Married With Mantan

Married With Mantan
Hampir Mirip


__ADS_3

Pagi harinya, Zehan ke kantor meskipun hari ini weekend, tapi Zehan harus menghadiri sebuah acara dan harus Zehan sendiri yang hadir dan tidak memungkinkan Panji untuk menggantikannya, "Gimana Panji? kamu udah sampaikan ke semuanya untuk hadir di acara ulang tahun perusahaan?" tanya Zehan.


"Iya Pak sudah saya sampaikan ke semuanya," ucap Panji.


"Bagus saya mau semua karyawan hadir termasuk pegawai cabang," ucap Zehan.


"Baik Pak akan saya informasikan pada semua cabang perusahaan," ucap Panji.


"Oke kalau gitu kita ke hotel Diamond sekarang," ucap Zehan lalu mereka pun menuju hotel Diamond.


Sesampainya disana, Zehan pun menuju ke tempat perjamuannya, "Halo Zehan, akhirnya kamu datang juga ya, udah lama banget lo aku gak ketemu sama kamu," ucap Niki.


"Kayaknya saya tidak perlu membalas ucapan anda," ucap Zehan lalu menghampiri ke tamu lainnya.


"Halo Pak Zehan, senang anda bisa hadir disini," ucap Pak Hiro salah satu kolega Zehan.


"Saya juga senang bisa hadir disini," ucap Zehan.


Skip.


Selesai acara, Zehan pun memutuskan untuk pergi karena ia harus bertemu dengan sahabat-sahabatnya, namun saat ia baru saja keluar dari hotel tersebut ia melajukan mobilnya di depan sebuah taman dan ia tidak sengaja menabrak seorang anak kecil hingga ia terjatuh.


Zehan akhirnya keluar dari mobilnya dan melihat kondisi anak tersebut, "Kamu gapapa?" tanya Zehan.


"Om ganteng," panggil anak tersebut.


"Om ganteng," gumam Zehan dengan wajah bingungnya.


"Iya Om ganteng yang kemarin ke sekolahnya Zay kan," ucap Zayden, ya anak kecil tersebut ialah Zayden.


"Oh jadi kamu dari sekolahan itu," ucap Zehan.


"Iya Om," ucap Zayden.


"Kamu gapapa kan ada yang sakit gak?" tanya Zehan yan kembali mengecek kondisi Zayden.


"Zayden gapapa kok Om," ucap Zayden.


"Jadi nama kamu Zayden ya," ucap Zehan.


"Iya Om, bagus kan nama Zay," ucap Zayden.


"Iya bagus kenalin kalau Om namanya Om Zehan," ucap Zehan.


"Nama kita hampir mirip ya Om Zehan sama Zayden diawali huruf Z," ucap Zayden dengan sedikit kesusahan mengucapkan huruf Z.


"Iya mirip, oh ya Papa sama Mama kamu mana kok mereka ninggalin kamu sendirian disini?" tanya Zehan.


"Zay gak punya Papa, Om. Terus Zay cuma punya Mama," ucap Zayden.


"Ah jadi kamu cuma punya Mama terus mana Mamanya?" tanya Zehan.


"Tadi kata Mama, Mama mau ke kamar mandi sebentar Om terus Zayden bareng aunty Adel, tapi Zayden liat daun ini makanya Zayden ikutin dan sampai sini deh Zay nya," ucap Zayden.


"Zay ya ampun kamu kok bisa disini sih dari tadi aunty cariin juga," ucap Adel.


"Oh apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Zehan.


"Ah saya rasa ini pertemuan pertama kita karena saya baru aja pindah ke daerah sini," ucap Adel.


"Oh kau baru pindah, tapi kenapa aku seperti pernah melihatmu sebelumnya ya," ucap Zehan.


"Mungkin ada salah orang Pak," ucap Adel.

__ADS_1


"Iya Om ganteng. Mama, aunty sama Zay baru aja pindah kesini," ucap Zayden.


"Oh berarti aku salah orang," ucap Zehan.


"Yaudah kalau begitu saya permisi, ayo Zay kita pergi dari tadi kamu dicariin Mama," ucap Adel lalu mereka pun meninggalkan Zehan.


"Tapi, kenapa orang itu gak asing ya, mungkin salah liat aku udah lah Han, gak usah dipikirin," gumam Zehan.


Zehan pun sampai di tempat mereka biasanya berkumpul, "Lama banget lo Han," ucap Abrar.


"Sorry tadi gue gak sengaja nabrak anak kecil," ucap Zehan.


"Hah lo habis nabrak anak kecil terus gimana dia masuk rumah sakit atau malah keluarganya minta ganti rugi?" tanya Abrar.


"Anaknya gapapa kok gak parah cuma jatuh gitu aja dan untungnya keluarganya gak minta ganti rugi," ucap Zehan.


"Syukurlah kok bisa sih Han, lo nabrak anak kecil?" tanya Abrar.


"Ya gue mah gak salah anaknya aja yang langsung muncul di tengah jalan," ucap Zehan.


"Terserah lo deh," ucap Abrar.


"Oh ya, kapan ulang tahun perusahaan lo? katanya kita berempat lo undang juga?" tanya Andis.


"Iya, lo berempat gue undang acaranya 2 hari lagi," ucap Zehan.


"Kok dadakan gini Han, kan gue belum nyiapin baju," ucap Abrar.


"Lo mah gak usah nyiapin baju Brar, orang lo aja gak punya baju hahaha," ejek Andis.


"Terus aja lo ledekin gue Ndis, gue mah gapapa kok gue ikhlas pake banget malahan," ucap Abrar.


"Oke kalau gitu gue bakal sering-sering ngeledekin lo," ucap Andis.


"Hah udah terserah lo Ndis, oh iya lo kenapa sih Kha diem muluh?" tanya Abrar.


