
"Aku cuma mau mampir aja kok Han," ucap Tara.
"Chika makin hari makin gemesin aja ya," ucap Chesa.
Zehan sendiri moodnya sudah hancur ia pun berniat menuju ke kamarnya, namun Tara justru mengikutinya.
"Kamu ngapain ngikutin aku?" tanya Zehan dengan nada dinginnya.
"Kamu mau ke kamar kan aku ikut sekalian istirahat, Tara juga soalnya belum tidur," ucap Tara yang berjalan menuju kamar Zehan.
Zehan yang melihat itu pun segera menarik tangan Tara dan mendorongnya hingga jatuh ke sofa.
"Katanya tadi lo cuma mampir, kalau gitu gak usah ke kamar gue dan dan setau gue kata mampir itu artinya bukan untuk istirahat di kamar sama satu lagi kamar gue itu hanya buat gue dan Arin istri gue. Kalau lo mau istirahat lo bisa tidur di sofa atau gak lo pulang aja dan tidur di kamar lo sendiri," ucap Zehan lalu pergi ke kamarnya tanpa melihat Tara ataupun Chika.
"Han, apa kamu juga akan memperlakukan Chika kayak aku? yang salah aku bukan Chika, Han," tanya Tara.
Zehan pun menghentikan langkahnya dan menara tajam Tara, "Menurut gue kalian sama, gue gak pengen terlalu memperhatikan Chika karena gue tidak pengen Chika nganggap gue lebih dari orang yang bantu dia, karena gue hanya nganggap Chika sebagai anak ponakan gue sendiri dan satu lagi Ra, anak gue hanya yang lahir dari rahimnya Arin yaitu istri gue. Gue harap lo paham Ra, lo gak perlu lagi alasan untuk kesini karena emang seharusnya lo gak ada disini karena lo bukan bagian dari keluarga Gulzar bukan," ucap Zehan lalu pergi meninggalkan Tara.
Chesa yang melihatnya pun bingung biasanya Zehan hanya diam saja saat Tara datang, tapi kali ini Zehan justru mengusir Tara.
Chesa memang menyadari jika Zehan merasa risih dengan kehadiran Tara sejak pertama kali Tara kesini, namun Zehan tidak memperlihatkannya sehingga Chesa pun diam saja.
'Bagus Kak, Chesa juga gak suka sama Kak Tara, ganggu aja,' ucap Chesa dalam hati.
Zehan tidak menyadari sedari tadi Mama Naura dan Arin mendengar bahkan melihat semua kejadian tersebut.
.
Arin dan Mama Naura pun sampai di rumah Bu Firna salah satu teman arisannya Mama Naura.
"Aduh jeng kok lama sih," ucap Bu Yeti.
"Lama ya, maaf ya tadi emang agak macet," ucap Mama Naura.
"Ini siapa jeng kok cantik banget ya?" tanya Bu Rida.
"Oh ini menantu saya jeng," ucap Mama Naura.
"Halo Tante," sapa Arin.
"Oh Zehan udah nikah jeng kok gak di undang sih," ucap Bu Firna.
"Acaranya emang keluarga aja jeng yang dateng jadi gak ngundang banyak orang deh," ucap Mama Naura.
__ADS_1
Sebenarnya Mama Naura tidak mengundang temen arisannya karena ia malas karena mereka semua akan berisik di hari bahagia Zehan dan Arin.
"Oalah gitu jeng," ucap Bu Tina.
Arin pun membaur dengan teman arisan Mama Naura, saat Arin tengah berbicara dengan Mbak Inggit anak dari Bu Firna tiba-tiba ada yang memanggil namanya dari belakang yang membuat Arin balik badan.
"Arin," sapa Bu Ani.
"Bu Ani," ucap Arin.
'Astaga Rin, kenapa kamu sampe lupa kalau Bu Ani itu juga temen arisannya Mama sih,' ucap Arin dalam hati.
"Rin, aku pergi dulu ya," pamit Mbak inggit dan diangguki Arin.
"Kamu ngapain disini jangan bilang kalau kamu juga jadi pembantu di rumah Bu Firna, ya ampun Rin, kalau kamu butuh pekerjaan kamu bilang ke saya nanti saya bakal kasih kamu kerjaan," ucap Bu Ani.
"I-itu Bu saya sebenernya...," ucapan Arin terhenti saat Siska menghampiri Bu Ani.
"Ma ini minumnya, lo Arin kan? ngapain lo disini?" tanya Siska.
"Arun kerja jadi pembantu disini sayang, Mama udah bilang ke dia kok kalau lagi butuh kerjaan bisa tanya Mama siapa tau Mama bisa bantu kan," ucap Bu Ani.
