Married With Mantan

Married With Mantan
Calon Pasangannya, Arin.


__ADS_3

Arin, Adel dan Kinan, saat ini sedang berada di rumah sakit untuk memeriksa kandungan Arin, "Aduh aku kok jadi takut ya," ucap Arin.


"Gak usah takut Rin, kan cuma periksa aja," ucap Adel.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Arin pun masuk ke ruangan Dokter tersebut untuk di periksa yang ditemani Adel dan Kinan.


"Untuk kondisi bayinya gak ada masalah sama sekali mungkin lebih di perhatikan makanan dan juga kesehatan Ibu saja agar tidak terlalu kelelahan," ucap Dokter tersebut.


"Kira-kira usia kehamilannya sekarang berapa ya Dok?" tanya Adel.


"Untuk usia kehamilannya sudah 13 Minggu," ucap Dokter.


"Dok saya kan udah gak pernah merasa mual lagi itu artinya saya sudah melewati masa-masa awal kehamilan ya Dok?" tanya Arin.


"Kalau menurut perhitungan seharusnya kamu masih mengalami masa-masa awal kehamilan, tapi kalau kamu sudah tidak mengalaminya itu artinya kamu sudah mulai beradaptasi atau gak suami kamu yang mengalaminya," ucap Dokter tersebut yang membuat Arin, Adel dan Kinan terkejut mendengarnya.


"Maksud Dokter suaminya temen saya yang mengalami mual dan sakit begitu?" tanya Kinan.


"Iya, kalau Ibu hamil tidak merasakan mual, kemungkinannya Ayah dari sang bayi yang merasakannya," ucap Dokter tersebut.


"Kok bisa Dok?" tanya Arin.


"Iya jadi kemungkinan jika sang Ibu tidak merasakan morning sickness bisa saja hal itu terjadi pada suami atau calon Ayahnya, jadi bagi laki-laki morning sickness ini bisa menjadi salah satu gejala dari sindrom couvade dan kondisi ini dianggap sebagai bentuk kehamilan simpatik ketika suami mengalami gejala kehamilan seperti yang dirasakan istri tanpa benar-benar hamil. Suami yang mengalami morning sickness ini merasakan mual sepanjang hari, mulai dari pagi atau siang hari, dan paling umum terjadi selama trimester pertama kehamilan sang istri. Mual yang dirasakan suami ini bisa disertai dengan muntah, tapi bisa juga tidak dan suami ibu nanti akan mengalami perasaan tidak nyaman di perut atau adanya keinginan untuk muntah," jelas Dokter tersebut dan diangguki Arin.


"Baik Dok, terima kasih," ucap Arin.


Mereka pun pergi dari ruangan Dokter tersebut dan saat mereka baru saja keluar dari Dokter kandungan tiba-tiba seseorang memanggil nama Adel, "Adel!" panggil Rafael.


"Rafael? kenapa kamu disini?" tanya Adel.


"Oh aku nemenin Kakakku ke dokter kandungan kamu juga kenapa disini ke Dokter kandungan pula?" tanya Rafael.


"Oh itu a-aku ..," ucap Adel dengan gugup.


"Adel lagi nganterin aku periksa kandunganku," ucap Arin.


"Oh hai aku Rafael," ucap Rafael dengan mengulurkan tangannya.


"Aku Arin dan ini Kinan kita sahabatnya Adel," ucap Arin tanpa membalas ukuran tangan dari Rafael.


"Oh hai Arin, oh iya kamu tadi bilang apa kesini? periksa apa tadi kurang jelas aku dengernya?" tanya Rafael dan menarik uran tangannya.


"Adel tadi nemenin aku periksa kandunganku," ucap Arin dengan jelas.


"Kamu lagi hamil?" tanya Rafael.


"Iya aku lagi hamil," ucap Arin dengan tersenyum.


"Berapa bulan?" tanya Rafael.


"Hem 13 Minggu," ucap Arin.


"Selamat ya, tapi kok kamu bisa hamil padahal aku baru aja mau deketin," ucap Rafael.


"Ya aku bisa hamil lah kan aku punya suami," ucap Arin.

__ADS_1


'Kamu emang udah gila ya Rin, ngomong kalau kamu masih punya suami padahal kan kamu udah ninggalin suami kamu sendiri,' ucap Arin dalam hati.


"Oh iya juga sih ya pokoknya selamat ya kalau gitu aku pergi dulu soalnya masih ada beberapa urusan aku dah," pamit Rafael lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Rin, lo kok ngomong gitu ke Rafael sih!" tanya Adel.


"Ngomong apa?" tanya Arin.


"Ya ngapain lo ngomong ke Rafael kalau lo itu udah punya suami nanti dia malah mundur buat deketin lo lagi," ucap Adel.


"Hahaha astaga Del kan aku emang masih punya suami sekarang, gini deh aku sama Zehan cerai emangnya? atau aku pernah gugat cerai Zehan di pengadilan atau Zehan pernah minta cerai ke aku?" tanya Arin.


"Iya juga sih itu artinya lo masih berharap ke Zehan dong Rin," ucap Adel.


"Kalau berharap sih udah gak Del, tapi masih tau batasan aja karena aku ingat jika aku udah nikah dan juga aku gak mau ngasih harapan apa-apa ke orang lain," ucap Arin.


