Married With Mantan

Married With Mantan
Contohnya Zehan


__ADS_3

Zehan yang seharian tidak ada kabar dari Arin pun merasa bingung sebab dari semalam Arin mengacuhkannya bahkan saat Zehan bangun tadi pagi ia tidak menemukan Arin di sampingnya dan Arin juga tidak ada di rumah.


Zehan sempat bertanya pada Mama Naura dan kata Mama Naura, Arin sudah berangkat kerja.


"Arin kenapa sih? kok sikapnya aneh gini," gumam Zehan.


"Woy bro apa kabar lo? gak kangen apa sama gue?" tanya Abrar.


Zehan yang tengah fokus pada ponselnya pun mengalihkan pandangannya ke ketiga sahabatnya.


"Lo pada ngapain disini? lo gak kerja?" tanya Zehan.


"Santai Han, kita udah izin semua tinggal lo doang nih," ucap Andis.


"Maksud lo?" tanya Zehan.


"Yaelah sekarang kan Jumat dan besok libur mending kita liburan aja," ucap Abrar.


"Lo pada gila ya terus Arin gimana? yakali gue tinggal sendirian, gue gak ikut deh," ucap Zehan.


"Mentang-mentang dah punya istri lo Han, lo gak usah khawatir Arin ikut kok tadi gue udah bilang ke Kinan," ucap Andis.


"Beneran lo Ndis?' tanya Zehan.


"Yoi Han beneran gue, mending sekarang kita liburan kemana gitu, Kinan, Arin sama Dian udah nunggu di tokonya Kinan," ucap Okha.


"Riko gimana?" tanya Zehan.


"Riko itu lagi sibuk sama perusahaan keluarganya dan waktu gue tanyain sih dia gak bisa ikut," ucap Abrar dan diangguki Zehan.


"Oke kalau gitu kita ke tempatnya Arin aja," ucap Zehan.


"Gak sabar banget mau ketemu sang istri tercinta, sih Zehan" bisik Abrar pada Andis dan Andis hanya menganggukkan kepalanya.


"Panji setelah ini saya ada rapat kan?" tanya Zehan.


"Iya pak jam 2 siang nanti," ucap Panji.


"Tolong kamu batalin rapatnya dan kamu atur ulang saya masih ada urusan," ucap Zehan.


"Sabar lih ini ujian," gumam Panji saat Zehan sudah masuk kedalam lift.


Zehan, Abra, Andis dan Okha sedang berada di lift dan tiba-tiba ponsel Andis bergetar.


^^^Halo Yang, kenapa ini kita udah mau jalan kok?^^^


Yang, kayaknya kita gak usah liburan ke luar kota deh mending kita jalan-jalan aja soalnya ini Dian sama Arin juga milih jalan-jalan daripada liburan capek nantinya.


^^^Oh gitu, oke deh nanti dibahas pas udah nyampe aja.^^^


Yaudah iya.


Setelah itu, Kinan pun memutuskan sambungan telepon tersebut.


"Kenapa Ndis?" tanya Abrar.


"Kata Kinan mending kita jalan-jalan aja gak usah liburan ke luar kota gitu," ucap Andis.


"Kok gitu sih," ucap Abrar tidak terima dan Andis hanya mengangkat bahunya lalu mereka pun menuju ke toko bunga milik Kinan.


.


Arin sengaja menghindari Zehan karena ia masih kesal dengan Zehan yang pernah dekat dengan perempuan lain, saat perjalanan menuju toko bunga, Arin terus saja mengomel sendiri.

__ADS_1


"Dulu katanya gak bisa mencintai siapapun selain aku, eh nyatanya udah sempet deketin cewek, emang cowok itu banyak omong doang contohnya Zehan, ih kenapa sih kamu Rin lagian kan yang nikah sama Zehan juga kamu bukan si siapa Giselle itu," gumam Arin.


Saat sampai di toko bunga, Arin langsung menaruh tasnya dan segera bekerja agar ia melupakan kekesalannya terhadap Zehan.


"Kenapa sih lo Rin kok kayak abis kemalingan itu?" tanya Kinan.


"Gapapa kok, emangnya mukaku kayak habis kemalingan ya kayaknya gak ada deh," ucap Arin.


"Gue kirain lo habis kemalingan Rin soalnya muka lo tuh gak enak banget di liatnya," ucap Kinan.


"Astaga Nan jahat banget sih," ucap Arin.


"Oh iya Nan, kita liburan yuk tadi Andis udah kabarin aku bentar lagi Dian juga udah mau sampai sini," ucap Kinan.


"Tapi Nan...," ucapan Arin terhenti lantaran Kinan yang menyelanya.


"Gapapa Rin, kalau lo khawatir masalah toko kan masih ada Mario yang jaga hari ini," ucap Kinan.


"Hai semuanya," sapa Dian lalu duduk di kursi yang ada di sebelah Kinan.


"Gimana kabar kamu Yan? udah sehat belum? masih ada yang sakit gak?" tanya Arin.


"Astaga Rin, nanyanya satu-satu napa kan bingung mau jawab yang mana," ucap Dian.


"Tau nih Arin, oke biar gue aja yang tanya cuma satu pertanyaan kok, ada yang sakit gak?" tanya Kinan.


