Married With Mantan

Married With Mantan
Resign Lagi


__ADS_3

"Huh, oke aku ceritain semuanya, tapi kamu gak boleh emosi loh Nan," ucap Arin.


"Iya iya Rin, gue janji gak bakal emosi," ucap Kinan.


Setelah itu, Arin pun menceritakan bagaimana Yura dan teman-temannya memukulinya.


"Rin, mereka yang udah ngelakuin ini semua ke lo, benar-benar ya gak bisa dibiarin emang tuh anak," ucap Kinan.


"Nan, aku kan udah bilang kalau kamu gak boleh emosi," ucap Arin.


"Ya emang Rin, tapi ini mereka itu udah keterlaluan banget sama lo, untung aja anak lo gapapa kalau sampai anak lo kenapa-napa, gue langsung samperin dan gantung mereka satu-satu," ucap Kinan dengan emosi.


"Arin, gimana keadaan lo?" tanya Adel yang masuk kedalam rumah Kinan dengan teriak.


"Kok kamu tau Del, aku ada disini?" tanya Arin.


"Gue yang ngasih tau Rin, ya gue bingung lo langsung pingsan gitu makanya gue telpon Adel tadi," ucap Kinan.


"Lo kenapa Rin? ada yang sakit gak? terus gimana si baby baik-baik aja kan ya?" tanya Adel dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Nafas dulu Del," ucap Kinan.


"Gak bisa Nan, gue tuh penasaran banget tau gak, waktu lo bilang kalau Arin di rumah lo dan dia pingsan gue langsung panik nih liat sampai gue masih pakai sandal tidur gue," ucap Adel.


"Uhhhh Adel, makasih ya," ucap Arin dan memeluk Adel.


"Iya Arin," ucap Adel yang juga membalas pelukan Arin.


"Hii najis banget," ucap Kinan.


"Oh iya, lo belum jawab pertanyaan gue tadi," ucap Adel.


"Pertanyaan yang mana?" tanya Arin.


"Itu loh pertanyaan yang keadaan lo gimana?" tanya Adel lagi.


"Intinya gini ya Del, Arin itu sehat dia cuma butuh istirahat aja," ucap Kinan.


"Huh, lo tuh ya Nan. Padahal nih ya gue pengen denger jawabannya Arin juga," ucap Adel.


"Kan Arin nya lagi butuh istirahat, jadi gue deh yang jawab pertanyaan lo," ucap Kinan.


"Oke deh, gue gak peduli masalah itu terus gimana kok lo bisa pingsan sih Rin?" tanya Adel.


"Gimana ya, aku jelasinnya," ucap Arin.


"Biar gue aja yang jelasin ke Adel, Rin. Jadi, gini Del...," Kinan pun menceritakan semua kejadian yang dialami Arin hari ini dan hari-hari sebelumnya.


"Maksud lo Zehan masih semarah itu sama lo Rin?" tanya Adel.


"Iya gitu Del," ucap Kinan.


"Lo lagi Nan yang jawab," ucap Adel.


"Ya kan sama aja kalau endingnya Arin bakal jawab kayak gitu Del," ucap Kinan.


"Terus sekarang lo gimana Rin?" tanya Adel.

__ADS_1


"Aku kayaknya bakal resign lagi deh dari kantor," ucap Arin yang membuat Kinan dan Adel terkejut.


"Tunggu maksud lo, lo mau ngundurin diri gitu Rin?" tanya Kinan.


"Iya Nan," ucap Arin.


"Lo gila ya, Rin. Gak gue gak setuju," ucap Kinan.


"Aku gak minta persetujuan kamu, aku udah ada surat pengunduran diri dan ini aku titipin ke kamu, aku masih belum bisa kesana karena aku mau istirahat," ucap Arin.


"Tapi kenapa harus resign sih Rin? gak ada jalan lain apa?" tanya Adel.


"Aku gak bisa Dek bertahan sama orang yang gak suka sama aku, lagian mereka ingin aku pergi jadi mungkin ini adalah keputusan terbaik untuk aku dan untuk orang lain," ucap Arin.


"Terus kalau lo resign gue sama siapa? kan gue balik kerja lagi juga karena lo balik Rin?" tanya Kinan.


"Kamu ya tetep kerja Nan, kamu harus bisa bahagiain orang tua kamu," ucap Arin.


"Gak Rin, kalau lo keluar gue juga keluar, gue gak mau pisah dari lo dan lo gak usah khawatir karena gue masih punya toko bunga yang cukup buat kebutuhan gue sehari-hari," ucap Kinan.


"Gue juga Rin," ucap Adel.


"Kok kamu juga Del, jangan kamu masih butuh uang untuk masa depan kamu Del," ucap Arin.


