Married With Mantan

Married With Mantan
Zayden, Mana?


__ADS_3

Zehan pun menuju ke rumah sakit dan sampai di rumah sakit disana sudah ada Abrar dan juga Andis, "Gimana keadaan diam?" tanya Zehan.


"Dia lagi di dalem sama Okha," ucap Abrar.


Beberapa saat kemudian, Okha pun keluar dari ruang tersebut, "Kha, gimana keadaan Dian? dia baik-baik aja kan? terus bayi kalian juga sehat kan?" tanya Abrar.


"Dian belum lahiran," ucap Okha.


"Hah maksudnya apa Kha? Dian belum lahiran?" tanya Mama Naura yang sudah sampai disana.


"Iya, Tante ternyata Dian hanya mengalami beberapa flek aja dan itu cukup banyak, tapi kondisi Dian gapapa. Kata dokter Dian lahiran mungkin 2 sampai 3 bulan lagi," ucap Okha yang membuat semua orang disana terkejut.


"Hah berarti sekarang Dian belum lahiran, astaga kok bisa sih," ucap Mama Naura.


Suasana pun menjadi ramai saat Chesa tertawa dan akhirnya tempat tersebut pun penuh dengan tawa Chesa, Abrar dan Andis.


"Kenapa kamu ketawa?" tanya Zehan.


"Habisnya Kak Okha lucu, mungkin Kak Okha panik sendiri liat Kak Dian makanya pas keluar darah Kak Okha pikir Kak Dian mau lahiran hahahaha," ucap Chesa yang di akhiri dengan tawa dan membuat semua orang disana pun tertawa.


"Lo ini gimana sih Kha, kan lo dokter masa lo gak tau masalah kayak gini?" tanya Abrar.


"Gue juga gak tau mungkin bener kata Chesa gara-gara gue panik terus gugup itu mungkin," ucap Okha.


"Ada-ada aja lo, Kha," ucap Andis.


Setelah itu Zehan, Abrar dan Andis pergi ke tempat mereka akan kumpul hari ini, sedangkan Mama Naura dan Chesa kembali ke kediaman keluarga Gulzar.


"Eh kalian dapat undangan dari Tara gak?" tanya Zehan.


"Iya gue dapet, akhirnya Tara nikah juga gue udah enek banget tau gak dari dulu dia deketin lo terus," ucap Abrar.


"Ya itu artinya bagus dong kalau dia udah punya pasangan," ucap Zehan.


"Iya terus lo kapan Brar?" tanya Andis.


"Kalau gue mah gampang lo sendiri kapan jangan bilang kalau lo lagi nungguin si Kinan?" tanya Abrar.


"Kok lo bahas dia sih Brar," ucap Andis.


"Kan gue cuma nanya Andis, kalau gak yaudah sih, tapi kalau lo masih ngarep sama Kinan juga gapapa kok Ndis ," ucap Abrar.


"Kinan, siapa?" tanya Zehan.


"Bukan siapa-siapa, lo pasti gak bakal inget jadi lupain aja Han," ucap Abrar.


"Lo juga Han, kapan nikah eh salah kapan rujuk?" tanya Abrar.


"Rujuk, gila kali lo Brar gue aja belum nikah udah rujuk aja," ucap Zehan.


"Hehehe kan apa kata gue bener kan Zehan gak inget," ucap Andis.


"Gue rasa lo bakal ketemu sama jodoh lo deh Han," ucap Abrar.


"Gue mah gak terlalu mikirin hal kayak gitu," ucap Zehan.


"Kalau ngomong sama lo, emang gak bakal paham lo Han, ya gak Ndis," ucap Abrar.

__ADS_1


"Bener Brar," ucap Andis.


Tak lama setelah itu, mereka pun mengobrol hingga malam dan mereka lun kembali ke rumah masing-masing.


Zehan sendiri menuju ke kediaman keluarga Gulzar, "Papa kapan datang bukannya seharusnya Papa masih di negara C dan balik kesini seminggu lagi?" tanya Zehan yang melihat Papa Rendra duduk di sofa ruang tamu.


"Oh itu, urusannya udah selesai kok makanya Papa langsung pulang," ucap Papa Rendra.


"Oh Mama kenapa kok ngeliatin Zehan gitu banget?" tanya Zehan yang melihat Mama Naura menatapnya tajam.


"Mama gak tau, tapi Mama rasa bakal terjadi sesuatu sama kamu Han," ucap Mama Naura.


"Maksudnya apa, Ma? mungkin aja Zehan habis menang lotre kali Ma," ucap Zehan.


"Ya terserah kamu deh itu kan cuma perasaan Mama," ucap Mama Naura.


"Oh iya Han, buat nikahan Chesa kamu udah dapet vendornya kan? soalnya Mama udah dapet gaunnya sama Chesa," tanya Mama Naura.


"Udah kok Ma, Zehan udah dapat tinggal Mama cek aja cocok apa gak kalau gak cocok nanti Zehan bakal cari yang lain," ucap Zehan.


"Hem yaudah kalau gitu nanti Mama coba cek sama Chesa," ucap Mama Naura dan diangguki Zehan.


"Yaudah Ma, Zehan ke kamar dulu," ucap Zehan lalu menuju kamarnya.


.


Hari ini adalah hari dimana yang paling tidak ingin Arin bayangkan, dimana ia akan meninggalkan tempat persembunyian yang ia tinggali selama lima tahun terakhir.


