
"Tau nih, jangan-jangan apa yang lo lihat itu salah kan bisa gawat," ucap Adel.
"Ish, kalian ini ya masa gak percaya sih sama gue, gue ini gak bohong ya," ucap Gabby.
"Beneran?" tanya Vira.
"Beneran, gue lihat sendiri pakai mata kepala gue kalau istri dan anaknya Pak Zehan masuk ke ruangan Pak Zehan," ucap Gabby.
"Ah so sweet," ucap Adel.
"So sweet apaan deh, biasa aja perasaan," ucap Kinan.
"Lo patah hati juga Nan?" tanya Vira.
"Gue sama Zehan! ogah banget kali, ngapain juga gue mau sama orang yang gak bisa menghargai orang kayak dia," ucap Kinan dengan menunjuk dirinya.
"Pak Zehan, Kinan. Lo mau di keluarin Karen agak sopan manggil Pak Zehan kayak tadi," ucap Adel.
"Gak peduli gue, mau Zehan atau Pak Zehan atau siapapun dah males pokoknya, udah deh ganti aja pembahasannya," ucap Kinan.
Mereka pun makan dengan tenang dan sesekali mengobrol hingga akhirnya mereka kembali ke ruangan mereka.
"Besok ada presentasi kan?" tanya Vira.
"Iya, besok lo ya Tan yang presentasi," ucap Vira.
"Iya besok gue yang presentasi," ucap Tristan dan setelah itu, mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
sore harinya, Arin bersiap-siap karena ia harus pergi ke toko roti untuk bekerja. setelah sampai di toko roti ia segera melakukan pekerjaannya.
Saat ini Arin tengah melayani pengunjung di meja nomor 2 dan ia pun memberikan daftar menunya, "Ini Bu untuk menu toko roti kami," ucap Arin dengan sopan.
"Kamu kan yang waktu itu bantuin saya," ucap wanita tersebut ialah Mama Naura.
"Iya, Ibu apa kabar?" tanya Arin sopan.
"Ibu baik, kamu kerja disini ternyata," ucap Mama Naura.
"Iya Bu saya kerja di sini," ucap Arin.
"Yaudah kalau gitu saya pesen foti yang paling enak di sini pokoknya rekomendasi kamu aja deh," ucap Mama Naura.
"Baik Bu kalau begitu saya permisi dulu," ucap Arin.
Saat sedang menunggu makanan tiba-tiba Chesa datang, "Mama," panggil Chesa.
"Astaga sayang kamu ngagetin Mama aja," ucap Mama Naura.
"Hehehe maaf Ma," ucap Chesa.
"Mana Kakak kamu?" tanya Mama Naura pada Chesa.
__ADS_1
"Gak tau juga Ma, tadi katanya mau jemput Chesa eh Chesa tungguin malah gak jemput-jemput makanya tadi Chesa telat ya karena Kakak, Ma," ucap Chesa.
Saat tengah mendengarkan cerita Chesa tiba-tiba ponsel Mama Naura berdering dan terpampang lah siapa yang menelponnya ternyata Zehan.
^^^Kemana aja kamu Kak?^^^
Maaf Ma, Zehan gak bisa nemenin Mama soalnya ini Zehan masih di proyek buat liat langsung pengerjaannya maaf ya Ma.
^^^Huh iya gapapa, Mama maafin kamu saat ini. Tapi, awas aja kalau sampai terjadi lagi.^^^
Iya Mamaku tercinta kalau gitu Zehan tutup dulu ya Ma dah!
Beberapa saat akhirnya roti yang di tunggu-tunggu pun datang, tentunya dengan Inuman yang direkomendasikan langsung oleh Arin seperti permintaan Mama Naura.
"Kakak yang waktu itu bantuin Mama kan?" tanya Chesa dengan menunjuk Arin.
"Eh i-iya," ucap Arin sopan pada pelanggannya.
"Wah Kakak cantik banget ternyata," ucap Chesa dan Arin pun tersenyum mendengar pujian tersebut.
"Terima kasih, apa masih ada yang di butuhkan kalau tidak saya permisi, Jiak anda butuh sesuatu anda bisa memanggil saya melalui tombol ini," ucap Arin yang diangguki Mama Naura dan Chesa.
Mama Naura dan Chesa sudah selesai memakan rotinya dan setelah itu menekan tombol yang di maksud Arin hingga beberapa saat kemudian, Arin muncul dan memberikan tagihan yang harus mereka bayar.
Setelah membayar mereka pun pergi dari toko roti tersebut, namun sebelum pergi mereka memberikan bonus yang cukup banyak untuk Arin.
"Ini kembaliannya Bu," ucap Arin dengan memberikan kembalian untuk Mama Naura.
"Tapi Bu...," ucapan Arin terhenti lantaran Mama Naura yang menyelanya.
"Udah gapapa kalau kamu gak mau Ibu sedih nih," ucap Mama Naura dengan wajah sedihnya.
Chesa yang melihat Mamanya hanya menggelengkan kepalanya, ia merasa Mamanya ini harus segera mendapat piala untuk aktris terbaik.
"Sekali lagi terima kasih Bu," ucap Arin lalu Mama Naura dan Chesa pun pergi dari toko roti tersebut.
