
"Kamu kenapa Del? kok ngeliatin aku aneh banget?" tanya Arin yang merasa tidak nyaman karena Adel terus melihatnya.
"Gue gapapa kok Rin, hem gue pergi ke kamar dulu ya," pamit Arin lalu masu ke dalam kamarnya.
"Adel kenapa Rin?" tanya Kinan yang melihat sikap aneh Adel.
"Aku juga gak tau Nan, tapi dari tadi Adel ngeliatin aku terus antara gak suka atau gimana gitu," ucap Arin dengan menggelengkan kepalanya.
"Apa tuh orang masih sakit ya," ucap Kinan.
"Aku juga gak tau," ucap Arin.
Beberapa saat kemudian, Arin dan Kinan pun menuju kamar mereka masing-masing untuk istirahat, "Hem sayang kamu baik-baik kan didalam sana, cepet keluar ya Mama kangen banget sama kamu, maafin mama ya saat kamu lahir nan, kamu gak bisa ketemu sama Papa kamu hiks hiks," ucap Arin dan mulai menangis hingga ia terlelap.
Pagi harinya, Arin sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya, Adel dan juga Kinan, "Wow nasi goreng tumben banget pake nasi Rin," ucap Kinan lalu duduk di samping Arin.
"Gak tau Nan, aku tiba-tiba pengen aja," ucap Arin.
"Dasar bumil oh iya lo masih sering ngerasa mual gak Rin?" tanya Kinan.
"Udah gak jarang sih Nan, malahan hampir gak pernah deh," ucap Arin.
"Wah berarti mual lo cuma beberapa hari doang dong," ucap Kinan.
"Iya makanya aku aja bingung sekarang udah gak ngerasa mual ataupun badan capek gitu," ucap Arin.
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba Adel keluar dari kamar dan langsung memakai sepatu kerjanya, "Loh Del kamu udah mau berangkat gak makan dulu ini aku udah siapin sarapannya," ucap Arin, namun Adel hanya diam.
"Del, Arin lagi ngomong sama lo tau gak," ucap Kinan.
"Nan, bilang ke dia kalau gue gak lapar dan gak usah bikin makanan buat gue, gue bisa masak sendiri atau gak gue beli aja," ucap Adel lalu pergi tanpa melihat ke arah Arin.
"Adel kenapa Rin? kok dia kayak gak suka sama lo gitu sih?" tanya Kinan.
"A-aku juga gak tau Nan, gimana ini aku salah apa sampai Adel kayak gini ke aku hiks hiks," ucap Arin.
"Loh nih ya Rin, semenjak hamil sensitif banget gampang nangis pula," ucap Kinan.
"Namanya juga lagi hamil Nan," ucap Arin.
"Udah dong jangan nangis lagi Rin kan gue jadi bingung," ucap Kinan lalu Arin pun berhenti menangis dan menghapus air matanya.
"Nah kan gitu makin cantik udah lo benerin makeup lo masa lo kerja mata lo merah habis nangis gitu bisa-bisa di pecat lo nanti," ucap Kinan.
"Iya Nan," ucap Arin.
"Yaudah gue pergi kerja dulu ya dah Arin," ucap Kinan lalu pergi dan Arin membenarkan make-upnya.
__ADS_1
Selesai membenarkan make-upnya Arin menuju ke cafe dan ia terkejut saat melihat cafe di penuhi dengan hiasan bunga mawar putih, "Bunga mawar putih banyak banget sekarang kan cafe belum buka tunggu kenapa aku jadi kepikiran sama pengirim bunga itu ya," gumam Arin.
"Hai Arin," sapa Firly.
'Siapa ini aduh aku lupa namanya tapi kayaknya dia bukan pegawai disini deh soalnya dia terlalu berantakan,' ucap Arin dalam hati.
"Pasti lupa namaku ya, oke aku bakal kasih tau kamu namaku Firly," ucap Firly.
"Terus?" tanya Arin.
"Ya aku cuma kasih tau namaku aja," ucap Firly.
"Oh yaudah kalau gitu saya pergi dulu," ucap Arin.
"Tunggu aku udah sewa cafe ini seharian," ucap Firly.
"Hah seharian," ucap Arin.
"Iya, nanti kamu temenin aku makan ya, masa aku makan sendirian kan aku udah nyiapin semua ini khusus buat kamu," ucap Firly.
