Married With Mantan

Married With Mantan
Aku Setuju


__ADS_3

"Lo bisa Han, lupakan semuanya. Lo butuh tenangin diri lo," gumam Zehan.


Setelah itu, Zehan pun keluar dari kamarnya dan menuju ke meja makan saat sedang menuruni anak tangga tiba-tiba sahabatnya datang dengan heboh.


"Selamat pagi!" ucap mereka.


"Pagi juga, ya ampun akhirnya kalian datang juga, Tante kangen banget sama kalian," ucap Mama Naura pada Riko, Andis dan juga Okha.


"Ya ampun Tan, masa cuma Riko, Andis sama Okha aja sih emangnya Tante gak kangen Abrar?" tanya Abrar sedih dan membuat Mama Naura tertawa karena ia melupakan Abrar.


"Kalau kamu mah, Tante udah sering lihat, saking seringnya sampai bosen Tante," ucap Mama Naura.


"Syukurin," ucap Okha.


"Wah udah dateng kalian," ucap Papa Rendra yang ikut untuk sarapan.


"Hehehe iya Om, udah kangen sama masakannya Tante Naura ini," ucap Andis.


"Kalau kangen, kamu sering-sering deh kesini," ucap Mama Naura.


"Pasti dong Tan," ucap Andis


"Yaudah ayo makan," ucap Mama Naura.


Setelah selesai makan, saatnya untuk pergi menuju bandara karena jadwal keberangkatan mereka ke Jogja pukul 09:00 sehingga mereka harus segara sampai ke bandara.


"Tan Kita berangkat dulu ya," pamit Riko.


"Iya, hati-hati ya. Nanti kalau udah sampai jangan lupa kabarin Mama," ucap Mama Naura.


"Iya, Ma," ucap Zehan.


Saat berada di dalam mobil, Abrar dan Andis tidak bisa berhenti berbicara, ya mereka bicara mengenai tempat wisata yang akan dikunjungi saat mereka di kota L.


"Heh gimana kalau ke Gua A aja, di sana katanya bagus, atau kita ke restoran A?" tanya Andis.


"Restoran tuh enak kalau malem aja Dis, di sana kan kita bisa ngelihat pemandangan kota dari atas restoran," ucap Okha dan diangguki oleh Abrar.


"Iya juga sih, terus gimana?" tanya Andis.


"Kita istirahat dulu aja gimana, ini masih hari pertama juga jadi santai-santai aja?" ucap Zehan.


"Ya gak seru dong Han," ucap Andis.


"Iya nih gak seru," ucap Abrar.


"Gue setuju sama ide lo Han, kita istirahat aja gue juga udah capek belum pas nanti di pesawat," ucap Okha.

__ADS_1


"Astaga Kha, kan pesawat kita bisnis, jadi santuy ajalah," ucap Abrar.


"Tetep aja Brar, kalau kalian mau jalan-jalan silahkan, gue mau tidur aja nanti baru malem kita ke restoran A gimana," ucap Okha.


"Yaudah deh gue ngikutin lo pada," ucap Andis.


"Iya deh gue juga," ucap Abrar.


Okha yang melihat tingkah kedua sahabatnya itu hanya tersenyum karena memang Okha akui kedua sahabatnya ini celamitannya minta ampun.


Skip.


Setelah perjalanan yang panjang menggunakan pesawat akhirnya mereka lun sampai di tempat tujuan mereka yaitu kota L.


Zehan, Okha, Abrar, Andis, dan Riko saat ini sudah berada di dalam mobil yang akan membawa mereka ke hotel tempat mereka menginap, mereka menginap di salah satu hotel terbaik di kota L, banyak orang penting yang sudah menginap di hotel tersebut.


"Han, lo harus cepet bangun hotel di kota L deh, supaya kalau kita lagi ke kota L itu kita nginep di hotel lo dan gratis iya gak Ndis," ucap Abrar.


"Yup gue setuju sama ide lo, bener Han kata Abrar, lumayanlah," ucap Andis.


"Aw," rintih Abrar dan Andis dan segera melihat ke arah pelakunya yaitu Riko yang merasa gemas dengan tingkah kedua sahabatnya ini langsung memukul kepala mereka.


"Makanya kalau ngomong tuh di filter dulu," ucap Riko.


Setelah sampai di hotel seperti diskusi mereka tadi, hari ini mereka hanya istirahat di hotel dan baru malam nanti mereka akan keluar menghadapi ramainya kota L.


