Married With Mantan

Married With Mantan
Tegang


__ADS_3

Saat ini, Arin sedang istirahat karena pernikahannya akan diadakan besok saat Arin berusaha untuk memejamkan matanya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya lalu Arin melihat ke arah Kinan yang sudah tertidur pulas, akhirnya Arin pun menuju ke arah pintu dan membuka pintu tersebut.


Saat Arin membuka pintu tersebut tidak ada siapapun di sana, namun Arin melihat buket bunga mawar putih dengan buket bunga sama seperti yang ia dapatkan sebelumnya.


"Siapa yang ngirim ini," gumam Arin lalu mengambil bunga tersebut.


"Gak ada nama pengirimnya lagi," lanjut Arin.


Arin pun masuk kedalam rumah dan beristirahat karena besok adalah hari yang spesial untuk dirinya.


Malam harinya, Arin dan Kinan tengah bersiap-siap dan Arin pun mencoba gaun yang akan ia pakai besok.


"Cantik banget lo, Nan. Pasti banyak tamu yang iri sama lo," ucap Kinan.


"Biasa aja sih Nan akunya cuma gaunnya aja yang bagus jadi ketolong deh," ucap Arin.


"Lo itu emang suka banget merendah padahal emang lo cantik banget pake baju ini," ucap Kinan.


Saat tengah mengobrol tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, "Siapa?" tanya Kinan pada Arin.


"Aku juga gak tahu siapa, sebentar ya aku bukain dulu," ucap Arin, baru saja akan berdiri, namun Kinan menahan tangan Arin.


"Gak usah Rin, biar gue aja o kan masih pakai gaun," ucap Kinan dan diangguki Arin.


Kinan pun menuju ke arah pintu dan membuka pintu tersebut dan melihat seorang kurir yang sedang membawa bujet bunga.


"Ada apa ya?" tanya Kinan.


"Benar ini rumahnya Arinni Esha Nalini?" tanya kurir tersebut.


"Iya memangnya ada apa?" tanya Kinan.


"Ini Mbak ada kiriman dari seseorang untuk Mbak Arin," ucap kurir tersebut dan memberikan bunga tersebut pada Kinan.


"Oh iya terima kasih," ucap Kinan lalu mengambil bunga tersebut.


Kinan masuk kedalam rumahnya dengan bertanya-tanya siapa yang mengirim bunga ini, 'Apa Zehan ya?' tanya Kinan dalam hati.


"Rin, nih ada bunga buat lo," ucap Kinan lalu memberikan bunga tersebut pada Arin.


"Buat aku?" tanya Arin.


"Iya, nih," ucap Kinan.


Kaila pun mengambil bunga tersebut 'Mawar putih lagi, siapa yang ngirim?" tanya Arin pada dirinya sendiri.


"Dari siapa Rin?" tanya Kinan.


"Aku juga gak tau Nan, ini dari siapa," ucap Arin.


"Dari Zehan mungkin," ucap Kinan.


"Iya mungkin Nan, tapi nih ya Nan. Sebenarnya aku udah dapet bunga kayak gini udah yang ketiga kalinya dan yang lebih mengherankan bunganya sama mawar putih terus gak ada nama pengirimnya," ucap Arin.


"Penggemar rahasia lo itu Rin," ucap Kinan.


"Awalnya aku juga pikir gitu Nan, tapi kok lama-lama aku takut ya," ucap Arin.


"Ini ada suratnya Rin," ucap Kinan dan mengambil surat yang ada di di buket bunga tersebut.


Arin pun membuka surat tersebut dan membacanya.


Hai Rin, gimana ya aku ngomongnya, kamu pasti kaget ya dapet bunga mawar putih dari aku, kamu tau gak kenapa aku kasih kamu mawar putih? eh aku kasih tau aja ya jadi mawar putih itu memiliki banyak lambang salah satunya lambang keromantisan dimana mawar putih juga terkenal akan lambang dari cinta sejati dan juga melambangkan kemurnian dan kesucian yang diyakini mampu memberikan gambaran perasaan cinta yang tulus dari seseorang kepada kekasih hati. Karena alasan itu aku ngasih bunga mawar putih ke kamu yang menunjukkan ketulusan cintaku ke kamu Rin, aku harap kamu tau perasaan aku ke kamu, Arinni Esha Nalini, I Love You.


"Ih Zehan kok so sweet gini sih Rin, jadi pengen deh Andis ngelakuin ini ke gue," ucap Kinan.


"Apaan sih Nan," ucap Arin yang mukanya mulai memerah.


"Jujur Rin, ini Zehan so sweet nya minta ampun loh pake mawar putih lagi lambang cinta lah," ucap Kinan.


