
Setelah Kinan dan Adel keluar, Arin pun menumpahkan kesedihannya, "Han, kenapa kamu ngelakuin semua ini ke aku, hiks hiks. Sabar ya sayang kita pasti bahagia nantinya," ucap Arin yang mulai menangis dan ia pun berdiri mengambil foto pernikahannya dengan Zehan yang ia bawa di dalam tasnya.
"Han, aku sangat berharap kamu bisa percaya sama aku, tapi hiks hiks...," ucapan Arin terhenti karena ia tiba-tiba kembali menangis hingga sesenggukan.
Tanpa Arin sadari Kinan melihat dan mendengar semuanya dan ia pun menangis, "Rin, gue yakin lo pasti bahagia lo itu kuat lo bisa ngadepin semuanya," gumam Kinan dan menghapus air matanya.
"Lo gak usah khawatir Nan, Arin pasti bakal bahagia kok, sekarang kita harus buat perhitungan sama Zehan," ucap Adel lalu mereka berdua pun menuju ke kamar.
"Lo bener Del, gue bakal samperin Zehan besok sekalian ngasih surat pengunduran diri gue, lo sama Arin. Jadi, besok lo sama Arin langsung ke bandara aja nungguin gue biar gue urus semuanya," ucap Kinan.
"Tapi, Nan. Besok kan ada rapat semua pegawai," ucap Adel.
"Ya, gue tau dan lo gak usah khawatir Del, lo temenin Arin aja kalau masalah lainnya lo serahin semuanya ke gue oke," ucap Kinan dan diangguki Adel.
"Oke, gue serahin semuanya ke lo, tapi jangan sampai bikin masalah lo Nan," ucap Adel.
"Siap Del, mending kita istirahat aja soalnya besok kita akan berkelana entah kemana hehehe," ucap Kinan dan diangguki Adel lalu mereka pun menuju kamar mereka dan terlelap.
Arun sendiri merasa mual dan ia pun menuju ke mandi, disisi lain Kinan yang sedang tertidur merasa terganggu karena mendengar suara muntahan akhirnya Kinan segera membangunkan Adel.
"Del, bangun, Del bangun napa ishh dasar kebo banget lo nih ya," ucap Kinan.
"Hem kenapa sih Nan, masih ngantuk nih gue," ucap Adel.
"Mending sekarang lo bangun kayaknya Arin lagi muntah deh," ucap Kinan.
"Arin muntah, kenapa? dia masih sakit ya? apa perlu gue panggilan Dokter buat meriksa kondisinya Arin... aduh sakit Nan, lo kenapa sih main pukul pala orang aja," ucap Adel karena mendapat pukulan di kepalanya.
"Lo sih kalau ngomong tuh ya, Arin kan lagi hamil makanya dia muntah mending kita samperin dia pasti Arin sekarang capek deh muntah terus," ucap Kinan.
"Lo bener Nan, yuk kita samperin Arin," ucap Adel lalu mereka pun menuju ke kamar yang digunakan Arin.
Arin pun memuntahkan semuanya dan hasilnya seperti hari-hari sebelumnya, Arin pun duduk di sofa, namun ia kembali merasa mual saat ia masih didalam kamar mandi tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, Arin pun menoleh ke belakang dan ternyata Adel dan Kinan yang berdiri di belakangnya.
"Lo gapapa Rin? ada yang sakit gak?" tanya Adel.
"Aku gapapa kok mungkin cuma ngerasa mual aja," ucap Arin lalu menuju ke sofa dan memijat kepalanya.
"Kepala lo pusing Rin, sini biar gue ambilin obat ya," ucap Kinan.
"Gak usah Nan, ini pusing gara-gara dari tadi muntah terus nanti pasti sembuh kok," ucap Arin.
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu mending lo tidur lagi aja kalau lo ngerasa gak enak badan gitu lo bisa panggil gue aja lo gak usah sungkan-sungkan ya," ucap Kinan.
"Iya makasih ya Nan," ucap Arin.
"Iya yaudah kalau gitu kita berdua balik ke kamar dulu ya," ucap Kinan lalu mereka berdua pun menuju ke kamar mereka.
"Oh iya aku boleh minta sesuatu gak sama kalian?" tanya Arin sebelum Adel dan Kinan benar-benar keluar dari kamar tersebut.
"Minta apa emangnya Rin?" tanya Adel.
"Hem gimana ya aku ngomongnya," ucap Arin yang tidak enak untuk mengutarakan permintaannya.
