Married With Mantan

Married With Mantan
Kayak Istana


__ADS_3

Setelah mendengar Zayden memanggilnya, Arin pun segera menghampiri Zehan, "Iya sayang kenapa? ada yang sakit hem? atau kamu mau apa?" tanya Arin.


"Haus," lirih Zayden.


"Ini sayang minumannya," ucap Zehan lalu Zayden pun meminum minuman tersebut.


"Gimana sayang ada yang sakit gak?" tanya Kinan.


"Zay gapapa kok aunty, Zay udah sehat dan gak sakit lagi," ucap Zayden yang begitu menggemaskan.


"Syukurlah, sekarang kamu bilang ke aunty, kamu kemana aja? kenapa kok kamu gak nungguin aunty di sekolah hem?" tanya Kinan.


"Maaf aunty, Zay pergi ke taman terus gak sengaja liat burung yang ada di tengah jalan. Sebenarnya Zay mau tolongin burungnya, tapi Zay malah kayak gini sekarang, maaf ya aunty. Zay salah, seharusnya Zay nungguin aunty di sekolah," ucap Zayden.


"Iya untuk kali ini aunty maafin untung kanu masih selamat," ucap Kinan dan memeluk Zayden.


"Tunggu deh, anak ini siapa sih Han?" tanya Andis.


"Dia anak gue," ucap Zehan santai.


"Hah anak lo? kok bisa? lo udah merawanin siapa?" tanya Okha.


"Ya, istri gue lah," ucap Zehan dengan menatap Arin dan justru mendapatkan tatapan tajam dari Arin.


Zehan pun menceritakan semuanya ke Andis, Riko dan Okha, "Jadi, lo lagi hamil waktu ninggalin Zehan dulu, Rin?" tanya Okha.


"Iya Kha," ucap Arin.


"Kenapa waktu itu lo gak bilang kalau lo lagi hamil sih Rin? kan gue jadi ngerasa bersalah," ucap Andis.


"Gapapa kok Ndis, aku juga udah lupain semuanya," ucap Arin.


Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba Mama Naura datang bersama Papa Rendra, Chesa dan juga Bryan, "Halo cucu gantengnya Nenek," ucap Mama Naura yang menghampiri Zayden dan memeluknya.


"Halo Nenek," ucap Zayden.


"Gimana keadaan kamu masih ada yang sakit gak?" tanya Mama Naura.


"Gak kok Nek, Zay udah sehat gak sakit lagi," ucap Zayden.


"Nah gitu dong cucu Nenek kuat," ucap Mama Naura.


"Loh Tante tau kalau Arin punya anak?" tanya Okha.


"Tante tau, tapi Arin gak ngizinin Tante buat bilang ke Zehan ya makanya gak Tante kasih tau Zehan nya," ucap Mama Naura.


"Jadi sekarang keluarga Gulzar nambah satu ya Ma," ucap Chesa.


"Iya sayang akhirnya," ucap Mama Naura.


"Salah Dek, bukan satu orang. Tapi, mau dua," ucap Zehan.


"Hah maksud kamu apa Han? dua? kamu mau selingkuh," ucap Mama Naura.


"Gak Ma bukan itu maksud Zehan, tapi Arin sekarang lagi hamil anak kedua," ucap Zehan.


"Kok bisa Kak, Kakak sama Kak Arin udah pernah ngelakuin itu," ucap Chesa yang terkejut.


"Ya mau gimana lagi, Dek," ucap Zehan.


"Astaga! selamat ya sayang. Mama seneng banget dengernya akhirnya Mama punya cucu lagi, kali ini kamu harus ekstra buat jagain anak kedua kamu Han, jangan kayak waktu Arin hamil Zay paham," ucap Mama Naura.


"Iya Ma, Zehan juga paham kok buat jagain anak kedua Zehan," ucap Zehan.


"Arin, selamat ya akhirnya ya gue bakal punya ponakan lagi," ucap Kinan lalu memeluk Arin begitupun juga dengan Adel.


"Ma, Zay mau punya Adek ya?" tanya Zayden.

__ADS_1


"Iya sayang, Zay bakal punya Adek. Zay seneng ga mau punya Adek?" tanya Zehan.


"Tapi kan Zay gak punya Papa, Ma. Gimana Zay punya Adek, kata Timothy Zay gak bisa punya Adek karena kalau Zay mau punya Adek, Zay harus punya Papa dulu," ucap Zayden.


