
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu bagi Zehan dan Arin karena mereka akan pergi ke negara X, "Pa, Ma. Zehan sama Arin berangkat dulu ya," pamit Zehan.
"Chesa, Kakak berangkat dulu ya," ucap Zehan pada Chesa yang dari tadi hanya cemberut.
"Ya, tapi jangan lupa Kak oleh-oleh nya, awas kalau Kak Zehan pulang gak bawa oleh-oleh," ucap Chesa dan Zehan hanya tersenyum.
Mereka berdua pun menuju ke bandara, saat sudah memasuki pesawat, Zehan dan Arin pun duduk di tempatnya, Zehan memilih kelas bisnis agar Arin tidak capek selama perjalanan.
Saat Arin tengah tertidur, tiba-tiba ia terbangun dan merasa dejavu, Arin teringat saat ia ke negara B dan juga kematian Ayah dan Bundanya karena kecelakaan pesawat.
Arin segera menghapus keringatnya agar Zehan tidak melihatnya, 'Kenapa aku jadi takut gini ya? Ayah, Bunda kenapa Arin jadi inget kalian?' tanya Arin dalam hatinya. Setelah itu Arin kembali terlelap hingga sampai di negara X.
Zehan dan Arin saat ini berada di hotel dan mereka pun segera membereskan barang bawaan mereka setelah itu mereka akan makan dan kembali ke kamar untuk istirahat.
"Gimana rasanya?" tanya Arin pada Zehan yang sedang mencoba makanan khas negara X yang disajikan di hotel tersebut.
"Enak kok," ucap Zehan.
"Syukur deh kalau kamu suka," ucap Arin.
"Tau gak sih Han, ada makanan yang enak banget katanya di negara X dan juga sering dimakan artis-artis," ucap Arin.
"Makanan apa emangnya?" tanya Zehan.
"Gak tau, aku lupa namanya pokoknya bahan dasarnya keju," ucap Arin.
"Kamu kan gak suka keju," ucap Zehan.
"Hehehe, iya. Aku cuma bilang aja ke kamu siapa tahu kamu mau coba," ucap Arin.
"Aku gak mau, soalnya kamu juga gak makan makanan itu. Aku bakal makan apa yang kamu makan," ucap Zehan.
'Aduh, Rin. Gak boleh luluh, semua cowok pinter kalau gombal dan itu termasuk suami kamu, Rin,' ucap Arin dalam hati.
"Oh iya kenapa kamu pengen ke negara X? kayaknya pas kita pacaran dulu kamu pernah bilang kalau kamu pengen banget ke negara D atau ke negara L, terus kenapa malah milih negara X?" tanya Zehan.
"Kamu masih inget Han, kalau aku pengen ke negara D sama negara L?" tanya Arin.
"Ya inget lah Yang, gimana gak inget kamu sering banget ngomongnya," ucap Zehan.
"Aku kira kamu gak denger waktu itu Han, soalnya kan kamu lagi ngobrol sama Tara," ucap Arin sedih jika mengingat hubungannya dengan Zehan dulu.
"Udah deh Yang, gak usah mulai. Lagian itu dulu banget, itu Zehan yang gak tau apa-apa sekarang kan beda," ucap Zehan.
"Iya iya," ucap Arin.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku loh Yang," ucap Zehan.
__ADS_1
"Pertanyaan yang mana?" tanya Arin.
"Huh, Yang. Kenapa kamu kok pengen ke negara X bukannya ke negara D atau negara L?" tanya Zehan lagi.
"Oh itu, hem apa ya? kayaknya gara-gara aku suka nonton model-model dari negara X deh jadinya aku pengen ke negara X," ucap Arin dan diangguki Zehan.
"Oh iya kan rencana kita cuma 3 hari di negara X kalau aku tambahin jadi 5 hari gimana?" tanya Zehan.
"Terus kerjaan kamu?" tanya Arin.
"Itu mah gampang aku udah suruh Panji urus semuanya, gimana mau?" tanya Zehan dan Arin pun menganggukkan kepalanya.
"Kalau gitu aku tambahin destinasinya aja soalnya tuh aku juga pengen banget ke tempat yang waktu itu aku tunjukkin ke kamu," ucap Arin.
"Emang apa nama tempatnya?" tanya Zehan.
"Gardenia resort one kalau gak salah," ucap Arin.
"Aku sih terserah kamu, kalau kamu mau ke sana ya aku mau aja," ucap Zehan.
"Aku juga pengen ke air terjun kamu gapapa?" tanya Arin.
"Gapapa sayang, kemanapun kamu mau aku bakal ikut," ucap Zehan dan berhasil membuat Arin salah tingkah.
