Married With Mantan

Married With Mantan
Gawat!


__ADS_3

Arin pun masuk kedalam kamarnya, "Loh Rin, mana minumannya tadi katanya lo ngambil minuman?" tanya Kinan.


"Oh itu tadi aku emang ngambil terus haus ya aku minum deh mau ngambil lagi, tapi males," ucap Arin.


"Dasar," ucap Kinan.


Arin pun merebahkan tubuhnya dan tanpa terasa meneteskan air matanya karena tidak ingin mengganggu yang lain, Arin pun memutuskan untuk keluar dari kamar dan menuju ke atas kapal saat sampai di atas Arin melihat Zehan yang sedang memeluk Tara.


'zehan kenapa dia meluk Tara? apa jangan-jangan ini cuma akal-akalannya Tara supaya aku salah paham, tapi kenapa Zehan diam aja? gak Rin, kamu harus percaya sama Zehan,' ucap Arin dalam hati lalu pergi dan memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.


Arin yang berada di dalam kamar mandi pun menangis dengan suara yang sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar agar tidak ada orang yang mendengarnya.


Arin tidak tahu jika Tara mengikutinya bahkan Tara mendengar tangisan Arin, 'Rasain lo Rin,' ucap Tara dalam hati lalu muncullah ide untuk menghancurkan hubungan Zehan dan Arin.


"Zehan so sweet banget sih kenapa dia harus ngasih cincin ini ke aku sih, ah aku gak sabar sama janji kamu Han yang bakal cerai sama Arin terus kamu nikahin aku," ucap Tara yang berada di luar kamar mandi.


Arin mati-matian menahan air matanya dan saat Tara pergi Arin langsung meneteskan air matanya lagi, "Han, apa sesakit ini menyukai kamu seperti dulu," gumam Arin.


.


Zehan yang sedang berada di kamar mengangkat teleponnya yang bergetar dan Tara menelponnya.


Han, bisa kita bicara sebentar, aku tunggu kamu di atas.


^^^Hem, lo tunggu disana.^^^


Setelah itu, Zehan pun memutuskan sambungan telepon tersebut dan pergi ke tempat yang dimaksud Tara.


"Han, kamu datang," ucap Tara.


"Kenapa, Ra?" tanya Zehan.


"Han, aku cuma mau bilang sama kamu apa tidak ada sedikitpun perasaan kamu buat aku? aku udah suka sama kamu dari lama Han bahkan sebelum Arin?" tanya Tara.


"Maaf Ra, kalau maksud lo nyuruh gue datang kesini dan bertanya masalah itu, maka jawaban gue tetap sama, gue gak pernah suka lo Ra, gue hanya nganggap lo teman dari dulu, gue harap lo paham Ra," ucap Zehan.


Setelah Zehan mengatakan hal tersebut, betapa terkejutnya ia karena Tara yang tiba-tiba memeluknya, Zehan sendiri ingin melepaskan pelukan tersebut, "Sebentar saja Han," ucap Tara dan Zehan pun membiarkannya.


Tara yang melihat Arin pergi pun langsung melepaskan pelukannya, "Maaf ganggu kamu malam-malam, kalau gitu aku pergi dulu Han," ucap Tara lalu pergi meninggalkan Zehan dan mengikuti Arin.


.


Pagi harinya mereka semua akan kembali dari liburan, "Ah senangnya bisa liat pemandangan laut yang indah pake kapal pesiar yang super mewah," ucap Vira.


"Bener Ra, ini itu kesempatan yang gak boleh di lewatkan," ucap Gabby.


Arin pun pulang bersama Kinan dan Zehan pulang bersama keluarga Gulzar, awalnya Arin juga akan ikut, tapi Zehan bilang Abrar akan ikut bersama keluarga Gulzar, akhirnya Arin memutuskan untuk pulang dengan Kinan jadi Zehan pulang dengan keluarga Gulzar.


"Rin, udah sampai lo mau gue temenin apa gimana?" tanya Kinan saat sampai di kediaman keluarga Gulzar.


"Gak usah Nan, aku bisa sendiri kok," ucap Arin dan diangguki Kinan.


Saat masuk ke dalam rumah tersebut, Arin disambut hangat Mama Naura, "Kamu gapapa sayang?" tanya Mama Naura.


"Arin gapapa kok Ma, kenapa emangnya?" tanya Arin.


"Gapapa sayang, tapi Mama khawatir banget tau gak kamu kok nolak buat bareng kita sih," ucap Mama Naura.

__ADS_1


"Hehehe, Arin kasihan lihat Kinan Ma, masa dia pulang sendiri yaudah Arin pulangnya sama Kinan deh," ucap Arin.


"Oh yaudah kalau gitu kamu istirahat ya, pasti capek kan," ucap Mama Naura.


"Yaudah Ma, Arin ke kamar dulu ya," ucap Arin lalu menuju kamarnya.


Saat di kamar, Arin tidak melihat Zehan dan baru saja ia duduk di sofa tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah Zehan dengan pakaian lengkapnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Arin.


"Kamu tidur aja disini aku akan tidur di ruang kerjaku," ucap Zehan lalu melangkah pergi tapi, Arin menahan tangan Zehan.


"Kenapa kamu harus tidur di ruang kerja? kenapa tidak disini? kalau kamu tidak ingin tidur denganku aku akan tidur di sofa," tanya Arin.


"Gak usah, aku akan tidur di ruang kerja jadi jangan usah menungguku, pakaianku juga ada disana sebagian jadi aku tidak akan ke kamar ini dan kamu bisa pake sepuasnya," ucap Zehan lalu pergi meninggalkan Arin.


