
"Halo sayang gimana kamu gak nakal kan sama aunty Del?" tanya Arin.
"Gak kok Ma, Zay gak nakal ya kan aunty Del," ucap Zayden.
"I-iya, Zay gak nakal kok," ucap Adel.
"Tante ini siapa Ma?" tanya Zayden.
"Hem, Tante ini namanya Tante Naura," ucap Arin.
"Halo Tante," ucap Zayden lalu berbalik dan menuju sofa ruang tamu, namun langkahnya terhenti dan berbalik menghadap Mama Naura.
"Bukannya Tante yang datang ke sekolahan Zay ya," ucap Zayden, namun tidak ada respon dari Mama Naura.
"Zay, ayo kita main lagi," ajak Adel lalu membawa Zayden ke sofa ruang tamu.
"Rin, dia anak kamu dengan Zehan kan? mukanya sangat mirip dengan Zehan waktu kecil," ucap Mama Naura.
"Maafin Arin, Ma," ucap Arin.
"Hahaha! Mama memang bodoh Rin, Mama bodoh hiks hiks," ucap Mama Naura dengan meneteskan air mata.
"Mama maafin Arin, sebenarnya Arin gak ada niatan untuk pergi, tapi Arin terpaksa Ma," ucap Arin lalu membawa Mama Naura duduk di sofa ruang tamu.
"Kenapa Tante nangis, Ma?" tanya Zayden.
"Tante gapapa kok Tante cuma bahagia banget ketemu kamu, siapa tadi nama kamu sayang?" tanya Mama Naura.
"Zayden, Tante," ucap Zayden.
"Jangan panggil Tante dong panggil Nenek," ucap Mama Naura.
"Nenek, tapi kata Timothy Nenek itu Mama dari Papa atau Mama Arin, jadi Nenek ini Mama dari Mama Arin ya?" tanya Zayden.
"Nenek ini Mama dari Papanya Zayden," ucap Mama Naura.
"Papanya Zayden? tapi Zayden gak punya Papa," ucap Zayden.
"Zayden gak punya Papa," ucap Mama Naura lalu menoleh ke arah Arin.
"Maaf Ma, Arin gak bisa bilang ke Zayden," ucap Arin.
"Mama ngerti kok, sekarang gini ya sayang Tante ini Nenek, kamu Mama dari Papa kamu dan kamu bisa minta apapun ke Nenek paham," ucap Mama Naura.
"Paham, Nenek," ucap Zayden.
Mereka pun mengobrol hingga Zayden tertidur, "Ma, Arin bawa Zay ke kamar dulu ya," ucap Arin.
"Iya sayang, mau Mama bantu," ucap Mama Naura.
"Gak usah Ma, Arin bisa sendiri kok," ucap Arin lalu menggendong Zayden.
Setelah menaruh Zayden di dalam kamar, Arin pun kembali ruang tamu, "Rin, kamu bisa cerita ke Mama kemana aja kamu selama ini?" tanya Mama Naura.
"Hem, jadi sebenarnya Arin pergi ke negara X, Ma," ucap Arin gugup.
"Kenapa kamu kesana? Mama tau kalau Zehan memang sudah keterlaluan sama kamu, tapi kamu sampai pergi dan menyembunyikan Zayden dari Zehan bahkan Mama?" tanya Mama Naura.
"Maafin Arin. Ma," ucap Arin dan setelah itu Arin pun menjelaskan semuanya pada Mama Naura.
__ADS_1
"Astaga Zehan itu emang keterlaluan bagaimana bisa di ngelakuin hal seperti itu ke kamu Rin," ucap Mama Naura.
"Tapi, itu udah berlalu Ma dan Arin udah gak mau mikirin hal itu lagi," ucap Arin.
"Pasti sulit jadi kamu Rin, Arin sebenarnya ada yang pengen Mama bicarakan ke kamu," ucap Mama Naura.
"Apa, Ma?" tanya Arin.
Namun, saat Mama Naura akan membicarakannya tiba-tiba handphone Mama Naura berdering, "Sebentar ya Rin, Chesa nelpon Mama," ucap Mama Naura dan diangguki Arin.
^^^Halo. Dek, kenapa?^^^
Mama kemana sih dari tadi Chesa cariin gak ada?
^^^Mama sekarang lagi di...^^^
Sebelum mengatakan keberadaannya Mama Naura terlebih dahulu menatap Arin dan Arin pun menggelengkan kepalanya pertanda jika ia tidak ingin orang lain tahu mengenai keberadaan Mama Naura saat ini.
^^^Oh iya Mama lupa ngasih tau kamu Chesa Mama ada acara mendadak sama Bu Ajeng sampai lupa Mama ngabarin kamu.^^^
Mama ini kebiasaan deh, yaudah kalau gitu Mama dimana sekarang biar Chesa jemput?
^^^Eh, gak usah, Mama bisa pulang sendiri, kamu gak usah jemput Mama. Dek, udah dulu ya Mama tutup.^^^
Setelah itu, Mama Naura pun memutuskan sambungan telepon tersebut.