"Lo tau Rin, orang tua gue udah gak ada di dunia ini dan menurut gue harta itu nomer sekian karena sekarang gue cuma punya satu keluarga dan keluarga gue satu-satunya setelah orang tua gue itu ya kalian," ucap Adel.


"Del, kok gue jadi mewek gini ya, lo juga sih tumben banget kata-kata lo sedih kayak gitu Del," ucap Kinan.


"Hemmmm sayangku," ucap Adel lalu memeluk Kinan.


"Pergi? pergi kemana emangnya Rin? lo kan lagi hamil?" tanya Kinan yang melepaskan pelukan tersebut


"Aku mau pergi ke luar negeri dan menetap disana," ucap Arin.


"Hah! lo serius Rin? kok lo gak bilang ke gue sih? emangnya lo udah pesen tiketnya?" tanya Kinan.


"Aku juga gak tau Nan, aku bakal pilih negara mana besok pagi, entah dimana tempat yang akan aku tinggalin," ucap Arin.


"Oke gue ikut kalau gitu," ucap Adel.


"Tapi, ini aku gak hanya satu atau dua hari Del karena aku bakal tinggal disana dan mungkin bakal lama disana," ucap Arin.


"Lo yakin Rin? sama keputusan lo buat pergi?" tanya Kinan.


"Iya Nan, aku yakin. Aku gak bisa disini terus kalau aku disini lama-lama aku bakal gila Nan, hiks hiks," ucap Arin yang tidak bisa menahan tangisnya.


"Gue cuma bisa mendoakan yang terbaik buat lo Rin, apapun keputusan lo, gue berharap itu yang terbaik," ucap Kinan.


"Iya Nan, makasih ya," ucap Arin.


"Gimana lo Del, lo udah yakin bakal ikut Arin?" tanya Kinan.


"Iya, gue tetep bakal ikut Arin dan gue bakal nemenin Arin," ucap Adel.


"Tapi Del, ini aku bukan liburan karena aku bakal tinggal disana," ucap Arin.


"Ya, gue tau Rin, tapi gue bakal jaga lo dengan jiwa dan raga gue," ucap Adel.

__ADS_1


"Kalau gitu gue juga bakal ikut sama lo, kita bakal tinggal bareng dan jagain lo sama si baby," ucap Kinan.


Tangis Arin pun pecah karena melihat bagaimana sikap sahabat-sahabatnya padanya lalu Arin pun memeluk kedua sahabatnya itu.


"Kenapa Rin, lo jangan nangis lagi dong gue kan jadi ikut sedih kalau gini," ucap Adel.


"Makasih ya buat kalian berdua, aku gak tau mau ngomong apa lagi, kalian udah baik banget sama aku selama ini hiks hiks, aku gak tau lagi kalau aku ngadepin semuanya tanpa kalian," ucap Arin.


"Lo gak usah bikin gue nangis deh Rin," ucap Adel dengan menghapus air matanya.


"Kalau gitu besok kita langsung ke bandara aja," ucap Kinan.


"Terus Om sama Tante gimana Nan?" tanya Arin.


"Kalau itu mah gampang, Rin. Mereka pasti ngebolehin gue ikut lo Rin," ucap Kinan lalu memeluk Adel dan Arin.


"Awsh...," rintih Arin.


"Kenapa lo, Rin?" tanya Adel.


"Gapapa kok, cuma sedikit sakit aja Del," ucap Arin.


"Yaudah mending lo tidur aja," ucap Adel.


"Mau ngapain lo, Rin?" tanya Kinan yang melihat Arin mencoba duduk.


"Aku aku tidur Nan," ucap Arin.


"Kok lo duduk gitu tidurnya?" tanya Kinan.


"Ya, aku tidur di sofa aja," ucap Arin.


"Lo mau ponakan gue kenapa-napa ya, gak boleh pokoknya lo tidur di ranjang aja," ucap Kinan.


"Terus kamu tidur dimana?" tanya Arin.


"Lo gak usah khawatir, kan di rumah gue banyak kamar biar gue tidur di kamar tamu aja," ucap Kinan dan diangguki Arin.


"Terus gue tidur dimana?" tanya Adel.


"Loh emangnya lo gak pulang Del?" tanya Kinan.


"Tanggung banget Nan, udah malem kalau gue diapa-apain pas ditengah jalan gitu gimana?" tanya Adel.


"Ya, itu sih nasib lo Del," ucap Kinan.


"Jahat banget sih lo, Nan," ucap Adel.


"Yaudah lo tidur bareng gue aja yuk," ajak Kinan lalu mereka pun keluar dari kamar tersebut.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2