Married With Mantan

Married With Mantan
Arin, Hamil?


__ADS_3

"Gimana Dok keadaan temen saya?" tanya Kinan yang khawatir dengan keadaan Arin yang tidak sadarkan diri.


"Teman anda pasti baik-baik saja mungkin karena shock makanya dia tidak sadarkan diri saya akan periksa terlebih dahulu dan tolong kalian tunggu dia di luar," ucap Dokter.


"Kamu tenang dulu Nan, yuk kita keluar," ucap Adel lalu membawa Kinan keluar dari kamar inap Arin.


"Gue takut Arin kenapa-napa Del, hiks hiks," ucap Kinan yang tidak bisa menahan tangisnya lagi.


"Arin pasti gapapa kok kalau seandainya sesuatu terjadi sama Arin, kalau sampe terjadi sesuatu sama Arin habis cowok itu," ucap Rafael.


"Rafael? kamu kok bisa bareng sama Arin sih?" tanya Adel.


"Gimana ya Del, panjang ceritanya," ucap Rafael.


"Gapapa cerita aja walaupun panjang aku dengerin kok," ucap Adel lalu Rafael pun menceritakan bagaimana dia tidak sengaja bertemu dengan Arin dan Firly.


"Kan berarti perasaan gue bener gue tuh gak pengen Arin deket sama si Firly itu," ucap Kinan.


Beberapa saat kemudian, Dokter pun keluar dari kamar inap Arin, "Dok, gimana keadaan sahabat saya?" tanya Kinan yang menghampiri Dokter tersebut.


"Pasien baik-baik saja dia hanya mengalami shock mungkin sebentar lagi juga akan sadarkan diri," ucapnya.


"Terus Dok untuk kandungannya gimana? apa ada masalah?" tanya Kinan.


"Untuk kondisi kandungannya tidak ada masalah sepertinya bayinya sangat kuat karena biasanya perempuan yang sedang mengandung jika kelelahan atau stress akan mengalami beberapa flek, tapi untuk pasien ini tidak sama sekali," ucap Dokter tersebut.


"Huh syukurlah, terima kasih Dok," ucap Kinan.


Perkataan Kinan dan Dokter membuat Rafael terkejut pasalnya ia tidak tau mengenai kehamilan Arin lebih tepatnya percaya karena memang ia sempat mendengar jika Arin hamil, tapi Rafael tidak percaya hal itu.


'Arin, hamil? jadi bener kalau selama ini dia udah punya suami mungkin ini saatnya untuk aku mundur,' ucap Rafael dalam hati dengan perasaan kecewa.


"Kami boleh masuk kedalam gak ya Dok?" tanya Adel.


"Oh iya silahkan kalau begitu saya permisi," pamitnya.


Adel, Kinan dan Rafael pun masuk dan melihat Arin yang masih memejamkan matanya, "Tunggu, aku boleh tanya sesuatu?" tanya Rafael.


"Ya tanya aja emang kamu mau tanya apa?" tanya Adel.


"Hem, Arin sekarang lagi hamil ya?" tanya Rafael dengan ragu-ragu.


"Oh itu, iya Arin sedang hamil 13 Minggu," ucap Adel.


"Jadi bener yang selama ini Arin bilang kalau dia udah punya suami," ucap Rafael.


"Iya bener emangnya kenapa kamu gak percaya waktu Arin ngomong kayak gitu?" tanya Adel.


"Iya aku gak percaya, aku sempet berfikir kalau Arin ngomong gitu supaya aku gak deketin dia lagi dan menjauh gitu dari dia," ucap Rafael.


"Kamu salah, Arin ngomong gitu bener kok, tapi emang dia juga ngomong gitu supaya kamu pergi dari dia, Arin gak mau ngasih harapan apapun ke kamu," ucap Adel.


"Hem, aku paham sekarang dan aku rasa udah saatnya aku mundur untuk deketin Arin," ucap Rafael.

__ADS_1


"Kamu yang sabar ya oh iya kamu obati luka kamu dulu takut infeksi kalo dibiarin lama-lama," ucap Adel.


"Makasih ya Del, aku mau ngobatin lukaku dulu," ucap Rafael dan tersenyum lalu pergi.


"Aduh Rafael tuh ya gak tau perasaan gue apa malah senyum-senyum ke gue bisa-bisa kehabisan nafas gue kalo kayak gini terus," ucap Adel.


"Mulai deh lo Del," ucap Kinan.


"Eungh...," lenguh Arin yang sadarkan diri.


"Rin, lo udah sadar aduh seneng banget gue, udah lo gak usah banyak gerak lo tidur aja dulu," ucap Kinan.


"Ini aku dimana?" tanya Arin dengan suara serak.


"Lo lagi ada di rumah sakit tadi lo pingsan gara-gara si Firly," ucap Adel.


"Oooh, makasih ya udah nolongin aku, oh iya Rafael dimana bukannya tadi dia juga kena pukul Firly?" tanya Arin.


"Lo gak usah khawatir si Rafael sekarang lagi ngobatin lukanya kok tadi dia juga sempet disini sebentar," ucap Kinan.


"Del, ehm aku bisa jelasin kenapa aku kok sama Rafael kok, jadi tadi itu...," ucap Arin terhenti lantaran Adel yang menyelanya.


