Married With Mantan

Married With Mantan
Pernikahan?


__ADS_3

"Tapi, Zay bukannya justru ganggu kamu kerja kalau di atas sini," ucap Arin.


"Gak kok aku malah seneng," ucap Zehan.


"Yaudah kalau gitu aku nunggunya di sana aja," ucap Arin dan menunjuk sofa yang ada di ruangan tersebut.


"Iya, aku selesain kerjaan ku dulu ya," ucap Zehan dan diangguki Arin.


Sore harinya, Zehan pun menyelesaikan pekerjaannya, "Kita pulang sekarang," ucap Zehan.


"Oh kamu udah selesai yaudah ayo kita pulang sekarang dari tadi Mama nanyain terus," ucap Arin lalu mereka pun menuju kediaman keluarga Gulzar.


Sesampainya di rumah Mama Naura langsung menghampiri mereka dan mengambil Zayden dari gendongan Zehan, "Kamu nih ya lama banget Mama kira kamu cuma jemput aja, tapi malah bawa mereka ke kantor tau gitu tadi Mama aja yang jemput cucu Mama," ucap Mama Naura.


"Yah Ma, kan Zehan mau nunjukin ke karyawan kantor kalau Zehan udah punya istri sama anak," ucap Zehan.


"Maksud kamu pamer gitu," ucap Mama Naura.


"Yah bisa dibisa dibilang begitu," ucap Zehan.


"Kamu bersih-bersih sana Mama mau ajak cucu Mama main," ucap Mama Naura.


"Tapi Ma, Zay akan juga belum mandi," ucap Arin.


"Oh iya Mama lupa yaudah kalau gitu Zay mandi dulu ya nanti main sama Nenek," ucap Mama Naura.


"Iya Nek," ucap Zayden.


"Zayden mandinya sama Papa yuk," ucap Zehan lalu membawa Zayden ke kamar dan diikuti oleh Arin.


Sesampainya di kamar, Zehan melepaskan baju Zayden lalu membawanya ke kamar mandi dan Arin pun mengambil pakaian tersebut. Namun, saat Arin mengambil baju tersebut tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.


"Kenapa?" tanya Arin.


Zehan pun secara tiba-tiba membuka kemejanya yang menampilkan dada bidangnya, "Han, ka-kamu kok buka baju disini sih," ucap Arin dengan menutup matanya.


"Terus aku buka nya dimana?" tanya Zehan.


"Ya di kamar mandi sana," ucap Arin.


"Gak ah mending buka nya disini," ucap Zehan lalu memegang dagu Arin dan mengangkat wajah Kaila lalu menc*um bibirnya singkat.


Sedangkan, Arin yang terkejut pun hanya melotot karena tindakan Zehan, "Gak usah kayak gitu matanya makin bikin gemes aja kalau kamu mau nanti malam Zehan aku titipin ke Mama aja, Mama juga pasti paham kok," ucap Zehan.


Arin pun sadar lalu memukul lengan Zehan, "Awsh, sakit Yang," ucap Zehan.


"Makanya jangan ngomong yang gak-gak," ucap Arin.


"Papa kok lama sih!" teriak Zayden yang berada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Tuh anaknya udah manggil-manggil," ucap Arin.


"Kamu gak mandi juga kita bisa taruh Zayden di pinggir nanti," goda Zehan.


"Udah sana, suka banget godain aku," ucap Arin.


"Yaudah aku mandi dulu ya jangan nyesel lo kamu Yang," ucap Zehan lalu masuk kedalam kamar mandi.


"Astaga Zehan, resek banget," ucap Arin.


Setelah mandi, Zayden pun bermain bersama Mama Naura, sedangkan Arin saat ini bersama Chesa sedang membahas design produk yang ingin Chesa luncurkan, "Gimana Kak kalau seandainya kita buat gelang kayak gini kan bagus pasti banyak yang suka?" tanya Chesa.


"Kalau menurut Kakak nih ya, Dek kayaknya gelang kayak gitu udah banyak deh kamu harus cari inovasi lain," ucap Arin.


"Terus gimana dong Kak, kan Chesa pusing," ucap Chesa.


"Kakak punya saran gimana kalau kamu buat cincin aja," ucap Arin.


"Tapi cincin udah banyak design di toko Kak," ucap Chesa.


"Ini beda, jadi nanti cincin nya jadi satu. Kan banyak nih laki-laki yang gak terlalu suka pakai cincin nah kamu akalin cincinnya jadiin satu sama cincin ceweknya jadi kayak gak keliatan gitu kali di satu cincin itu sebenarnya ada dua cincin gimana," ucap Arin.


"Wah boleh juga ide Kak Arin, kalau gitu nanti Chesa rundingin lagi sama bagian design aja," ucap Chesa dan diangguki Arin.


"Iya, nanti kamu coba rundingin kayaknya design kayak gitu masih belum banyak deh," ucap Arin.