"Satu lagi Rin, biar Adel gak marah lagi sama lo," ucap Kinan dan mereka pun tertawa.


"Lo ya Nan, kan itu cuma salah paham, gue kuga udah biasa aja kok sama Rafael lagian gue juga gak bakal mau sama Rafael seandainya dia suka sama gue seandainya ya," ucap Adel.


"Iyain aja deh Rin biar gak lama," ucap Kinan.


"Kok gitu sih," ucap Adel kesal.


"Udah gak usah sok ngambek gitu kita ke taman aja yuk," ajak Kinan lalu mereka pun menuju taman dekat apartemen mereka.


Sesampainya di taman, mereka bertiga memilih duduk di salah satu kursi yang ada disana, "Rin, gimana? lo udah pikirin nama buat si baby?" tanya Kinan.


"Belum Nan, kan masih 13 Minggu kurang beberapa bulan lagi aku lahiran, jadi belum kepikiran buat nama," ucap Arin.


"Jangan Rin, kalau si baby cewek namanya Angela aja terus kalau cowok namanya Ardito aja gimana bagus gak?" tanya Adel.


"Kalian berdua ini ya, aku aja belum mikirin soal nama anak aku, mending aku mikirin biaya lahiran ku nanti daripada namanya," ucap Arin.


"Kalau itu lo gak perlu khawatir Rin, gue siap bantuin biaya buat lahiran lo kok," ucap Kinan.


"Iya Rin, gue juga siap bantuin biayanya jadi lo gak usah terlalu mikirin biaya lahiran lo, oke," ucap Adel.


"Makasih ya buat kalian udah baik banget sama aku dan anak aku," ucap Arin.


"Udah, gini aja gimana kalau kita pikir nama buat anak lo, Rin. Jadi nanti pas lo lahiran kita gak usah mikirin nama anak lo lagi," ucap Kinan.


"Tapi aku belum kepikiran nama anak aku," ucap Arin.


"Sorry nih ya Rin, gue tanya kayak gini, lo mau nama anak lo berhubungan sama Zehan apa gak?" tanya Adel.


"Aku sih pengennya ada, tapi yang gak kentara banget Del," ucap Arin.


"Maksudnya gimana tuh Rin? ada tapi gak kentara?" tanya Kinan.


"Jadi gini Nan, aku pengen anakku ada nama Zehan mua kayak nama depannya Z atau apa itu m, tapi aku gak mau pakai nama keluarga Zehan," ucap Arin.


"Kenapa Rin? kok lo gak mau nama anak lo pakai nama keluarganya Zehan? kan keren Rin kalau anak lo pake nama Gulzar?" tanya Adel.


"Karena aku gak pengen Zehan tau kalau aku punya anak dari dia," ucap Arin.

__ADS_1


"Lo ada rencana balik gak ke negara A?" tanya Kinan.


"Kalau aku sih gak Nan, aku pengen hidup sama anak aku dan jauh dari mereka semua," ucap Arin.


"Lo gak hidup sama anak lo doang ya Rin, kan masih ada gue," ucap Kinan.


"Iya masih ada gue juga," ucap Adel.


"Hahaha, iya iya hampir lupa aku," ucap Arin.


Mereka pun saling membicarakan mengenai kehidupan mereka masing-masing mulai dari awal mula pertemuan mereka sampai cinta pertama mereka.


"Wah gila ya ternyata gue doang yang gak pernah pacaran disini," ucap Adel.


"Lo beneran gak pernah pacaran Del?" tanya Kinan.


"Iya beneran Nan, asal lo tau aja ya Nan, gue itu pernah lah deket sama orang tapi dia gak pernah nembak gue," ucap Adel.


"Kasihan banget lo, Del. Gue turut prihatin ya," ucap Kinan.


"Terus aja lo ngeledekin gue," ucap Adel.


"Gapapa Del, kalau kamu belum pernah pacaran, tapi nanti pas kamu udah ketemu sama yang cocok pasti langsung ke nikah deh percaya sama aku," ucap Arin.


"Gue juga berharap kayak gitu Rin," ucap Adel.


"Arin kan," panggil seseorang lalu Arin, Adel dan Linn pun melihat orang yang ada di hadapan mereka.


"Firly," gumam Arin.


"Hai ketemu lagi kita, emang kalau jodoh emang gak bakal kemana ya," ucap Firly.


"Siapa Rin?" tanya Adel.


"Oh hai kamu temennya Arin ya kenalin aku Firly calon pasangannya, Arin," ucap Firly.


"Firly, apa-apaan sih kamu, saya gak pernah anggap kamu calon atau apapun itu, kamu hanya pelanggan di cafe tempat saya kerja, udah itu aja," ucap Arin.


"Kan masih calon Rin," ucap Firly.


"Del, Nan, kita pulang aja yuk suamiku nanti malah nungguin lama lo soalnya kita udah lama banget di luarnya," ajak Arin


"Oh-oh iya Rin, yuk kita pulang," ucap Adel.


"Firly kita duluan ya permisi," pamit Arin lalu mereka pun pergi.


"Arin udah nikah, gagal sudah, tapi gue gak bakal nyerah gue bakal rebut lo dari suami lo Rin, kalau Firly menginginkan sesuatu maka ia harus dapatkan itu, apapun itu caranya," gumam Firly.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2