Married With Mantan

Married With Mantan
Bunga Gerbera


__ADS_3

"Maksud kamu apa Yang? kenapa Tara juga di kasih? kayaknya kita belum pernah bahas masalah ini deh," tanya Zehan saat mereka sudah berada di dalam kamar.


"Gini ya Yang, aku mau kasih itu ke Tara sebagai tanda kalau aku pengen perbaiki semuanya, aku pengen kita berteman kayak dulu lagi," ucap Arin.


"Tapi Yang, Tara itu gak akan bisa kayak gitu dia bakal tetep jahat kayak dulu dan dia pasti bakal cari cara supaya kita berpisah jadi aku harap kamu jangan kayak gini," ucap Zehan.


"Tapi Yang, gimana dong oleh-olehnya kalau gak boleh buat Tara," ucap Arin.


"Buat Abrar aja dia pasti mau," ucap Zehan.


"Hem yaudah deh," ucap Arin.


Saat sedang istirahat tiba-tiba Arin teringat pertanyaan Zehan mengenai kembali bekerja di kantor, sebenarnya Arin ingin kembali, tapi ia takut jika suatu saat nanti semua karyawan tau mengenai statusnya sebagai istri dari Zehan yang notabennya adalah Presdir di kantor, Arin takut jika banyak karyawan yang merasa tidak adil dengannya.


'Udah Rin, gak usah dipikirin mending sekarang kamu istirahat aja,' ucap Arin dalam hati.


"Kamu mau pergi sekarang?" tanya Arin.


"Iya, Panji udah keteteran, jadi aku ke kantor dulu ya," ucap Zehan dan diangguki Arin.


Pagi harinya, Arin sudah siap untuk pergi ke toko dan dia sedang menunggu Zehan karena tadi Zehan meminta agar ia mengantar Arin ke toko dan Arin pun menyetujuinya.


Sebenarnya Arin menolaknya karena Zehan pulang jam 2 dini hari, tapi zehan memaksa untuk mengantarnya dan mau tidak mau Arin pun menyetujuinya.


"Yuk Yang," ajak Zehan lalu menuju mobilnya.


"Kamu bawa mobil sendiri gak sama Pak Tio?" tanya Arin saat Zehan menuju ke kursi pengemudi.


"Gak Pak Tio hari ini nganterin Mama ke rumah temennya," ucap Zehan dan diangguki Arin.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit akhirnya mereka sampai di toko bunga milik Kinan, saat Arin akan keluar dari mobil tiba-tiba saja Zehan menarik tangannya dan mengecup kening Arin.


"Ingat pikirin baik-baik ya, kamu mau balik ke kantor apa gak? aku gak maksa kamu harus balik lagi, tapi aku harap kamu pertimbangkan semuanya dan apapun keputusan kamu nantinya aku bakal tetep dukung kamu sayang," ucap Zehan lalu mengecup Arin kembali bukan di kening melainkan di bibir.


Arin merasa senang bercampur deg-degan bahkan saat ini pipinya sudah merah akibat perlakuan Zehan padanya.


"Ya-yaudah aku pikirin lagi, tapi aku pergi dulu soalnya aku takut Kinan marah nanti kalau aku telat dah," ucap Arin yang mencium pipi Zehan, namun ia segera keluar dari mobil dan berlari menuju toko.


Zehan yang melihatnya pun semakin gemas dengan tingkah sang istri yang tengah salah tingkah saat ini.


Arin berlari menuju toko lalu berhenti saat di depan Kinan, "Ngapain lo Rin, lari kayak gitu?" tanya Kinan.

__ADS_1


"Ga-gapapa kok Nan, aku cuma takut telat aja," ucap Arin.


"Gue kirain kenapa, oh iya gimana honeymoon lo?" tanya Kinan.


"Ya gak gimana-gimana," ucap Arin.


"Maksud gue itu, negara X bagus gak?" tanya Kinan.


"Bagus banget Nan, seharusnya aku ngajakin kamu soalnya kamu pasti suka banget deh sama negara X nih liat bagus kan," ucap Arin dan menunjukkan foto liburannya saat di negara X bersama Zehan.


"Ih bagus banget gue kaos pengen ke sana deh," ucap Kinan.


"Iya Nan, bagus banget disana makanya aku nyesel gak ngajak kamu," ucap Arin.


"Permisi," ucap seorang perempuan saat mereka sedang berbicara.


"Oh iya ada yang bisa kami bantu?" tanya Arin.


"Saya mau beli bunga ini," ucap perempuan tersebut sambil menunjuk bunga yang ingin ia beli.


"Oh iya Kak sebentar," ucap Arin lalu mengambilkan pesanan perempuan tersebut.


"Ini Kak," ucap perempuan tersebut.


