Married With Mantan

Married With Mantan
Dokter, Yakin?


__ADS_3

Akhirnya Arin memutuskan untuk pergi ke dokter untuk memeriksa keadaannya dan menelepon Kinan untuk berangkat terlebih dahulu dan tidak menunggunya.


^^^Halo Nan, kamu gak usah jemput aku ya.^^^


Kenapa emangnya Rin?


^^^Aku mau ke Dokter dulu hari ini Nan.^^^


Kamu sakit Rin?


^^^Gak tau, dari tadi aku mual terus kayaknya aku masuk angin deh, tapi kok pusing juga aku Nan, makanya aku ke dokter aja.^^^


Zehan tau Rin?


^^^Gak Nan, aku gak mau nyusahin Zehan.^^^


Yaudah kalau gitu lo tunggu disitu gue bakal jemput lo oke, jangan pergi dulu.


Setelah itu, Kinan pun memutuskan sambungan telepon tersebut di saat Arin akan bersuara.


Saat sedang menunggu Kinan, Mama Naura datang, "Loh sayang kamu kok belum berangkat sih?" tanya Mama Naura.


"Oh itu Ma, Arin lagi nunggu Kinan," ucap Arin.


"Kamu bareng Zehan aja ya kan Han," ucap Mama Naura dan Zehan hanya diam.


"Gak usah Ma, lagian Kinan udah berangkat kok, mungkin sebentar lagi datang," ucap Arin.


"Yaudah, kalau gitu Mama masuk dulu ya, kamu hati-hati loh," ucap Mama Naura.


"Iya Ma," ucap Arin dengan menganggukkan kepalanya, sedangkan Zehan langsung menuju ke mobilnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah Arin.


Beberapa saat kemudian, Kinan pun sampai di kediaman keluarga Gulzar, "Lama ya maaf Rin, ini tadi tumben macet banget di daerah rumah gue," ucap Kinan.


"Iya gapapa kok Nan, yuk," ajak Arin.


"Btw Rin, lo udah izin belum?" tanya Kinan.


"Udah kok aku udah izin sama Bu Mika dan baliknya sekitar jam setengah 10 an nanti," ucap Arin.


"Oke kalau gitu," ucap Kinan.


"Terus kamu gimana udah izin Nan?" tanya Arin.


"Kalau gue mah santai Rin," ucap Kinan.


Di rumah sakit, Arin memeriksakan dirinya dengan Dokter Finda, "Gimana Dok?" tanya Kinan yang menemani Arin masuk untuk diperiksa.


"Arin gapapa kok, tapi Rin saya boleh tanya sama kamu," izin Dokter Finda.


"Boleh kok Dok, tanya apa emangnya?" tanya Arin.


"Kalau boleh tau kapan terakhir kamu datang bulan?" tanya Dokter Finda.


"Hem lupa Dok, soalnya udah lama gak datang bulan. Tapi, seingat Arin sih antara 1 atau 2 bukan yang lalu Dok kenapa emangnya?" tanya Arin.


"Kalau menurut saya Rin, kamu lebih baik ke dokter Oky deh," ucap Dokter Finda.

__ADS_1


"Kenapa emangnya Dok kok Arin sampai harus ke Dokter Oky?" tanya Kinan.


"Kalian tau Dokter Oky gak?" tanya Dokter Finda.


"Gak Dok," ucap Kinan dan Arin.


"Oke, kalau gitu lebih baik kamu ke Dokter Oky biar kamu tau kenapa kamu kok ngerasa mual sama pusing kayak gitu karena saya tidak dapat memastikan mengenai gejala kamu Rin," ucap Dokter Finda.


"Makasih Dok, udah mau bantuin Arin selama ini dan Arin ke Dokter Oky kalau gitu dok," ucap Arin.


"Iya Rin, saya cuma bisa ucapkan selamat ya kalau memang benar dugaan saya," ucap Dokter Finda.


"Dugaan apa Dok?" tanya Kinan.


"Nanti kamu juga tau kok," ucap Dokter Finda.


"Kalau gitu kita permisi Dok," pamit Arin dan diangguki Dokter Finda.


Arin dan Kinan pun menuju ke ruang Dokter Oky, mereka tadi sempat bertanya ke salah satu perawat letak ruangan Dokter Oky.


Arin dan Kinan saling menatap satu sama lain, "Rin, lo duluan gih yang masuk," ucap Kinan.


"Kok aku sih Nan, kamu aja deh yang masuk duluan," ucap Arin.


"Kan lo yang sakit Rin, kok jadi gue sih yang duluan," ucap Kinan.


Arin pun masuk kedalam ruangan Dokter Oky, "Permisi Dok," ucap Arin.


"Oh kamu yang disarankan sama Dokter Finda kesini kan?" tanya Dokter Oky.


"Yaudah kalau gitu kamu berbaring," ucap Dokter Oky dan Arin pun berbaring, setelah itu Dokter Oky mulai memeriksa keadaan Arin.