"O-oke deh, kalau gitu kita lanjut makan aja biar cepet istirahat soalnya besok kita bakal keliling negara X," ucap Arin gugup dan Zehan pun tersenyum melihat sang istri.
"Han, aku udah pesen tiket ke air terjunnya dan besok setelah dari taman kita bisa langsung ke air terjun," ucap Arin.
Zehan sendiri tidak peduli dengan perkataan Arin karena nyatanya ia sedari tadi hanya memperhatikan betapa cantiknya Arin.
"Yang," panggil Zehan.
"Kenapa?" tanya Arin dan menatap Zehan.
Tanpa aba-aba Zehan langsung menindih tubuh Arin dan menaruh laptop yang di bawa Arin.
"Ke-kenapa Han?" tanya Arin gugup.
"Yang, kita kesini buat honeymoon, jadi kita harus melakukan apa yang dilakukan pasangan suami istri jika mereka honeymoon bukan," ucap Zehan.
"Melakukan apa? emang bukannya orang honeymoon i-itu jalan-jalan ya," ucap Arin gugup.
"Gak Yang, ada hal lain yang lebih penting dari sekedar jalan-jalan," ucap Zehan lalu menc*um bibir Arin secara agresif dan Arin pun membalas ciuman Zehan.
Zehan yang mendapat lampu hijau pun langsung melakukan aksinya hingga mereka berdua saat ini naked, Arin hanya menutup wajahnya karena ia sangat malu saat ini.
"Gak usah malu Yang, aku ini suami kamu, aku berhak miliki kamu bahkan tubuh kamu dan asal kamu tau Yang, ini adalah malam pertama kita setelah kita menikah, aku selalu sabar menunggu kamu siap Yang, aku harap kali ini kamu siap," ucap Zehan dengan suara yang menggoda dan Arin sendiri hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Akhirnya malam yang di nantikan Zehan pun terlaksana dimana malam panjang yang begitu sunyi dan hanya ada suara Arin yang begitu merdu di telinga Zehan.
.
Pagi harinya, Arin pun bangun dari tidurnya dan merasakan sakit di tubuhnya terutama bagian bawah lalu ia melihat ke arah Zehan yang sedang tertidur lelap dengan telanjang dada sehingga memperlihatkan dada bidangnya.
Ini adalah pertama kalinya Arin melihat secara langsung dan ia merasa sangat malu terutama saat ia mengingat apa yang mereka lakukan kemarin malam.
"Udah gak usah ngeliatin terus gitu, kamu mau nambah berapa ronde emangnya Yang," ucap Zehan dengan suara khas bangun tidur, namun ia tetap menutup matanya.
Arin yang ketahuan pun langsung memeluk Zehan dam menyembunyikan wajahnya di dada bidang Zehan.
"Kenapa kamu jadi malu kayak gini sih Yang, apa jangan-jangan karena kemarin malam ya," goda Zehan, ia tahu saat ini wajah Arin pasti sedang merah.
"Udah gak usah di bahas, aku mau mandi dulu," ucap Arin lalu beranjak dari tempat tidur.
"Aw," rintih Arin.
Saat akan turun dari tempat tidur Arin merintih kesakitan karena merasakan sakit di bagian bawah, Zehan yang mendengar rintihan Arin pun segera membuka matanya.
"Kamu kenapa Yang? sakit banget ya maaf ya aku kasar ya kemarin," ucap Zehan khawatir.
"Aku gapapa kok Han, kamu gak usah khawatir nanti pasti sembuh sendiri kok," ucap Arin.
"Kalau gitu kita gak usah jalan-jalan deh hari ini takutnya nanti kamu malah tambah sakit lagi," ucap Zehan.
"Gak enak aja, aku mau tetep jalan-jalan lagian aku gapapa kok cuma agak sakit, tapi masih bisa jalan," ucap Arin.
"Tapi Yang," ucap Zehan terhenti karena tatapan tajam Arin padanya.
"Iya, iya kita tetep jalan-jalan hari ini," lanjut Zehan.
"Nah gitu dong," ucap Arin.
Setelah itu, Arin berjalan menuju ke kamar mandi dengan pelan-pelan karena masih merasakan sakit.
Zehan yang melihat Arin berjalan pun gemas dan langsung menghampiri Arin lalu Zehan menggendongnya menuju ke kamar mandi.
"Aw, kamu ngapain Han? aku bisa jalan sendiri," ucap Arin karena terkejut dengan tindakan Zehan, namun Zehan tetap menggendongnya sampai kamar mandi dan mereka berakhir dengan mandi bersama.
.
.
.
Tbc.
__ADS_1