"Ngomong aja kali Rin, gak usah di pendem segala nanti lo malah nyesel lo, sekarang lo bilang lo mau apa?" tanya Kinan.
"Iya Rin, bener kata Kinan, lo ngomong aja, inget loh kita ini keluarga lo dan kita bakal usahain apa yang dipengenin sama bumil yang satu ini ya kan Nan," ucap Adel.
"Bener kata si Adel, Rin. Lo ngomong aja," ucap Kinan.
"Hem, kalian berdua mau gak tidur bareng aku?" tanya Arin.
"Hah, lo pengen kita bertiga tidur bareng gitu Rin?" tanya Adel dan diangguki Arin.
"Lo serius Rin, sama permintaan aneh lo itu?" tanya Kinan yang memastikan permintaan Arin.
"Oke, kalau gitu kita bakal tidur bareng lo, untung aja kasur gue muat buat banyak orang," ucap Kinan.
"Hem, Arin gue boleh nanya gak ya tapi ini masalah Zehan, tapi kalau lo gak ngizinin juga, gue gak bakal tanya kok lo gak usah khawatir?" tanya Adel.
"Boleh kok tanya apa emangnya Del?" tanya Arin.
"Lo selama hamil ini tidur sendiri apa tidur bareng Zehan?" tanya Adel dengan hati-hati agar tidak menyakiti hati Arin dan membuat Arin sedih.
"Aku jawab jujur apa bohong nih Del?" tanya Arin.
"Terserah sih Rin, kalau lo gak mau jawab jujur ga gapapa kok gue lagian gak maksa kan Rin," ucap Adel.
"Bercanda kali Del, aku bakal jawab kok jadi selama aku hamil, Zehan gak pernah tidur bareng aku, jangankan tidur ngobrol aja jarang bahkan kalau aku ketemu sama Zehan, Zehan selalu ngehindar dari aku Del," ucap Arin dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Maaf Rin, gue gak bermaksud buat lo kepikiran masalah ini," ucap Adel.
"Gapapa kok Del, aku paham aku cuma meratapi nasibku aja," ucap Arin.
__ADS_1
"Rin, lo nyesel gak sih nikah sama Zehan? secara kan lo sama Zehan nih nikahnya cepet banget?" tanya Kinan.
"Ya gimana ya Nan, kalau dibilang nyesel sih gak sama sekali karena semua keputusan yang aku buat itu aku terima apapun resikonya Nan, jadi aku gak pernah nyesel sama semuanya, yang buat aku nyesel cuma satu karena aku gak bisa ngeyakinin Zehan kalau aku gak punya pria lain selain dia," ucap Arin.
"Gue salut banget sama lo, Rin. Lo salah satu perempuan tersabar di dunia ini gue rasa," ucap Kinan.
"Gak usah nangis lagi Rin, kan lo masih punya kita kan," ucap Adel.
"Hem, makin sayang deh sama kalian," ucap Arin lalu mereka pun berpelukan.
"Unch sayang," ucap Adel dan memeluk Arin dengan erat.
"Awsh," rintih Arin.
"Kenapa lo Rin?" tanya Kinan.
"Gapapa kok Nan, cuma Adel aja yang meluknya aku terlalu kenceng," ucap Arin.
"Eh maaf Arin, gue terlalu terharu dan semangat banget sampai lupa kalau lo lagi hamil," ucap Adel.
"Lo tuh ya Del, untung si baby gapapa kalau sampai si baby kenapa-napa awas aja lo Del," ucap Kinan.
"Hehehe iya Nan, gue lupa. Gue bakal lebih berhati-hati buat kedepannya sekali lagi sorry ya Rin," ucap Adel.
"Iya, yaudah mending kita tidur yuk sekarang," ucap Arin lalu mereka pun tidur di ranjang bersama.
"Nan, lo jangan sampai traveling loh," ucap Adel.
"Traveling maksudnya apa Del?" tanya Arin.
"Ya, maksudnya tuh si Kinan kan kalau tidur gak bisa diem nah takutnya nanti kakinya Kinan kemana-mana dan malah kena perut lo, kan gue takut Rin," ucap Adel.
"Astag, Del. Lo gak usah khawatir kalau masalah itu mah aman," ucap Kinan.
"Udah-udah, kalian berdua itu selalu aja ribut sampai pusing aku denger kalian ribut terus mending kita tidur aja," ucap Arin lalu ia dan Adel pun menuju alam mimpi.
'Rin, semoga lo bahagia ya,' ucap Kinan dalam hati lalu menyusul Arin menuju alam mimpi.
.
.
__ADS_1
.
Tbc.