"Buat saya, kayaknya saya gak pernah nyuruh kamu ngelakuin ini deh," ucap Arin lalu pergi tapi Firly menahan tangan Arin.
"Kali ini aja Rin," ucap Firly.
"Maaf Firly, saya gak bisa karena saya disini kerja bukan untuk makan sama kamu," ucap Arin.
"Saya gak pernah nyuruh kamu buat siapin semuanya ini kan, kamu sendiri yang nyiapin dan gak bilang ke saya jadi gak ada urusannya sama saya," ucap Arin lalu menuju lokernya.
Semua pegawai yang melihat hal tersebut terkejut karena Arin secara terang-terangan menolak seorang Firly, "Gila si Arin nolak Firly," ucap Dea.
"Cowok seganteng Firly aja di tolak apalagi gue yang gak ada apa-apanya dari Jerry," ucap Jerry.
"lo sama Firly itu beda jauh," ucap Dea.
"Ya, gue sadar diri kali De," ucap Jerry.
Arin sendiri selesai mengganti bajunya dan menuju dapur, "Arin kamu itu udah gila ya sampai berani nolak ajakan Firly," ucap Dea.
"Kenapa kalau aku nolak emangnya aku harus nerima ya?" tanya Arin.
"Ya iyalah, semua cewek itu kalau ngelihat Firly pasti klepek-klepek eh kamu malah gak," ucap Dea.
"Udah ah aku gak mau bahas itu lagi," ucap Arin.
.
Zehan saat ini sudah mulai bekerja di perusahaan, berita mengenai kecelakaan yang dialami Zehan tentunya mengejutkan para karyawan, namun mereka belum mengetahui jika Zehan mengalami amnesia, "Ini saya mau semuanya di ganti mulai dari anggaran dan design," ucap Zehan kepada karyawannya.
__ADS_1
"Tapi Pak semua ini sudah mendapatkan persetujuan dari Bapak dan juga mandor disana," ucap Bu Mika.
"Kenapa? kamu mau bantah perintah saya? atau apa heh? saya mau di ganti ya di ganti," tanya Zehan.
"Maaf Pak, tapi ini anggaran sebelumnya Arin yang mencatat dan Bapak juga sudah menyetujui dan mengeceknya," ucap Bu Mika.
"Arin lagi saya gak peduli dalam dua hari lagi semuanya harus di ganti sekarang kalian boleh pergi," ucap Zehan.
Mereka pun keluar dari ruang kerja Zehan, "Setelah Arin pergi Pak Zehan semakin kejam kayak gini," ucap Vira.
"Kamu lupa siapa yang buat Arin pergi," sindir Bu Mika yang membuat Vira diam.
Zehan sendiri semakin kesal karena para pegawainya yang tidak becus, "Papa gimana sih kok bisa punya pegawai yang gak becus sama sekali," gumam Zehan.
Saat Zehan tengah sibuk dengan berkasnya tiba-tiba sahabatnya masuk kedalam ruangannya, "Woy bro," ucap Abrar.
"Ngapain lo pada kesini?" tanya Zehan.
"Astaga Han, masa kita gak boleh sih kesini ketemu sama lo temen kita tercinta," ucap Andis.
"Gue ogah banget ketemu sama kalian," ucap Zehan.
"Tega sekali kamu Aska memperlakukan diriku seperti ini," ucap Abrar.
"Jijik banget Brar, lo gak pantes jadi aktor akting lo buruk," ejek Andis.
"Lo ya Ndis ngeledekin gue terus," ucap Abrar.
"Lo pada nih ya kita kesini buat ketemu Zehan terus hibur dia eh lo berdua malah berantem lagi," ucap Okha.
"Hibur gue? emangnya gue kenapa sampai lo hibur gue?" tanya Zehan.
"Gapapa kok kita cuma pengen hibur lo aja," ucap Abrar.
"Udah mending sekarang kalian pergi aja gue lagi gak pengen diganggu," ucap Zehan.
"Astaga Han, masa lo tega ngusir kita sih," ucap Abrar.
"Udah kita pergi aja mungkin Zehan lagi bad mood nanti kita kesini lagi aja," ucap Okha lalu mereka pun pergi.
"Kenapa sih mood gue kok buruk banget hari ini?" tanya Zehan pada dirinya sendiri.
.
.
.
__ADS_1
Tbc.