Married With Mantan

Married With Mantan
Fakta?


__ADS_3

Entah keberanian dari mana Kinan menampar pipi kanan Zehan dengan keras di depan seluruh karyawan Zehan, "Ini akibat lo udah buat sahabat gue menderita dan ini...," ucapan Kinan terhenti saat ia kembali menampar Zehan.


Plak!


"Ini buat lo yang udah gak percaya sama Arin," ucap Kinan.


"Maksud lo apa Nan? berani-beraninya lo nampar gue!" tanya Zehan.


"Heh! gue cuma nampar lo itu semua juga karena kesalahan lo, lo tau gue nyesel udah setuju hubungan lo sama Arin, kenapa waktu itu gue setuju ya dan sekarang gue nyesel banget Han, gue sebodoh itu buat biarin Arin semakin menderita," ucap Kinan.


"Nan, mending lo keluar dulu deh kita bisa bicarain ini semua setelah rapat," ucap Abrar.


"Hahaha! lo bilang apa? bicarain? gue cuma pengen buat Zehan nyesel aja udah bikin Arin sedih kayak gini," ucap Kinan.


"Nan, lo gak bisa kayak gini lo tau kan kalau Arin udah ngekhianatin gue," ucap Zehan.


"Itu semua gak bener Han dan lo percaya sama semua itu, asal lo tau itu semua rencana Tara dan mereka adalah orang-orang yang pengen buat lo sama Arin pisah," ucap Kinan.


"Tapi, Nan gue udah gak percaya lagi sama Arin, dia gak bisa buktiin semuanya ke gue," ucap Zehan.


"Gue harap lo gak nyesel aja sih Han," ucap Kinan.


"Nan, udah kita keluar aja," ucap Abrar.


"Oh bentar Brar, gue belum puas," ucap Kinan lalu maju dan menghampiri Andis.


"Nan, lo mau apa?" tanya Abrar.


"Tenang Brar, gue cuma mau bilang sama orang yang udah buat Arin sedih karena kata-kata yang tidak pantasnya yaitu Mr. Andis gue cuma mau bilang ke lo ya Ndis, kalau lo gak tau apa-apa masalah Arin mending lo diam kalau pun memang lo gak suka sama Arin dari dulu, lo bisa menjauh dari Arin karena apa karena gue ataupun Arin gak pernah butuh orang kayak lo," ucap Kinan.


"Nan maksud kamu apa sih, oke aku akui aku emang salah ngomong kayak gitu, tapi itu fakta," ucap Andis.


"Hahaha, lo makin lucu Ndis. Fakta? tau dari mana lo kalau itu semua fakta? gue yang tau baik buruknya Arin aja gak pernah tuh ngerasain apa yang lo bilang ke Arin, dasar munafik," ucap Kinan lalu menuju ke tempat Zehan.


"Gue bener-bener kecewa sama lo Han karena lo udah gak percaya sama Arin," ucap Kinan lalu ia melihat ke arah Yura dan teman-temannya dan Kinan pun menghampirinya.


"Oh jadi lo orang yang udah mukulin Arin kan," ucap Kinan dan menampar Yura.


"Masih mending lo cuma gue tampar gak gue pukul kayak lo mukul Arin," ucap Kinan lalu berjalan menuju pintu dan saat akan membuka pintu Kinan berbalik menghadap Zehan.


"Oh, gue lupa ini," ucap Kinan dan meletakkan sesuatu ke atas meja.


"Apa ini?" tanya Zehan.


"Ini surat pengunduran diri gue, Arin sama Adel," ucap Kinan.

__ADS_1


"Maksud lo apa? siapa yang ngizinin kalian keluar?" tanya Zehan.


"Kita gak perlu izin dari lo, terutama Arin dia gak perlu, karena apa karena lo sebagai suaminya gak bisa ngelindungin dia," ucap Kinan.


Ucapan Kinan tentunya membuat semua orang yang ada disana terkejut mendengarnya terutama Yura dan teman-temannya.


"Maksud lo apa Nan? Arin istrinya pak Zehan?" tanya Yura.


"Oh iya lupa, karena kalian semua ada disini jadi gue cuma bilang aja kalau Arin itu adalah istri sah nya Zehan dan dia bukan simpanannya Zehan, ah dan satu lagi Tara itu bukan siapa-siapa nya Zehan dianya aja yang terlalu berharap sama Zehan," ucap Kinan.


"Sekarang tinggal lo Han yang mau mengakui status lo sama Arin," lanjut Kinan.


"Tapi, Nan. Arin kan gak mau hubungan gue sama dia di publish," bisik Zehan.