"Tau nih kok Zehan kayak gini sih padahal waktu pacaran dulu Zehan cuek banget kan Nan," ucap Arin.


"Nah itu Rin, mungkin semenjak lo ninggalin Zehan waktu itu, jadinya dia mulai sadar kali," ucap Kinan.


"Iya kali Nan," ucap Arin.

__ADS_1


"Siap-siap Rin, waktu lo udah nikah sama Zehan, lo di gombalin terus," goda Kinan.


"Apa sih Nan, belum juga nikah," ucap Arin.


"Ya kan besok lo udah sah jadi istrinya Zehan," ucap Kinan.


"Iya deh kalah aku sama kamu Nan," ucap Arin lalu menciumi bunga mawar putih yang ia bawa.


"Diciumi terus tuh bunga," ucap Kinan.


"Ya kan emang wangi Nan, makanya aku cium," ucap Arin.


"Oh iya Nan, btw aku pengen tau deh sejak kapan sih kamu tuh deket sama Andis kok tiba-tiba ada benih-benih cinta diantara kalian?" tanya Arin.


"Kok jadi cerita tentang gue sih Rin?" tanya Kinan.


"Ya gak Nan, cuma pengen tau aja gitu soalnya kan penasaran tiba-tiba udah sering jalan aja," ucap Arin.


"Gue tuh mulai deket sama Andis waktu kita selesai dari pantai Rin," ucap Kinan.


"Kok bisa?" tanya Arin.


"Gak tau juga, tapi tiba-tiba Andis chat gue gitu. Awalnya sih gue cuekin Andis, Rin, ya karena dia tuh temennya Zehan," ucap Kinan yang menceritakan awal mula ia dekat dengan Andis.


"Terus?" tanya Arin.


"Ya Andis deketin terus gitu kayak gak nyerah akhirnya dia minta ketemuan ya gue temuin lah dia," ucap Kinan.


"Katanya kamu cuek ke Andis, tapi kok mau sih ketemuan sama Andis," ucap Arin.


"Gue belum selesai ceritanya Arinni, tunggu gue selesai dulu baru nyerobot," ucap Kinan.


"Hehehe maaf Nan, aku gemes soalnya sama cerita kamu," ucap Arin.


"Di lanjutin gak nih ceritanya kalau gak gue tidur aja," ucap Kinan.


"Ya dilanjutin dong Nan," ucap Arin.


"Nah gue tuh mau ketemu Andis sebenernya biar Andis gak chat gue terus gitu loh Rin dengan peringatan gue secara langsung gue berharap Andis gak deketin gue lagi," ucap Kinan.


"Jadi gue tuh udah bilang gitu kan ke Andis ya pokoknya jangan ganggu gue lagi gitu ya kan, nah waktu gue mau balik, Andis bilang kalau gue ngehindarin dia gara-gara gue suka sama dia ya gue gak terima dong Rin, akhirnya gue mau deh jalan sama tuh orang," ucap Kinan.


"Halah Nan, akhirnya juga suka aja," ucap Arin.


"Lo kok gak jelas gitu sih Rin, udah ah gue tidur dulu," ucap Kinan.


.


Zehan sendiri yang saat ini sedang berada di rumahnya ia sangat gugup sampai-sampai ia terus minum air es yang tadi ia bawa.


"Han, lo gak dingin apa malem-malem gini minum air es gue yang ngeliatnya aja merinding," ucap Abrar.


"Gue deg-degan Brar, gimana kalau besok gue gak jadi nikah sama Arin," ucap Zehan.


"Lo Zehan kan orang yang dingin, cuek dan kejam yang selama ini gue kenal," ucap Abrar.


"Apa lo bilang," ucap Zehan.


"Santai Han, emang gitu kan kenyataannya. Lo tuh banyak ditakuti sama karyawan lo sendiri," ucap Abrar.


"Zehan itu udah berubah Brar semenjak ketemu sama calon menantu Tante," ucap Mama Naura.


"Bener banget Tante, Zehan yang awalnya super duper gak bisa di sentuh akhirnya bisa disentuh sekarang Tante, ya meskipun cuman nyolek aja," ucap Abrar yang membuat Mama Naura tertawa.


.


Hari yang di tunggu pun tiba, Zehan sangat tampan dengan kemeja putih dan jas hitamnya, ia akan melaksanakan pemberkatan di salah satu gereja yang cukup terkenal di kota A dan setelah itu pernikahannya akan di laksanakan di salah satu hotel berbintang yang dan di kota A.


Zehan saat ini sangat gugup sejak tadi ia terus meminum air agar kegugupannya saat ini sedikit berkurang.


"Lo tegang banget Han," ucap Abrar.


"Tau nih seorang Zehan bisa tegang juga ya sampe dingin loh tangannya," ucap Andis dengan memegang tangan Zehan.


