
Arin saat ini berada di kediaman keluarga setelah dua hari menemani Adel, "Sayang gimana keadaan Adel temen kamu?" tanya Mama Naura.
"Keadaan Adel udah lebih baik, Ma. diam juga udah mulai mencoba ikhlas Ma," ucap Arin.
"Syukurlah kalau gitu, tapi inget loh sayang kalau seandainya Adel temen kamu itu butuh bantuan, kamu bantu kasihan dia sendirian gak tega Mama liatnya," ucap Mama Naura.
"Iya Ma pasti itu, Arin juga tau kok gimana perasaannya Adel, jadi Arin bakal bantu Adel sebisa Arin," ucap Arin dan diangguki Mama Naura.
"Oh iya sayang, Zehan mana kok Mama belum liat dia hari ini bukannya besok lusa kalian mau honeymoon ke negara X ya?" tanya Mama Naura.
"Arin juga gak tau Ma dimana Zehan soalnya tadi pagi Arin langsung ke bawah," ucap Arin.
"Mungkin lagi sibuk kerja kali ya kan mau honeymoon biar gak keganggu sama kerjanya," ucap Mama Naura.
Arin sebenarnya masih kesal dengan Zehan, tapi ia tidak mau jadi istri yang durhaka jadi Arin mencoba untuk memaafkan Zehan.
'Untung aku baik jadinya aku maafin kamu Han dan juga aku gak mau di cap jadi istri yang durhaka,' ucap Arin dalam hati.
"Kamu kenapa Dek kok mukanya cemberut gitu?" tanya Mama Naura saat melihat Chesa yang baru datang dan langsung duduk dengan wajah cemberutnya.
"Chesa masih marah sama Kak Zehan dan Kak Arin," ucap Chesa.
"Loh kenapa emangnya? Kakak punya salah ya sama kamu? salahnya apa?" tanya Arin.
"Ya karena gak ngajak Chesa ke negara X padahal nih ya Chesa itu pengen banget ke negara X kak," ucap Chesa.
"Kakak itu ke sana bukan mau liburan, tapi mau kerja tau gak," ucap Zehan lalu duduk di samping Arin.
'Rin, kok jantung kamu kayak gini sih kenceng banget,' ucap Arin dalam hati.
"Loh Han, kamu ke negara X tuh kerja bukan honeymoon," ucap Mama Naura.
"Bukan gitu Ma, maksud Zehan itu Zehan ke negara X kerja, kerja bikin Zehan junior hehehe," ucap Zehan yang mendapatkan pukulan dari Arin.
"Kenapa sih Yang, kok mukul gitu?" tanya Zehan.
"Kamu sih ngomongnya gak di filter dulu," ucap Arin yang merasa malu karena perkataan Zehan.
"Ya gapapa sih Kak, jadi nanti Kak Zehan sama Kak Arin kerja aja biar Chesa yang jalan-jalan lagian Chesa gak bakal kesasar kok," ucap Chesa.
"Sekalinya gak, ya gak Chesa," ucap Zehan.
"Kapan-kapan aja kita ke negara X berdua Dek, gimana?" tanya Arin.
"Tapi lama Kak," ucap Chesa.
"Ya nanti sekalian kita rencanain aja mau kemana," ucap Arin.
"Yaudah deh untung Kak Arin pinter ngerayunya gak kayak Kak Zehan," ucap Chesa.
"Mama gak diajak nih," ucap Mama Naura.
"Kalau gitu kita ke negara X bertiga aja kayak tim cewek gitu," ucap Chesa.
"Oke sama Mama juga kalau gitu," ucap Arin.
"Han, ikut Papa bentar ada yang pengen Papa bicarain," ucap Papa Rendra lalu mereka menuju ke taman belakang kediaman keluarga Gulzar.
Saat sampai di taman belakang Zehan segera duduk di sebelah Papa Rendra, "Kenapa Pa kok kayaknya ada yang serius gitu?" tanya Zehan.
__ADS_1
"Papa denger katanya kamu hapus hotel Big dari daftar seleksi hotel," ucap Papa Rendra.
"Oh itu iya Pa, Zehan emang hapus, kenapa emangnya Pa?" tanya Zehan.
"Sekarang papa yang tanya ke kamu Han, kenapa kamu hapus? bukannya hotel itu salah satu penyumbang dana terbesar?" tanya Papa Rendra.
"Gak Pa, justru hotel Big itu keuntungannya kecil semua itu cuma dana palsu Pa," ucap Zehan.
"Maksud kamu apa Han? dana palsu? papa gak paham?" tanya Papa Rendra.
"Jadi Pak Joe itu udah malsuin datanya Pa biar Papa percaya, tapi Papa gak usah khawatir karena Zehan udah beresin Pak Joe kalau masalah itu," ucap Zehan.
"Brengs*k, terus si Joe itu sekarang dimana?" tanya Papa Rendra.
"Pak Joe sekarang udah Zehan laporin dan dia juga udah di penjara," ucap Zehan.
"Papa bangga sama kamu Han," ucap Papa Rendra.
