
"Gimana Nadia?" tanya Arin.
Ya, saat ini Arin dan Nadia tengah berada di rumah keluarga Gulzar atau lebih tepatnya rumah Papa Rendra dan Mama Naura.
"Jadi gini aunty, Kak Zay itu pernah di tembak sama ketua kelas yang paling pinter lah pokoknya, tapi Kak Zay nya nolak dia," ucap Nadia.
"Kenapa gitu?" tanya Arin.
"Gak tau juga," ucap Nadia.
"Gak usah bicarain Zay gitu," ucap Zayden yang melewati Arin dan Nadia.
"Yah, ketahuan sama anaknya," ucap Arin dan diangguki Nadia.
"Yang, kenapa Zayden kok beda sama kamu ya. Kayaknya kamu dulu gak cuek banget deh sama aku, tapi Zayden kelewat cuek loh," ucap Arin.
"Aku dulu juga cuek Yang, cuma karena udah ketemu kamu aja makanya aku jadi berubah. Mungkin nanti kalau Zayden ketemu sama pawangnya dia bisa berubah," ucap Zehan.
"Aku berharap Zayden belum ketemu pawangnya deh," ucap Arin.
"Kenapa gitu?" tanya Zehan.
"Ya, aku masih belum bisa ngelihat anak aku punya pasangan," ucap Arin.
"Yang, semuanya itu mudah takdir Tuhan. Lagian kan Zayden udah besar, dia udah mau lulus SMA loh," ucap Zehan.
"Huh, ya pokoknya gak bisa. Aku jadi keinget gimana susahnya aku hamil Zay, terus ngelahirin Zay dan kuah ngerawat dia. Terus tiba-tiba ada perempuan yang ngambil Zayden dari aku, aku kayak di selingkuhi tau gak Yang," ucap Arin.
"Maaf," ucap Zehan.
"Loh maaf kenapa? kamu gak salah apa-apa kok minta maaf sih," tanya Arin yang bingung dengan permintaan maaf Zehan secara tiba-tiba.
"Maaf karena aku gak ada di samping kamu saat kamu hamil Zayden," ucap Zehan.
"Tuh kan di bahas lagi, aku kan pernah bilang kalau itu semua masa lalu kita. Lagian kan waktu Zelin kamu udah sangat perhatian banget sama aku bahkan kamu sampai beberapa kali izin kerja cuma karena aku yang mual-mual terus kamu juga jadi suami yang siaga takut aku kenapa-napa," ucap Arin dengan menangkup wajah tampan sang suami.
"Jangan ngerasa bersalah gitu, waktu itu juga salahku yang terlalu egois sama diriku sendiri sampai aku gak mikirin kebahagiaan Zayden, tapi sekarang lihat aku bahagia banget karena ada kamu di sisiku sama anak-anak kita," ucap Arin dan mengecup bibir Zehan.
"Yang," panggil Zehan.
"Kenapa?" tanya Arin.
"Kita ke kamar aja yuk," ajak Zehan.
"Kenapa ke kamar? kamu sakit?" tanya Arin.
"Gak, tapi aku pengen berduaan sama kamu kalau di sini ada banyak orang," ucap Zehan.
"Pacaran terus, lupa apa kalau udah punya anak dua juga," ucap Andis.
"Biarin aja sih Brar, kayak gak pernah kasmaran aja loh," ucap Abrar.
"Ya, tapi gue sama Kinan gak pernah mesra-mesraan di depan umum," ucap Andis.
"makanya coba biar tahu gimana enaknya, yuk Yang ke kamar aja," ucap Zehan dan menggendong Arin menuju kamar mereka.
"Loh Papa mau bawa Mama kemana?" tanya Zelin.
"Mau buatin kamu Adik," ucap Zehan.
"Yeah, akhirnya Zelin mau punya Adik," ucap Zelin bahagia.
Sebenarnya Zelin dulu tidak ingin memiliki Adik, tapi entah karena apa tiba-tiba Zelin meminta agar di berikan Adik sampai sekarang pun Zelin ingin memiliki seorang Adik.
.
__ADS_1
Pagi harinya, Zayden sudah berada di sekolah dengan teman-temannya tentunya.
"Zayden," panggil seorang perempuan.