"Ya gak ada sih cuma kadang-kadang masih pusing aja," ucap Dian.


"Kalau gitu kita gak usah liburan aja, gimana kalau kita jalan-jalan aja kemana gitu daripada liburan memakan waktu di perjalanan kan," usul Arin.


"Ya Rin, gue setuju sama lo, kita gak usah liburan ke luar kota deh kita jalan-jalan aja," ucap Kinan.


"Kalau gitu kamu kabarin Andis, Nan," ucap Arin.


Setelah setelah mengabari Andis, Kinan pun menatap Arin dan Dian, "Gimana mereka mau?" tanya Dian.


"Kata Andis dibahas nanti soalnya mereka udah mau jalan katanya gitu," ucap Kinan dan diangguki Dian.


Beberapa saat kemudian, Zehan, Abrar, Andis dan Okha sampai di toko bunga milik Kinan lalu mereka duduk berhadapan, "Astaga salah gue temanan sama lo semua," ucap Abrar.


"Maksud lo apa Brar?" tanya Andis.


"Tuh liat," ucap Abrar dengan menunjuk kursi yang ada di depannya dengan dagunya.


"Hahaha kita semua di depannya cewek kita masing-masing kok kursi di depan lo kosong sih Brar?" tanya Andis.


"Terus aja ledekin gue," ucap Abrar.


"Udah deh mending kita balik ke topik utamanya," ucap Kinan.


"Jadi gimana kita gak liburan gitu?" tanya Andis.


"Bukannya gak jadi, tapi di undur soalnya Dian kan baru sembuh ya masa langsung liburan gitu kalau capek gimana," ucap Kinan.


"Iya juga ya yaudah deh kita jalan-jalan aja kalau gitu," ucap Okha.


"Kalau gitu gue gak ikut deh," ucap Abrar.


"Kenapa?" tanya Dian.


"Ya masa gue sendirian jalan-jalannya gak ada pasangannya," ucap Abrar.


"Emangnya kalau liburan ada pasangannya?" tanya Kinan.

__ADS_1


"Astaga Nan, pertanyaan lo menohok banget," ucap Abrar.


"Ya kan gue cuma tanya," ucap Kinan.


"Makanya Brar, lo sih punya pacarnya pas gue masih jomblo jadi sekarang gue deh yang bebas ledekin lo kayak lo dulu," ucap Andis.


"Lo ya Ndis, sama temen sendiri juga," ucap Abrar.


Selama mereka memutuskan untuk jalan-jalan dan juga pertengkaran Abrar dan Andis, Zehan sendiri terus memperhatikan wajah cantik istrinya dan saat Arin menatapnya tajam, Zehan hanya tersenyum karena Arin terlihat sangat menggemaskan.


'Lucu,' ucap Zehan dalam hati.


Sedangkan, Arin merasa diperhatikan Zehan dari tadi pun langsung menoleh dan menatap tajam Zehan agar Zehan takut, namun Zehan justru tersenyum manis yang membuat Arin sedikit luluh.


'Gak boleh Rin, kamu gak boleh luluh kamu harus tetep marah enak aja bisa deketin cewek dulu,' ucap Arin dalam hati lalu ia mengalihkan pandangannya dari Zehan ke Abrar dan Andis.


"Nih orang dari tadi liatin bininya muluh," ucap Andis.


"Biarin sih orang udah sah juga," ucap Zehan yang masih terus memperhatikan Arin.


"Zehan tuh sekarang bucin parah tau gak padahal di kantor kayak singa gitu eh pas sama Arin kayak kucing," ucap Abrar.


"Hahaha ada-ada aja lo Brar, tapi bener juga sih," ucap Andis.


"Lo pada ngapain sih ngurusin gue terserah dong gue ngeliatin siapapun apalagi istri gue," ucap Zehan yang melihat ke Andis dan Abrar lalu kembali memperhatikan sang istri.


Saat Zehan tengah memperhatikan Arin tiba-tiba Mario datang dan memberikan ponsel Arin, 'Ngapain sih nih anak disini terus?' tanya Zehan dalam hati.


"Rin, ini ada telpon," ucap Mario sambil memberikan ponsel tersebut.


"Oh iya makasih ya," ucap Arin lalu mengambil ponselnya dan ternyata Adel yang menelponnya.


^^^Halo Del, kenapa?^^^


Rin, hiks hiks hiks.


^^^Kenapa Del, kok kamu nangis?^^^


Rin, papaku hiks hiks.


^^^Kamu tenangin diri kamu dulu Del, biar aku denger.^^^


Papaku Rin.


^^^Sekarang kamu dimana Del, biar aku ke sana?^^^


Aku di rumah Rin.


^^^Oke, tunggu disana aku ke sana sekarang.^^^


Setelah itu, Arin pun memutuskan sambungan telepon tersebut.


"Kenapa Arin, Adel?" tanya Kinan.


"Aku juga gak tau Nan, aku mau ke tempatnya Adel dulu ya nanti aku kabari lagi dan oh iya maaf aku gak bisa ikut jalan-jalannya kali ini mungkin nanti aku usahain ikut ya, kalau gitu aku pergi dulu," ucap Arin.


"Ayo aku antar," ucap Zehan lalu menarik tangan Arin sampai ke mobilnya.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2