Married With Mantan

Married With Mantan
Kita Pergi


__ADS_3

Pagi harinya mereka sudah berada di rumah sakit tempat Dian melahirkan, Zayden sendiri saat ini sekolah diantar Mama Naura yang dari tadi keras kepala ingin mengantar Zayn sehingga mau tidak mau baik Arin maupun Zehan pun mengizinkannya.


"Dian, selamat ya. Aku seneng banget waktu tau kamu udah lahiran dan akhirnya kamu udah punya baby," ucap Arin.


"Makasih ya Rin, gue juga udah denger dari Okha kalau lo juga dah punya baby," ucap Dian.


"Iya, kita sekarang udah punya baby," ucap Arin.


"Btw, anak lo mana kok gue gak lihat?" tanya Dian.


Mereka pun mengobrol bersama hingga kemudian datang Kinan dan Andis yang membuat Arin dan Dian menatap kedua orang tersebut, "Kinan, kok kamu bisa disini?" tanya Arin.


"Oh itu Rin, gue ehm gimana ya gue denger Dian udah lahiran Andis," ucap Kinan.


"Kamu tau darimana kalau Dian lahiran kayaknya aku gak kasih tahu kamu deh?" tanya Arin.


"O-oh itu, aku sama Andis," ucap Kinan yang membuat Arin terkejut.


"Kok kamu bisa sama Andis sih Nan kesininya?" tanya Arin.


"Tadi gue ngajak Kinan buat jengukin Dian, kan kita saling kenal dan juga temenan masa gak jengukin Dian yang lahiran sih Rin," ucap Andis.


"Kalian...," Arin sengaja menggantung perkataannya dan untung saja Kinan mengerti maksud dari Arin.


"Gak kok Rin, tadi Andis cuma ngajak buat jenguk doang beneran deh Rin gak bohong gue," ucap Kinan.


"Ya. Kenapa sih Rin, kalau emang nanti gue sama Kinan, lo gak suka banget ya sama gue sampai lo gak mau gue sama Kinan?" tanya Andis.


"Bukan gak suka Ndis, aku sih oke-oke aja. Tapi, aku cuma jaga-jaga aja kalau ada yang lebih dari kamu gitu Ndis biar Kinan gak salah pasangan aja," ucap Arin.


"Jahat banget Lorin, emang gue kurang baik ya buat Kinan apa sampai jaga-jaga kayak gitu," ucap Andis.


"Ya bisa dibilang begitu sih," ucap Arin.


"Lo ya Rin, sumpah pengen gue bejek-bejek," ucap Andis.


"Sebelum lo bejek-bejek istri gue, biar gue yang bejek-bejek lo duluan Ndis, gimana," ucap Zehan.


"Lupa gue kalau sahabat gue itu pawangnya Arin," ucap Andis yang membuat semua orang disana tertawa.


Selesai menjenguk Dian, Zehan pun kembali ke kantor, namun sebelum kembali ke kantor ia menjemput Zayden terlebih dahulu, "Han, aku bisa kok jemput Zayden sendiri kamu mending ke kantor aja," ucap Arin.


"Gak Yang, aku juga bisa kok jemput Zayden lagian nih ya perusahaan itu punyaku sendiri jadi bebas dong aku mau masuk kantor jam berapa, aku gak ke kantor pun gak masalah," ucap Zehan.


"Mulai deh sombongnya," ucap Arin dan Zehan hanya tersenyum mendengarnya.


Zehan pun mengendarai mobilnya dan beberapa saat setelah itu ia pun sampai di sekolah Zayden.


Tak lama kemudian jam pulang sekolah pun terdengar lalu Zehan beranjak keluar dari mobilnya, "Jangan keluar disini aja aku gak mau nanti ada cowok yang ngeliatin kamu," ucap Zehan lalu keluar.


"Zayden," panggil Zehan lalu Zayden pun berlari menuju Zehan.


"Papa," ucap Zayden.


"Gimana sekolahnya ada masalah?" tanya Zehan yang menggendong Zayden menuju mobil.


"Gak ada Pa, tadi Zay sama temen-temen main seru banget," ucap Zayden semangat.


Zehan dan Zayden pun masuk kedalam mobil, "Halo sayang," sapa Arin.


"Mama juga disini, Zayden seneng banget deh akhirnya Zayden di jemput Mama sama Papa kayak Timothy dulu," ucap Zayden.