"Kenapa?" tanya Zayden cuek.
"Di panggil Bu Andita, di suruh ke ruangannya sekarang," ucap perempuan tersebut.
"Yaudah, nanti gue ke sana," ucap Zayden.
"Mau bareng gak? soalnya aku juga di panggil sama Bu Andita," tanya perempuan tersebut.
"Gak, gue bisa jalan sendiri," ucap Zayden lalu pergi meninggalkan perempuan tersebut.
"Astaga Markonah lo kok gak kekeh banget deketin Zayden, padahal kan lo udah di tolak beberapa kali sama Zayden," tapi Frizar sahabat Zayden.
"Namanya juga usaha," ucap perempuan tersebut yang bernama Maria.
Disisi lain, Zayden pun masuk ke dalam ruangan Bu Andita yang merupakan guru BK.
"Ibu manggil saya?" tanya Zayden.
"Iya, kamu duduk dulu. Ada yang aku saya bicarakan sama kamu," tapi Bu Andita.
Setelah itu, Zayden pun duduk di kursi yang ada di sana dan tak lama Maria pun datang dan duduk di samping Zayden.
"Kamu pasti tau kan kenapa saya panggil kalian berdua," ucap Bu Andita.
"Iya," jawab Maria.
"Enggak," jawab Zayden.
Bu Andita pun menatap keduanya, "Jadi kamu gak tau permasalahan apa yang baru saja kamu buat Zay?" tanya Bu Andita.
"Enggak, Bu. Bu Andita hausnya bilang secara langsung," ucap Zayden.
"Iya," jawab Maria.
"Enggaklah, Bu," jawab Zayden.
"Loh kalian ini pacaran apa gak kok Maria bilang ya, tapi Zayden bilang gak?" tanya Bu Andita.
"Iya, Bu. Saya dan Zayden pacaran," yacp Maria.
"Lah sejak kapan gue pacaran sama lo, deket sama lo aja gue ogah. Gue bahkan gak tertarik sama lo, lo nya aja yang ngedeketin gue padahal gue udah nolak lo, sampai lupa gue berapa kali gue nolak lo," ucap Zayden.
"Jadi, kalian gak pacaran?" tanya Bu Andita.
"Enggak, Bu. Emangnya dia ngelakuin apa?" tanya Zayden.
"Jadi, ini ada foto kamu yang lagi di club dan kamu mesra-mesraan sama Maria, kamu tau kan sekolah kita ini salah satu sekolah teriak di kota. Jadi, foto kalian ini heboh dan langsung jadi perbincangan di beberapa kalangan," ucap Bu Andita dan memperlihatkan foto yang dimaksud Bu Andita.
Zayden pun menganggukkan kepalanya setelah melihat foto tersebut, "Saya yakin ini hanya jebakan dari perempuan di sebelah saya ini, ini diambil kemarin bukan. Padahal kemarin saya hanya di rumah Kakek dan Nenek saya," ucap Zayden.
"Ta-tapi, kemarin kamu di club yang ngajak aku loh Zay," ucap Maria.
"Ngapain gue ke club kalau di rumah gue juga ada fasilitas bar bahkan lebih seru dari pada di club murahan kayak gitu, seumur hidup gue, gue gak pernah ke club kayak gitu. Minimal di Sky club lah," ucap Zayden.
Mendengar Sky club membuat Maria maupun Bu Andita tersebut, semua orang tentunya tau bagaimana sulitnya untuk masuk ke dalam Sky club.
Sky club adalah club terbaik dan termahal di negara A yang terdiri dari 3 lantai, lantai pertama sebuah restoran, lantai kedua tempat karaoke dan lantai ketiga sebuah club megah.
Jika ada orang yang ingin masuk ke club tersebut, maka mereka harus menjadi pelanggan tetap restoran terlebih dahulu dan setelah itu mereka harus menjadi pelanggan tetap karaoke. Tentunya untuk menjadi pelanggan tetap harus mengeluarkan nominal yang terbilang fantastis.
Setelah mereka menjadi pelanggan kedua tempat tersebut maka barulah mereka bisa masuk ke dalam Sky club yang saat ini hanya memiliki 32 pelanggan dan 9 pelanggan VIP.
