Married With Mantan

Married With Mantan
Uncle Bukan Papa


__ADS_3

Zehan sendiri kembali mendatangi rumah Kinan dan berharap agar Arin berada disana, "Rin, ini aku Zehan. Arin tolong maafin aku," ucap Zehan di depan rumah Kinan.


Beberapa saat kemudian datang seorang laki-laki, "Siapa ya?" tanya laki-laki tersebut.


Zehan pun membalikkan tubuhnya menghadap laki-laki tersebut, "Kakak suaminya Kak Arin kan?" lanjut laki-laki tersebut.


"Kok kamu tau saya suaminya Arin? kamu siapanya Arin?" tanya Zehan.


"Kakak gak usah khawatir aku Adiknya Kak Kinan aku Kenan dan aku juga dateng pas pernikahan Kak Arin sama Kakak mungkin Kakak aja yang gak tau," ucapnya.


"Oh kamu Adiknya Kinan, oh iya kamu tau gak Kinan kemana? dia sama Arin kan?" tanya Zehan.


"Oh Kak Kinan, bukannya Kak Kinan pergi jauh ya," ucap Kenan.


"Pergi jauh maksudnya?" tanya Zehan.


"Iya jadi Kak Kinan, Kak Arin sama Kak Adel itu pergi makanya sekarang aku yang jagain rumah ini," ucap Kenan.


"Kemana emangnya mereka pergi?" tanya Zehan.


"Hem, aku juga gak tau sih kemana Kak Kinan pergi, Kak Kinan cuma bilang ke aku buat jagain rumahnya soalnya dia mau pergi jauh gitu aja sih Kak, kenapa emangnya?" tanya Kenan.


"Gapapa sih aku cuma tanya aja kalau boleh tau sejak kapan Kinan pergi?" tanya Zehan.


"Kayaknya sejak dua atau tiga hari yang lalu deh itupun kalau gak salah Kak, aku juga lupa sih," ucap Kenan.


"Oke kalau gitu thanks ya, aku pergi dulu," ucap Zehan dan diangguki Kenan lalu Zehan pun masuk kedalam mobilnya dan pergi dari rumah Kinan.


'Maaf Kak, aku gak bisa bilang ke Kakak, dimana Kak Arin berada karena aku udah janji sama Kak Kinan untuk gak ngasih tau siapa-siapa keberadaan Kak Arin. Aku emang gak tau apa masalah yang di hadapi Kak Arin dan juga Kak Zehan, tapi yang aku lihat Kak Zehan sangat mencintai Kak Arin,' ucap Kenan dalam hati.


Zehan sendiri terus mencari keberadaan Arin, namun tiba-tiba ponselnya berdering dan terlihat jika Panji menelponnya lalu Zehan pun mengangkat panggilan tersebut.


^^^Kenapa?^^^


Maaf Pak, tapi hari ini jam 11 siang Bapak ada rapat dengan karyawan membahas mengenai proyek yang ada di kota C.


^^^Kau urus dulu masalah itu, saya akan ke segera ke kantor.^^^


Setelah itu, Zehan pun memutuskan sambungan telepon tersebut.


Zehan pun mengendarai mobilnya menuju kantor dan saat sampai di kantor ia melihat Tara dengan Chika yang berada di lobby kantor tersebut.

__ADS_1


"Zehan lama banget sih kamu, aku udah nungguin loh dari tadi kemana aja sih? dari tadi Chika pengen ketemu kamu tau gak kemana sih kamu nya?" tanya Tara.


"Papa Zehan," ucap Chika lalu memeluk kaki Zehan.


Sikap Chika membuat semua karyawan bergosip ria mengenai hubungan Zehan dan juga Tara, banyak yang menganggap jika mereka telah resmi menjalin hubungan karena sikap manja Chika pada Zehan.


Zehan yang mengerti jika para karyawannya bergosip mengenai dirinya dan Tara pun segera menarik paksa kakinya yang tengah di peluk Chika dan hal itu membuat Tara terkejut karena tidak biasanya Zehan akan bersikap kasar seperti itu pada Chika, sedangkan Zehan pun mensejajarkan tubuhnya dengan Chika.


"Chika, kamu gak boleh panggil uncle dengan sebutan Papa karena Chika bukan anak uncle paham, uncle gak pernah nganggep Chika sebagai anak uncle, Chika hanya uncle anggap sebagai ponakan uncle karena Papa Chika itu adalah sepupunya uncle," ucap Zehan yang sengaja mengeraskan suaranya agar semua karyawan tau bahwa ia dan Tara tidak memiliki hubungan apapun.


"Tapi uncle, kata Mama. Chika boleh manggil uncle Papa," ucap Chika.


"Chika, mama salah. Chika gak boleh manggil uncle Papa karena yang boleh manggil uncle Papa itu cuma anak dari Tante Arin jadi Chika paham," ucap Zehan.