"Diem deh lo berdua, gue nih gugup banget loh nanti kalau gue gak bisa jalan berdiri di samping Arin gimana," ucap Zehan.

__ADS_1


"Loh malah mikir gitu ka seharusnya lo itu mikir soal malam pertama lo sama Arin," ucap Abrar.


"Ucapan lo bener Brar," ucap Andis.


"Udah deh lo berdua dari tadi berisik banget, kasihan tuh temen lo udah mau kejang-kejang karena terlalu tegangnya hahaha," ucap Okha.


"Lo sama aja Kha kayak Abrar sama Andis," ucap Zehan.


"Kok jadi ngobrol sih tadi kan kita kesini mau ngajakin Zehan ke tempat pemberkatan," ucap Okha.


"Oh iya yuk Han, lupa gue," ucap Andis.


Mereka berlima pun menuju ke tempat pemberkatan saat sampa disana semua tamu undangan sudah hadir.


Setelah beberapa sambutan dari keluarga dan juga yang lainnya, akhirnya pintu ruangan tersebut terbuka dan menampilkan Arin yang begitu cantik dengan gaun berwarna putih dan sesuai dengan keinginan Zehan.


Tak lupa, Arin di dampingi Paman Tommy yang menggunakan setelan jas yang begitu mahal sesuai keinginan Paman Tommy.


Saat Arin berada di samping Zehan, Zehan langsung mengambil alih Arin dari Paman Tommy dan setelah itu Paman Tommy pun duduk di tempat uang di sediakan.


Zehan dana Rin akhirnya mengucapkan janji pernikahan di depan pendeta dan semua tamu undangan dan setelah itu Zehan lun mencium bibir Arin.


Zehan yang melihat wajah merah Arin begitu terpesona, ia menyadari kecantikan Arin dari dulu tapi hari ini Arin tampak berbeda.


Rasanya jantung Zehan ingin keluar melihat kecantikan Arin, ia sangat ingin mendekat dan memeluk Arin yang sudah sah menjadi istrinya.


"Terima kasih sayang," bisik Zehan setelah ciumannya.


Akhirnya setelah acara pengucapan janji suci antara Zehan dan Arin, saat ini seluruh keluarga yang ada di sana pun menghampiri pasangan suami istri baru tersebut.


Mereka pun foto bersama Zehan dan Arin, Zehan dan Arin hanya mengundang keluarga terdekat saja bahkan teman kantornya tidak ada yang mengetahui mengenai pernikahan mereka kecuali Adel itupun karena Adel tidak sengaja memergoki undangan pernikahan Zehan dan Arin.


# Flashback On #


Arin saat ini sedang bersama Kinan di rumah Arin untuk membantu Arin menyiapkan barang yang akan ia bawa saat Arin tinggal bersama Zehan nantinya.


Sebelumnya, Zehan sudah memberitahu Arin jika setelah menikah mereka akan tinggal di kediaman Gulzar.


Saat sedang menyiapkan bajunya tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah Adel, "Halo Arin eh ada Kinan juga ternyata, halo Arin halo Kinan," sapa Adel.


"Kenapa Del? kok kamu kesini gak ngabarin aku dulu aku jadi gak nyiapin sesuatu deh," ucap Arin.


"Gapapa kok Rin, gue cuma pengen mampir aja kok," ucap Adel lalu duduk di samping Arin.


"Kalian ngapain nih?" tanya Adel.


"Oh ini cuma beres-beres aja soalnya gak tertata gitu," ucap Kinan.


Caca melihat sekeliling meja dan ia menemukan undangan pernikahan lalu ia membukanya dan ia terkejut lantaran itu adalah undangan pernikahan Zehan dan Arin.


"Hah, Pak Zehan sama Arin!" teriak Adel.


Arin dan Kinan pun menoleh dan mendapati Adel yang membuka undangan pernikahan Arin dan Zehan.


"Maksudnya ini apa Rin? semoga ini gak kayak yang gue pikirin Rin?" tanya Adel.


"Arin mau nikah sama Pak Zehan, Del," ucap Kinan.


"Beneran Rin? kenapa lo kok gak bilang ke gue?" tanya Adel.


"Oh itu karena pernikahan ini emang cuma digelar secara sederhana aja Del makanya aku gak ngundang orang kantor maafin aku ya Del," ucap Arin.


"Iya, tapi aku gak diundang nih kan aku udah tahu?" tanya Adel


"Ini, karena kamu udah tau jadi aku undang kamu, tapi jangan bilang orang lain ya Del," ucap Arin lalu memberikan undangan tersebut pada Adel.


Ya, Arin memang sengaja melebihkan undangannya karena takut ada orang terdekatnya yang lupa ia undang.


# Flashback Off #


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2