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu sekarang kita pergi," ucap Zehan lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Arin yang merasa jika jalan yang dilewati Zehan berbeda dengan jalan yang biasanya, "Han, kayaknya ini bukan jalan pulang deh. Kita udah kelewatan cukup jauh loh, kamu putar balik aja kalau gitu di depan sana," ucap Arin dan tidak mendapat jawaban dari Zehan.


Zehan terus melajukan mobilnya tanpa mendengar perkataan Arin, "Loh Han, putar baliknya disana," ucap Arin saat mereka melewati tempa putra balik yang dimaksud Arin.


"Emang aku pernah bilang kalau setelah jemput Zayden kita pulang ya," ucap Zehan.


"Maksud kamu apa Han?" tanya Arin.


"Kamu ikut aja ya Yang, kamu pasti tau tempatnya," ucap Zehan.


Beberapa menit kemudian, Zehan pun sampai ke tempat tujuannya, "Kok kita di kantor sih Han," ucap Arin.


"Iya kita ke kantor, aku mau para karyawan ku tau kalai aku udah punya istri dan juga anak, ayo," ucap Zehan.


"Tapi, aku malu Han. Lagian aku juga belum siap ketemu orang disini pasti mereka ada yang kenal sama aku," ucap Arin.


"Hei sayang, kamu gak usah malu ini sebagai bukti kalau aku mau menunjukkan milikku ke orang lain," ucap Zehan.


"Yaudah deh kalau kamu maunya kayak gitu," ucap Arin lalu keluar dari mobil dan diikuti Zayden yang berada di gendongan Zehan.


Saat memasuki lobby banyak karyawan yang melihat ke arah Arin dan Zehan serta Zayden yang masih berada di gendongan Zehan, "Arin," panggil seseorang dari belakang lalu Arin pun berbalik, ia melihat Gabby dan Vira yang menghampirinya lalu memeluknya.


"Maafin gue Rin, gue salah hiks hiks," ucap Vira.


"Iya Rin, gue sama Vira terlalu bodoh percaya omongannya Yura. Sumpah! gue nyesel Rin, tolong maafin kita, kita mau kayak dulu lagi jadi temen lo Rin," ucap Gabby.


"Aku udah maafin kalian dari dulu kok, aku hanya sempet kecewa, tapi sekarang aku udah gak ada dendam atau masalah ke kalian jadi kita tetep temen kok. Lagian aku juga gak pernah bilang kan kalau aku gak mau jadi temen kalian," ucap Arin.


"Makasih ya Rin, lo udah baik banget sama kita, tapi kita dulu malah jahat banget sama lo," ucap Vira.


"Gapapa kok Ra, aku paham situasi yang dulu," ucap Arin.


"Aku pergi dulu ya, nanti aku ke ruangan kalian kita ngobrol-ngobrol," ucap Arin yang diangguki Gabby dan Vira lalu Arin pun pergi menuju ruang kerja Zehan.


"Zay main di sini ya Pa," ucap Zayden.


"Iya sayang, Zay boleh main dimana aja sesuka Zay," ucap Zehan.


Arin pun menemani Zayden bermain hingga Zayden tertidur dan Arin pun menaruh Zayden ke kamar pribadi yang ada di ruang kerja Zehan.


"Terus aku ngapain dong sekarang? Zayden nya udah tidur," tanya Arin.


"Kamu temenin aku kerja," ucap Zehan.


"Ya bosen dong Han, aku ke Gabby sama Vira gimana? gapapa kan ya? nanti kalau Zayden butuh apa-apa kamu panggil aku aja," ucap Arin.


"Kamu gak marah sama mereka? gara-gara mereka nama kamu jelek di kantor?" tanya Zehan.


"Gak sama sekali, aku malah pengen banget curhat-curhat ke mereka kayak dulu boleh ya Han? kan Zayden juga udah tidur siang," uap Arin.


"Yaudah kamu boleh kesana, tapi nanti kamu balik kesini," ucap Zehan.


"Siap Pak Bos," ucap Arin lalu keluar menuju ruangan Vira dan Gabby.


Sesampainya di ruangan tersebut Arin pun mengetuk pintu dan masuk yang disana sudah ada beberapa karyawan baru yang tidak Arin kenal, "Hem maaf Mbak, Vira sama Bu Gabby ada tidak ya?" tanya Arin sopan.


