Married With Mantan

Married With Mantan
Itu Salah Satunya


__ADS_3

Arin dan Kinan yang mendengar perkataan Mario pun sontak melotot dan memandang satu sama lain.


"Astaga kenapa kalian jadi serius gini sih tadi tuh aku cuma bercanda gak mungkinlah aku suka sama Arin," ucap Mario.


"Bercandaan lo bikin gue jantungan tau gak," ucap Kinan.


"Hehehe mana ada bercandaan yang bisa bikin jantungan," ucap Mario.


"Ada, bercandaan lo yang tadi," ucap Kinan kesal.


"Tau nih, aku sama Kinan sampai liat-liatan tadi, aku kirain kamu beneran, tapi gak mungkin juga sih ya kan" ucap Arin.


"Yaudah deh lo kerja lagi aja gue sama Arin mau ke atas dulu," ucap Kinan.


Saat di ruangan Kinan, mereka berdua pun duduk di sofa, "Lo gimana Rin? udah tau kalau perusahaan bakal ngadain liburan ke kapal pesiar?" tanya Kinan.


"Iya Nan, aku tau tadi Bu Mika yang udah ngasih selembarannya," ucap Arin.


"Zehan bilang gak ke lo Rin?" tanya Kinan.


"Gak Nan, aku aja baru tau waktu Vira bilang liburan ke kapal pesiar," ucap Arin.


"Oh mungkin dia mau ngasih lo kejutan kali Rin, kan lo udah balik kerja lagi," ucap Kinan.


"Gak tau juga lah Nan, tapi ya semoga aja gitu," ucap Arin.


"Lo kenapa Rin? apa gara-gara Tara?" tanya Kinan.


"Kok Tara?" tanya Arin.


"Ya, siapa tau," ucap Kinan.


"Kenapa emangnya?" tanya Arin.


"Ya Tara yang udah bilang kalau dia ada hubungan sama Zehan," ucap Kinan.


"Aku malah gak mikirin itu sama sekali Nan, aku percaya sama Zehan kalaupun Tara bilang ke seluruh dunia dia ada hubungan sama Zehan, aku gak akan mudah percaya Nan, karena apa. Karena aku yakin itu pasti rencana Tara biar aku cemburu dan ninggalin Zehan lagi," ucap Arin.


"Wah gue makin salut sama lo Rin, lo gak boleh sampau kemakan sama omongannya si Tara itu," ucap Kinan dan diangguki Arin.


Setelah itu, mereka membicarakan segala hal yang mereka alami mulai dari yang penting ataupun tidak, bahkan mereka berdua sampai tertawa terbahak-bahak.


"Udah lama banget kita gak curhat-curhatan kayak gini Rin," ucap Kinan.


"Iya Nan, lega aku udah ceritain semuanya ke kamu," ucap Arin.


'Maaf Nan, aku masih belum bisa ceritain semuanya sama kamu,' ucap Arin dalam hati.


"Yaudah yuk gue anterin lo pulang, ini udah jam 7 nanti si Zehan marah lagi sama gue gara-gara nyulik istrinya lama," ucap Kinan.


"Apaan sih kamu Nan, yaudah yuk," ucap Arin lalu mereka pun menuju ke bawah.


"Eh udah ada Gita," ucap Kinan.


"Mbak maaf tadi beli sesuatu jadi gak tau kalau Mbak Kinan sama Mbak Arin datang," ucap Gita.


"Iya gapapa kok," ucap Kinan.


"Mbak Arin makin cantik aja, apa sih rahasianya?" tanya Gita.


"Rahasia? gak ada rahasia apa-apa sih palingan kamu banyakin tersenyum aja kali," ucap Arin.


"Gue udah sering senyum kok tetep aja kayak gini," ucap Kinan.


"Itu namanya emang takdir Nan," ucap Zehan yang tiba-tiba masuk ke dalam toko dan menggandeng tangan Arin.


"Kamu mau pulang kan?" tanya Zehan.


"Iya," ucap Arin.


"Yaudah, kalau gitu pulang sama aku," ucap Zehan.

__ADS_1


"Yeh udah dateng langsung ngatain orang, gini-gini gue udah punya pacar ya," ucap Kinan.


"Jangan lupa Nan, kalau pacar lo itu sahabat gue," ucap Zehan lalu menarik Arin keluar dari toko dan menuju ke mobilnya.


"Kok kamu datangnya pas banget aku mau pulang sama Kinan," ucap Arin.


"Kamu tau Yang, aku itu sengaja nungguin kamu," ucap Zehan.


"Nungguin aku? kenapa?" tanya Arin dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Tunggu jangan bilang kalau kamu takut aku deket sama Mario," lanjut Arin.


"Itu kamu tau," ucap Zehan.


"Astaga Yang, udah gak paham lagi aku gimana ngomongnya sama kamu kalau aku sama Mario itu gak ada hubungan apa-apa," ucap Arin.


"Cuma buat jaga-jaga aja Yang," ucap Zehan.


"Terserah kamu deh, aku bilang kalau aku gak ada hubungan sama Mario kamu juga gak percaya kan," ucap Arin dan diangguki Zehan.


Zehan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata hingga sampai kediaman keluarga Gulzar.


"Arin, lama banget ya Mama gak ngobrol sama kamu jadi kangen deh Mama," ucap Mama Naura.


"Arin juga Ma, tapi ini Arin bersih-bersih dulu ya terus Arin turun buat ngobrol sama Mama," ucap Arin dan diangguki Mama Naura.


Arin pun selesai membersihkan tubuhnya dan menuju ke lantai bawah untuk bertemu Mama Naura.


"Mama gimana keadaannya? Arin perhatiin Mama akhir-akhir ini sibuk banget sampai gak sempet ngobrol sama Arin?" tanya Arin.