"Iya Ma, mending Mama kasih kerjaan si Arin ini kasihan Siska liatnya, udah baju sok bagus lagi padahal cuma pembantu, udah deh Ma yuk kita ke sana soalnya tadi Bu Rida nyari Mama," ucap Siska lalu mereka berdua pun pergi dari hadapan Arin.
Semua orang telah berkumpul di rumah Bu Fitnah, "Semuanya ada disini lengkap," ucap Bu Rida.
"Rin, kamu ambilin saya minum sana!" suruh Bu Ani pada Arin yang duduk bersama Mama Naura.
"Maksud jeng Ani apa ya nyuruh Arin ambilin minum?" tanya Mama Naura tidak terima.
"Ma udah, Arin gapapa kok," bisik Arin.
"Gak boleh gitu Rin, enak aja jeng Ani nyuruh kamu," ucap Mama Naura.
"Saya gak seenaknya jeng nyuruh Arin ambilin minum kan emang tugas pembantu itu ngambilin minum," ucap Bu Ani.
Mama Naura yang mendengarnya pun semakin geram saat Bu Ani menganggap menantunya sebagai seorang pembantu.
"Maksud jeng Ani, Arin itu pembantu disini," ucap Mama Naura.
"Iya jeng Naura, kalau bukan pembantu siapa lagi, lagian Arin pantes kok jadi pembantu dia rajin orangnya pasti Bu Firna gak bakal mecat Arin," ucap Bu Ani dan Mama Naura pun berjalan menghampiri Bu Ani.
Plak!
__ADS_1
Tamparan keras dan nyaring mendarat di pipi Bu Ani, "Jeng Naura ini apa-apaan sih nampar saya emang saya salah apa?" tanya Bu Ani yang tidak terima saat ditampar Mama Naura.
Semua orang yang ada di sana semakin tegang pasalnya ini adalah pertama kalinya mereka melihat Mama Naura marah bahkan menampar Bu Ani.
"Saya harap jaga omongan jeng Ani, Arin disini bukan sebagai pembantu, tapi dia itu menantu saya ingat menantu," ucap Mama Naura dengan menekankan kata 'menantu'.
"Apa Arin ini istrinya Zehan," ucap Bu Ani dengan raut wajah yang terkejut.
"Iya Arin itu istrinya Zehan dan saya gak terima ya jeng Ani menghina menantu saya sebagai seorang pembantu hanya karena Arin pernah menjadi pembantu di rumah jeng Ani," ucap Mama Naura.
"Tapi, jeng bukannya suatu saat nanti Zehan bakal kita jodohin sama Siska," ucap Bu Ani.
"Jeng Ani ini bagaimana sih, Siska itu udah nikah lagian saya gak pernah ada rencana untuk ngejodohin Zehan dengan anaknya jeng Ani, jeng Ani aja yang terlalu berharap," ucap Mama Naura.
"Tapi jeng...," ucapan Bu Ani terhenti.
"Udah Ma, gak usah di bahas masalah kayak gini," bujuk Siska.
"Tapi, sayang Mama itu udah ngerencanain pernikahan kamu sama zehan," ucap Bu Ani.
"Jeng Ani gimana sih Siska kan udah punya suami kok malah dijodohin sama Zehan," ucap Bu Rida.
"Tenang jeng saya bakal jodohin Siska sama Zehan kalau Siska udah cerai," ucap Bu Ani.
"Mama, Mama apa-apaan sih kok ngomongnya kayak gitu, udah deh," ucap Siska.
"Jeng saya pamit dulu saya udah gak mood disini, yuk sayang kita pergi Pak Tio udah di depan," ajak Mama Naura lalu mereka berdua pun pergi dari rumah Bu Ani.
"Ma maafin Arin ya, Arin udah bikin malu Mama seharusnya tadi Mama gak usah belain Arin," ucap Arin saat mereka berada di dalam mobil.
"Asal kamu tau ya sayang, kamu tuh udah Mama anggap kayak anak Mama sendiri kalau kamu di hina kayak gitu Mama jadi emosi sendiri," ucap Mama Naura.
"Makasih ya Ma udah baik banget sama Arin," ucap Arin.
"Iya sayang sama-sama," ucap Mama Naura.
Sesampainya di depan rumah Mama Naura dan Arin segera masuk, namun saat mereka berada di depan pintu mereka melihat Zehan mendorong Tara ke sofa dan berkata untuk Tara menjauh darinya dengan nada dingin lalu Zehan pergi meninggalkan Tara.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.