"Bu Vira dan Bu Gabby sedang di ruang rapat Mbak kalau boleh tau ada urusan apa ya?" tanya salah satu karyawan disana.


"Oh saya hanya ingin membicarakan hal pribadi," ucap Arin dan tak lama setelah itu pintu pun terbuka menampilkan Gabby dan Vira yang keluar dari ruang rapat.

__ADS_1


"Arin, lo nunggu disini udah lama sorry ya, kenapa lo gak samperin gue di ruang rapat aja?" tanya Gabby.


"Gak kok Bu, aku baru juga disini gak enak juga aku ganggu," ucap Arin.


"Lo malah gak ganggu kok Rin," ucap Gabby.


"Oh iya kenalin Rin ini Vida, Ical sama Mili karyawan baru disini," ucap Vira.


"Halo semuanya," sapa Arin.


"Iya, Mbak," ucap Vida.


"Oh iya semuanya kenalin ini Arin dia dulu juga karyawan di kantor ini dan bekerja di bidang keuangan juga," ucap Vira.


"Berarti Mbak Arin dulu juga kerja di sini dong Mbak," ucap Ical.


"Iya sih dulu banget tapi sampai lupa," ucap Arin.


"Oh iya sama satu lagi kalian jangan panggil Mbak ke Arin, kalian harus panggil Bu Arin," ucap Vira.


"Loh kok panggil Bu sih Ra, kayak tua banget dong aku," ucap Arin.


"Jadi kalian harus panggil Bu Arin karena dia ini adalah istri dari Pak Zehan," ucap Vira yang membuat mereka terkejut.


"Hah Pak Zehan sudah punya istri," ucap Vida.


"Ya jadi kalian harus sopan sama Bu Arin," ucap Vira.


"Oke Rin, kita ke ruang rapat aja yang lebih sepi biar lo enak ceritanya," ucap Gabby lalu mereka pun menuju ke ruang rapat.


"Aku udah denger berita tentang Tristan," ucap Arin.


"Huh gue sama Vira juga kaget banget Rin, pas tau Tristan bunuh diri karena ditinggal sama lo," ucap Gabby.


"Btw lo tau darimana Rin kayaknya cuma gue sama Gabby doang deh yang tau masalah itu?" tanya Vira.


"Hem aku kerja bareng Adiknya Tristan gitu kalau gak salah, aku juga gak tau lebih tepatnya lupa sih. Terus dia balas dendam ke aku dan dia juga ngasih tau aku soal Tristan yang bunuh diri karena aku," ucap Arin.


"Terus gimana?" tanya Vira.


"Dia sempet ngelakuin kekerasan ke aku, tapi untungnya ada Zehan sih dan sekarang dia lagi di penjara tapi aku denger-denger dia juga mulai stress dan dibawa ke rumah sakit jiwa," ucap Arin.


"Gue jadi prihatin sama mereka tapi bagaimana pun apa yang mereka lakuin itu salah banget dan gak pantas dilakukan," ucap Vira.


"Iya bener kata Vira, oh iya Rin, Adel gimana dia kan juga ikut bareng lo?" tanya Gabby lalu Arin pun menceritakan semuanya ke Vira dan Gabby.


"Pantes Rin, kita ke rumah lo, Adel sama Kinan juga gak ada. Ternyata lo gak di negara X," ucap Vira.


Mereka pun mengobrol satu sama lain hingga jam istirahat selesai dan bertepatan dengan itu ponsel Arin bergetar karena mendapatkan chat dari Zehan yang menyuruhnya untuk kembali ke ruang kerjanya, "Aku pergi dulu ya makasih udah mau dengerin curhatan ku sama maaf ya aku ganggu kerja kalian bukannya kalian kerja malah dengerin curhatan gak penting ini," ucap Arin.


"Santai aja kali Rin, kita seneng kok," ucap Vira lalu Arin pun kembali ke ruang kerja Zehan.


Saat masuk kedalam ruang kerja Zehan, Arin melihat Zehan di kursi kebesarannya dan Zayden yang berada di atas meja, "Maaf ya Mama lama," ucap Arin lalu menggendong Zayden dan menaruhnya di sofa, namun dihentikan oleh Zehan.


"Biarin dia disini gapapa kok," ucap Zehan.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2