
Zehan sendiri menuju ke ruangannya dan memanggil Panji, "Gimana semua udah siap?" tanya Zehan.
"Iya Pak semuanya sudah siap, semua tim sudah berada di ruang rapat," ucap Panji.
"Bukan itu maksud saya, tapi bukti mengenai mereka berempat?" tanya Zehan.
"Untuk masalah itu Pak Zehan tidak perlu khawatir, saya sudah mendapatkan semua buktinya," ucap Panji dan diangguki oleh Zehan.
Zehan pun menuju ke ruang rapat dan saat sampai di ruang rapat ia melihat semua karyawan yang terlihat takut kepadanya, "Baik semuanya silahkan mulai presentasinya saya harap tidak ada kesalahan sedikitpun sampai ada kesalahan saya tidak akan segan-segan untuk memecat kalian," ucap Zehan yang semakin membuat karyawan takut dan gemetar.
Presentasi pun berjalan dengan lancar sampai tiba saat Zehan mengakhiri rapat tersebut, "Saya cukup puas dengan kerja kalian, tapi sebelum saya mengakhiri rapat ini saya ingin mengatakan ke kamu, besok kamu gak usah kerja disini lagi kamu bisa beresin semua barang-barang kamu," ucap Zehan sambil menunjuk ke arah Yura.
"Ma-maksud Pak Zehan apa ya saya tidak paham?" tanya Yura.
"Oh salah kalian bertiga juga silahkan bereskan barang-barang kalian saya tidak mau sampai besok saya melihat kalian di ruangan ini," ucap Zehan yang menunjuk Vira, Gabby dan Alika.
"Tapi Pak...," ucapan Vira terhenti oleh Zehan.
"Kalau kalian tidak terima dan ingin bicara atau mau protes kalian bisa ke ruangan saya, oke rapat selesai kalian semua bisa kembali ke kerjaan kalian masing-masing," ucap Zehan lalu mengakhiri rapat dan keluar dari ruang rapat.
Setelah Zehan keluar dari ruang rapat banyak karyawan yang membicarakan tentang Yura, Alika, Vira dan Gabby, dimana sudah melakukan kekerasan pada Arin dan karena hal ini banyak dari karyawan yang menyesal memperlakukan Arin dengan buruk.
'Awas aja lo Rin, gue bakal buat perhitungan sama lo karena lo udah bikin gue malu, sampai gue ketemu sama lo habis lo di tangan gue,' ucap Yura dalam hati.
"Gimana ini, lo pada mau di pecat kalau gue sih gak mau nanti kalau gue di pecat gimana orang tua gue, disini gajinya gede," ucap Vira, didalam ruang rapat hanya ada mereka berempat.
"Gue juga gak mau sampai di pecat nanti makeup gue gimana mahal tau gak," ucap Alika.
"Kalau gitu kita harus menurunkan ego kita buat minta ke Pak Zehan supaya kita gak di pecat," ucap Gabby.
"Bener kata Gabby, gue setuju. Kalau tau gini gue gak bakal ikut Yura buat bully Arin," ucap Vira.
"Kok lo jadi nyalahin gue sih," ucap Yura.
"Gue gak nyalahin lo kok gue kan cuma bilang kalau gue nyesel bully Arin, kan gue cuma nyindir doang tapi lo malah makin komporin gue sama Arin," ucap Vira.
"Lo ya emang kalau kayak gini aja nyalahin gue," ucap Yura.
"Gue kan bilang kalau gue gak nyalahin lo," ucap Vira.
"Udah kalian gak usah berantem lagi deh mending sekarang kita ke Pak Zehan buat minta gak di pecat kalau kita disini berantem terus gak bakal selesai masalah kita dan satu lagi kita gak usah saling menyalahkan anggap aja sebagai pelajaran hidup," ucap Gabby.
Beberapa saat kemudian, Yura, Vira, Gabby dan Alika pun menuju ke ruang kerja Zehan dan masuk kedalam ruangan tersebut, "Kenapa kalian kesini?" tanya Zehan.
"Begini Pak, kami tidak ingin di pecat kami masih ingin kerja disini kami tidak tau lagi Pak harus kerja dimana kalau kami di pecat, tolong pak jangan pecat kami hiks hiks," ucap Yura yang akhirnya menangis di hadapan Zehan.
__ADS_1
"Heh kalian yang udah nyakitin Arin istri sah saya, enak aja kalian hidup tenang seperti ini sudah saatnya kalian pergi dari kantor ini bukan, karena apa karena kantor ini gak butuh orang-orang bodoh kayak kalian," ucap Zehan.
"Maaf Pak, maafkan kami Pak Zehan hiks hiks. Kami akui semua yang kami lakukan itu salah Pak, tolong jangan pecat kami Pak," ucap Alika yang juga menangis.
"Saya tidak akan pernah memaafkan kalian," ucap Zehan.
Nun, saat Gabby akan bersuara tiba-tiba ponsel Zehan berdering dan Zehan pun mengangkat sambungan telepon tersebut.