"Sayang ini kan Papanya Zay, jadi Zay bisa punya Adek. Zay mau punya Adek berapa emangnya? biar Papa penuhi," ucap Zehan yang mendapat pukulan dari Arin.


"Papa? jadi sekarang Zay udah punya Papa ya Ma," ucap Zayden dengan semangat.


"Iya sayang sekarang Zay udah punya Papa namanya Papa Zehan," ucap Arin.


"Yeah! Zay udah punya Papa, tapi ini kan Om ganteng yang ada di sekolahnya Zay kok bis jadi Papanya Zay sih, Ma," ucap Zayden.


"Iya sayang, tapi sekarang Zay gak boleh panggil Om lagi ya. Zay harus panggil Papa, terus nanti Zay tinggal bareng sama Papa mau kan Zay tinggal sama Papa," ucap Zehan.


"Mau Pa, Zay mau tinggal sama Papa," ucap Zehan.


"Tapi, sebelum Zay tinggal sama Papa. Zay harus sehat dulu," ucap Arin dan diangguki Zayden.


Orang-orang yang ada di sana pun terharu bahagia melihat bagaimana semangatnya Zayden setelah memiliki Papa.


'Akhirnya, Rin. Zay sekarang udah bahagia karena dia punya Papa,' ucap Adel dalam hati.


'Gue okut seneng lihat Zayden bahagia,' ucap Kinan dalam hati.


.


Sudah seminggu, Zayden dirawat di rumah sakit dan hari ini Zayden diperbolehkan untuk pulang, namun Zayden akan pulang ke kediaman keluarga Gulzar bukan ke rumah kontrakan Arin dan Adel.


"Makasih ya Del, kamu udah mau bantuin aku selama ini," ucap Adel.


"Iya sama-sama Rin, lo hati-hati ya disana dan inget kalau lo mau ke rumah kita dulu lo kesana aja lo kan punya kuncinya," ucap Adel dan diangguki Arin.


"Kinan, makasih juga ya karena kamu selama ini selalu ada buat aku sama Zayden," ucap Arin lalu Kinan pun memeluk Arin.


"Sama-sama Rin, kalau ada apa-apa lo bilang aja ke gue. Gue ini juga keluarga lo kalau lo lupa," ucap Kinan.


Setelah itu, Arin dan Zayden pun pergi menuju kediaman keluarga Gulzar dengan Zehan tentunya, "Kamu siap Yang," ucap Zehan.


"Huh iya aku siap Han," ucap Arin.


Setelah beberapa saat kemudian mereka sampai di kediaman keluarga Gulzar, "Wah Ma, bagus banget rumahnya kayak istana yang Timothy pernah bilang," ucap Zayden yang berada di gendongan Zehan.


"Zay suka rumahnya?" tanya Zehan.


"Iya Pa, Zay suka banget soalnya rumahnya kayak istana," ucap Zayden.


"Yaudah yuk kita masuk," ucap Zehan lalu menggandeng tangan Arin.


Saat masuk kedalam mereka disambut dengan para pelayan yang ada di rumah tersebut dan juga keluarga Gulzar, "Selamat datang kembali Nona Arin," ucap Bi Laras.


"Terima kasih ya Bi," ucap Arin.


"Arin sayang akhirnya kamu kembali kesini," ucap Mama Naura yang menghampiri Arin dan memeluknya.


"Makasih ya Ma, Arin seneng banget akhirnya bisa kembali kesini," ucap Arin.


"Mama yang seneng sayang, kamu tau Mama itu udah kangen banget sama kamu di rumah ini dan sekarang kamu kembali kesini bareng jagoan ganteng," ucap Mama Naura.


"Nenek, rumah ini bagus kayak istana besar," ucap Zayden.


"Cucu Nenek yang ganteng ini suka rumahnya?" tanya Mama Naura.


"Iya Nek, Zay suka banget soalnya rumahnya kayak istana. Dulu Timothy pernah cerita soal rumahnya yang kayak istana besar," ucap Zayden.


"Sekarang istana ini tempat tinggal Zay loh, Zay mau main disini boleh dan kalau Zay butuh apapun tinggal manggil pelayan disini terus nih ya kalau Zay mau mainan apapun sekarang pasti diturutin," ucap Mama Naura.


"Beneran Nek, Zay tinggal istana besar ini?" tanya Zayden.