"Ada yang sakit gak?" tanya Dokter Oky.


"Gak ada kok Dok cuma suka mual sama sedikit pusing dok," ucap Arin.


"Kamu udah telat datang bulan?" tanya Dokter Oky.


"Iya Dok sekitar 1 atau 2 bulan," ucap Arin.


"Udah," ucap Dokter Oky lalu menuju ke mejanya.


Arin dan Kinan pun duduk di kursi depan meja Dokter Oky, "Setelah melihat dari gejala kamu sama hasil yang saya dapatkan kamu ini saat ini tengah hamil sekitar 8 Minggu," ucap Dokter Oky.


Arin dan Kinan yang mendengarnya pun terkejut dan langsung menatap satu sama lain.


"Dokter, yakin? kalau temen saya ini hamil?" tanya Kinan.


"Iya ini saya tadi sempat melihat hasil usg kamu," ucap Dokter Oky lalu memberikan foto hasil usg Arin.


"Wah Rin, lo hamil," ucap Kinan lalu memeluk Arin.


"Saya juga memberikan resep ini karena kandungan kamu masih sangat rentan dan wajar jika kamu tiba-tiba mual dan pusing kok itu memang sering terjadi di setiap wanita hamil," ucap Dokter Oky.


"Terima kasih ya Dok, kalau gitu kami permisi," ucap Arin lalu meninggalkan ruangan Dokter Oky.


"Rin, terus gimana sekarang? lo kasih tau Zehan?" tanya Kinan setelah mereka keluar dari ruangan Dokter Oky.

__ADS_1


"Aku gak tau Nan, sebenarnya aku pengen bilang ke Zehan, tapi Zehan selalu ngehindar dari aku," ucap Arin.


"Kalau gitu biar gue aja yang bilang ke Zehan," ucap Kinan.


"Gak usah Nan, biar aku aja, aku bakal bilang kalau gak nanti ya besok," ucap Arin.


"Yaudah kalau itu mau lo, tapi seandainya lo gak bisa ngasih tau ke Zehan, lo bilang aja ke gue biar gue yang ngasih tau ke Zehan," ucap Kinan.


"Iya Nan, udah yuk kita ke kantor nanti telat loh," ajak Arin.


Zehan sendiri sedang berada di kantor dan ia merasa kesal karena proyek yang ada di kota C belum juga ada perinciannya akhirnya Zehan pun memutuskan untuk mengadakan rapat.


"Panji bilang ke karyawan yang mengurus proyek di kota C kalau jam 10 akan ada rapat saya mau semua hadir," perintah Zehan.


"Baik Pak," ucap Panji.


Setelah itu, Panji pun pergi dan Zehan pun meluapkan kekesalannya dengan membanting berkas yang ada di mejanya.


"Hah Rin, kenapa kamu bikin aku jadi stress gini sih," gumam Zehan.


Disisi lain, Zehan dan Arin baru saja sampai di kantor, "Rin, kamu kemana aja sih?" tanya Adel.


"Aku tadi ada urusan sebentar emangnya kenapa Del?" tanya Arin.


"Itu Pak Zehan ngadain rapat jam 10 dan semua yang mengurus proyek di kota C harus hadir," ucap Adel.


"Kok dadakan gini Del, aku belum ngerekap semuanya," ucap Arin lalu berlari menuju ruangannya.


"Arin hati-hati jangan lari kayak gitu," ucap Kinan lalu ia pun menuju ke ruangannya.


Arin baru saja menyelesaikan berkasnya, "Yuk kita ke ruang rapat semuanya dan lo Rin gue harap lo gak bikin kesalahan ya," ucap Vira sinis.


"Yeh biasa aja dong," ucap Adel.


Vira tidak merespon perkataan Adel, ia dan Gabby langsung menuju ke ruang rapat.


"Yuk Rin," ajak Adel.


Saat mereka sampai di ruang rapat ternyata semua orang sudah hadir termasuk Kinan, baru saja Arin duduk Zehan dan Panji datang.


"Saya disini gak mau lama-lama saya cuma mau tau gimana untuk perincian biayanya dan segala pengurusannya," ucap Zehan tegas.


"Ini Pak, untuk perincian biaya baik dari para pekerjanya dan juga fasilitasnya," ucap Arin dengan memberikan berkasnya lalu Zehan pun membukanya dan membaca isi berkas tersebut.


"Kamu pikir saya mau terima perincian biaya itu tanpa ada bukti pembelian!" ucap Zehan yang mulai meninggikan suaranya.


"Tapi Pak ini yang sudah saya terima dari Pak Panji dan juga dari mandor yang ada di sana," ucap Arin.


"Bukankah itu artinya tidak ada bukti pasti? kau harusnya langsung ke sana dan mengeceknya langsung, apa kau ingin makan gaji buta di perusahaan saya?" tanya Zehan.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2