"Iya uncle, Chika paham," ucap Chika.


"Jadi sekarang Chika harus panggil uncle apa hayo?" tanya Zehan.


"Chika harus panggil uncle bukan Papa," ucap Chika.


"Pintar," ucap Zehan.


"kalau gitu sekarang Chika kenapa kesini?" tanya Zehan.


"Chika gak tau, tadi Mama yang bilang pengen ketemu uncle," ucap Chika.


Zehan pun berdiri dan menatap tajam Tara, "Kenapa? jangan bilang kalau lo pengen menunjukkan ke semua karyawan kalau lo itu ada hubungan sama gue? sekali lagi gue bilang ke lo Ra, kalau gak ada yang penting mending lo pergi dan gak usah kesini lagi karena kalau lo ke sini itu sebenarnya ganggu banget," ucap Zehan yang sengaja mengeraskan suaranya.


"Han, maksud kamu apa sih tadi itu Chika yang pengen ketemu sama kamu, Chika kamu ini gimana sih tadi katanya pengen ketemu papa Zehan," ucap Tara.


"Udah deh Ra, lo gak usah ngelak lagi mending sekarang lo pergi, gue masih ada urusan," ucap Zehan lalu pergi meninggalkan Tara dan Chika.


'Awas aja Han, gue bakal buat lo suka sama gue dan ngelupain si Arin itu,' ucap Tara dalam hati.


"Ayo Chika," ucap Tara lalu pergi menuju mobilnya.


Sesampainya di mobil Tara pun memarahi Chika karena berkata mengenai hal-hal yang membuatnya marah.


"Kamu tuh ya bisa gak sih dengerin kata Mama, kamu tinggal jawab apa yang Mama bilang ke kamu susah banget sih. Sekarang Zehan gak mau ketemu lagi kan sama Mama!' teriak Tara.


"Tapi kan Ma, Chika udah bilang jujur ke uncle soalnya kata guru Chika, kita harus jujur ke siapapun ma gak boleh bohong," ucap Chika.

__ADS_1


"Hah kamu udah berani ngelawan Mama, pakai ceramah segala awas aja ya kalau sampai kamu ngelakuin hal kayak gini lagi, Mama bakal kurung kamu di kamar selama satu Minggu," ancam Tara yang tentunya membuat Chika takut.


"Tapi Ma, Chika kan gak salah apa-apa," ucap Chika.


"Kamu itu ya bisa diem gak sih! tinggal nurut sama Mama aja apa susahnya sih!" teriak Tara kalau ia pun mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


^^^Pak tolong jemput Chika di halte dekat kantornya Zehan.^^^


Setelah mengatakan hal itu, Tara pun langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.


"Kenapa Mama manggil Pak Joni buat jemput Chika kan ada Mama?" tanya Chika.


"Kamu makin besar makin buat Mama kesel tau gak, udah kamu pulang bareng Pak Joni aja," ucap Tara lalu melajukan mobilnya menuju halte yang berada di dekat kantor Zehan yaitu tempat Pak Joni akan menjemput Chika.


"Udah keluar sana kamu," usir Tara.


"Tapi Ma...," ucapan Chika terhenti lantaran Tara yang menyelanya.


"Udah keluar sana lama banget sih kamu ini, nih bawa perlengkapan kamu ganggu mata aja," ucap Tara lalu memberikan tas tersebut pada Chika.


Akhirnya Chika pun keluar dari mobil Tara dan Tara segera melajukan mobilnya, "Tuhan kenapa Mama nya Chika jahat sama Chika ya? apa Mama gak sayang sama Chika ya hiks hiks," tanya Chika dan akhirnya ia pun menangis.


Beberapa saat kemudian, Pak Joni datang dan melihat Chika yang menangis, "Astaga non Chika, kok nangis sih ayo kita pulang," ucap Pak Joni.


"Pak Joni, Mama nya Chika gak sayang ya sama Chika kok Mama ninggalin Chika di halte hiks hiks," ucap Chika yang masih menangis.


"Gak Non, Mama Tara itu sayang sama non Chika mungkin Nyonya lagi ada masalah aja, udah aja gak usah nangis nanti cantiknya hilang loh kalau non Chika nangis," ucap Pak Joni dan diangguki Chika.


"Mama marah mungkin karena tadi Mama di marahin uncle," ucap Chika.


'Astaga Nyonya Tara masih aja ngejar Pak Zehan, padahal Pak Zehan punya istri bahkan Pak Zehan sering nolak Nyonya dan Tuan Rendy sangat mencintai Nyonya, tapi Nyonya menyia-nyiakan semuanya hanya untuk Pak Zehan yang jelas-jelas menolak Nyonya,' ucap Pak Joni dalam hati.


.


.


.


Tbc.


Btw author lupa nama Ayahnya Chika, jadi author ganti Rendy aja ya🙏

__ADS_1


__ADS_2