__ADS_1


"Iya sayang beneran, masa Nenek bohong sih," ucap Mama Naura.


"Tapi, aunty Del gimana Ma kalau Zay tinggal disini?" tanya Zayden.


"Aunty Del sekarang kan tinggal sama aunty Nan, terus nanti kalau Zay mau ketemu sama aunty Del dan aunty Nan. Zay bisa ke rumah lama kita dulu," ucap Arin.


"Beneran ya Ma, Zay masih bisa ketemu aunty Del sama aunty Nan," ucap Zayden.


"Iya sayang bisa kok," ucap Arin.


"Yaudah gimana kalau sekarang Kakek ajak Zay keliling istana mau," ucap Papa Rendra dan mengambil alih Zay dari gendongan Zehan lalu menggendongnya.


"Yeh jalan-jalan ayo Kakek," ucap Zayden.


"Yuk Kak, biar Chesa bantu," ucap Chesa dan mengambil tas Arin lalu menggandeng Arin ke kamar Zehan.


Arin pun masuk ke kamar tersebut, "Wah, ternyata gak ada yang berubah ya kamarnya," ucap Arin saat memasuki kamar tersebut.


"Kakak tau Kak Zehan gak ngebolehin siapapun masuk ke kamarnya kecuali Mama sama Bi Laras terus Kak Zehan juga gak mau ada yang ngerubah design kamarnya, makanya sampai sekarang gak ada yang berubah designnya meskipun Kak Zehan sempat hilang ingatan, tapi Kak Zehan masih merasakan Kak Arin di kamar ini," ucap Chesa.


"Kamu ini ada aja masa Zehan sampai kayak gitu sih," ucap Arin.


"Iya Kak beneran kok, Chesa gak bohong," ucap Chesa.


"Arin, Chesa. Ayo bantuin Mama," ucap Mama Naura dari luar.


"Tuh Kak, toa nya udah koar-koar yuk kita keluar," ucap Chesa lalu mereka keluar dari kamar dan menghampiri Mama Naura yang ada di dapur.


Hari semakin gelap mereka pun masuk kedalam rumah dan sudah tersedia segala macam makanan di atas meja makan, "Wah enak banget nih kayaknya," ucap Zehan lalu mengambil makanan di atas meja.


"Eits enak aja kamu ya Han, ini makanan Mama masakin khusus buat menantu Mama sama Zay, jadi yang makan harus mereka dulu kamu nanti aja," ucap Mama Naura.


"Yahh Mama kok gitu sih," ucap Zehan.


"Udah gak usah merengek gitu, ini sayang kamu makan dulu sama cucu Mama sekalian," ucap Mama Naura.


Setelah Arin dan Zayden memakan makanan tersebut mereka bisa menikmati makan malam yang sangat spesial karena hadirnya Arin dan Zayden.


"Rin, kamu kalau mau ke Dokter bilang Mama ya biar Mama temenin kamu," ucap Mama Naura.


"Iya Ma, mungkin seminggu atau dua Minggu lagi Arin baru ke Dokter nya," ucap Arin dengan menganggukkan kepalanya.


Setelah makan malam, Arin pun memutuskan untuk didalam kamar bersama Zehan dan Zayden, "Zay sini Papa mau ngomong sama kamu," ucap Zehan yang memanggil Zayden dimana saat ia tengah bermain di bawa dengan mainannya.


"Iya Pa," ucap Zayden dan menghampiri Zehan di atas ranjang.


"Ayo kita tidurrrrrrrrrr," ucap Zehan dengan menarik Zayden ke bawah selimut, Arin yang melihatnya hanya tersenyum.


"Udah Han, kamu jangan kayak gitu Zay kan baru aja keluar dari rumah sakit nanti makin sakit lagi," ucap Arin.


"Zay gapapa kok Ma, gak ada yang sakit," ucap Zayden.


Setelah bermain dengan Zayden, Zehan pun berhenti karena melihat Zayden yang tengah tertidur lalu Zehan membenarkan posisi Zayden, "Oh iya besok kamu mau ikut gak jenguk Dian. Kata Okha hari ini Dian lahiran," ucap Zehan.


"Dian lahiran, kenapa kamu gak bilang aku?" tanya Arin.


"Ya aku kira gak penting aja bilang ke kamu, kan ini Dian yang lahiran lagian kamu juga sibuk dengan Zayden kan," ucap Zehan.


"Iya juga sih yaudah deh aku ikut," ucap Arin.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2