
"Aku gak akan ajak Tara kok," ucap Zehan.
"Kenapa?" tanya Arin.
"Ya, karena aku pengen berduaan sama kamu kalau ada Tara dia pasti bakal ganggu kita terus," ucap Zehan.
"Mama setuju sama Zehan, Tara gak usah di ajak, ganggu aja lagian Mama gak suka sama dia," ucap Mama Naura.
"Iya, Chesa juga setuju," ucap Chesa.
"Papa gimana?" tanya Arin.
"Kalau Papa sih setuju aja terserah Tara mau ikut atau gak," ucap Papa Rendra dan mendapat tatapan tajam dari Mama Naura.
"Eh, maksud Papa itu Papa setuju kalau Tara gak ikut biar gak ganggu," ucap Papa Rendra.
"Nah bagus, semuanya setuju itu artinya gak usah ajak Tara," ucap Mama Naura.
.
Arin saat ini sudah berada di kantor dan ia sedang di kantin dengan yang lainnya.
"Eh kalian tau gak gue dapet kabar dari Pia bagian sekretaris katanya Pak Zehan bakal bawa Bu Tara sama anak mereka," ucap Vira.
Arin yang mendengar perkataan Vira pun tersedak hingga membuat semua orang yang ada di sana menatapnya.
Adel yang melihatnya pun segera memberikan minuman ke Arin, namun terhenti karena Tristan memberikan minuman terlebih dahulu.
"Kamu gapapa?" tanya Tristan.
"Iya gapapa kok Tan," ucap Arin.
"Tunggu sejak kapan lo manggil kamu Tan?" tanya Gabby.
"Sejak hari ini kenapa emangnya? apa ada masalah?" tanya Tristan.
"Ya gak ada sih kan gue cuma tanya Tan, lagian lo kok sewot banget sih akhir-akhir ini sama kita," ucap Gabby.
"Sorry gue masih ada urusan gue pergi dulu," ucap Tristan lalu pergi meninggalkan Arin, Vira, Adel dan Gabby.
"Kenapa sih Tristan kok makin aneh gitu baru putus cinta apa gimana dia tuh," ucap Vira.
"Bener kayanya si Tristan baru ditolak sama cewek," ucap Gabby.
"Oh iya Rin, lo gapapa kan?" tanya Adel.
"Iya Del, aku gapapa kok," ucap Arin.
"Ra, lanjutin cerita lo dong," pinta Gabby.
"Cerita yang mana?" tanya Vira.
"Cerita yang katanya Pak Zehan bakal bawa Bu Tara sama anak mereka," ucap Gabby.
"Emang itu anaknya Pak Zehan ya, gue kayaknya gak pernah denger Pak Zehan bilang kalau itu anaknya. Lagian nih ya Pak Zehan juga kan gak pernah bilang kalau Pak Zehan ada hubungan sama Bu Tara dan itu artinya kalian gak bisa nyimpulin kalau Pak Zehan sama Bu Tara ada hubungan," ucap Adel lalu berdiri dan pergi.
"Ini Adel juga kenapa kok emosi gitu sih?" tanya Vira.
"Tau nih kenapa si Adel?" tanya Gabby.
"Aku juga gak tau bentar ya aku ke Adel dulu," ucap Arin lalu pergi dan menghampiri Adel yang berada di taman saat ini.
__ADS_1
"Kamu kenapa Del?" tanya Arin dan duduk di samping Adel.
"Gue tuh kesel banget tau gak Rin sama mereka yang selalu aja bilang kalau Pak Zehan itu ada hubungan sama Bu Tara di depan lo lagi, mereka tuh gak mikirin perasaan lo apa, kalau gue jadi lo, gue udah patahin kaki mereka," ucap Adel kesal.
"Del, aku gapapa kok kan wajar kalau mereka mikir gitu mereka kan gak tau hubungan aku sama Zehan jadi yaudah sih gak usah di pikirin, kamu tau gak ini semua tuh emang rencananya Tara, dia sengaja nyebarin berita ini biar semua orang berfikir kalau dia adalah ada hubungan sama Zehan paham Del, jadi aku gak aku ambil pusing sama rencananya Tara," ucap Arin.
"Gue gak tau lagi Rin, lo kok bisa sih ngehadapin mereka gitu, lo emang bilang kalau lo gapapa, tapi dalam hati lo sebenarnya sakit kan Rin," ucap Adel.
"Del sakit itu ada, tapi semua itu tergantung sama cara pandang kita berfikir tentang rasa sakit itu," ucap Arin.
"Tapi mereka tuh bener-bener keterlaluan," ucap Adel.
"Tunggu deh Del, aku kan korbannya disini seharusnya aku yang emosi dengan semua ini, tapi kok malah kamu yang jadi emosi gitu sih Del," ucap Arin.
"Gue juga gak tau Rin, gue kesel aja gitu," ucap Adel.
"Yaudah kita masuk yuk tadi Vira sama Gabby tanya terus kenapa kamu jadi sensitif gitu," ajak Arin.
"Emang ya si Gabby tuh anggotanya akun gosip terus kalau Vira itu adminnya tau aja segala gosip yang ada di kantor kecuali hubungan lo sama Pak Zehan," ucap Adel.
"Ada-ada aja kamu Del, yuk," ajak Arin.
Saat memasuki ruang kerja, Adel langsung dihadang oleh Gabby dan Vira, "Kenapa?" tanya Adel.
"Lo kok tanya kenapa harusnya kita yang tanya ke lo Del? lo kok jadi sensitif gini? asal lo tau Del waktu lo marah kayak tadi gue takut tau gak liatnya kalau ada apa-apa bilang aja Del jangan marah?" tanya Vira.