^^^Kenapa, Brar?^^^
Kayaknya perusahaan lo bakal ada masalah deh, Han.
^^^Maksud lo?^^^
Jadi, gue sama tim gue kan lagi lihat kondisi beberapa proyek perusahaan lain dan kayaknya perusahaan lo butuh keuntungan 10% buat terhindar dari bahaya.
^^^Oke, thanks infonya. Gue bakal pikir caranya.^^^
Yup, semoga info gue ini berguna buat perusahaan lo.
^^^Info lo sangat berguna.^^^
Setelah itu, Zehan pun memutuskan sambungan telepon tersebut.
"Baik Pak, akan kami usahakan asalkan kami tidak di pecat Pak," ucap Yura.
"Oh iya satu lagi, kalian harus minta maaf ke Arin bagaimanapun itu," ucap Zehan.
"Baik Pak kami akan minta maaf ke Arin," ucap Yura.
"Oke kalian bisa pergi sekarang," ucap Zehan lalu mereka pun pergi dari ruangan tersebut.
Zehan tentunya tidak percaya pada keempat perempuan itu, tapi apa salahnya untuk memanfaatkan mereka bukan, itulah yang ada di pikiran Zehan.
Setelah itu, Zehan pun mencoba untuk menyibukkan dirinya agar dapat melupakan masalah rumah tangganya dengan Arin, namun tetap saja tidak bisa Zehan selalu teringat akan sang istri.
"Astaga Rin dimana sih kamu? kamu gak lupa kan sama aku? ini adalah kedua kalinya kamu pergi dari aku dan sekali lagi aku gak bisa nemuin dimana kamu sekarang, Rin kamu dimana sih sebenarnya?" tanya Zehan pada dirinya sendiri.
^^^Panji kamu ke ruangan saya sekarang!^^^
Panji pun mengetuk pintu Zehan dan masuk saat di persilahkan Zehan masuk, "Iya Pak, ada apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Panji.
"Kamu duduk disini!" perintah Zehan dengan menunjuk sofa yang ada di depannya.
"Baik Pak," ucap Panji.
__ADS_1
"Sekarang saya minta sama kamu buat cari tau keberadaan Arin bagaimanapun itu kamu harus dapat lokasinya kamu paham!" perintah Zehan.
"Baik pak akan saya coba untuk mencari tau keberadaan Bu Arin," ucap Panji.
"Oke, kalau gitu kamu boleh pergi sekarang," ucap Zehan.
"Baik Pak," ucap Panji lalu keluar dari ruangannya Zehan.
"Astaga sabar Panji, si Bos itu lagi banyak masalah makanya kalau ngomong gak enak kayak gitu rasanya sensi terus sama tadi baru aja duduk eh di suruh pergi lagi kan kalau gitu gak usah duduk sabar Panji sabar," gumam Panji saat keluar dari ruangan Zehan.
Saat Zehan tengah melamun tiba-tiba ponselnya berdering.
^^^Kenapa Kha?^^^
Gak Han, gue cuma mau tanya aja ke lo gimana udah ketemu belum sama Arin belum?
^^^Belum, gue gak tau dimana Arin dan gue udah ke rumah Kinan, tapi kata Adiknya Kinan ikut Adel pergi jauh katanya dan gue gak tau mereka pergi kemana gue sekarang bener-bener pusing, stress, frustasi campur udah gue gak tau mau ngapain lagi Kha.^^^
Oke kalau gitu lo gak usah khawatir kan lo masih punya gue, Abrar, Riko sama Andis. Kita bakal usahain buat cari Arin juga.
^^^Thanks banget Kha, gue udah gak tau lagi mau cari Arin kemana, gue tuh gak punya petunjuk sama sekali tentang keberadaan Arin dan lo tau yang lebih parahnya lagi Kakek sama Nenek gue dateng.^^^
Kakek sama Nenek lo dateng ke rumah lo?
^^^Iya mereka dateng ke rumah dan tau kalau gue sama Arin lagi ada masalah terus Arin pergi yang lebih parahnya mereka kecewa sama gue bahkan mereka gak mau ngomong sama gue kayak Mama sama Papa yang nyuekin gue.^^^
Gue cuma prihatin sama lo Han, tapi gue bakal berusaha supaya gue tau dimana keberadaan Arin, lo gak sendirian kok oke.
^^^Ya, gue tau itu.^^^
Setelah itu, Zehan pun memutuskan sambungan telepon tersebut
Selesai bekerja Zehan pun menuju ke kediaman keluarga Gulzar, namun ia terus memikirkan mengenai rumah tangganya hingga tanpa Zehan sadari ada sebuah truk yang datang dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi.
Brak!
Mobil Zehan pun berguling hingga tidak berbentuk, Zehan sendiri berhasil keluar dari mobil dengan luka di sekujur tubuhnya dan beberapa saat kemudian mobil Zehan meledak dan Zehan pun tidak sadarkan diri.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1