Arin berada di toko sendirian lantaran Kinan tadi pergi untuk mengantarkan Mamanya ke Dokter, sedangkan Mario sedang menemui temannya dan Gita izin karena sedang ujian di kampus.


"Permisi paket," ucap kurir.


"Ah iya ada apa ya Pak?" tanya Arin.


"Ini ada paket Mbak atas nama Arinni Esha Nalini," ucap kurir tersebut.


"Oh iya saya sendiri Pak," ucap Arin lalu kurir tersebut memberikan sebuah kotak yang tidak terlalu besar.


"Ini dari siapa ya Pak?" tanya Arin.


"Saya juga kurang tau Mbak kalau begitu saya permisi," ucap kurir tersebut lalu pergi.


"Dari siapa ya kok gak ada nama pengirimnya," gumam Arin lalu membuka kotak tersebut yang ternyata isinya setangkai bunga mawar putih dan juga bunga berwarna kuning yang Arin pun tidak mengetahui nama bunga tersebut.


"Ada suratnya," gumam Arin lalu membuka surat tersebut dan membacanya.

__ADS_1


'Bunga gerbera salah satu bunga yang melambangkan cinta yang sudah lama terikat, dimana aku sudah menyukaimu saat kita pertama kali bertemu hingga saat ini Rin, tapi aku selalu memendam perasaanku. Selain itu, bunga gerbera juga melambangkan kesetiaan dimana aku berjanji pada diriku sendiri untuk selalu ada di samping kamu sampai maut memisahkan. Arin aku serius dengan semua kata-kataku aku ingin kita bersama membentuk sebuah keluarga kecil, Arinni Esha Nalini, will you marry me,'


"Hah gila kali ya dia siapa sih sumpah aku jadi takut kalo kayak gini," ucap Arin lalu membuang bunga tersebut kedalam sampah.


Tanpa Arin sadari seorang pria tengah memperhatikannya sedari tadi dan dia juga melihat Arin membuang bunga tersebut ke tempat sampah.


"Rin, aku pastikan suatu saat nanti kamu bakal jatuh kedalam pelukanku dan saat itu terjadi aku gak akan pernah lepaskan kamu," gumam pria tersebut lalu pergi.


.


Zehan sendiri langsung menuju ke kantornya dan saat sampai di kantor Zehan segera menuju ruang kerjanya.


Saat akan menuju ruang kerjanya ia melihat salah satu karyawannya sedang teriak di lobby, "Perusahaan ini payah dan Presdir di sini juga bod*h!" teriak karyawan tersebut.


Zehan pun menghampirinya "Terus kalau memang perusahaan ini payah dan Presdir disini bod*h kenapa masih disini silahkan pergi," ucap Zehan.


"Dasar sial*n," ucap karyawan tersebut dan memukul Zehan hingga bibir Zehan terluka dan berdarah.


Semua karyawan yang melihat pun merasa kasihan dengan karyawan tersebut karena ia memukul seorang Zehan yang artinya hidupnya sebentar lagi akan hancur.


Zehan pun hanya melihat ke arah karyawan tersebut dengan tatapan yang tidak bisa dibaca, "Kenapa? kau ingin memukulku?" tanya karyawan tersebut.


"Untuk apa aku memukulmu, aku tidak akan mengotori tanganku hanya untuk karyawan rendahan sepertimu oh iya ralat bukan karyawan rendahan, tapi seorang pengangguran, satu lagi bukankah kau mau tau kenapa aku memecatmu sampai kau teriak seperti tadi, itu karena di perusahaan ku tidak butuh orang yang menjadi benalu sepertimu," ucap Zehan sambil mengusap bibirnya yang berdarah dan meninggalkan karyawan tersebut.


Karyawan tersebut semakin emosi dan berteriak di depan semua karyawan, "Ngapain kalian liat-liat heh," ucap karyawan tersebut lalu meninggalkan perusahaan.


Saat Zehan berada di ruang kerja tiba-tiba Panji masuk kedalam ruang kerjanya dan mengatakan jika akan diadakan rapat untuk membahas mengenai acara ulang tahun perusahaan.


"Permisi Pak saya ingin memberitahukan bahwa nanti akan diadakan rapat jam 1 untuk membahas mengenai perencanaan ulang tahun perusahaan dan juga untuk membahas mengenai proyek hotel yang ada di kota C," ucap Panji.


"Iya, nanti saya akan ke sana," ucap Zehan.


"Baik Pak, maaf sebelumnya, tapi kemarin Bu Tara datang dan ingin bertemu dengan Bapak lalu Bu Tara juga mengatakan akan datang hari ini," ucap Panji.


"kalau nanti Tara datang, jangan biarkan dia masuk dan suruh dia pergi karena saya sedang sibuk dan tidak mau diganggu," ucap Zehan.


"Baik, Pak," ucap Panji lalu keluar dari ruangan tersebut.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2