__ADS_1
"Ini, saya suda meminta rekaman kemarin saat saya di rumah Kakek dan Nenek. Kalau begitu saya permisi," ucap Zayden dan pergi dari ruangan Bu Andita.
.
Disisi lain, Arin saat ini tengah berada di halaman rumahnya, "Kok aku jadi keinget Zehan ya, kangen deh. Aku ke kantor aja deh, lagian aku juga lama banget gak ke kantor," gumam Arin lalu bersiap-siap ke kantor Zehan.
Tak lama setelah itu, Arin pun sampai di kantor Zehan. Namun, sebelum Arin masuk ke dalam kantor tiba-tiba Arin merasa sakit pada perutnya.
"Nyonya kenapa?" tanya Bi Nila yang ikut bersama Arin.
"Sakit," lirih Arin.
"Ya ampun, Bu," ucap Bi Nila.
"Bi, sakit," lirih Arin lagi.
"Sebentar Nyonya, Pak Tio tolong antar Nyonya ke rumah sakit, perut Nyonya sakit!" teriak Bi Nila.
"Iya iya," ucap Pak Tio.
Lalu mereka pun membawa Arin pergi ke rumah sakit. Sedangkan, Zehan yang saat ini tengah sibuk dengan berkasnya pun terkejut saat pintu ruangan dibuka secara kasat oleh Panji.
Baru saja Zehan aja memarahi Panji, tapi tiba-tiba Panji bersuara yang membuat tubuh Zehan menegang.
"Nyonya Arin tadi ada di depan kantor Tuan, tapi tiba-tiba perut Nyonya Arin sakit dan harus di bawake rumah sakit," ucap Panji.
Setelah itu, dengan segera Zehan pun keluar dari ruangannya dan menyusul sang istri. Saya ini yang ada di pikiran Zehan hanya Arin, jujur saja Zehan takut terjadi sesuatu dengan sang istri.
Sesampainya di rumah sakit, Zehan pun langsung menghampiri Bi Nila dan Pak Tio, "Gimana keadaan Arin?" tanya Zehan.
"Dokter sedang memeriksanya Tuan," ucap Bi Nila.
Tak lama setelah itu, Dokter pun keluar dari ruangan tersebut, "Dok, gimana keadaan istri saya?" tanya Zehan.
"Keadaan pasien baik-baik saja, pasien hanya kelelahan. Hal ini wajar terjadi pada Ibu hamil apalagi pada trisemester pertama," ucap Dokter tersebut.
"Ibu hamil?" istri saya hamil Dok?" tanya Zehan.
"Iya, Pak. Selamat ya, kalau begitu saya permisi," ucap Dokter tersebut lalu pergi.
Setelah Dokter tersebut pergi, Zehan lun menghampiri sang istri, "Sayang," panggil Zehan saat ia masuk ke dalam kamar inap Arin.
"Yang," panggil Arin.
"Sayan,g terimakasih. Aku bahagia banget," ucap Zehan dan mengecup seluruh wajah Arin.
"Kau gak nyangka kita bakal di kasih buah hati lagi," ucap Arin.
"Aku juga, i love you," ucap Zehan.
"I love you too," ucap Arin.
Tidak peduli betapa berat cobaan yang ingin menggoyahkan hubungan kita, aku akan tetap mempertahankan kamu dan mencintai kamu karena cinta bukan ditemukan melainkan ditentukan lewat kehendak untuk mempertahankannya.
.
.
.
TAMAT
terimakasih untuk semuanya yang sudah mendukung cerita author, maaf jika cerita author kurang menarik para pembaca untuk membacanya. Author sadar masih banyak kekurangan dalam setiap cerita yang author buat baik itu typo, lahir dan lain-lain, author pun tengah belajar bagaimana membuat cerita lebih menarik. Maaf jika selama ini author terkesan menyebalkan!🙏
Jika cerita ini ada yang kurang, author memang sengaja membuatnya menggantung agar pembaca dapat leluasa merangkai cerita yang pembaca inginkan. Itu salah satu cara agar imajinasi para pembaca lebih berkembang!
__ADS_1
Ini benar-benar kahir dari cerita ini dan author tidak ada niatan untuk membuat extra part atau sequel ya!