
Selesai dengan segala pekerjaannya, Zehan pun pulang ke kediaman keluarga Gulzar dan saat ia sampai Mama Naura menunggunya di ruang tamu, "Han, kamu udah pulang, Arin mana? Mama udah kangen banget sama Arin, Han," ucap Mama Naura.
"Arin belum pulang Ma?" tanya Zehan.
"Kamu ini gimana sih Han, kan kamu satu kantor sama Arin masa kamu gak ngeliat istri kamu malah tanya Mama," ucap Mama Naura.
"Tadi, Zehan langsung pulang Ma gak ngeliat ruangannya Arin soalnya biasanya Arin pulang sama Arin, Arin kan takut kalau sampai semua karyawan tau statusnya," ucap Zehan.
"Iya juga ya, yaudah deh kalau gitu Mama nunggu menantu Mama aja, kalau gitu kamu mandi sana," ucap Mama Naura.
"Yaudah, Zehan ke kamar dulu Ma," ucap Zehan.
"Yaudah sana," ucap Mama Naura.
Zehan pun menuju kamarnya dan saat ia masuk ke kamarnya terlihat sepi bahkan saat ia melihat ke sekeliling kamar tersebut ternyata beberapa barang Arin tidak ada.
"Kenapa gak ada makeup nya Arin?" tanya Zehan pada dirinya sendiri.
Setelah itu, Zehan pun membuka lemari pakaian dan ia terkejut melihat pakaian Arin yang tidak ada di lemari dan hanya ada sepucuk kertas di sana, Zehan membuka lalu membaca isi dari kertas tersebut.
Han, terimakasih udah buat aku kembali suka sama kamu, tapi aku minta maaf karena aku pergi untuk kedua kalinya dari kamu. Aku menyadari kalau semua ini bukan salah kamu, semua ini salahku karena aku gak bisa terbuka sama kamu sekali lagi aku minta maaf.
"Maksud kamu apa Rin, kamu ninggalin aku lagi," ucap Zehan.
Setelah beberapa saat, Zehan hanya berdiam diri di kamarnya tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Zehan pun membuka pintu tersebut dan melihat Mama Naura yang berada di depannya, "Kamu lama banget di kamarnya Han, oh iya Arin mana kok belum dateng sih ini udah mau jam 10 malem lo Han? terus tadi Mama sempet nelpon Arin, tapi gak di angkat sama Arin, kenapa ya menantu Mama? apa dia ada masalah soalnya Arin gak pernah kayak gini? kamu juga kenapa belum mandi kamu udah dari tadi loh pulangnya?" tanya Mama Naura.
"Ma, Zehan pengen ngomong sesuatu sama Mama," ucap Zehan.
"Ngomong apa? ngomong aja Han, Mama dengerin kok?" tanya Mama Naura.
"Kita bicara di dalem aja Ma," ucap Zehan lalu masuk ke dalam kamar dan Mama Naura pun masuk lalu mereka duduk di sofa yang ada di kamar tersebut.
"Ma, sebenarnya Zehan sama Arin lagi ada masalah," ucap Zehan.
"Masalah? emangnya masalahnya apa? cuma salah paham kecil aja kali Han, kamu harus ngalah pasti semua selesai deh," ucap Mama Naura.
"Ini Ma," ucap Zehan dengan memberikan surat dari Arin.
__ADS_1
"Ini apa Han?" tanya Mama Naura.
"Mama lihat dan baca, Mama pasti tau kok," ucap Zehan.
Mama Naura pun membuka surat tersebut dan membacanya, "Maksud kamu apa Han? Arin pergi? ini gak bener kan Han? pasti kamu sama Arin lagi ngerjain Mama kan?" tanya Mama Naura yang tidak percaya dengan apa yang ia baca.
"Ini beneran Ma, Arin pergi," ucap Zehan.
"Sekarang kamu cerita ke Mama kenapa Arin pergi kayak gini?" tanya Mama Naura.
Zehan pun menceritakan semua permasalahannya dengan Arin dan Mama Naura yang mendengarnya terkejut lantaran ia pikir Zehan dan Arin tidak ada masalah apapun, tapi nyatanya permasalahan mereka sampai seperti ini.
Plak!
"Mama bener-bener kecewa sama kamu Han, kenapa kamu harus ngelakuin itu sama menantu Mama, Mama gak tau mau ngomong apa lagi sama kamu yang jelas ini pertama kalinya Mama kecewa berat sama kamu, tamparan tadi sebagai rasa kecewa Mama sama kamu Han," ucap Mama Naura.