"Kenapa, Ma?" tanya Arin.
"Chesa nyariin Mama, jadi Mama harus cepet pulang sebelum mereka curiga," ucap Mama Naura.
"Yaudah Tante biar Kinan yang antar aja," ucap Kinan.
"Iya Kinan, oh iya sayang, apa Mama bisa kesini lagi kapan-kapan untuk ketemu kamu sama Zayden dan kamu?" tanya Mama Naura.
"Permintaan, apa?" tanya Mama Naura.
"Arin minta sama Mama jangan beritahu ke siapapun mengenai Arin dan Zayden, Mama anggap saja kalau Mama masih belum tau tentang keberadaan Arin," ucap Arin.
"Tapi sayang, mana bisa Mama...," ucapan Mama Naura terhenti lantaran Arin yang menyelanya.
"Ma, Arin mohon. Arin gak mau ada yang tentang Arin apalagi tentang Zayden," ucap Arin.
"Mama akan usahakan, tapi Mama berharap semua orang tau kalau kamu istri sah nya Zehan," ucap Mama Naura.
"Arin, gak bisa Ma. Arun berharap Mama mengerti," ucap Arin.
"Huh, kalau kamu mau kayak gitu Mama akan usahakan karena semuanya juga untuk kebaikan kamu dan juga cucu Mama, kalau gitu mama pergi dulu," ucap Mama Naura lalu pergi.
"Rin, lo gapapa?" tanya Adel.
"Aku gapapa kok Del, udah ya aku ke kamar dulu mau istirahat besok aku harus kerja soalnya," ucap Arin dan diangguki Adel.
.
Disisi lain, Zehan terus menghindar dari Olla, "Lo pergi sekarang lo itu cuma pengganggu tau gak gue cuma nganggep lo rekan kerja paham," ucap Zehan.
"Han, kok kamu ngomong gitu sih," ucap Olla.
"Lo pergi sekarang atau gue hancurin karir lo," ucap Zehan.
__ADS_1
"Oke-oke aku pergi," ucap Olla lalu pergi.
"Kak Zehan," panggil Chesa.
"Kenapa?" tanya Zehan.
"Kak, mama gak ada disini," ucap Chesa.
"Maksud kamu apa?" tanya Zehan.
"Dari tadi Chesa nyariin Mama soalnya kata Papa, Mama mau ke kamar mandi. Tapi, kok gak balik-balik terus Chesa ke kamar mandi dan ternyata Mama gak ada di sana," ucap Chesa.
"Kita cari dulu aja di sekitar sini pasti Mama masih ada," ucap Zehan.
"Gak ada Kak, tadi Papa juga udah nyuruh orang buat nyari Mama di sekitar sini, tapi gak ada. Terus gimana dong Kak?" tanya Chesa.
"Kita tenang dulu, kamu udah telpon Mama?" tanya Zehan.
"Belum Kak," jawab Chesa dengan menggelengkan kepalanya.
"Kamu telpon dulu siapa tau Mama kemana gitu tapi gak ngabarin," ucap Zehan lalu Chesa pun menghubungi Mama Naura.
"Gimana? Mama dimana?" tanya Papa Rendra.
"Mama lagi ke rumah Bu Ajeng katanya terus lupa ngabarin kita," ucap Chesa.
"Kan apa Kakak bilang, Mama itu emang kayak gitu orangnya," ucap Zehan.
"Kalau gitu sekarang kita jemput Mama aja pasti tadi Mama ke rumah Bu Ajeng naik taksi," ucap Papa Rendra.
"Tadi kata Mama, Mama pulang sendiri gak suah dijemput," ucap Chesa.
"Yaudah sekarang kita pulang aja lagian acaranya udah selesai kan," ucap Zehan lalu mereka pun kembali ke rumah.
Sesampainya mereka di rumah mereka melihat Mama Naura yang berada di ruang tamu dengan pakaian rumahnya, "Mama udah pulang dari tadi? kok Mama udah ganti baju aja?" tanya Papa Rendra.
"Eh udah pulang. Iya, Pa, Mama udah pulang dari tadi kok oh iya kalau kalian lapar Mama udah siapin makanan yang sangat spesial buat kalian," ucap Mama Naura.
"Mama kok tumben kayak gini," ucap Chesa.
"Kayak gini gimana Mama itu cuma lagi seneng aja," ucap Mama Naura.
"Seneng kenapa, Ma?" tanya Chesa.
"Ya seneng aja gitu hihh gemes banget Mama sama kamu, makasih ya udah ngabulin impian Mama selama ini dudududududu," ucap Mama Naura dengan mencubit pipi Zehan lalu pergi ke kamarnya dengan bersenandung ria
"Mama kenapa, Pa?" tanya Chesa.
"Papa juga gak tau," ucap Papa Rendra.
"Kayaknya Mama kesambet setan yang ada di rumahnya Bu Ajeng deh," ucap Zehan.
"Gak lucu," ucap Chesa lalu pergi menuju kamarnya.
"Lah emang siapa yang mau ngelucu," gumam Zehan.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.