"Han, kalau lo masih mau sembunyiin ini semua oke Han gue cuma berharap lo gak bakal nyesel ya sama keputusan yang dibuat Arin," ucap Kinan lalu pergi meninggalkan ruang rapat tersebut dan menuju ke bandara karena Arin dan Adel sudah menunggunya di sana.


Beberapa saat kemudian, Kinan pun sampai di bandara dan mencari keberadaan Arin, "Hai, sorry gue telat, lama banget ya kalian berdua nungguin gue?" tanya Kinan.


"Gak kok Nan, kamu gak telat lagian aku sama Adel juga baru beberapa menit doang kok sampainya," ucap Arin.


"Btw gimana Nan, udah lo kasih surat pengunduran diri kita?" tanya Adel.


"Udah kok, udah gue kasih langsung ke Zehan dan Arin gue udah bilang yang lo suruh buat Zehan ngakuin status lo, tapi Zehan...," ucapan Kinan terhenti karena ia merasa tidak enak untuk mengatakan yang sebenarnya.


Arin yang mengerti pun langsung tersenyum, "Gapapa kok Nan, berarti aku gak bakal nyesel udah ambil keputusan kayak gini," ucap Arin.


"Iya nih," ucap Kinan.


"Btw lo udah nemu tempat tujuan lo Rin? emangnya mau kemana Rin?" tanya Adel.


"Aku kemarin tuh pengen ke negara B, tapi aku cancel dan sekarang kita bakal pergi ke... negara X," ucap Arin.


"Hah negara X, lo gak bercanda Rin," ucap Adel.


"Gak kok, nih," ucap Arin dan menunjukkan tiket keberangkatan mereka.


"Oke, kalau gitu kita berangkat," ucap Adel lalu mereka pun menuju pesawat.


"Rin, gak salah pilih pesawat yang mewah kayak gini?" tanya Adel.


"Bukan aku Del, yang pilih, tapi Kinan yang saranin aku buat pilih ini ya aku pilih aku gak tau kalau kayak gini," ucap Arin.


"Nan, lo kok pilihnya yang kayak gini kan uangnya bisa buat lahiran Arin," ucap Adel.


"Lo gak usah khawatir, ini murah kok ya kan Rin?" tanya Kinan.

__ADS_1


"Iya sih Del, ini harganya murah makanya aku pikir ini pesawat biasa," ucap Arin.


"Kok bisa jadi mewah gini padahal kan harganya murah," ucap Adel.


"Kalian gak usah khawatir, jadi ini tuh pesawat saudara gue dan biasalah gue minta yang murah dan dikasih deh makanya gue suruh Arin pilih pesawat ini," bisik Kinan yang diangguki Adel dan Arin lalu mereka pun duduk di tempat mereka masing-masing.


Saat duduk di tempatnya tiba-tiba Arin melihat seorang anak kecil yang duduk dengan ibunya dan melihat ke arah Arin dengan tersenyum.


"Halo sayang, namanya siapa?" tanya Arin lalu ibu dari anak tersebut pun menengok ke arah Arin.


"Namanya Ari, Tante," ucap ibu dari anak tersebut.


"Ehm Bu, Ayahnya Ari mana kok Ibu sendirian?" tanya Arin.


"Saya single parent," ucapnya dengan tersenyum.


"Ma-maaf Bu saya gak tau," ucap Arin.


"Iya gapapa kok lagian saya happy kok jadi seorang single parent," ucapnya.


"Hehehe Ari temenin Mama ya sampe tua nanti," ucap Arin pada Arin yang berada di pangkuan ibunya.


Beberapa saat kemudian Arin, Adel dan Kinan pun sampai di negara X dan mereka pun menuju ke tempat yang akan mereka tinggali dimana sebelumnya Arin sudah membeli apartemen dengan uangnya sendiri.


"Rin, uang lo gak habis apa buat beli apartemen ini?" tanya Adel saat mereka memasuki apartemen tersebut.


"Untungnya uangku masih ada kok Del, kamu gak usah khawatir," ucap Arin.


"Terus buat si baby gimana Rin kalau lo beli kayak gini sama tadi lo pesawatnya kan pakai uang lo?" tanya Kinan.


"Aku tuh udah sisihkan uang buat si baby dan buat keperluan kita selama disini nanti, ya semoga aja cukup, tapi kan aku bakal cari kerja jadi kamu gak usah takut," ucap Arin.


"Gue juga bakal nyari kerja Rin, buat biaya kita sehari-hari," ucap Kinan.


"Gue juga Rin, besok mungkin pokoknya secepatnya lah," ucap Adel.


"Yaudah kalau gitu kita bersih-bersih dulu," ucap Arin.


"Oh iya Rin, lo udah kabari Tante Naura belum?" tanya Kinan.


.


.


.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2