"Gue tau kok Rin, tadi Rafael udah cerita kok lagian gue udah gak kayak anak kecil lagi kok, gue tau kalau lo sama Rafael gak ada apa-apa gue juga gak masalah sih kalau seandainya lo sama Rafael ada apa-apa, itu artinya dia bukan jodoh gue," ucap Adel.


"Tumben lo nyadar Del, sama hal kayak gituan," ejek Kinan.


"Lo ya Nan, orang baik kayak gini di bilang tumben," ucap Adel.


"Lo kenapa Rin?" tanya Adel yang melihat Arin mengelus perutnya.


"Aku gapapa kok Del, aku cuma pengen tau anak aku baik-baik aja apa gak," ucap Arin.


"Tadi Dokter juga periksa lo Lo dan katanya si baby baik-baik aja malah dia kuat banget di dalem," ucap Kinan.


"Oh gitu, oh iya kalian kok tau kalau aku disini?" tanya Arin.


"Oh itu jadi gini Rin...," ucap Kinan dan mulai menceritakan semuanya.


# Flashback On #


"Lo udah chat Arin belum Nan?" tanya Adel.


"Udah kok, Arin juga udah otw pulang katanya," ucap Kinan.


"Oh oke kalau gitu bentar lagi mungkin Arin sampe," ucap Adel.


Mereka pun menonton televisi dan Kinan sendiri sedari tadi melamun bahkan saat diajak bicara oleh Adel, "Lo kenapa Nan kok ngelamun gitu kayak ada yang lo pikirin gitu?" tanya Adel.


"Gini ya Del, kenapa kok perasaan gue gak enak ya," ucap Kinan.


"Kenapa emang kok sampe gak enak gitu?" tanya Adel.


"Ya gak tau, tapi gue kepikiran Arin aja dia kan lagi beli pesenan kita nah gue rasa ada sesuatu yang gak beres deh," ucap Kinan.

__ADS_1


"Perasaan lo aja kali Nan," ucap Adel.


"Iya juga sih mungkin cuma perasaan gue aja," ucap Kinan lalu mereka pun melanjutkan aktivitas mereka yaitu menonton televisi.


Beberapa saat kemudian, Kinan pun bangkit dari duduknya dan mengambil jaket di kamarnya, "Mau kemana lo Nan?" tanya Adel.


"Perasaan gue gak tenang Del, gue takut terjadi apa-apa sama Arin," ucap Kinan.


"Arin gapapa kok Nan, nanti lo kedinginan lagi mungkin Arin sebentar lagi nyampe," ucap Adel.


"Gak Del, perasaan gue gak tenang kalau pun gue kedinginan gak masalah yang penting gue ketemu sama Arin," ucap Kinan.


"Oke kalau gitu lo tunggu sebentar gue bakal ikut lo," ucap Adel.


"Oke cepetan Del, udah gak tenang banget nih gue," ucap Kinan.


Mereka pun keluar dan mencari Arin hingga mereka mendengar rintihan Arin lalu mereka melihat Arin yang sedang dicekik oleh seorang laki-laki, "Itu Firly bukan?" tanya Kinan.


"Gue gak tau Nan, kita harus bantuin Arin," ucap Adel lalu maju untuk menghampiri mereka namun Kinan menahan tangan Adel dan ia melihat beberapa penduduk asli sana.


"Pak, Bu tolong teman saya di pukuli di dekat taman," ucap Kinan lalu penduduk tersebut pun menuju ke tempat yang dimaksud Kinan dan benar saja Firly masih melakukan perbuatannya dan tanpa pikir panjang para penduduk pun langsung menghajar Firly dan menyeretnya ke kantor polisi.


"Nak bawa temen kamu ke rumah sakit," ucap salah satu penduduk tersebut.


"Iya Pak, terima kasih," ucap Kinan lalu membawa Arin ke rumah sakit.


# Flashback Off #


"Oh kalian memang sahabatku makasih ya udah mau bantuin aku," ucap Arin lalu memeluk Adel dan Kinan.


"Udah deh Rin, lebay lo kayak Teletubbies aja pake pelukan segala," ucap Adel yang membuat Arin dan Kinan tertawa.


"Lo kapan nikahnya sama Dian, Kha?' tanya Abrar.


"Gue sih secepatnya Brar, tapi ya tergantung Dian juga kan dia lagi sibuk sekarang lo tau kan Dian lagi ngejar buat tesisnya," ucap Okha dan diangguki Abrar.


"Tau gak sih lo pada kalau gini kan gue seneng," ucap Abrar.


"Maksud lo?" tanya Andis.


"Ya kan gak ada lagi yang ngeledekin gue sekarang soalnya gue jomblo kalau dulu kan banyak banget tuh yang ngeledekin nah sekarang lo jomblo, Zehan ya gak jomblo sih tapi gak sama pasangannya terus si Okha ditinggal sibuk sama Dian dan Riko juga lagi LDR an," ucap Abrar.


"Sorry ya Brar, gue gak ditinggal gue masih pacaran sama Dian," ucap Okha.


"Iya Kha, gue tau kok santai kali maksud gue tuh Dian kan sibuk jadi lo gak bisa pacaran terus gitu sama si Dian gitu," ucap Abrar.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2