"Oh iya Pa, untuk masalah ulang tahun perusahaan. Zehan pengennya nanti kita undang semua klien kita gimana menurut Papa?" tanya Zehan.
"Papa terserah kamu aja Han," ucap Papa Rendra dan diangguki Zehan.
"Pa, Han. Makan yuk," ajak Mama Naura.
"Chesa minggir, enak aja duduk disini. Ini itu tempat Kakak," ucap Zehan.
Chesa pun pindah tempat duduk di sebelah Mama Naura, "Kakak mah selalu aja ngerusak suasana," ucap Chesa.
.
Setelah makan tadi, Arin saat ini berada di kamar ia sedang menyiapkan barang yang akan ia bawa untuk honeymoon besok.
"Gak usah deh Yang, lagian di negara X sekarang kan gak dingin jadi gak usah bawa jaket tebel kayak gitu," ucap Zehan dan diangguki Arin.
"Oke deh," ucap Arin.
"Yang, kamu udah milih destinasinya kan biar pas ke sananya gak bingung?" tanya Zehan.
"Udah kok, aku udah pilih jadi kita bakal ke beberapa tempat yang terkenal di negara X," ucap Arin.
"Aku ngikut kamu aja Yang, asal kamu bahagia," ucap Zehan.
"Huh dasar. Bilang aja kalau kamu malas," ucap Arin.
"Nah itu salah satu alasannya," ucap Zehan.
'Apa aku tanya aja ya ke Zehan siapa Giselle, tapi nanti kalau aku denger jawabannya malah kesel sendiri, gak Rin kamu harus tanya biar rasa penasaranmu terjawab,' ucap Arin dalam hati.
"Oh iya Han," ucap Arin.
"Kenapa?" tanya Zehan.
"Eng-enggak jadi deh hehehe," ucap Arin.
"Oalah aku kirain apa," ucap Zehan lalu membuka laptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Kamu sibuk banget kayaknya akhir-akhir ini," ucap Arin.
"Ya lumayan sih soalnya ada dua pegawaiku yang keluar dari kantor jadi lumayan keteteran sih proyek yang mereka kerjakan," ucap Zehan.
__ADS_1
"Menyindir secara halus," ucap Arin.
"Aku gak nyindir kok, emangnya kalau nyindir, nyindir ke siapa," ucap Zehan.
"Yeh semua pegawai kamu juga tau kali yang keluar tuh aku sama Kinan," ucap Arin.
"Kok kamu bisa tau nama pegawai ku yang keluar, kamu cenayang ya," goda Zehan.
"Ya kan aku orangnya gimana gak tau coba," ucap Arin kesal.
"Haha muka kamu lucu banget Yang," ucap Zehan.
"Emangnya ada masalah apa? kayaknya waktu aku keluar gak ada masalah apa-apa deh malah aku prediksi bakal berhasil," tanya Arin.
"Emang bakal berhasil, tapi ada salah satu pegawai yang buat kesalahan jadi berimbas pada pembelian fasilitas gitu," ucap Zehan.
"Masa sih kayaknya di divisi keuangan semuanya kompeten deh malah gak mungkin ngelakuin kesalahan sampai kayak gitu," ucap Arin.
"Tapi buktinya ada," ucap Zehan.
"Emangnya siapa Han?" tanya Arin.
"Adel," ucap Zehan.
"Adel! kok bisa sih Adek ngelakuin kesalahan?" tanya Arin.
"Aku juga gak tau," ucap Zehan.
"Terus gimana? Adel kamu pecat?" tanya Arin.
"Awalnya aku pengen pecat Adel, tapi dia ngakuin kesalahannya dan bawa perincian yang benar ya gak jadi aku pecat karena menurutku Adel udah bertanggungjawab dan mau mengakui kesalahannya," ucap Zehan.
"Huh lega aku dengernya, awas aja kalau kamu pecat Adel," ancam Arin.
"Kenapa emang kalau aku pecat Adel?" tanya Zehan.
"Ya nanti kamu bakal aku diemin seharian," ucap Arin.
"Oke karena kita lagi bahas itu sekarang aku mau tanya sama kamu," ucap Zehan.
"Tanya apa emang?" tanya Arin.
"Kenapa kamu waktu itu marah sampai gak mau ngomong sama aku?" tanya Zehan.
'Mampus Zehan nanyain itu lagi terus aku harus jawab apa? masa aku harus jawab kalau aku marah gara-gara Giselle sih kan gak lucu nanti malah aku yang di ledekin sama Zehan,' ucap Arin dalam hati.
"Gapapa sih aku cuma lagi gak mood aja ngomong," ucap Arin.
"Astaga Yang, aku kirain kamu marah sama aku, aku bahkan gak tau apa salahku, kalau emang kamu marah ke aku karena aku salah kamu bilang karena aku gak tahu apa yang aku lakuin sampai buat kamu marah," ucap Zehan.
"Ya namanya juga cewek Han, maklum aja mungkin nanti bisa-bisa aku jambak rambut kamu kalau lagi gak mood," ucap Arin.
"Jangan Yang, habis nanti rambutku kamu jambak terus," ucap Zehan dengan memegang rambutnya.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.