"Mama memang gitu Kak kalau udah sama temen-temennya suka asik sendiri," ucap Chesa.


"Chesa, kamu nih ya. Udah sana belajar biar kamu masuk universitas yang kamu suka," usir Mama Naura.


"Gak mau ah Ma, orang Chesa pengen disini iya kan Pa," ucap Chesa.


"Lah kok jadi ke Papa sih, orang Papa gak tau apa-apa juga," ucap Papa Rendra.


"Ini nih Kak masa Mama nyuruh Chesa belajar sih," adu Chesa pada Zehan.


"Bener kata Mama Dek, kamu tuh emang harus belajar biar nilai kamu bagus," ucap Zehan.


"Kak Zehan mah Chesa tuh lagi pengen disini," ucap Chesa yang mulai ngambek.


"Udah Yang, Chesa biarin aja disini lagian kalau nilainya Chesa jelek itu kan udah resikonya dia soalnya gak belajar," ucap Arin.


"Tuh Kak denger, Kak Arin aja gak mempermasalahkan," ucap Chesa.


"Huh harus extra sabar Kakak ngadepin kamu Dek," ucap Zehan.


"Oh iya Han, papa denger katanya kamu ngadain liburan naik kapal pesiar ya?" tanya Papa Rendra.


"Beneran Han?" tanya Mama Naura.


"Wah Kak, Chesa mau ikut," ucap Chesa.


"Iya, Zehan ngadain liburan itu buat karyawan biar mereka refreshing gitu," ucap Zehan.


"Bukan karena ada Arin," ucap Papa Rendra.


"Ya, itu salah satunya," ucap Zehan.


Arin sendiri merasa pipinya panas karena perkataan Zehan, ia merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia karena bisa bersama Zehan.


"Kak Zehan tuh pinter banget gombalnya Kak Arin, jadi jangan mudah percaya sama omongannya Kak Zehan," ucap Chesa.


"Heh kamu tuh ya Adik macam apa masa manas-manasin istri Kakak sih," ucap Zehan.


"Biarin sih wleh," ucap Chesa.


"Yaudah kalau gitu khusus Chesa gak usah ikut liburan biarin dia sendirian di rumah terus nanti ada hantu yang bakal nemenin Chesa terus...," ucapan Zehan terhenti karena teriakan Chesa.

__ADS_1


"Papa! Kak Zehan nih malah nakutin!" teriak Chesa.


"Han, kamu tuh suka banget ganggu Adek kamu," ucap Papa Rendra.


"Ya lagian Chesa sih Pa," ucap Zehan.


"Ma aku serasa di taman kanak-kanak loh," ucap Arin.


"Kok di taman kanak-kanak?" tanya Mama Naura.


"Iya ma soalnya aku ngeliat 2 anak yang lagi berantem kayak rebutan permen gitu," ucap Arin yang membuat semua orang di ruang tamu tertawa.


"Kamu bisa aja Rin, tapi bener juga sih," ucap Mama Naura.


"Mama mah," ucap Zehan dan Chesa.


"Han, kapan emangnya liburannya?" tanya Papa Rendra.


"2 hari lagi Pa," ucap Zehan.


"Hah 2 hari lagi gak cepet banget Kak! Chesa aja belum nyiapin barang bawaan Chesa," ucap Chesa.


"Ya itu urusan kamu," ucap Zehan.


"Oke Kak, Chesa bakal siap besok jadi gak usah khawatir," ucap Chesa lalu menuju ke kamarnya.


"Ada-ada aja Adik kamu itu," ucap Papa Rendra.


"Oh iya Ma, ada yang mau Arin bicarain ke Mama sama Papa," ucap Arin.


"Bicarain apa Rin?" tanya Mama Naura.


"Ma, Pa. Arin boleh minta waktu liburan nanti kalian pura-pura gak kenal Arin bisa?" tanya Arin yang membuat Papa Rendra dan Mama Naura terkejut.


"Maksud Kak Arin apa? gak kenal Kak Arin gitu? ya mustahil Kak kan Kak Arin ini istrinya Kak Zehan yang merupakan Bos di perusahaan," ucap Chesa yang duduk di samping Mama Naura.


"Bukannya kamu mau nyiapain barang bawaan kamu Dek?" tanya Mama Naura.


"Hehehe gak jadi Ma, baju Chesa masih kotor belum di cuci," ucap Chesa dan diangguki Mama Naura.


"Tunggu maksud kamu tadi apa sayang Mama masih belum ngerti?" tanya Mama Naura.


"Jadi gini Ma, di perusahaan itu gak ada yang tau kalau Arin istrinya Zehan, jadi Arin boleh minta ke Papa, Mama sama kamu Chesa kalau ketemu Arin nanti pura-pura gak kenal gitu," ucap Zehan.


"Tapi kenapa?" tanya Papa Rendra.


"Arin gak mau nanti karyawan yang lain malah gak bisa ngobrol sama Arin kayak Arin kerja dulu Pa," ucap Arin.


"Papa ngerti kok maksud kamu Rin," ucap Papa Rendra.


"Kalau Mama sih ya terserah sih kalau kamu yang pengen kayak gitu," ucap Mama Naura.


"Kakak gak usah khawatir nanti Chesa bakal keluarin bakat aktingnya Chesa," ucap Chesa.


"Makasih ya semuanya udah ngertiin Arin," ucap Arin.


"Iya sayang," ucap Mama Naura.


"Oh iya Yang, kamu ajak Tara apa gak nanti?" tanya Arin.


"Kok kamu tanya gitu sih," ucap Zehan.


"Aku cuma tanya aja kok," ucap Arin.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2