"Gue gak kenapa-napa kok," ucap Adel lalu menuju ke mejanya.
"Kalau gak kenapa-napa kok lo sensi gitu sama kita," ucap Gabby.
"Gue beneran gak kenapa-napa kok gue cuma lagi bad mood aja mungkin bentar lagi gue bakal kedatangan tamu bulanan," ucap Adel.
"Huh syukur deh Del kalau lo cuma bad mood biasa gue kirain gue punya salah gitu," ucap Gabby.
"Oke, kalau gitu sekarang udah gak ada lagi kesalahpahaman kan jadi kita masih bisa temenan kan?" tanya Arin.
"Ya masih lah masa cuma gara-gara Adel mau kedatangan tamu pertemanan kita retak gitu," ucap Vira.
"Uhm so sweet," ucap Gabby lalu mereka pun berpelukan.
"Kalian kenapa pelukan kayak gitu?" tanya Zehan.
Mereka pun sontak menoleh ke arah pintu dan melihat Zehan yang berdiri di pintu.
"Pak Zehan," panggil Vira.
"Pak, tadi itu cuma...," ucap Gabby yang bingung untuk memberikan alasan.
"Lagi bahagia Pak, memang seperti itulah perempuan Pak kalau lagi bahagia," ucap Adel.
"Oh oke saya kesini cuma mau ngasih ini, saya mau pertemuan dengan Pak Wilson buat kerjasama di kota C berjalan lancar," ucap Zehan dan memberikan berkas tersebut ke Vira lalu pergi dari ruangan tersebut.
"Astaga Pak Zehan, meleleh gue liatnya," ucap Gabby.
"Sadar diri By, Pak Zehan bukan jodoh lo," ucap Adel.
"Tuh di nasehatin Adel," ucap Vira.
"Udah balik lagi nih anak cerewetnya," ucap Gabby.
"Udah yuk kita cek nih berkas yang bikin mata gue muter," ucap Vira.
__ADS_1
Setelah bekerja seharian, Arin pun pulang ke kediaman keluarga Gulzar dan saat masuk ia tersenyum melihat Chesa yang sedang menari tidak jelas.
"Kak Arin udah dari tadi ya?" tanya Chesa saat melihat Arin.
"Gak kok ini Kakak baru sampai terus ngeliat kamu lagi nari gitu," ucap Arin.
"Hehehe mumpung rumah lagi sepi Kak makanya aku nari kayak gini kalau ada orang pasti nanti diliatin, tapi kalau ada Kak Arin sih Chesa gak masalah," ucap Chesa.
"Emangnya Mama sama Papa kemana?" tanya Arin.
"Mama sama Papa lagi kencan Kak," ucap Chesa.
"Oh terus kamu gak kencan?" tanya Arin.
"Kak Arin ngeledekin Chesa ya," ucap Chesa.
"Gak kok, Kakak gak ngeledekin kamu, kan Kakak cuma nanya siapa tau kamu ada gebetan gitu biasanya kan anak jaman sekarang udah punya pacar atau gak gebetan gitu kan," ucap Arin.
"Itu kan biasanya Yang, tapi beda kalau Chesa soalnya cowok-cowok pada takut," ucap Zehan lalu duduk di samping Arin.
"Kak Zehan nih mulai deh, maaf ya Kak, tapi Chesa itu lagi gak pengen aja pacaran ganggu tau gak," ucap Chesa.
"Bener Chesa ganggu kalau pacaran itu mending kamu fokus sama pelajaran kamu," ucap Arin.
"Kamu dulu pas SMA pacaran gitu," ucap Zehan.
"Kak Arin waktu SMA udah pacaran, wah siapa Kak pacarnya pasti ganteng banget deh soalnya kan Kak Arin cantik, tapi sayangnya Kak Arin malah nikah sama Kak Zehan?" tanya Chesa.
"Maksud kamu apa?" tanya Zehan.
"Gak kok Kakak salah denger kali, oh iya Kak Arin siapa pacar Kakak dulu Chesa jadi penasaran?" tanya Chesa.
"Ngapain penasaran sih orang pacarnya Arin pas SMA itu kakak," ucap Zehan.
"Kak Zehan kalau bercanda gak lucu ya kali Kak Arin pacaran sama Kak Zehan," ucap Chesa.
"Kalau gak percaya tanya aja sendiri," ucap Zehan.
"Beneran Kak? Kak Zehan itu pacarnya Kak Arin waktu SMA?" tanya Chesa.
"Hem iya," ucap Arin dengan menganggukkan kepalanya.
"Wah! Kak Arin udah pacaran sama Kak Zehan dari dulu, tunggu atau jangan-jangan Kak Arin itu cewek yang buat Kak Zehan sampai frustasi dan pindah ke negara D?" tanya Chesa.
"Kamu pindah ke negara D?" tanya Arin pada Zehan.
"Hem itu, ya bisa dibilang begitu sih," ucap Zehan.
"Jadi Kak Arin! cewek yang udah ninggalin Kak Zehan dulu?" tanya Chesa dan diangguki Zehan.
"Kenapa? kok Kak Arin ninggalin Kak Zehan waktu itu?" tanya Chesa.
"Udah, ceritanya nanti aja sekarang kita istirahat yuk Yang," ajak Zehan lalu mereka menuju ke kamarnya begitupun Chesa.
"Pasti ada yang gak beres sampai Kak Arin ninggalin Kak Zehan," gumam Chesa sebelum masuk kedalam kamarnya.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.