"Bingung kenapa?" tanya Abrar.


"Ini tadi Dian chat gue kalau dia pengen banget liat muka seseorang," ucap Okha.


"Dia lagi ngidam bukannya masa-masa ngidamnya udah selesai," ucap Andis.


"Nah itu gue juga gak tau, tapi gue bingung kalai gak diturutin nanti Dian ngambek sama gue, tapi kalau diturutin gue nya yang bingung," ucap Okha.


"Emangnya dia pengen liat mukanya siapa?" tanya Abrar.


"Dia pengen liat mukanya artis," ucap Okha.


"Siapa?" tanya Abrar.


"Namanya Rubby," ucap Okha.


"Hah Rubby, siapa itu? artis baru ya?" tanya Andis.


"Ya mana gue tau makanya gue bingung," ucap Okha.


"Ribet amat hidup lo Kha," ucap Abrar.


"Lo udah cari di internet belum?" tanya Zehan.


"Udah Han, gue udah nyari di internet, tapi...," ucap Okha yang sengaja menghentikan ucapannya.


"Tapi kenapa?" tanya Abrar.

__ADS_1


"Rubby itu idol luar neger kalau gak salah, ya kan gue bingung gimana cara gue manggil dia buat ketemu sama Dian, bisa-bisa gila gue mending dia pengen ketemu sama lo Brar atau gak lo Ndis terus Dian bebas cubit lo berdua sepuasnya," ucap Okha.


"Gue sih ogah banget ya, bisa-bisa kadar ketampanan gue berkurang," ucap Abrar.


"Tau nih si Okha, gue pas deket aja udah berkurang apalagi kalau Dian cubit gue makin hilang," ucap Andis.


"Lo berdua sama aja gak ada yang ganteng, jadi gak usah merasa sok ganteng gitu," ucap Riko.


"Hahaha, gue setuju sama lo, Ko," ucap Okha.


"Mau marah, tapi yang dibilang Riko bener juga," ucap Abrar dan tempat tersebut pun di penuhi dengan tawa mereka.


"Lo pada tau namanya Adel gak?" tanya Zehan.


"Siapa lagi itu Adel? dia kenal sama Rubby? dia bisa datengin Rubby buat ketemu sama Dian?" tanya Abrar.


"Bukan, ini udah gak ada sangkut pautnya sama si Rubby atau siapa lah itu, gue nanya ke lo semua tau cewek yang namanya Adel gak?" tanya Zehan lagi.


"Kok lo tanyain cewek itu kenapa? lo suka sama dia ya Han?" tanya Andis.


"Aduh pikiran lo ini, gue tanya soalnya pas gue nabrak anak kecil tadi ada cewek namanya Adel ini, gue tuh kayak pernah ketemu sama dia, tapi dia bilang kalau gue salah orang dan gue yakin gue pernah ketemu sama dia," ucap Zehan.


"Mungkin lo pernah ketemu, tapi pas lo belum hilang ingatan kali Han," ucap Riko.


"Iya juga ya, tapi gue penasaran banget" ucap Zehan.


.


Arin, Adel dan Zayden akan jalan-jalan ke taman karena hari ini weekend, sesampainya disana mereka duduk di kursi yang ada di taman, "Mama, Zay mau es krim," ucap Zayden.


"Tapi nanti kalau Zay sakit gimana?" tanya Arin.


"Gak kok Ma, kan Zay selalu minum vitamin, jadinya Zay sehat," ucap Zayden yang sangat menggemaskan di mata Arin.


"Yaudah deh kalau gitu," ucap Arin lalu mengambil uang yang ada di dompetnya.


"Biar gue aja Rin yang beliin lo tabung dulu uang lo buat Zay oke," ucap Adel.


"Tapi Del, kan Zay yang pengen es krimnya jadi biar aku aja yang beli," ucap Arin.


"Gak usah biar gue aja, Zay mau rasa cokelat kan? lo mau rasa apa Rin?" tanya Adel.


"Zay rasa cokelat aunty," ucap Zayden dengan semangat.


"Aku gak usah Del, biar Zay aja yang beli" ucap Arin.


Beberapa saat kemudian, Adel pun kembali dengan membawa es krim pesanan Zayden, "Yeh es krim Zay udah dateng," ucap Zayden.


Lalu ia pun menghabiskan es krimnya, "Del, aku ke kamar mandi bentar ya tolong kamu jagain Zay," ucap Arin dan diangguki Adel.


Saat Adel tengah memeriksa handphonenya tiba-tiba ia melihat sekelilingnya, namun ia tidak melihat keberadaan Zayden hingga akhirnya Adel oun mencari ke area taman, namun ia melihat Zayden yang berbicara dengan seorang pria.


"Mampus jangan bilang Zayden mau di culik," gumam Adel.


Setelah itu, Adel pun berlari untuk menyelamatkan Zayden dan saat Adel melihat pria yang bersama Zayden, ia tentunya terkejut karena pria itu adalah Zehan Ayah kandung dari Zayden.


Zehan terus saja menanyakan Adel apa mereka pernah bertemu hingga membuat Adel bertanya-tanya, 'Kenapa Pak Zehan gak inget gue? apa Pak Zehan emang sengaja kayak yang Arin bilang? gue pikir Arin bohong ternyata bener Pak Zehan gak inget ternyata,' ucap Adel dalam hati.


Adel segera membawa Zayden untuk pergi menjauh menghindari Zehan supaya ia tidak semakin curiga dan terus bertanya, "Lain kali jangan ngilang kayak gini ya, aunty khawatir tau gak apalagi Mama Arin, kita ke Mama dulu ya pasti sekarang Mama khawatir banget," ucap Adel lalu mereka pun kembali ke tempat mereka.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2