Arin pun menangis setelah Zehan keluar, ia tidak mengharapkan ini terjadi di pernikahannya, "Ayah, Bunda hiks hiks," gumam Arin bahkan karena terlalu lelah menangis akhirnya Arin lun terlelap di sofa.


Zehan sendiri pun membaringkan tubuhnya di sofa ruang kerjanya yang luas, "Rin, kenapa kamu harus ngekhianatin aku kayak gini," gumam Zehan.


Zehan terus memikirkan bagaimana nasib rumah tangganya selanjutnya hingga ia pun terlelap.


Pagi hari, Arin bangun dengan muka sembabnya ia bingung harus melakukan apa akhirnya Arin memakai kacamata hitam saat turun dari kamar dan menuju ke meja makan yang masih ada Mama Naura.


"Loh sayang kok kamu pakai kacamata hitam sih?" tanya Mama Naura.


"Iya Ma soalnya mata Arin sakit nanti takut nular lagi kalau gak pakai kacamata," ucap Arin.


"Ada-ada aja kamu ini," ucap Mama Naura.


Arin pun membantu menyiapkan sarapan dan anehnya Mama Naura tidak merasa curiga sama sekali.


"Arin juga gak tau Ma, soalnya tadi pagi Zehan ke ruang kerjanya," ucap Arin.


'Maaf Ma, Arin bohong sama Mama, Arin gak mau Mama tau kalau Arin sama Zehan lagi ada masalah,' ucap Arin dalam hati.


"Oh yaudah, kalau gitu nanti Mama liat Zehan nya," ucap Mama Naura.


"Yaudah Ma, Arin berangkat dulu ya," ucap Arin lalu pergi dan menuju ke rumah Kinan.


Kinan sendiri terkejut lantaran Arin datang terlalu pagi bahkan Kinan belum siap-siap, "Lo pagi banget sih Rin datengnya," ucap Kinan yang masih mengantuk.


"Nan, gawat!" ucap Arin.


"Gawat kenapa?" tanya Kinan.


Arin pun membuka kacamatanya dan Kinan tentunya terkejut saat melihat mata sembab Arin, "Rin, mata lo kok bisa kayak gini? tunggu dulu, jangan bilang kalau lo nangis semaleman dan lo ketiduran tanpa cuci muka?" tanya Kinan dan diangguki Arin.


"Astaga Rin, kok lo ceroboh gitu sih terus gimana lo kerjanya?" tanya Kinan.


"Nah itu Nan, aku gak tau makanya aku minta solusi ke kamu," ucap Arin.


"Kalau gitu sini biar gue tutupin pakai makeup," ucap Kinan lalu memakaikan makeup pada Arin.


"Nan, ini gak berlebihan masa cuma gara-gara sembab doang sampai makeup kayak gini sih," ucap Arin.


"Diem deh lo Rin, lo itu tinggal nurut sama gue aja," ucap Kinan.

__ADS_1


"Selesai," lanjutnya.


"Nan, gak aneh aku?" tanya Arin.


"Gak Rin, lo itu malah cantik banget," ucap Kinan.


Setelah itu, Kinan pun bersiap-siap dan mereka menuju ke kantor bersama, saat menuju ke ruangannya banyak karyawan yang melihat ke arah Arin dan berbisik-bisik.


Kinan dan Arin pun menghampiri Shinta, "Kenapa Ra mereka?" tanya Kinan.


"Gak tau," jawab Shinta cuek.


"Lo juga kenapa kok kayak gak suka gitu kita disini?" tanya Kinan.


"Rin, jangan bilang pacar yang dulu kamu telepon itu Pak Zehan alias selingkuhan lo kan?" tanya Shinta.


"Maksud kamu apa Ta?" tanya Arin.


"Alah gak usah sok polos Rin, seluruh karyawan juga tau kalau lo itu seorang pelakor," ucap Shinta.


"Ta, jaga omongan lo dong, lo tuh gak tau apa-apa jadi lo gak bisa seenaknya kayak gitu," ucap Kinan.


"Gue gak seenaknya kok, nih!" ucap Shinta dengan menunjukkan foto yang ada di ponselnya yang ternyata adalah foto Arin saat masuk ke kamar Zehan.


"Ini semua cuma salah paham aja kalian itu," ucap Kinan.


"Gak kok, emang Arin nya aja yang kecentilan," ucap Shinta.


"Nan, kita balik ke ruangan aja nanti telat loh," ajak Arin.


"Lo gapapa Rin? apa perlu gue temenin?" tanya Kinan.


"Gak usah Nan, aku bisa sendiri kok," ucap Arin lalu menuju ke ruangannya.


Saat sampai di ruangannya, Arin ditatap sinis oleh Vira dan Gabby, "Ra, beli dimana tuh muka?" tanya Gabby.


"Maksud lo apa By?" tanya Vira.


"Kok bisa keliatannya aja polos, tapi ternyata seorang pelakor," ucap Gabby.


"Iya Bu, aku juga gak tau beli dimana muka kayak gitu coba tanyain ke Arin mungkin dia tau," ucap Vira.


"Ah males Ra, gue ngomong sama pelakor," ucap Gabby.


"Kalian apa-apaan sih," ucap Adel.


"Udah deh Del, lo gak usah belain tuh anak, mau aja lo di bodohin sama muka polosnya ups maksudnya muka palsunya," ucap Gabby.


"Semua yang kalian bilang tuh gak bener, kalian tau sebenarnya Arin itu..." ucapan Adel terhenti karena Arin menghentikannya.


"Del, udah gak usah diladenin biarin aja mereka bicara sesuka mereka," bisik Arin.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2