Di dalam mobil, Mama Naura terus saja berbicara mengenai Arin, "Gimana Dek, cocok gak buat Kakak kamu yang jomblonya menahun itu?" tanya Mama Naura yang meminta pendapat dari Chesa.
"Iya Ma, cocok banget. Justru Kakaknya cantik, kemarin waktu bantuin Mama cahayanya kurang jadi gak jelas dan waktu Chesa lihat tadi jelas banget dan emang cantik banget, Chesa gak bohong deh," ucap Chesa dan diangguki Mama Naura.
.
Pagi harinya, Arin sudah membereskan barang-barangnya di meja kantornya bahkan yang lain belum berangkat kerja Arin sudah berada di kantor.
Rapat hari ini memang mereka langsung ke ruang rapat tanpa harus ke ruang kerja sebab itu Arin tidak mau membuang waktunya ia langsung merapikan mejanya, lagipula ini masih terlalu pagi untuk orang-orang berangkat kerja dan untuk berkas-berkasnya sudah ia titipkan ke resepsionis dan tentunya dengan memberikan catatan agar resepsionis memberikannya pada timnya.
Arin keluar dari kantornya dan menuju ke rumahnya, Bibi Ika sendiri masih belum mengetahui jika Arin berhenti bekerja karena Arin tidak ingin menambah beban pikiran Bibinya.
Arin sudah berada di rumah, Bibi Ika sedang di rumah Bu Salma untuk mencuci. Arin akan memberitahukan mengenai keputusannya pada Bibi Ika secepatnya dan rencananya ia akan memberitahukan Bibi Ika malam ini.
Untuk hari ini, Arin akan mencari pekerjaan di media cetak terlebih dahulu dan setelah itu ia akan mengirimkan lamaran pekerjaan.
__ADS_1
.
Zehan saat ini melakukan rapat dengan tim keuangan dan tim pemasaran ia sangat semangat lantaran ia bisa melihat Arin.
Rapat akan di mulai, namun Zehan masih belum ada tanda-tanda Arin akan muncul.
Skip...
"Baik itu tadi presentasi dan perencaan yang tim kami ingin laporkan," ucap Tristan.
"Tunggu, saya bukannya menyuruh untuk rapat kali ini semua anggota hadir bukan, tapi kenapa tim keuangan ada satu anggota tidak hadir?" tanya Zehan yang sangat penasaran kemana perginya Arin sampai tidak hadir di rapat kali ini padahal ia sudah membuat rapat agar semua anggota hadir.
"Maaf Pak, tapi anggota tim kami semua sudah hadir Pak," ucap Bu Mika.
Zehan yang mendengarkannya bingung, "Maksud anda apa? tim keuangan kurang stau orang tidak hadir," tanya Zehan.
"Mungkin maksud Pak Zehan itu Arin, untuk Arin dia sudah mengundurkan diri sejak kemarin Pak," ucap Bu Mika.
Semua orang yang mendengar ucapan Bu Mika terkejut bukan main terutama Kinan yang tidak tau mengenai hal tersebut.
"Apa maksud Bu Mika? kenapa Arin berhenti?" tanya Kinan.
"Saya juga kurang tau pastinya karena apa Arin mengundurkan diri, tapi setahu saya kemarin Arin mengatakan jika ia sudah tidak cocok berada di perusahaan dan akhir-akhir ini dia juga kurang nyaman karena itu dia memutuskan untuk mengundurkan diri kemarin," ucap Bu Mika.
"Baiklah kalau begitu rapat kita akhiri kalian bisa pergi sekarang," ucap Zehan yang masih duduk di kursi ruang rapat dan masih ada beberapa anggota tim yang ada disana.
Kinan yang tidak sabaran akhirnya menelpon Arin bahkan melupakan Zehan yang masih ada di sana.
^^^Dimana lo sekarang?^^^
Di toko roti.
^^^Tungguin gue, gue bakal kesana bentar lagi.^^^
Setelah mengatakannya, Kinan pun pergi dari ruangan tersebut, Zehan yang melihatnya ingin sekali mengejar Kinan, namun ia tidak tahu harus melakukan apa saat berada di depan Arin nantinya.
Arin dan Kinan sudah berada di depan toko roti tempat Arin bekerja lebih tepatnya mereka berada di mobil Kinan, "Maaf," ucap Arin.
"Buat apa lo minta maaf? emangnya lo nganggep gue sahabat ya?" tanya Kinan kesal.
"Maaf Nam, aku gak bermaksud buat gak ngasih tahu kamu," ucap Arin.
"Gue kecewa banget sama lo Rin, gue pikir lo juga anggap gue sahabat, tapi ternyata gak yan jadi di sini cuma gue aja yang nganggep pertemanan kita udah sampai ke tahap sahabat, mending lo sekarang keluar deh Rin, males banget gue lihat lo," ucap Kinan.
Arin yang mendengar dan melihat Kinan dengan wajah yang tidak bersahabat dengannya pun memutuskan untuk keluar dari mobil, Arin akan mencoba berbicara dengan Kinan nanti setelah emosi Kinan reda.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.