"Ayo nanti telat loh," ucap Kinan.


Akhirnya mereka pun meninggalkan kota X dan pergi ke negara A, sesampainya di negara A mereka langsung memilih beberapa rumah atau lebih tepat kontrakan yang akan mereka tinggali.


Sesampainya mereka di kontrakan yang sudah mereka pilih, Kinan pun pamit ke Arin dan Adel untuk pulang ke rumahnya karena orangtuanya sedang menunggunya.


"Gue pergi dulu ya nanti gue bakal kesini lagi," ucap Kinan.


"Yaudah hati-hati ya Nan," ucap Arin lalu Kinan pun pergi dengan dijemput supir.


"Rin, ternyata kayak gini ya masih sama gak ada yang berubah kangen banget gue sama negara A, udah lama hampi 6 tahunan kita di negara X, sampe lupa gue daerah disini," ucap Adel.


"Sama Del, aku juga udah mulai lupa, tapi ya untung aja suasana masih sama kayak dulu," ucap Arin.


"He'em oh iya gimana ganteng bagus gak tempat tinggalnya kita nanti?" tanya Adel.


"Bagus kok aunty, ya walaupun bagusan yang di dulu, tapi Zay suka tempat tinggal yang sekarang," ucap Zayden.


"Syukurlah kalau kamu suka sayang, nanti kalau Mama udah ada uang banyak kita cari rumah yang lebih bagus lagi ya," ucap Arin.


"Iya, Ma," ucap Zayden.


"Pinter," ucap Arin dan mengecup kening Zayden.


"Tapi, Ma. Nanti Zay boleh beli mainan lagi kan ya," tanya Zayden.


"Kok beli lagi, kan mainannya Zay udah banyak," ucap Arin.


"Tapi kan semuanya udah Mama jual terus tinggal 4 mainan ini yang Zayden bawa kesini," ucap Zayden.

__ADS_1


"Katanya kalau pindah gak mau mainan banyak," ucap Arin.


"Yaudah deh Zayden gak usah beli mainan," ucap Zayden.


"Aduh anak Mama masa gitu aja ngambek, yaudah nanti ya kalau Mama udah dapat kerja terus gajian Mama bakal beliin Zayden mainan yang Zayden suka gimana?" tanya Arin.


"Iya Ma, Zay mau," ucap Zayden dan menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Oh iya Del, disini kan ada dua kamar. Kamu mau kamar yang mana tinggal kamu pilih aja Del," ucap Arin.


"Gue kamar yang di sebelah sana aja Rin, tadi gue liat itu kamar cukuplah buat gue biar lo sama Zayden yang dikamar itu soalnya cukup luas buat Zayden main juga," ucap Adel.


"Makasih ya Del, yaudah kalau gitu aku bawa barang-barangnya ke kamar dulu," ucap Arin.


"Hem, gue juga mau ke kamar dulu bersihin kamar gue," ucap Adel.


"Zayden disini dulu ya pintu rumah udah Mama kunci, jadi Zayden gak boleh keluar rumah nanti Mama selesai bersihin kamarnya baru Zayden boleh masuk paham ya," ucap Arin.


"Iya Ma, Zayden paham," ucap Zayden.


Arin pun mulai membereskan dan membersihkan barang-barangnya, namun sesekali ia melihat ke arah Zayden yang tengah bermain dengan mainan mobil-mobilan nya hingga Arin mencoba mengecek keberadaan Zayden lagi, namun tidak ada, sontak saja Arin terkejut dan mencari keberadaan Zayden di ruang tamu, namun tidak ada.


"Loh! Zayden, mana? Zayden, Zayden...," panggil Arin.


"Zayden di kamar aunty Del, Ma," ucap Zayden lalu Arin pun menuju kamar Adel.


"Astaga Mama kirain kamu hilang kemana sayang kok gak ada di ruang tamu," ucap Arin.


"Kan Mama gak bolehin Zayden keluar dari rumah, ya jadinya Zayden ke kamar aunty," ucap aunty.


"Yaudah kamu ke kamar kamu aja soalnya kamarnya udah Mama beresin," ucap Arin lalu Zayden pun berlari menuju kamarnya.


"Mau aku bantuin Del?" tanya Arin.


"Boleh deh Rin, gue pusing banget pasang sprei sama pasang meja lipat," ucap Adel dan diangguki Arin lalu ia pun membantu Adel.


Selesai membereskan dan membersihkan kamar Adel, mereka pun duduk di ruang tamu, "Laper banget gue," ucap Adel.


"Kamu lapar, mau aku masakin apa sini sekalian juga Zayden belum makan mau aku masakin juga soalnya?" tanya Arin.


"Gue gak tau makan apa, kan disini gak ada makanan instan sama bahan makanan lainnya, kalau Zayden kan makanannya bubur dan lo juga punya cadangannya," ucap Adel.


"Terus makan apa? kamu mau makan makanannya Zayden tapi itu khusus anak kecil," ucap Arin.


"Iya juga ya gimana kalau kita pesen online aja sini biar gue pesenin aja lo mau pesen apa?" tanya Adel.


"Hem aku mau nasi goreng deh soalnya aku udah lama banget gak makan nasi goreng asli sini," ucap Arin.


"Oke deh," ucap Adel.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2