"Maaf Ma, Zehan udah gak percaya sama Arin, Zehan udah berfikir dan bicara yang buruk tentang Arin bahkan Zehan udah nyuekin dan bersikap buruk ke Arin," ucap Zehan.
"Bukan sama Mama kamu minta maaf Han, tapi sama istri kan sendiri karena dia yang lebih terluka dengan sikap kamu yang buruk itu," ucap Mama Naura.
"Ma sekarang Zehan harus gimana ? Zehan gak mau kehilangan Arin untuk kedua kalinya," tanya Zehan.
"Gue harus cari tau dimana Arin sekarang," ucap Zehan lalu mengambil kunci mobilnya dan keluar.
Zehan mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju rumah Bibi Ika dan saat sampai Zehan langsung mengetuk pintu rumah tersebut.
"Yang, kamu ada disini kan, aku mau minta maaf karena semua ini salahku bukan salah kamu. Sayang, buka Yang," panggil Zehan berkali-kali, namun tidak ada jawaban.
"Nyari siapa ya Nak?" tanya seorang ibu-ibu.
"Oh itu Bu apa Ibu tau Arin dimana ya? kok saya panggil gak ada jawaban dari arin?" tanya Zehan.
"Saya gak tau Arin dimana, tapi setau saya rumah ini sudah di jual kayaknya baru aja dua hari yang lalu deh di jualnya kalau ibu gak salah ingat ya, emangnya kenapa kok nyari Arin?" tanya Ibu tersebut.
"Rumah ini dijual? kenapa dijual bukannya ini rumah Bibi Ika dan masih milik Arin?" tanya Zehan, namun masih dapat di dengar ibu tersebut.
"Ibu juga gak tau sih, tapi udah ada beberapa yang tertarik buat beli rumah ini," ucap Ibu tersebut.
"Makasih ya Bu, saya pamit pergi dulu," ucap Zehan lalu pergi, namun saat akan pergi ibu tersebut berkata ke Zehan.
__ADS_1
"Kayaknya sih Arin pergi bareng perempuan rambut pendek sebahu kalau gak salah namanya Nan atau siapa gitu Ibu lupa. Dari dulu Arin selalu pergi sama perempuan itu dan mungkin sekarang Arin juga sama perempuan itu," ucap Ibu tersebut.
"Maksud Ibu, Kinan?" tanya Zehan.
"Iya Kinan," ucap Ibu tersebut.
"Ya sudah kalau gitu permisi Bu," pamit Zehan lalu menuju mobilnya.
"Gimana gue bisa lupa kalau Arin pasti sama Kinan, ya tadi aja gue di tampar sama si Kinan," gumam Zehan.
Zehan pun menghubungi Panji karena ia tidak tahu dimana rumah Kinan.
^^^Panji kamu cari alamat lengkap Kinan karyawan yang udah nampar saya tadi, saya mau dalam waktu sepuluh menit kamu kirim alamatnya.^^^
Baik Pak.
Setelah itu, Zehan pun menutup sambungan telepon tersebut dan beberapa saat kemudian Panji mengirim sebuah alamat padanya, Zehan sendiri segera menuju alamat tersebut lalu saat sampai di rumah Kinan, Zehan langsung mengetuk pintu rumah tersebut.
Zehan terus mengetuk dan memanggil Arin dan Kinan, namun tetap tidak ada jawaban, "Arin, Kinan! kalian di dalam kan!" teriak Zehan.
Jam menunjukkan pukul setengah 12 malam dan Zehan semakin di buat pusing karena ia masih belum menemukan keberadaan Arin, "Rin, kamu beneran ninggalin aku lagi," gumam Zehan dan tanpa sadar ia meneteskan air matanya.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Zehan pergi dari rumah Kinan dan akan kembali untuk mencari Arin besok.
"Aku akan kembali lagi besok Rin," ucap Zehan sebelum meninggalkan rumah Kinan.
Saat Zehan sampai di kediaman keluarga Gulzar, ia melihat Mama Naura, Papa Rendra dan jeda berada di ruang tamu, "Kamu baru balik Han?" tanya Papa Rendra.
"Iya Pa, kalau gitu Zehan pergi dulu," ucap Zehan.
"Arin mana Han? kok Papa gak keliatan dari tadi?" tanya Papa Rendra.
"Arin udah pergi ninggalin Zehan, Pa," ucap Mama Naura yang membuat Papa Rendra dan Chesa terkejut.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.