"Kalian lagi asik ngobrol apa sih?" tanya Mama Naura yang harus aja datang.


"Udah dapet designnya?" tanya Mama Naura.


"Udah dong Ma, Kak Arin itu penyelamat Chesa, kalau gak pasti sekarang Chesa stress kali mikirnya," ucap Chesa.


"Kamu nih Dek, terlalu berlebihan," ucap Arin.


"Oh iya Dek, Arin dulu karyawan kamu di toko perhiasan kan," ucap Mama Naura.


"Hah Kak Arin karyawannya Chesa kok Chesa gak tau," ucap Chesa.


"Iya soalnya kamu ga pernah ke toko, gimana kamu bisa tau, aku aja kaget pas tau kalau kamu itu atasan Kakak dan kamu tau, Kakak tau kamu atasan Kakak itu pas pernikahan kamu," ucap Arin.


"pernikahan? Kakak dateng?" tanya Chesa.


"Iya dong Kakak dateng, kak kira itu atasan kak kan yang nikah ya kak dateng eh taunya kamu ternyata," ucap Arin.


"Iya, Dek. Mama ketemu Arin juga pas kamu nikahan dan Mama minta buat ke rumah, nah terus Mama yang bilang ke rumahnya Bu Ajeng itu bohong karena Mama ke rumahnya Arin nah disitu Mama baru tau kalau Arin punya anak dan Mama juga udah punya cucu" ucap Mama Naura.


"Udah lumayan lama dong Ma, kenapa gak ngasih tau Chesa?" tanya Chesa.


"Mama udah gemes pengen ngasih tau kalian sebenarnya, tapi Arin selalu ngelarang Mama ya karena itu Mama jadi gak ngasih tau kalian," ucap Mama Naura.

__ADS_1


"Hem tunggu deh kata Mama tadi Kak Arin kerja di salah satu toko Chesa kan?" tanya Chesa.


"Iya, Kakak kerja di salah satu toko kamu kenapa emangnya?" tanya Arin.


"Kak Arin di toko perhiasan yang mana?" tanya Chesa.


"Kakak kerja di toko perhiasan yang dekat perumahan sama mall itu loh," ucap Arin.


"Oh yang itu, Chesa emang jarang kesana kalau gak salah disana yang ada Friska bukan," ucap Chesa.


"Iya ada Mbak Friska disana aku juga dapet kerjaan karena Mbak Friska kalau Kakak gak ketemu Mbak Friska pas di jalan kayaknya sampai sekarang Kakak bakal nganggur," ucap Arin.


"Terus Kak Arin sekarang masih kerja?" tanya Chesa.


"Udah gak Dek, soalnya Kakak kamu ngelarang Kakak buat kerja ya walaupun sebenarnya Kakak pengen banget kerja lagi," ucap Arin.


"Gak boleh sayang, kamu itu lagi hamil harus jaga kesehatan gak boleh capek-capek," ucap Mama Naura.


"Tuh Kak yang ngelarang bukan hanya Kak Zehan, tapi juga Mama di tambah aku juga deh," ucap Chesa.


.


Pagi harinya, Zehan, Arin dan Zayden memutuskan untuk pergi jalan-jalan karena hari ini Zehan dan Zayden libur, "Yeh bagus banget Pa," ucap Zayden yang menikmati pemandangan laut.


"Zay suka," ucap Zehan.


"Iya Pa, Zay suka dari dulu Zay pengen banget ke pantai, tapi Mama selalu ngelarang Zay," ucap Zayden.


"Ya kan Mama takut sayang nanti kalau terjadi apa-apa sama Zay gimana kayak yang waktu itu Zay main sama Timothy di pantai," ucap Mama Naura.


"Kenapa emangnya Zay?" tanya Zehan.


"Dia hampir aja kebawa ombak ke tengah laut," ucap Arin.


"Kok bisa?" tanya Zehan.


"Ya karena Timothy gak suka Zay makanya dia dorong Zay dan hampir aja terbawa ombak. Padahal sebelumnya aku udah larang Zay ikut karena yang ngajak Timothy, tapi Zay keras kepala padahal aku ngelarang karena perasaanku gak enak dan bener aja kan," ucap Arin.


"Syukurlah Zay gapapa, jadi anak Papa ini lain kali kalau Mama gak ngasih izin harus nurut ya, itu semua juga demi kebaikan Zay paham," ucap Zehan dan diangguki Zayden.


"Kamu tau Yang, aku bahagia banget sekarang masih bisa di kasih kesempatan buat nebus semua kesalahanku yang pernah aku buat di masa lalu," ucap Zehan.


"Aku juga bahagia Han, karena kamu udah mulai belajar buat memperbaiki semuanya dan aku juga masih belajar buat menjadi istri dan ibu yang terbaik nantinya," ucap Arin dan Zehan pun tersenyum lalu mengelus perut Arin yang masih rata.


"Cepet lahir ya sayang," ucap Zehan.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2