.


Meskipun Kinan kaya, tapi Arin tidak akan pernah meminta kepada Kinan lantaran ia tau jika meminjam uang kepada Kinan ujung-ujungnya Kinan meminta Agra Arin untuk tidak membayarnya sehingga Arin enggan untuk meminjam uang kepada Kinan seperti setelah check in tadi Arin dan Kinan sempat adu mulut karena Kinan membayar hotel yang mereka tempati menggunakan uangnya.


Saat Arin ingin membayarnya, Kinan justru menyuruhnya untuk tidak membayar dan hal itu membuat Arin merasa tidak enak karena Arin merasa bahwa ia selalu saja merepotkan Kinan yang notabennya adalah sahabatnya dan untuk Kinan sendiri ia tidak pernah mempermasalahkan untuk masalah ini ia malah senang bisa membantu Arin.


Arin dan Kinan saat ini berada di dalam kamar hotel, "Nan kita ke pantai yuk sambil nikmatin sunrise yuk besok," ucap Kinan dan diangguki Arin.


"Lo punya tempat yang pengen lo kunjungi gak Rin?" tanya Kinan pada Arin.


"Aku sih pengen banget ke alun-alun dekat pantai," ucap Arin.


"Oke, kalau gitu kita ke alun-alunnya besok malam aja dan sekarang kita istirahat dulu gimana?" tanya Kinan.


"Iya, Nan. Aku setuju," ucap Arin.


"Terus kalau kalau masih ada waktu kita santai di pantai aja?" tanya Kinan kepada Kaila.


"Oke, berarti sekarang kita istirahat aja ya," ucap Kinan dan diangguki Arin.


"Oke sekarang gue mau pilih baju buat besok, lo juga jangan lupa kita besok nikmatin sunrise," ucap Kinan.

__ADS_1


"Iya, Kinan," ucap Arin.


"Gue udah dapet Rin, lo udah dapet belum?" tanya Kinan.


"Udah Nan," ucap Arin.


"Mana coba gue lihat? biasanya kan pakaian lo gak sesuai," tanya Kinan dan Arin pun menunjukkan pakaian yang akan ia gunakan untuk besok.


"Astaga Arinni Esha Nalini warnanya gak banget ganti deh, nih ya kalau rok lo warna abu-abu jangan pake baju warna cokelat. Terus apa nih, sepatu warna hitam gak ada yang cocok cepet ganti pilihan baju lo buat besok," ucap Kinan.


"Nan, aku gak tau menurutku ini udah oke kok. Lagian aku gak masalah sama warnanya," ucap Arin.


"No! gue gak mau lihat lo pake ini, sini biar gue aja yang pilihin," ucap Kinan dan menuju koper Arin, Arin hanya pasrah melihat Kinan.


"Nah ini oke," ucap Kinan.


Kinan memilih rok dan baju berwarna abu-abu, sedangkan sandalnya ia memilih Gladiator Sandal berwarna cokelat dan talinya berwarna hitam.


"Yaudah yuk Nan, kita istirahat aja biar besok gak terlalu capek," ucap Arin lalu menuju ranjang.


"Oke Rin, gue beresin dulu koper gue," ucap Kinan dan setelah itu Kinan juga menuju ranjang dan menuju alam mimpi seperti Arin.


.


Sama halnya dengan Arin dan Kinan, saat ini 5 pemuda tengah tertidur dengan tenang, sudah lebih dari 12 jam mereka tidur dan sampai sekarang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera bangun.


"Eunghhhhhh," lenguh Andis bangun karena merasa haus, ia tidak sengaja melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10 malam lalu ia membangunkan lainnya.


"Bangun woy," ucap Andis yang berusaha membangunkan sahabatnya.


"Kenapa sih Ndis ganggu aja," ucap Okha.


"Ganggu lo bilang, ini udah jam 10 malem," ucap Andis.


"Terus," tanya Okha.


"Ya kita ke restoran A?" ucap Andis.


"Besok aja deh, gue masih ngantuk," ucap Okha lalu kembali terlelap.


"Gue juga," ucap Abrar dan Zehan secara bersamaan.


Andis pun menghela napas dan setelah itu ia kembali ke alam mimpi seperti keempat ketiga sahabatnya.


.


.

__ADS_1


.


Tbc.


__ADS_2