu pergi meninggalkan ruangan Zehan.


Kinan sudah berada di ruangannya dan ia masih saja emosi melihat Tara saat di ruangan Zehan tadi.


"Siapa ratu drama Nan?" tanya Alika.


"Eh lo salah denger kali, Ka," ucap Kinan dan diangguki Alika.


.


Disisi lain, setelah Kinan pergi Zehan pun berfikir kesalahan apa yang pernah ia buat sehingga Arin meninggalkannya.


"Han, kalau emang lo butuh banget ngomong berdua sama Arin lebih baik lo tanya lagi ke Kinan deh. Gue balik dulu ya Chika juga udah tidur lagian," ucap Tara.


"Yaudah hati-hati ya," ucap Zehan.


Setelah Tara pergi, Zehan akhirnya menemui Kinan. Namun, saat ia sampai di ruangan Kinan, ternyata Kinan tidak ada di ruangannya bahkan ruangan Kinan tampak sepi.


Saat akan pergi meninggalkan ruang tersebut tiba-tiba ponsel Kinan berdering dan terlihatlah nama orang yang menelponnya yaitu Arin.


Zehan segera mengangkat sambungan telepon tersebut dan saat Zehan ingin berbicara tiba-tiba ia terkejut lantaran yang berbicara diseberang ponsel tersebut bukanlah Arin.


Nan, nanti kamu bantuin Bibi ya buat jaga Arin, Bibi harus ke rumah Bu Ani dulu soalnya. Udah Bibi cuma mau ngasih tahu itu, kalau gitu Bibi matiin ya.

__ADS_1


Setelah Bibi Ika mematikan sambungan telepon tersebut, Zehan langsung membuka chat Kinan dan Arin untuk mengetahui keberadaan Arin.


'Untung aja gak di sandi sama Kinan,' ucap Zehan dalam hati.


Setelah mengetahui keberadaan Arin, Zehan lalu pergi dari ruangan tersebut dan menuju rumah sakit tempat Arin berada.


"Kamu kenapa Rin, bikin aku khawatir terus?" Gumam Zehan.


Tak lama kemudian, Zehan sudah berada di rumah sakit tempat Arin di rawat dan ia segera keluar dari dalam mobilnya lalu masuk ke dalam rumah sakit.


"Permisi saya mau tanya, kamar atas nama Arinni Esha Nalini dimana ya?" Tanya Zehan.


Bukannya menjawab, perawat tersebut justru


menatap kagum pada Zehan, bagaimana tidak Zehan begitu tampan saat ini dengan setelan jas yang menawan.


"Permisi," ucap Zehan.


"Oh iya Mas, maaf tadi Masnya tanya apa ya?" tanya perawat tersebut dengan tersenyum.


"Saya tanya dimana kamar atas nama Arinni Esha Nalini?" tanya Zehan lagi.


"Sebentar ya Mas, untuk pasien atas nama Arinni Esha Nalini ada di kamar ujung Mas," ucap perawat tersebut dengan memberikan petunjuk melalui tangannya.


"Baik terima kasih, kalau begitu saya permisi," ucap Zehan lalu pergi meninggalkan perawat tersebut yang masih saja tersenyum ke arahnya.


"Astaga tadi malam ngimpi apa gue bisa ketemu cowok yang cakepnya gak manusiawi," gumam perawat tersebut.


Zehan segera menuju ke kamar inap Arin, namun sebelum sampai disana langkah Zehan terhenti lantaran ada yang memanggil namanya.


"Zehan," panggil Mama Naura saat melihat Zehan di sana.


"Mama? kenapa Mama disini? Mama sakit?" tanya Zehan.


"Mama gapapa kok, Mama gak sakit Mama cuma jenguk anaknya Tante Rida yang baru aja lahiran," ucap Mama Naura.


"Oh, Zehan kirain Mama sakit," ucap Zehan.


"Terus kamu ngapain disini?" tanya Mama Naura.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2