Married With Mantan

Married With Mantan
Chubby


__ADS_3

"Kamu masih marah? maafin dong masa lagi honeymoon malah marah-marah sih," tanya Zehan.


"Yang buat aku marah-marah juga kamu tau gak," ucap Zehan.


"Hehehe maaf Yang, lagian kan tadi cuma mandi doang," ucap Zehan.


"Udah gak usah bahas itu lagi mending sekarang kita pergi," ucap Arin lalu mereka pun pergi dari hotel dan menuju Gardenia resort one tempat yang sangat Arin ingin Arin kunjungi.


"Wah rame banget," ucap Arin saat mereka sudah sampai di area tersebut.


"Kamu gak usah khawatir Yang, kalau masalah itu aku udah urus semuanya," ucap Zehan lalu terdapat 2 orang berbadan tegap menggunakan jas hitam dan berdiri di samping Zehan dan Arin.


"Siapa mereka Han?" tanya Arin dengan berbisik.


"Mereka yang bakal jagain kita selama di negara X," ucap Zehan.


"Apa!" teriak Arin.


"Jangan kenceng-kenceng Yang, semua orang ngeliatin kita tuh," ucap Zehan.


"Habisnya kamu sih, tau gak kenapa orang-orang ngeliatin kita?" tanya Arin.


"Karena kamu teriak," ucap Zehan


"Salah," ucap Arin.


"Terus kenapa?" tanya Zehan.


"Ya karena kamu pakai pengawal kayak gini, lagian gak bakal ada yang nyelakain kita juga kali Han," ucap Arin.


"Buat jaga-jaga Yang, siapa tau nanti terjadi hal yang gak diinginkan," ucap Zehan.


"Terserah kamu deh Han pasrah aku, yuk kita masuk," ucap Arin lalu mereka berdua berserta pengawal pun menuju area taman.


Saat sampai di dalam taman, Arin sangat senang karena di suguhi pemandangan yang sangat indah yaitu bunga, pohon dan juga beberapa hewan yang tentunya ramah bagi pengunjung.


"Wah, bagus banget disini," ucap Arin.


"Maaf Nyonya disini berbahaya," ucap pengawal saat melihat Arin yang akan duduk di sebelah kolam ikan yang ada di area taman tersebut.


"Tapi liat banyak orang yang duduk disini," ucap Arin.


"Udah Yang, bener kata pengawal kamu jangan duduk disitu mending ke sana aja," ucap Zehan.


"Yaudah iya," ucap Arin lalu mereka duduk di dekat pohon cemara yang ada di sana.


"Han, nanti kita pasang gembok di sana yuk, ya biar kayak orang-orang gitu kalau ke sini pasti pasang gembok," ucap Arin dengan menunjuk jembatan yang terdapat gembok di sekelilingnya.


"Emangnya gak berlebihan Yang kalau kayak gitu?" tanya Zehan.


"Gak Han, rugi banget ke sini, tapi gak pasang gembok," ucap Arin.


"Oke deh," ucap Zehan.


"Mulai sekarang kamu jangan panggil aku pakai namaku ya," ucap Zehan.


"Terus aku manggilnya apa kalau bukan nama kamu?" tanya Arin.


"Terserah kamu, kayak aku manggil kamu sayang, kamu boleh manggil aku pake panggilan lain atau gak kamu pakai panggilan sayang sama kayak aku juga gapapa," ucap Zehan.

__ADS_1


"Ehm, i-itu. Nanti deh aku pikirin," ucap Arin.


"Yaudah kalau gitu senyaman kamu aja," ucap Zehan.


Akhirnya merek selesai berkeliling di area bunga, pohon dan juga hewan lalu mereka berdua pun memutuskan untuk pergi ke tempat oleh-oleh yang ada di area taman tersebut


"Bagus gak Yang buat Mama?" tanya Arin dengan menunjukkan topi yang ia pilih untuk Mama Naura.


"Kamu manggil aku Yang?" tanya Zehan.


"I-iya, udah ish gak usah kayak gitu. Mau aku manggil nama kamu," ucap Arin.


"Eh, jangan dong. Yaudah aku diem, kamu tadi tanya apa?" tanya Zehan.


"Topinya bagus gak buat Mama?" tanya Arin lagi.


"Bagus sih Yang, tapi kayaknya Mama gak bakal pantes deh pakai topi ini," ucap Zehan.


"Kenapa kok gak pantes?" tanya Arin.


"Ya, soalnya topinya itu terlalu modern gitu buat Mama," ucap Zehan.


"Tapi kan Mama tuh masih awet muda Yang," ucap Arin.


"Iya deh iya terserah kamu mau beli yang mana kalau gitu," ucap Zehan.


"Loh kamu gak jadi beli ini?" tanya Zehan saat melihat Arin menaruh topinya dan menuju tempat bunga.


"Gak ah, gak jadi beli itu. Aku beli bunga ini aja," ucap Arin lalu mencoba mahkota bunga berwarna biru.


"Bagus Yang," ucap Zehan.


Saat berjalan mengelilingi area taman, Zehan dan Arin terus saja menjadi pusat perhatian lantaran mereka memiliki pengawal.


"Yang, aku bisa minta sesuatu gak sama kamu?" tanya Arin.


"Apa Yang? nanti pasti aku kabulin," ucap Zehan.


"Aku minta saat kita ke tempat selanjutnya, aku mau gak pakai pengawal, aku Yang diliatin orang-orang," ucap Arin.


"Tapi Yang...," ucapan Zehan terhenti lantaran Arin menyelanya.


"Aku bakal marah banget sama kamu Yang, kalau sampai kita ke tempat selanjutnya masih pakai pengawal," ucap Arin.


"Yaudah aku gak pakai pengawal lagi," ucap Zehan.


"Nah gitu dong yuk kita ke restoran yang deket taman dan restoran ini itu salah satu restoran terkenal di negara X, aku denger disitu makanannya enak banget dan juga kita bisa ngeliat pemandangan ibu kota," ucap Arin.


"Bukannya dari tadi kita udah ngeliat ibu kota," ucap Zehan.


"Hush kamu diem deh," ucap Arin.


Setelah itu, mereka menuju restoran dan saat sampai di restoran mereka memesan pasta, salad dan Risotto. Setelah makan, mereka berdua memutuskan untuk berjalan kembali dan duduk di kursi yang ada di area luar taman yang di sediakan di sana.


"Yang, fotoin aku dong nih," ucap Arin sambil memberikan ponselnya.


Zehan pun menerimanya dan Arin segera berpose layaknya seorang model, "Gimana bagus gak Yang?" tanya Arin dan melihat hasil jepretan sang suami.


"Aku kok keliatan gendut sih, fotoin lagi Yang, ini jelek soalnya," ucap Arin dan memberikan ponselnya pada Zehan lagi

__ADS_1


"Gimana bagus gak?" tanya Zehan dengan menunjukkan hasil jepretannya.


"Jelek Yang, lihat aku kok chubby banget," ucap Arin.


"Astaga Yang, ini kamu bilang chubby, ini itu bukan chubby tau, malahan kamu keliatan imut," ucap Zehan yang membuat pipi Arin memerah.


"Kamu bilang kayak gitu gak bakal buat aku luluh, nih fotoin aku lagi kali ini hasilnya harus bagus, pokoknya gak boleh kelihatan gendut apalagi chubby," ucap Arin.


"Ini gimana kalau masih gak bagus aku pasrah Yang," ucap Zehan.


"Emang bener cowok itu gak bisa di andelin kalau masalah foto, dari tadi hasil foto kamu tuh aku keliatan berisi Yang, udah deh aku pakai foto yang pertama aja, lumayan lah," ucap Arin lalu duduk di kursi yang ada di sana.


"Sabar Han, Arin istri kamu sendiri," ucap Zehan.


"Kamu kenapa kok gak duduk?" tanya Arin kesal.


"Ini mau duduk," ucap Zehan lalu duduk di samping Arin.


"Yang, kamu mau punya anak berapa?" tanya Zehan.


"Aku pengen punya anak ehm 2 atau gak 3 sih, kenapa emangnya?" tanya Arin.


"Aku cuma tanya aja gitu biar persiapan Yang," ucap Zehan.


"Persiapan-persiapan kamu pikir mau perang apa gak usah ngaco deh," ucap Arin.


"Hehehe, oh iya Yang kamu gak ada niatan mau balik kerja lagi?" tanya Zehan.


"Kenapa emangnya lagian aku juga udah kerja di toko bunganya Kinan," ucap Arin.


"Kan kamu dulu keluar juga karena ada aku, nah sekarang aku suami kamu jadi kamu bisa kembali kerja dong, aku juga udah tanya Kinan masalah ini dan dia sih bakal balik, tapi kalau kamu balik juga dan kalau kamu gak balik ya Kinan juga gak balik," ucap Zehan.


"Tapi aku kan udah keluar Yang, masa balik lagi ya gak enak lah," ucap Arin.


"Gak enak kenapa? kamu tuh sekarang udah jadi istri aku jadi gak bakalan ada yang ngelarang kamu kalau mau balik ke kantor, gimana?" tanya Zehan.


"Hem aku pikirin lagi aja deh Yang, nanti kalau udah ada jawabannya, aku kasih tau kamu," ucap Arin.


"Iya, aku juga gak maksa kamu kalau kamu gak mau juga gapapa lagian kan masih ada aku yang nafkahin kamu," ucap Zehan lalu memeluk Arin.


"Malu Yang, lepasin," ucap Arin lalu melepaskan pelukan Zehan.


"Malu kenapa? gak ada orang juga Yang," ucap Zehan.


"Tuh," ucap Arin dengan melirik pengawal yang berdiri di belakang mereka.


"Bener kata kamu Yang, gak enak kalau diawasi kayak gini," bisik Zehan.


"Makanya kan kamu sih gak bilang dulu seharusnya kamu bilang ke aku biar kita diskusikan gitu," ucap Arin.


"Hehehe Abrar itu emang perlu di kasih pelajaran Yang," ucap Zehan.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2